
Setelah mengantar Harv menuju bagian transfusi Yun kembali mengunjungi nyonya besar Smith dan adik Harv yang masih menunggu di depan ruang ICU.
“Fay sudah melewati masa kritisnya, dia sangat kuat. Beberapa luka fisik akibat terjatuh di aspal sudah di obati, hanya saja─" ucapan Yun membuat nyonya Jane dan Jade mendelik ke arah asal suara.
"Apa ada hal serius di alami Faye?" bangkit nyonya Jane khawatir.
"Fay memiliki gangguan kecemasan berlebih. Mungkin sebelumnya dia berpikir bayinya tidak akan selamat dengan mengalirnya darah dari selang kangannya." ucap Yun mulai menjelaskan. "Karena hal itu tubuhnya mengeluarkan hormon yang memicu kontraksi awal yang membahayakan janin!"
Nyonya Jane menutup mulutnya gelisah, dia juga menjatuhkan air matanya berharap kejadian ini untuk terakhir kalinya.
“Saat ini team medis sedang menyiapkan ruang perawatan untuknya. Dia sudah bisa di pindahke ruangan inap biasa. Kedepannya Fay harus bedrest total sampai posisi plasentanya kembali normal.”
“Oh syukurlah…” Nyonya Jane bernafas lega.
"Eh, iya tante... Bagaimana tante tahu Faye tengah hamil?" tanya Yun menyelidik.
"Oh itu─" Nyonya Jane terbelalak seolah tengah ketahuan berbuat salah.
"Hahaha..." Yun terbahak, secepat itu kediaman besar mengetahui kehamilan menantu mereka. "Fay berniat mengejutkan Harv di hari ulang tahunnya akhir pekan ini." sambung Yun terkekeh.
"Ah, Tante merasa berdosa memberitahukan lebih dulu pada Harv. Habisnya kondisi Faye akhir-akhir ini kamu tahu sendiri." kilah nyonya Jane membuat keadaan kembali sendu.
"Tante benar, seperti yang kita ketahui. Harv tidak bisa di sandingkan dengan hal sederhana. Saat semua kompetitor tahu bahwa Faye kelemahannya tentu saja mereka akan menggunakan Faye untuk menjatuhkan kekuasaan Harv."
Semuanya menunduk atas penjelasan tambahan dari dokter pribadi sekaligus sahabat dekat Harv. Memang benar selama ini tidak ada yang berani menggulingkan kekuasaan dan kekuatan memonopoli bisnis seorang Harvey Smith. Hal yang lumrah jika Faye akan terus di bayangi keadaan yang membahayakan nyawanya.
'Jika sudah begini, Harv harusnya menambah ekstra penjagaan untuk istrinya!' batin nyonya Jane memikirkan keselamatan menantu dan cucunya.
---
Mansion Pribadi Angella.
Angella melebarkan senyumnya saat informan yang ia sewa memberi informasi bahwa Fay berhasil mereka cederai.
“Kau sialan!!” pekik Angella saat membaca laporan dari anak buah yang dia sewa di pasar gelap. “Bisa-bisanya kamu hamil dari benih HARV!!” berang Angella ingin rasanya membanting sesuatu.
Dari laporan yang dia terima, Faye di larikan ke rumah sakit dan hasil observasi mengatakan Faye tengah mengalami indikasi keguguran dini. Seperti biasa setelah di ketahui bahwa Faye adalah orang dari kediaman Smith maka informasi kembali di tutup dan seluruh area rumah sakit di tutup aksesnya setelah para reporter mengerumuni disana.
Angella menatap pemandangan kota dari mansion miliknya, ada perasaan lain hinggap di hatinya. Sejujurnya dia tidak benar-benar terluka saat mengetahui Fay mengandung anak dari pria yang katanya dicintai olehnya.
__ADS_1
“Apa aku benar-benar bisa merelakan keduanya?” gumam Angella lirih dan menyesap wine di dalam genggaman tangannya.
Angella sudah tahu pasti sifat Harvey, hampir seperempat usianya dia habiskan bersama Harv sampai dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan pria penguasa bisnis di negaranya itu. Hanya karena ambisinya dalam berkarier dia menangguhkan lamaran prianya. Dia pikir jika Harv mencintainya dia akan bersedia menunggu dan kelak saat dunia tahu nama besarnya dia akan menerima tawaran Harv yang akan mempersunting dirinya.
Sialnya dia sendiri tidak bisa membaca masa depan. Dia tidak menyangka akan datangnya wanita bernama Faye Yvonna yang merebut posisinya. Kecewa? Tentu saja…
Hal yang membuat dia jelas kecewa berat adalah pria yang di cintai sepenuh hati itu bisa dengan mudah jatuh cinta pada wanita lainnya selain dirinya.
“Haha… Apa aku harus percaya pada janji seorang pria?” rutuk Angella seolah tidak memiliki harapan akan yang namanya cinta. “Dia berkata bahwa hanya bisa mencintaiku seorang!” Angella menaikan sudut bibir mengejek perkataan Harv tempo lalu.
“Bullshiit!”
Angella menenggak habis wine dalam gelasnya, dia menjatuhkan air matanya!
“Faye Yvonna!!”
“Aku sungguh membencimu!!”
“Karena kamu aku kini menjadi wanita pemuas ranjang bosku sendiri!”
“Hahaha…”
“Aku menyakitimu semata karena kamu yang membuat aku kehilangan masa depan ku!”
Angella mengeratkan genggaman tangan di gelas yang tengah ia pegang. Kebenciannya jelas terpancar nyata untuk istri si penguasa negara XY!
---
Harv telah selesai dengan proses transfusi darah yang di peruntukkan untuk istrinya. Tanpa beristirahat lebih dulu dia segera bergegas menuju tempat dimana istrinya melakukan perawatan.
“Harv, kamu beristirahat lebih dulu…” sambut nyonya Jane bangkit saat Harv memasuki ruangan. “Mama dan Jade akan menjaga Fay disini!” bujuk nyonya Jane merangkul pundak putranya.
“Tidak perlu, aku yang akan menunggunya. Kalian boleh pulang dan beristirahat sekarang!” sahut Harv datar menatap ranjang istrinya. “Saat Fay terbangun, dia pasti akan mencariku." Entah mengapa Harv kini mengulas senyum simpul membayangkan istrinya kembali merengek padanya.
Hanya saja awan hitam kembali merundung dirinya. "Sudah berkali-kali Fay mengalami kecelakan yang di akibatkan olehku!”
"Harv..." Nyonya Jane dan Jade merangkul Harvey menguatkan pria besar itu.
“Aku tidak mengijinkan semua terjadi kembali!" tuturnya kembali bersemangat. “Terlebih dia tengah mengandung anakku!” Senyum Harv kembali terbit seolah dia tidak boleh terpuruk saat ini.
__ADS_1
Nyonya Jane tersenyum haru dengan rasa tanggung jawab putra kebanggaannya. Dulu wanita paruh baya itu berpikir bahwa Harv menikahi Fay untuk memenangkan sejumlah saham yang diberikan suami atau ayahnya dengan syarat dia telah menikah!
"Mommy pikir semua hal yang terjadi padamu dan pernikahanmu dengan Fay hanya keuntungan semata!" tutur Nyonya Jane menggoda Harv.
Jade mengerucutkan bibirnya tidak suka dengan pembahasan mereka. Itu artinya dia akan mendengar Kakaknya menyatakan perasaannya dan mengakui bahwa Harv jauh lebih mencintai istri di banding dirinya. Jade selalu cemburu dan haus akan perhatian kakak semata wayangnya itu.
Harv tertawa lirih menundukan wajahnya sejenak kemudian ketiganya duduk bersama di sofa tunggu.
“Aku tidak tahu…” jawab Harv tersipu membuat jade membuka mulutnya takjub. “Bisa jadi sedari awal aku bertemu dengannya atau mungkin saat aku terus menyentuhnya!” tukas Harv menyeringai penuh makna menatap kembali ranjang dimana Fay tengah berbaring beristirahat disana.
Plaaaak!
“Dasaaar!” Nyonya Jane memukul bahu putranya, dia baru mengetahui jika putranya ternyata memiliki kepribadian yang mesum.
“Aku sangat mencintainya Mom, sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskannya walaupun dia sendiri yang memohon padaku!” Ucap Har menerawang kedepan.
Jade menunduk dengan pernyataan tulus kakaknya, tidak pernah dia mendengan Harvey sesendu dan setakut ini dalam berkata.
“Haiiisssh…” dengus nyonya Jane terdengar berat di telinga kedua anaknya.
“Pengertian cinta tidak seperti itu sayang!” terang nyonya Jane mencoba sedikit memberikan pandangan. “Semua hal itu bersifat memaksakan, paksaan yang jatuhnya akan menjadi sebuah obsesi semata!”
“Apa kamu benar-benar mencintainya atau justu mungkin hanya obsesi semata!” Nyonya Jane menatap serius kearah putra sulungnya. “Karena jika kamu mencintainya, kamu akan menghargai keinginannya.”
“Kamu tidak akan memaksakan dirinya berada di sampingmu. Semua hal itu hanya akan berujung saling menyakiti satu sama lainnya!”
"Belum tentu dia memiliki tujuan akhir yang sama denganmu!" sambung nyonya Jane sendu entah mengapa mengatakan hal itu pada Harv yang langsung membuat Harv di rundung pilu.
Harv kembali mengingat perkataan Devan, pria itu sukses memporak-porandakan mentalnya. Masih jelas terngiang dia benaknya saat Devan mengatakan bahwa Fay sendiri berkata seandainya dia lebih dulu bertemu dengan Devan bukan dirinya.
"Tapi Mommy yakin, selama kalian saling mencintai satu sama lain, menghargai keputusan dan keinginan masing-masing maka semua kesulitan akan dengan mudah kalian selesaikan."
"Mommy doakan yang terbaik untuk pernikahan kalian. Ingat kalian sudah berjanji di hadapan Tuhan, sehidup semati. Dalam keadaan susah maupun senang, berkecukupan atau kekurangan. Kalian harus bisa melengkapi satu sama lain."
"Selalu tanamkan prinsif Take and Give... Menikah itu seumur hidup... Itu waktu yang sangaaaat lama!"
Nyonya Jane mengusap lembut kepala putranya, mata Harv terpejam saat ini. Dia akui dia sangat lelah terlebih dia baru saja kehilangan sebagian darahnya. Tak lama Will sudah datang membawa makanan dan supplement bagi tuannya.
To be continued...
__ADS_1