
Ddddrrrttt… Ddddrrrttt… Ddddrrrttt…
“Aaarrghhh… Aaarrghhh… Aaarrghhh…” ******* Angella semakin terdengar keras, membuat tuan Jie semakin bersemangat menggagahi wanita simpanan yang telah mencuri cinta dari dalam dirinya.
Pria itu bahkan mengabaikan ponselnya yang terus bergetar di atas nakas samping ranjang utama. Bukannya menghentikan aksi panasnya tuan Jie justru semakin brutal menusuk miliknya di dalam sangkar emas kepunyaan wanitanya.
"Aarghh Sayang, aku akan menikahimu segera!" erang tuan Jie dengan meracau akan niatannya memperjelas status Angella.
"Aku bersumpah, kalimat itu adalah kalimat terbaik yang baru aku dengar selama hidupku!” sahut Angella parau di sela rintihannya.
Tuan Jie menghentikan sejenak aktivitasnya, dia tersenyum hangat di depan wajah Angella yang sayu penuh dengan peluhnya. "Aku mencintaimu Angella..."
Di sisi lain di sebuah hotel berbintang tak jauh dari lokasi mansion Angella, nyonya Lili tengah mondar dan mandir gelisah. Pasalnya suaminya tidak juga menjawab panggilan telponnya.
“Kemana dia? Bukannya dia hanya ijin ke toilet?” gumam nyonya Li gelisah. “Sudah hampir satu jam dia tidak kembali!!” rutuknya kesal.
“Maa… Mana papa?”
Suara seorang gadis yang sangat di hafalnya membuyarkan semua kegelisahannya dan berusaha keras menutupinya.
“Oh, kenapa kamu kesini sayang?" tanya nyonya Li mengalihkan. "Ehm..." Nyonya Li tengah berpikir untuk menjawab pertanyaan putri semata wayangnya.
Sheena Jienshen saat ini tengah berulang tahun yang ke-17. Acara sweet seventeennya itu di adakan di sebuah hotel berbintang yang secara kebetulan tak jauh dari lokasi mansion wanita simpanan ayahnya.
"Mungkin Papamu sedang menerima panggilan urgent dari kantornya sayang." bual nyonya Li menenangkan putrinya. “Mama cari papa sebentar ya, kamu kembali lah ke dalam dan nikmati pestamu…” bujuk nyonya Li dengan wajah yang di buat setenang mungkin agar tidak membuat putrinya kecewa pasal menghilangnya tuan Jie saat ini.
"Sudahlah Mam tidak perlu..." tolak Sheena dingin. "Aku pikir teman-temanku juga mulai mengundurkan diri mereka!" Sheena langsung beringsut mundur dan meninggalkan nyonya Li yang terpaku dengan jawaban putrinya yang di rasa tengah memendam kekecewaan yang besar.
“Sheena tunggu sayaaang!” pekik nyonya Li berusaha menghentikan langkah putrinya.
Hanya saja Sheena justru mengabaikan panggilan ibunya dan berlalu menuju mobil baru yang di hadiahkan tuan Jie atau papanya di ulang tahun ke-17nya itu.
“Jienshen!!" pekik nyonya Li tertahan. "Jika kamu berani bermain di belakangku, bahkan kau berani menyakiti perasaan putrimu aku tidak akan tinggal diam!!” gumam nyonya Li berang.
---
__ADS_1
Ruang VVIP Rumah Sakit XY.
Fay mengerjapkan kedua kelopak matanya, kepalanya terasa berat. Lagi-lagi dia kembali menghirup bau disinfektan yang menyengat menguar di indra penciumannya. Matanya menangkap sosok pria yang tertidur di samping tempat tidurnya. Fay sudah bisa mengetahui siapa gerangan, semburat garis senyumnya terpancar di wajahnya yang masih terlihat pucat.
"Aarrh..." pekik Fay mengingat dirinya kembali di buat celaka oleh seseorang.
Refleks Fay memegang perutnya, namun dia ingat sebelumnya samar di alam bawah sadarnya ada seseorang yang mengatakan bahwa bayinya baik-baik saja. Setelah itu sekuat tenaga dia berusaha untuk terbangun dan memastikannya. Sampai pada akhirnya dia membuka matanya sekarang.
Fay menatap nanar pada pria yang masih tidak bergeming dari tempatnya. Sudah bisa di pastikan suaminya tengah tertidur lelap saat ini. Bisa jadi Harv begitu kelelahan dan tertidur pulas kali ini.
'Apa mungkin Harv sudah mengetahui kehamilanku?' batin Fay menyelidik.
Bukan tidak mungkin team medis memberitahukan pasal gejala kegugurannya walaupun dia sudah sepakat dengan dokter Yun tapi saat kejadian naas itu Fay tidak tahu apa dokter pribadi keluarga besar Smith yang menangani kasusnya atau bukan.
'Aku sungguh bingung, semenjak Harv menempel padaku beberapa bulan terakhir... Aku selalu mendapatkan musibah tak terduga... Apa ini masih ulah Angella?'
Fay menghela nafas berat, tangannya menggapai pucuk kepala suaminya dan mengusapnya perlahan.
"Terima kasih Harv, kamu makhluk bumi pertama yang selalu memperlakukanku seperti ini." Senyuman Fay mengembang sempurna walau dia masih begitu lemah untuk melakukan beberapa gerakan.
'Adakalanya kamu selalu membuat aku merasa terhempas ke dasar jurang. Tetapi, di saat bersamaan kamu juga lah yang mengangkatku terbang melayang di atas awan!' batin Fay bermonolog dalam dirinya dengan menatap lekat pria yang masih berbaring di sampingnya.
Selalu saja ada hal yang membuat Fay merasa kemustahilan akan hidupnya yang terasa sempurna saat ini.
"Ehmm..." Harv mengulat, perlahan dia menggerakkan tubuhnya dan terbangun sempurna menatap Fay yang sudah terbangun menyambutnya dengan senyuman.
"CUTIEE!!" Dengan cepat Harv memeluk istrinya.
"Aku sungguh takut Sayang..." bisiknya parau, terdengar jelas kekhawatiran di setiap kata yang keluar dari mulut si penguasa bisnis negara XY itu. "Syukurlah kamu baik-baik saja... Aku sangat senang saat membuka mataku aku melihat senyuman memabukanmu lagi!" tutur Harv menutup matanya erat menjatuhkan air matanya.
"Terima kasih sayang..." sahut Fay lemah. "Aku yakin, semua ini berkat penjagaanmu padaku!" sambung Fay membesarkan hati suaminya.
"Faye..." Harv semakin mengeratkan pelukannya.
Betapa beruntungnya dia kali ini, tak lupa dia selipkan kata terima kasihnya kepada sang pencipta. 'Terima kasih Tuhan, kau masih mau mendengar doaku!'
__ADS_1
"Apa kamu ingin sesuatu?" Harv melonggarkan pelukan menatap haru pada wanitanya.
"Aku minta maaf selalu menyusahkanmu sayang..." ucap Fay sendu menundukan wajahnya.
"Ssstttt..." Harv menaruh jali telunjuk di bibir istrinya yang pucat.
"Kamu istriku, nyawaku... Sudah sepatutnya aku melindungimu..." tutur Harv dengan mata yang berkaca.
Fay mengatupkan bibirnya erat, rasa haru menyeruak ke dalam dadanya.
"Maafkan aku Cutie... Aku selalu menempatkanmu dalam keadaan yang membahayakan nyawamu..." Raut wajah Harv berubah sendu membuat Fay berpikir untuk merubah atmosfer mereka saat ini juga.
Fay menangkup wajah Harv dengan satu tangannya, Harv merespon memegang perlahan punggung tangan Fay yang tersemat jarum dan selang disana. Mereka saling beradu pandang dengan penuh rasa sayang.
"Seseorang mengatakan padaku bahwa If you're a lover, you gotta be a fighter. Because, if you don't fight for your love, what kind of love do you have?"
[Jika Anda seorang kekasih, Anda harus menjadi seorang pejuang. Karena, jika kamu tidak memperjuangkan cintamu, cinta seperti apa yang kamu miliki?]
DEG!!
Degub jantung Harv berdetak tidak stabil, justru terlalu cepat saat Fay mengatakan kegombalannya.
"Setiap pernikahan akan ada cobaan yang menyertainya. Merasakan jatuh cinta itu adalah perkara yang mudah, hal yang menjadi sulit apa kita mampu bertahan? Atau bisakah kita jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada orang yang sama? Bertahan dengannya walau apapun yang menimpanya, dia akan akan tetap percaya pada pasangannya. Aku pikir itu definisi dari true love."
Dengan cepat Harv menarik tengkuk leher Fay dan memagut bibir wanitanya segera. Rasanya perasaan Harv meledak-ledak saat ini. Tidak ada satu orangpun yang membuat dia merasakan hal seperti Fay melakukan padanya.
"Aku sangat mencintaimu Faye Yvonna!! Jangan harap kamu bisa pergi begitu saja dariku..." lirih Harv menahan air matanya.
"Aku bisa lari kemana lagi Sayang? Kamu rumahku... Hanya kamu yang aku miliki di dunia ini, dan hanya kamu yang menginginkanku seperti ini..." lirih Fay menundukan wajahnya.
Harv menampilkan segurat senyum tampannya, keduanya seperti kembali di landa jatuh cinta untuk kesekian kalinya.
"Aku akan panggilkan petugas untuk memeriksa keadaanmu sekarang." Harv bangkit dan menekan tombol pemanggil perawat di samping ranjang.
"Aku ijin membersihkan diriku yang bau ini." ijin Harv mencium kening Fay lembut.
__ADS_1
Fay membalas dengan kekehan serupa dengan tingkah suaminya. Tak berselang lama petugas medis sudah mengunjungi ruangannya dan memeriksa kondisi fisik Fay sebelum visit dokter Yun siang nanti.
To be continued...