Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 89 : Finall but not Ending


__ADS_3

Di kawasan pusat perbelanjaan terbesar dan termewah, Fay kembali tengah bersuka cita untuk melongsorkan isi blackcard milik suaminya.


"Maaf ya Papa Baby Peanut, mereka yang minta... Hihi!" Fay bergumam lirih dan kembali memindai dari satu toko ke toko lainnya.


Saking asiknya Fay, dia tidak menyadari tengah dibuntuti. Fay telah memilih beberapa baju bayi yang lucu-lucu, aksesoris dan segala sesuatu yang matanya mengatakan bagus dan otaknya memerintahkan untuk membelinya walau untuk keberapa kali dia tidak menyadarinya.


"Faye!"


Lagi-lagi Faye mendapati dirinya selalu bertemu dengan orang yang menjadi bagian dari proses kebahagiaannya.


"Angella?" Fay mengernyit, pasalnya mantan wanita suaminya tengah berbadan dua.


Pikiran Fay menerawang jauh, dan ini yang paling jauh. Sisi sensitif dan mengada-ngadanya mulai berdesakan dengan pikiran waras dan logikanya.


"Kamu hamil?" tanya Fay dengan menelan ludah sulit mempercayainya.


Angella menaikan sudut bibirnya, dia telah menduga Fay mungkin berpikir yang tidak-tidak sekarang. 'Bagusnya aku usili saja wanita kesayangan Harvey Smith ini. Hihi!'


"Tentu saja, apa kamu lupa aku dan Harv kita pernah satu hotel bersama... Dan waktunya─" Angella menatap dengan sorot mata tajam seolah mengejek Fay.


Fay kembali menelan saliva dengan terpaku di tempat. "Aku tahu kamu membual!"


"Hahaha!" Tawa Angella pecah saat melihat raut wajah Fay yang sudah seperti siap menerkamnya.


"Mana Suami bucinmu, hm?" tanya Angella kembali memiliki ide yang jauh lebih gila. "Apa kamu tidak tahu aku kesini dengan─"


Fay mengepalkan kedua tangannya erat, ingin rasanya dia menjambak rambut Angella setelahnya mendorong keras tubuh Angella hingga tersungkur di lantai. 'Sabar Faye, belum saatnya... Kamu sudah jadi sorotan jangan bikin menggiring media memberitakanmu yang bukan-bukan!'


"Oh ya? Aku tidak peduli!" Fay bersikap acuh tak acuh, dia juga mendorong tubuh Angella dengan bahunya sengaja. Angella terkekeh, dia cukup puas membuat wanita yang sudah memporak-porandakan hidupnya kesal sekarang.


"Coffee?" Angella menyela langsung dan menghentikan langkah kaki Fay.


Benar saja Fay berhenti, dia berbalik badan dengan anggun dan dingin. "Maaf aku sibuk menghabiskan uang Suamiku!"


"Ck, apa kamu tidak ingin menangkap basah Suamimu?"


Fay terdiam, diamnya sudah memberikan jawaban nyata bahwa dia masuk dalam jebakan.


"Kamu yang traktir ya!" celoteh Angella menarik tangan Fay segera tanpa persetujuan Fay lebih dulu.


"Dih, kamu gak malu? Kamu yang ngajak, kamu yang minta dibayarin!" ketus Fay yang pasrah mengimbangi langkah Angella.


"Apa istri pria nomor satu di XY tidak mampu membayar satu cangkir kopi?!"


"Jangankan satu cangkir kopi, aku akan membeli tempatnya sekaligus!"


"Hahaha!"


Angella tidak menyangka, ternyata Fay adalah orang yang sangat asik diajak bercanda. Tak berapa lama keduanya telah berada di salah satu kedai kopi yang tak jauh dari butik tempat mereka sebelumnya. Fay menyuruh anak buah Harv untuk mengurusi belanjaannya dan mengantarkannya ke rumah. Angella menggelengkan kepalanya takjub dengan perubahan sikap Fay yang terasa begitu signifikan.


"Apa maumu sebenarnya, katakan sekarang aku tidak memiliki banyak waktu!" ketus Fay memulai obrolannya.


"Haha, selow dong!" sahut Angella mengangkat tangan memanggil pelayan.

__ADS_1


"Aku mau memesan menu paling recomended dan paling mahal!" celetuk Angella pada pelayan yang di sambut dengan senyuman lebar si pelayan. Tapi, tidak dengan Faye yang membuka mulutnya lebar.


"Apa Harv tidak memberikanmu uang bulanan, hah?" ejek Fay menahan cemburunya.


"Hahaha..." Angella hanya mampu tertawa sekarang, dia sungguh rindu masa kebahagian seperti sekarang.


Fay memesan menu yang serupa dengan yang di pesan rival di hadapannya.


"Pantas saja Harv mencintaimu sebegitunya," tutur Angella merubah raut wajahnya menjadi sedikit serius dari sebelumnya.


Fay hanya mendengus kasar, dia tidak memahami apa maksud dan tujuan dari Angella saat ini. Hanya saja sebagian besar hati Fay merasa bahwa Angella sendiri juga berubah sepenuhnya dari terakhir kali mereka bertemu.


"Sudah berapa bulan?" Fay menatap perut besar Angella.


Angella tersenyum lebar. "Masuk tujuh bulan, tidak jauh berbeda denganmu bukan?"


Fay terdiam, dia terlihat berwajah muram sekarang. Jika benar apa yang dikatakan Angella, Fay tidak siap membawa luka baru sekarang.


"Hahaha, tenang saja... Ini bukan bayi Harv. Lagian, aku juga tidak sudi mengandung bayi dari pria yang tidak bisa mencintaiku dan bukan yang aku cintai!" Angella menguak semuanya sebelum Fay berpikir berat.


Fay membuka mulutnya sedikit lebar, Angella kembali terbahak. Dia menggerakan rahang Fay menutupnya segera. "Lalat noh masuk!"


"What's?" Fay menyahut segera dengan raut wajah kebingungannya. "Kamu Bunda Maria kah? Hamil tanpa Bapak?!"


"Mulutmu!" sungut Angella segera.


"Ini anak cebong atasanku yang nyasar ke rahimku!"


"Buahahahahaha!"


"Terima kasih atas pujiannya." Angella menyesap minuman yang baru saja diantar pramusaji. "By the way... Aku sangat menyukaimu."


Deg!


Fay terbelalak, kapasitas otaknya semenjak hamil hanya ada nominal dollar sehingga dia seringkali loading lama. "Mohon maaf aku bukan apel makan apel. Lagian, kamu juga sudah hamil masa─"


Angella menggeleng kepala tidak percaya. "Bagaimana bisa Harvey jatuh cinta pada cewek bodoh seperti kamu!"


"Terima kasih pujian anda!" sahut Fay segera.


"Huh, mari kita berteman..." Angella segera menjulurkan tangannya.


Fay tersipu, ternyata ini maksudnya. "Sure!"


Keduanya berjabat tangan dengan tawa yang kembali pecah memeriahkan suasana.


"Aku minta maaf atas tindakanku di masa lalu..." tutur Angella sendu.


"Sudahlah... Itu masa lalu, aku mengerti, aku pernah berada diposisimu. Jika bukan karenamu, mungkin aku dan Harv masih saling membohongi perasaan kita selama ini."


Angella melengkungkan senyuman, dia mengerti. Harv benar, Faye jauh lebih baik dari dirinya. Dia mengerti mengapa pria itu memilih dan jatuh cinta pada istri kontraknya. Faye memang sangat menyenangkan, dia juga pemaaf. Kedepannya Angella tidak akan lagi kesepian seperti sebelumnya. Dia memiliki banyak teman saat ini, setelah putri sambungnya, Angella juga beruntung bisa menggaet istri sahabat sekaligus orang paling berpengaruh di negaranya.


Keduanya saling bertukar nomor dan ID Chat, mereka membicarakan banyak hal dari mulai yang random bahkan tak tanggung membicarakan ranjang panas masing-masing. Sungguh sulit mencari teman yang satu frekuensi dan sama gilanya. Ternyata keduanya sama-sama gila dan sama-sama rempong!

__ADS_1


"Bye!"


Fay melambaikan tangan dan segera memasuki mobil pribadinya. Tanpa rasa curiga sebelumnya, Fay mencium wangi yang berbeda dari mobilnya. "Aduh, kok pusing begini ya?"


Brug!


Fay pingsan seketika, tanpa di curigai siapapun anak buah Alex sudah mengambil alih. Tanpa menggeser tubuh Fay, pria suruhan Alex menyalakan mobil dalam keadaan auto pilot. Tidak akan ada yang tahu bahwa Fay sebenarnya tengah pingsan. Anak buah Harv sekalipun, mereka kecolongan. Sejatinya, kekuatan anak buah Alex dan Harv mereka setara. Jika tidak ada kecerobohan maka tidak akan ketahuan.


Dengan cepat pria itu mengambil sampel darah Fay, dia juga menarik beberapa helai rambut Fay. Dengan dosis yang sesuai Fay akan terbangun sendirinya setelah berada di pelataran parkir mansionnya. Pria yang sudah mendapatkan apa yang dia inginkan segera pergi setelah situasi aman dari mobil Fay dan meninggalkan Fay disana.


"Ughh!" Fay tersadar, dia terbelalak. "Aku dimana?" Fay membuka pintu segera dan mengedarkan pandangannya. "Condo Luxury?"


Fay mengernyit kebingungan. "Gimana ceritanya aku seperti menembus dimensi? Apa aku menemukan teknologi teleportasi?"


Semakin kesini Fay semakin kesana rasanya. Dia memeriksa tubuh dan mobilnya. Dia merasa tidak ada yang aneh, Fay bergegas menuju unit miliknya sebelum sesuatu terjadi tanpa dia inginkan.


Sedangkan disisi lain di kediaman Alex pria itu menyeringai, dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Lekas bawa semua ini ke laboratorium. Aku ingin hasilnya bisa keluar secepatnya." Alex memberi perintah pada anak buahnya setelah memberikan beberapa helai rambut ibunya.


Setelah mengetahui kejanggalan dengan Fay, Alex bergegas menemui kediaman besar dan diam-diam membawa rambut ibunya untuk dipakai dalam test DNA.


Tap... Tap... Tap...


Derap langkah tergesa terdengar di telinga Alex, debar jantungnya tiba-tiba saja berpacu dua kali lebih kencang dari sebelumnya.


"Saya menghadap Tuan!" Asisten khusus Alex sudah berada di hadapan tuannya.


"Katakan!"


"Ehm, ini..."


Asistennya memberikan sebuah bingkisan kecil yang berisi barang yang melekat di tubuh bayi yang diberi nama Faye Yvonna oleh pihak panti.


"Mereka menemukan seorang bayi sedang menangis di tepi danau yang tak jauh dari lokasi kecelakaan dua puluh tahun silam."


DEG!


Bergetar tubuh Alex saat mendengar pesan dari asistennya. Dengan perlahan dia membuka bingkisan kecil itu.


"Mereka juga berkata, bahwa benda itu yang ada di tubuh bayi yang tergeletak begitu saja ditinggalkan keluarganya."


"Bella!"


Alex menggenggam erat kalung yang merupakan simbol dari keluarga Pierce. "Akhirnya, kami menemukanmu Arrabella Pierce!"


Tak sadar Alex menjatuhkan air matanya, dia bergegas berlari menemui ibu dan ayahnya. Dia harus memberitahukan kabar gembira ini. Dengan begitu, dia yakin ibunya akan sembuh seperti sedia kala.


Di sisi lain di kamar Fay tiba-tiba saja hatinya merasa tidak nyaman. "Perasaan apa ini?!"


Dia bergegas menyambar ponsel dan menghubungi suaminya. Sayangnya Harv tengah sibuk, dia bahkan tidak mengabarkan kedatangan dan aktivitasnya membuat Fay semakin cemas.


"Kamu harus baik-baik saja Harv!"

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2