
Tok... Tok... Tok...
Di luar terdengar suara ketukan membuat Harv dan Fay berbalik badan bersamaan. Tak lama Harv mempersilahkan pintunya terbuka.
"Fay..." seru nyonya Jane setelah dia memasuki ruangan.
Fay terdiam, susana yang baru mencair itu kembali di rundung sendu. Fay menundukan wajahnya enggan menatap langsung wajah ibu mertuanya saat ini. Harv memperhatikan perubahan ekspresi istrinya setelah kedatangan ibunya. Harv terdengar membuang nafasnya kasar.
"Apa yang sudah kalian katakan pada istriku? Sampai dia menjadi seperti ini?" tanya Hav ketus pada ibunya.
Nyonya Jane terpaku dengan sikap Harv yang jelas semakin lama semakin memihak pada istrinya.
"Harv..." lirih Fay menarik ujung kemeja suaminya perlahan.
Nyonya Jane mengulas senyum sendunya, dia menaruh satu wadah berisi bubur hangat yang dia siapkan sendiri di kediaman beserta minuman herbal yang baik untuk mengembalikan vitalitas tubuh bahkan sangat bagus untuk menyuburkan rahim menantunya.
"Fay, Mommy minta maaf... Mommy tidak bermaksud demikian..." Nyonya Jane duduk di samping tubuh lemah Fay.
"Angella tiba-tiba datang... Bahkan Mommy.."
"MOM!" pekik Harv membuat kedua wanita itu terperanjat bersamaan.
"Jika Mommy kembali menyulutkan hal yang tidak penting itu, silahkan keluar dari sini!" usir Harv pada ibunya sendiri.
"Harv..." Fay tidak menyangka suaminya bisa berbuat kasar seperti itu terhadap ibunya sendiri. Apalagi nyonya Jane, dia tidak menyangka Harv bisa berbuat demikian padanya.
"Huh, Harv... Mommy hanya ingin menjenguk menantu Mommy." ujar nyonya Jane lembut.
"Mommy tahu Mommy salah, makanya Mommy langsung kemari dan meminta maaf... Mommy tidak pernah ingin kecelakaan ini terjadi... Kamu selalu Mommy anggap seperti anak Mommy sendiri... Maafkan Mommy Fay..." Nyonya Jane mengusap air mata di pelupuk matanya.
Fay menggenggam kedua tangan ibu mertuanya. "Fay mengerti Mom, Fay juga sadar tidak seharusnya Fay hadir di tengah keluarga besar Smith!"
"FAYEE!!" pekik Harv kembali emosi istrinya sungguh begitu keras kepala saat ini.
"Harv!" pekik nyonya Jane menyahut cepat. "Jangan memaki istrimu seperti itu!! Jika bukan karena rumormu dan Angella mungkin semua tidak serunyam sekarang!!" hardik nyonya Jane membela menantunya.
Harv terdiam sejenak, dia merasa walaupun dia jelaskan kenyataannya dia yakin tidak akan ada yang mempercayainya.
"Fay, kami tidak pernah ingin mendiskriminasi siapapun... Kemarin malam Mommy hanya terbawa suasana karena kamu masih mengkonsumsi pil kontrasepsimu!"
DEG!
__ADS_1
Fay membuka mulutnya lebar, di saat situasi seperti ini saja mertuanya tetap gencar dan teguh pendirian untuk membuat dirinya mengandung generasi Smith berikutnya. Harv melengkungkan senyuman saat melihat respon Fay yang sudah sangat dia hafal bahwa istrinya itu tidak akan mau mengandung benih cintanya. Secepatnya Harv dirundung sendu.
"Haiishh... Kamu tidak usah berpikir yang bukan-bukan Fay." Nyonya Jane bangkit mengambil kotak bekal dan berencana menyuapi Fay.
"Sini Sayang Mommy suapi, kamu harus banyak makan... Tubuh kurus seperti itu mana bisa hamil cepat!"
Harv menunduk menahan tawanya, walau ibunya berkata jangan di pikirkan tapi tetap saja menyinggungnya. Wajah Fay merona dengan kehangatan yang selalu di berikan keluarga Smith padanya selama ini. Fay merasa beruntung dia bisa merasakan apa itu kehangatan sentuhan seorang ibu. Bagi Fay, nyonya Jane seperti ibu kandungnya sendiri jika saja wanita paruh baya itu tidak selalu menuntutnya untuk melahirkan generasi penerus.
"Terima kasih Mom..." sahut Fay membuka mulut dan menerima suapan hangat dari ibu mertuanya.
Harv beringsut mundur dan duduk di sofa ruangan. Tak lama Will kembali membawakan makanan pengganti. Harv memakan bagiannya, dia tenang istrinya sudah di ambil alih oleh ibunya. Fay makan dengan lahapnya, masakan ibu mertuanya memang yang terbaik bagi Fay.
"Ini minuman herbal agar kamu lebih cepat pulih..." Nyonya Jane kembali menyodorkan satu tumbler sedang minuman yang khusus dia bawa untuk menantunya.
Tanpa kecurigaan yang berarti Fay meminumnya hingga tandas, nyonya Jane tersenyum lebar. 'Bagus, setelah ini tinggal tunggu Harv menyelesaikan sisanya. Apa aku yang memberikan saran agar mereka melakukan bulan madu setelah ini?'
Nyonya Jane sibuk bermonolog di dalam dirinya, minuman itu nyatanya hanya untuk menyuburkan kandungan Fay. Setelah menyingkirkan obat kontrasepsi Fay di mansion pribadi menantunya, saat ini nyonya Jane kembali beraksi dengan rencana berikutnya. Pemberian penyubur kandungan Faye!
Fay dan nyonya Jane terlibat obrolan singkat yang membuat nyaman Fay saat ini. Gadis itu melupakan bagaimana sebelumnya dia merasa tertekan di kediaman dengan rasa cemburu saat melihat Angella di sana dan mendapatkan dukungan lebih besar jika di banding dengan dirinya.
'Sepertinya aku salah faham, Mommy tidak berniat membuat Harv menceraikanku...'
"Tapi hari ini, saat ini... Nikmatilah kehidupan dan kenyataanmu... Karena saat ini merupakan anugerah yang Tuhan beri untukmu," imbuh nyonya Jane bijaksana.
Fay segera menghambur memeluk ibu mertuanya, dia menumpahkan seluruh air mata kekecewaannya disana. Selama ini dia menahan untuk dirinya sendiri, selama ini Fay juga berpura-pura kuat akan keadaannya. Harv tertegun dengan pemandangan yang di saksikannya saat ini. Dua orang wanita yang sangat dia cintai di dunia ini saling menyayangi. Jika Fay merasa beruntung di tempatkan di tengah keluarga Harv maka Harv justru jauh lebih beruntung menemukan Fay yang akan menjadi masa depannya. Hanya bersama Fay, Harv akan menghabiskan sisa usianya.
"Kabari Mommy jika terjadi sesuatu hmm..." pesan Nyonya Jane sebelum dia pamit pulang.
Fay menganggukan kepalanya perlahan dengan senyuman yang terus mengembang bahkan setiap detik Fay mengucapkan kata terima kasih berulang kali pada ibu mertuanya itu. Setelah nyonya Jane pergi team medis yang merupakan dokter dan perawat memeriksa keadaan Fay.
Dari hasil pemeriksaan mengatakan bahwa Fay sudah boleh di bawa pulang hari ini juga. Fay bertambah bahagia, dia bahkan lupa bahwa tengah merajuk pada suaminya. Fay malah menggelayut manja pada Harv membuat suaminya tentu saja ikut merasakan bahagia tak terkira.
"Apa kamu ingin membeli sesuatu?" tanya Harv memastikan pada istrinya sebelum mereka menuju penthouse.
"Tidak, aku hanya ingin pulang..." sahut Fay datar.
Harv menarik tangan Fay dan menciumnya mesra. "Aku sungguh bahagia..." lirihnya.
Degub jantung Fay kembali dibuat berdenyut tak beraturan dengan kecepatan seperti di arena balap liar!
"Aku sangat mencintaimu Faye Yvonna Smith!" ucap Harv berbalik menatap penuh sayang ke arah istrinya yang kini dalam mode freeze.
__ADS_1
Harv tidak peduli lagi dengan jawaban istrinya, dia melajukan mobil di ikuti beberapa pengawal pribadi yang mengitarinya sebagai protokol keamanan tuan muda Smith Si Raja Bisnis di Negara XY.
---
Keduanya telah berada di kediaman Condo Royal. Harv menggendong tubuh Fay ala bridal, sebelumnya Fay menolak karena di takut ketahuan oleh publik. Tapi kali ini Harv justru sangat ingin status mereka terekspos saat ini juga.
"Harv, turunkan aku... Aku berat..." cicit Fay di dalam dekapan suaminya.
"Mana ada beratnya, tubuhmu sungguh tidak memiliki daging!" canda Harv membuat Fay merengut sebal.
Harv terkekeh mencium secepatnya bibir menggoda istrinya, mereka bertautan di dalam lift.
"Aahh..." Harv melepaskan tautan mereka saat pintu lift terbuka.
Secepatnya Harv melebarkan langkah kakinya, dia sungguh sangat ingin melakukan penyatuan dengan istrinya. Dia begitu rindu dengan harum tubuh Fay saat ini.
Harv menaruh perlahan tubuh Fay di atas ranjang besar mereka, "Cutiee..."
Harv menciumi ceruk leher Fay dan tangannya sudah bergrilya menanggalkan kancing-kancing terusan yang di kenakan istrinya.
"Aaarhh Haaarv..." lenguh Fay mau tak mau ikut terbakar gairah atas semua sentuhan sensualitas suaminya.
"Cutie... I want you Baby..." pinta Harv berat menatap wajah sendu istrinya.
Fay mengatupkan bibirnya erat, bukan dia tidak ingin. Hanya saja, dia mengingat bagaimana dia bertingkah bodoh dengan melakukan penyatuan bersama Devan sebelumnya. Dia kembali merasa dirinya kotor dan tidak pantas untuk Harv.
"Cutie... Kamu tidak pernah menolakku selama ini... Kenapa kamu seperti sekarang hm? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" kesal Harv.
Fay menundukan wajahnya, dia sempat ingin menguji Harv. Bagaimana jika Harv mengetahui perselingkuhannya selama ini?
"Harv..." lirih Fay menangkupkan telapak tangan di wajah tegas suaminya.
Harv terdiam tidak tahu harus merespon seperti apa, dia menyelami kedalam dua manik bening di hadapannya. Begitu polos dan kini tengah berkaca.
"Aku..." Kata yang ingin keluar dari mulut Fay tercekat. "Aku mencintaimu Harv..." Satu bulir bening menerobos jatuh dari sarangnya.
Harv menaikan sudut bibirnya, dia menunduk dengan kekehan lirihnya. "Haha... Faye Yvonna... Aku mencintamu..."
Dengan cepat Harv kembali memagut bibir istrinya merobek paksa pakaian yang masih menempel di tubuh indah Fay. Tak berapa lama suara lenguhan keduanya terdengar beradu dengan suada decit peraduan penyatuan tubuh mereka. Fay tengah mengerang panjang mengeluarkan pelepasannya, begitu pula Harv menyusul setelahnya. Harv mendorong semakin dalam miliknya dan mengangkat pinggul istrinya berharap salah satu benihnya memenangkan kompetensi dan memberikannya gelar baru dalam waktu dekat ini.
To be continued...
__ADS_1