Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 13 - Tak Terduga!


__ADS_3

Fay dan Harv pamit berangkar bekerja pada seluruh penghuni kediaman besar Smith. Sepeninggalan keduanya nyonya Jane memanggil pengurus rumah Paman Fang.


"Uncle, berikan pelayan di kediaman Fay..." titah sang nyonya besar. "Sudah cukup aku menunggu satu tahun lamanya mereka bersenang-senang seperti itu." imbuhnya dingin.


"Berikan tugas mereka untuk menukar pil kontrasepsi Fay dengan penyubur kandungan. Pastikan saat Harv datang obat itu sudah musnah semua berganti dengan vitamin kandungan tanpa di ketahui Fay!" tukas nyonya Jane dingin dengan tatapan nyalangnya.


"Baik Nyonya..."


"Jika cara ini juga tidak berhasil, maka aku akan menggantikan posisinya dengan wanita lain!" imbuh nyonya Jane membuat pengurus Fang sedikit tersentak.


"Tapi Nyonya, bukankah Tuan Muda sudah memperingati kita bahwa istrinya hanya akan ada satu." tutur pengurus Fang berhati-hati.


"Heh, Uncle tidak perlu ikut pusing... Aku yang akan mengaturnya..." Nyonya Jane menaikan sudut bibirnya kemudian dia bergegas keluar dari ruang kerjanya.


Bagi keluarga besar Smith keberhasilan bisnis akan terkesan tidak memiliki pengaruh yang besar selama mereka tidak memberikan kabar bahagia tentang generasi penerus mereka. Dengan begitu, kesuksesan keluarga Smith akan terjaga dengan hadirnya penerus baru lainnya.


---


Fay telah berada di kantornya saat ini, hari ini dia terpaksa pergi bersama suaminya. Dari kediaman besar menuju kantornya cukup memakan waktu, dia tidak terkejar jika harus pulang ke Condo dan mengambil kendaraanya. Fay meminta Harv menurunkannya satu blok lebih jauh dari kantornya. Dengan kesal Harv mengikuti kemauan istrinya itu.


"Kamu benar-benar tidak ingin hubungan kita terekspose ya?" berang Harv sebelum Fay turun dari mobilnya.


'Mulai dah drama kolosaaal!' rutuk Fay dalam hatinya gemas.


"Apa aku begitu membuatmu malu?" cicit Harv kemudian mengeratkan genggaman tangan pada kemudinya.


'Aku heran dengan istriku, jika wanita lain selalu sibuk minta di publikasikan. Bahkan mereka sengaja memperlihatkan pada awak media. Tapi Fay? Dia selalu menghindar seolah aku tidak layak!' batin Harv kesal.


"Oh, ayo lah Sayang... Bukan kamu yang memalukan, tapi aku..."


Cup~


Fay paling tahu menurunkan emosi suaminya, dia mencium pipi Harv mesra yang berujung pagutan oleh suaminya yang tidak mau sekedar ciuman pipi semata.


"Sore nanti aku jemput ya..." tawar Harv.


Fay terpaku sejenak, sejak kapan suaminya begitu ingin menempel dengannya. "Liat nanti ya sayang... Aku tidak mau di gosipkan memiliki Sugar Daddy..." Fay mengerlingkan matanya genit dan keluar mobil setelahnya melambaikan tangan dengan senyuman manis pada Harv yang masih berada disana.


"Dia ini..." dengus Harv kesal dan tersipu dalam satu waktu.


Setelah memastikan Fay memasuki area kantornya, Harv melajukan kendaraannya menuju SG Company.


Fay bergegas menuju lantai dimana ruangannya berada, namun tak sengaja dia berpapasan dengan wanita yang selalu saja berulang padanya. Bahkan terakhir kali dia ingat bahwa wanita itu selalu merumorkannya dengan berita yang negatif hanya karena pakaian dan mobil Fay yang terbilang terlalu mewah hanya untuk ukuran staff biasa di XCorp.

__ADS_1


Bruukk!


"Jalan pake mata dong!" pekik wanita yang memiliki nama Hailey.


Wanita yang mencap dirinya wanita sosialita itu hanya karena orang tuanya memiliki jabatan khusus di kepemerintahan kotanya, memang terlihat sombong luar biasa seolah kastanya paling tinggi disana.


Fay mendongak kesal, sudah tahu wanita itu yang salah menutup jalannya dengan sengaja malah memancing keributan dengannya saat ini.


"Aku jalan sudah pakai mata, tapi anda jalan malah pake gaya!" ujar Fay dongkol.


Fay tidak ingin peduli dia menyingkir cepat dengan sengaja mendorong bahu Hailey kasar dan berlalu begitu saja. Bagi Fay prestasi absensi adalah nomor satu!


"Cih, cewek sialan itu beraninya berurusan denganku!" rutuk Hailey tidak terima dan menyimpan dendam pada Fay.


"Balas aja Hey, cewek sok emang perlu di kasih pelajaran!" ujar salah satu teman Hailey memanasi.


Heiley mengulas senyum culasnya, sepertinya dia memiliki rencana jahat yang akan dia layangkan untuk Fay.


"Kalian tenang saja, aku akan bikin Si Faye di depak dari kantor kita secepatnya!" tukas Hailey sombong dan kembali menuju ruangannya di sambut tawa jahat dari kedua temannya yang lain.


Braak!


"Ohh lelaaahnya..." keluh Fay langsung merebahkan dirinya di kursi kebesarannya.


"Lu kenapa Non?" tanya Vanesha kepo saat temannya datang dalam keadaan tidak baik saja.


Selama di kediaman besar, Fay tidak selera dengan sarapan paginya. Dia mendadak kenyang saat Harv mengatakan dia sudah membuahinya membuat mertuanya senang bukan kepalang. Bahkan sudah berencana untuk membuatkan kamar anak di Condo miliknya. Fay tidak habis pikir pada keluarga kaya satu itu, bagi mereka sepertinya bercocok tanam adalah jalan ninja keberlangsungan keluarga besar mereka.


"Fay!" seru Devan atasannya memanggilnya saat tengah menggerutu di hadapan sahabatnya.


Vanesh langsung menunjukan wajah annoyingnya mengejek Fay. Fay terkekeh lirih dan membalas menunjukan jari tengahnya di depan Vanesh yang di sambut juluran lidah dari temannya.


"Iya Pak." Fay segera mendekati atasannya yang berdiri tegap dengan kharisma yang cukup membuat Fay tergoda selama ini.


"Katanya lapar? Temani aku coffee time ya, sambil bawa berkas klient setelahnya kita menemui mereka untuk meeting lanjutan tentang waktu serah terima pekerjaan kita yang sudah rampung."


Ada rasa hangat menjalar di hati Fay, selingkuhannya itu paling tahu apa keinginannya tanpa perlu merengek sebelumnya. Dengan senyuman dan anggukan Fay segera mempersiapkan apa yang di butuhkan kemudian melesat keluar area kantor menuju salah satu resto tak jauh dari kantor.


---


Siang harinya, Fay telah kembali ke kantor setelah makan siang di luar bersama klient dan Devan tentu saja.


"Aaarghh... Dev... Aaarghh!" lenguhan Fay keluar saat tangan dan lidah pria itu mulai menyapu tubuhnya yang harum.

__ADS_1


"Dev, ini di kantor... Gimana kalau─" Fay mendongak menutup matanya erat dan tidak menampik menikmati permainan pria simpanannya.


"Tenang Sayang, pertama ini masih jam makan siang. Kedua, pintu aku kunci..." sahut Devan menyeringai penuh makna.


Dua puluh menit mereka melakukan sesi kemesraan di dalam ruangan. Fay menuju meja kerjanya di sabut dengan ejekan yang selalu di lontarkan Vanesha padanya.


"Buset lima jam bersamanya, dunia seolah milik berdua ayeeey~"


"Iriii bilang bosqueee..." sahut Fay tidak peduli.


"Lu ampe keringetan gitu, mantaaaaf permainan kalian!" Vanesh tidak ingin berhenti mengolok rasanya sungguh menyenangkan.


Dia ingat pertama kali bertemu Fay, gadis itu begitu polos dan pemalu. Setelah cukup lama saling mengenal ternyata sama bobroknya, atau lebih tepatnya terlalu terkontaminasi oleh sifat Vanesh yang liar namun apa adanya.


"Fay, ada film baru... Nonton kuy?!" Vanesh mendekati meja kerja rekan dua langkahnya itu.


"Liar tar deh..." jawab Fay mencoba menolak.


"Ishh sebal lu gak asik sekarang! Kebanyakan sama si bos lu lupain gue yang biasanya menemani hari suram mu selama ini!"


Fay terbahak dengan pernyataan lebay temannya itu. Sejujurnya bukan karena Devan pastinya, tapi karena suaminya yang sudah lebih dari tiga hari menempel padanya dan selalu pulang ke Condo. Ini sungguh prestasi Fay selama menjadi istrinya satu tahun ini Harv tidak biasanya menghabiskan waktu bersama dengannya lebih dari satu hari dalam seminggu.


"Iya... Iya deh ga usah cengeng gitu napa. Jomblo ya?!" ejek Fay mengerlingkan matanya.


"Bangsaaat! Gue emang jomblo tanpa status tapi cowok FWB gue banyak!"


"PERCAYAAA~" pekik Fay semakin menjadi membalas olokan Vanesh sebelumnya.


Fay merogoh ponsel bobanya mengetikan pesan pada suaminya.


[ Sayang, bolehkah aku pergi menonton dengan temanku Vanesh? ]


Berita chat terkirim mengukir senyuman tipis di wajah Fay. Dia kembali di bawa mengingat kejadian semalam yang tidak pernah dia bayangkan selama ini. Pria dingin yang menikahinya setahun lalu itu selalu membelanya saat keluarga besarnya kompak menyudutkannya sebagai istri yang tidak becus memberikan keturunan bagi si raja bisnis di negaranya itu.


'Aku akan jadi wanita yang paling bahagia dan beruntung di dunia seandainya aku bisa membuatmu jatuh cinta dan menjadi milikku seutuhnya Tuan Harvey Smith!' batin Fay menatap haru potret suaminya yang terpampang di gallery ponselnya.


Tring!


Tanpa menunggu lama Fay menerima balasan dari suaminya yang membuatnya mengerutkan keningnya takjub.


[ Oke. ]


"Sungguh Impresif!"

__ADS_1


Fay memang tidak bisa berharap lebih dari suami bongkahan gletser abadinya itu!


To be continued...


__ADS_2