
Harv kembali memasuki kamar utama dimana istrinya berada saat ini. Setelah menerima penjelasan dari dokter pribadi Harv segera menghampiri kembali istrinya.
"Wow... Kamu seksi sekali Cutie!" goda Harv saat memasuki ruangan, Fay tengah membuka pakaiannya yang berencana mandi.
"Aaarrkkk mesum!" pekik Fay namun tidak berusaha menutupi tubuhnya malah mengerlingkan mata menggoda.
Harv segera mendekat dengan wajah sensualnya, seketika wajah Fay pucat menelan saliva. Harv terkekeh tanpa basa-basi segera menggendong istrinya menuju kamar mandi mereka. Fay sedikit memekik karena terkejut, namun tertawa setelahnya. Dengan perlahan Harv menaruh istrinya dalam bak mandi dia berencana memandikan permaisurinya.
"Kamu bangun sesiang ini?" tanya Harv lembut menyalakan shower air hangat. Memastikan suhunya pas untuk tubuh istrinya, setelahnya membasuh perlahan tubuh indah Fay.
Fay tersipu malu dengan perlakuan suaminya itu, semua hal yang dilakukan Harv semakin membuat dia terjatuh dalam pesona dan cinta seorang tuan dingin.
"Aku merasa lelah dan baru terbangun sekarang," sahut Fay lirih memejamkan matanya.
Harv menyapukan seluruh tubuh Fay dengan sabun mandi yang wangi semerbak memenuhi ruangan, setelahnya mengusapkan shampo di rambut panjang Fay. Harv memijitnya perlahan, sungguh Fay terbuai dengan yang di lakukan suaminya. Dia bak Ratu saat ini, selama ini Harv hanya datang sebentar dan kembali menghilang boro-boro memanjakan seperti ini pamit saja sudah bersyukur.
"Aku tidak tahu Tuan Harvey bisa melakukan semua hal yang biasa di lakukan oleh para dayang?" goda Fay.
"Baru sekarang ini aku melakukannya, apa performaku memuaskan?" tutur Harv mencium bibir istrinya.
Fay bangkit dan semakin menjadi menautkan kedua tangannya yang penuh busa sabun di bahu suaminya.
"Aku sangat puas, bahkan ini terlalu memabukkan!" cicit Fay memagut bibir suaminya.
Tanpa perlu waktu lama senjata Harv telah bangkit dari alamnya. Harv langsung menanggalkan pakaiannya dan ikut serta masuk ke dalam bak mandi. Fay menyeringai nakal bahkan telah memegang senjata prianya.
"Ouughh Faye!" lenguh Harv membuat kamar mandi terasa sangat panas dan bergairah.
Setengah jam keduanya berada di kamar mandi, saat ini Harv tengah mengeringkan rambut istrinya. Fay asik menyesap jus kotak instan yang dia minta antar ke kamarnya. Fay benar-benat di manjakan habis-habisan oleh Harv.
"Sudah selesai Ratuku..." ujar Harv mematikan hair dryer-nya dan menyisir rapi rambut tergerai Fay.
"Thanks," Senyum manis Fay terbit membuat perasaan Harv semakin membuncah tidak karuan.
"Apa kamu sudah tahu siapa pelaku yang tidak berperasaan mencelakaiku kemarin?" tanya Fay kembali ingin mengetahui reaksi Harv.
"Aku sudah mengetahuinya..." lirih Harv.
__ADS_1
"Aku tebak... Dia mantan tunanganmu bukan?" Fay berpura-pura menerka padahal dia sudah sangat tahu siapa pelakunya.
"Aku sudah menghukumnya..." Harv memeluk tubuh istrinya dari belakang.
Kepala Harv di topang di bahu kekasihnya, matanya menutup sejenak.
"Apa yang kamu lakukan padanya?" tanya Fay penasaran.
Harv terdiam lantas beringsut membalik tubuh wanita paling dia cintai di dunia ini. "Kamu sudah bisa memeriksa beritanya di jagat media."
Degub jantung Fay lebih kencang dari sebelumnya, dia mencari tahu membuka laman forum XYNet.
Semua berita tentang Angella menjadi tranding topik pencarian. Disana di jelaskan bahwa Angella di pecat dan di black list dari dunia hiburan karena menyinggung orang penting!
Fay tidak tahu harus berekspresi seperri apa, karena sepatutnya Angella di hukum lebih berat dari ini.
"Kamu pasti merasa ini hukuman ringan bukan?!" tukas Harv menarik wajah Fay.
Fay tidak merespon sama sekali, namun sorot matanya menjelaskan segalanya.
"Kamu harus tahu satu hal, bagi Angella karier dunia hiburannya adalah segalanya. Bahkan dulu dia menolakku karena hal ini." Harv mencium bibir Fay sekilas.
"Tamatlah riwayatnya!" tutur Fay lirih.
Hanya saja tetap saja ada rasa dingkol dan kecewa hanya sebatas ini saja tidak mungkin memberikan efek jera. Fay bahkan ingin membuat wanita itu lenyap. Semenjak di kecewakan keluarga angkatnya Fay menjadi pendendam.
"Apa kamu masih mencintainya?!" tanya Fay kemudian sontak membuat Harv terkejut dengan pertanyaan istrinya itu.
'Sepertinya istriku tidak puas, sungguh pencapaian luar biasa Fay. Dulu kamu begitu polos dan patuh... Lihatlah kamu saat ini Honey... Hehe' batin Harv mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
"Istriku tersayang, dengarkan lah..." Harv menekan dagu istrinya lembut.
"Dia hanya bagian dari masa laluku, aku tidak pernah ingin kembali bahkan sekedar mengenang." Harv menatap serius ke arah dua manik bening istrinya.
"Hari itu sejujurnya aku sadar apa konsekuensi yang aku lakukan dengan bermalam bersamanya di hotel. Hanya saja─" Harv menerawang pandangannya setelahnya kembali menatap Fay.
Fay menelan salivanya, dia tidak ingin mendengar apa yang mengiris harinya. Hanya saja dia begitu lemah untuk menghardik saat ini.
__ADS_1
"Aku tiba-tiba memiliki rencana menggelikan... Apa istriku benar-benar cemburu padaku? Atau tidak peduli sama sekali. Dengan begitu aku yakin kamu benar mencintaiku atau─" ujar Harv sendu.
"Setelahnya aku sangat menyesal! Aku sangaaat menyesal... Maafkan aku..."
Harv menggenggam kedua tangan Fay dan menciumnya lekat. "Jika saja saat itu aku tidak keras kepala dengan menginginkan sebuah jawaban kejujuran darimu. Kamu tidak akan celaka seperti ini!! Maafkan aku..."
Fay sudah menjatuhkan air matanya tanpa bisa dia tahan, betapa bodohnya dia saat itu dia justru bertindak keterlaluan. Sangat keterlaluan...
Kesalah-pahamannya membuatnya rumit saat ini. Dia dan Devan sudah melakukan penyatuan, dia merasa tidak pantas untuk suaminya saat ini. 'Apa ini namanya perasaan yang mengatakan kita sulit bersama?!'
"Jangan menangis lagi Sayang, ya...." Harv menyapu lembut permukaan kulit istrinya.
"Jika aku menginginkan kamu melenyapkan Angella, apa itu keterlaluan?!" Tiba-tiba saja Fay mengutarakan keinginan yang berlebihan. Dirinya sendiri tidak percaya akan mengucapkan kalimat itu.
"Heh!" Harv justru terkekeh dengan ucapan istrinya yang kini hampir memiliki setengah sifat kejamnya.
"Aku bisa saja melakukannya sayang, hanya saja... Dia berasal dari tiga keluarga besar di Negara kita... Bukan mudah berurusan dengan Mr. Liem walau aku mampu hanya saja akan terjadi perselisihan lanjutan sesama keluarga besar lainnya." Harv mencium punggung tangan istrinya. "Aku hanya sedang menunggu waktu yang tepat..." sambungnya melebarkan senyuman.
Deg!
Fay tidak percaya atas apa yang dia dengar. Harv mau membunuh mantan tunangan hanya karena permintaan konyol istrinya. Tanpa Fay tahu bagi Harv ucapan Fay adalah perintah baginya.
"Aku sangat mencintaimu Cutie... Apa kamu sudah bisa melihat kesungguhan hatiku..." Harv memeluk erat istrinya.
"Tapi aku tidak pantaas..." isak Fay kembali merasa begitu sulit untuk mereka bersama.
"Tidak ada satupun yang berhak mengatakan pantas atau tidaknya kita bersama. Selama kita tetap seperti ini, komunikasi baik, status baik, bahkan ranjang kita selalu panas membara! Aku tidak akan membiarkan orang mengatakan kamu tidak pantas untukku!" terang Harv panjang.
"Aku yang menilaimu... Jika aku bilang kamu pantas maka sudah jelas!"
Fay memeluk erat suaminya, Harv mencium pucuk kepala Fay.
"Aku mencintaimu Harv... Benar-benar mencintaimu... Kamu selalu mengatakan aku adalah matahari, bintang dan bulanmu... Maka kamu adalah langit tak terbatasku!" tutur Fay serius membuat Harv semakin mengeratkan pelukannya.
"Kau tahu..." Harv melonggarkan pelukannya. "Seseorang mengatakan padaku apa arti cinta sejati... Cinta yang selalu terulang berkali-kali tanpa alasan pasti." Harv menarik nafasnya dalam.
"May be you're my true love Faye karena aku─" Harv memenggal kalimatnya. "Aku selalu jatuh cinta padamu berkali-kali!"
__ADS_1
Fay kembali memeluk erat Harv, keduanya telah menyatakan perasaan masing-masing. Rasanya sungguh melegakan bagi keduanya.
To be continued...