
Ceklek...
Fay sudah berada di unit mansionnya. Dengan wajah masam serta perasaan yang campur aduk dia menaruh high heels begitu saja serta melempar sling bagnya sembarang. Tanpa ia sadari bahwa di dalam sana telah ada sosok pria yang tengah duduk di ruang tengah mereka mengawasi dengan mata elangnya.
"Dari mana saja pulang bisa selarut ini?!" cibir suara berat di dalam rumah sontak membuat Fay menjerit kencang.
"AAAAAAAAAA!!"
Harv terkejut dan khawatir menjadi satu, dia bangkit dan mendekati istrinya.
"Aaaa hantuuuuu!!" pekik Fay mengira sosok yang mengagetkannya adalah hantu.
Dengan mini pencahayaan karena sengaja Harv ingin mengejutkan Fay. Nyatanya istrinya benar-benar terkejut dan mengira dirinya jelmaan makhluk jadi-jadian.
"PEEERGII SANAAA JANGAAAN MENDEKATT!!" Fay beringsut mundur dengan debaran jantung seperti berada di sirkuit arena balap liar. Dia mencoba untuk keluar namun saking bergetar hebat tubuhnya dia kesulitan.
"Lancang sekali kamu mengusir suamimu sendiri Hah?!" berang Harv menarik tangan Fay dan membungkam teriakan Fay dengan bibirnya.
"Mmm... Mmm..."
Fay berusaha berontak, namun seketika dia tersadar. 'Tunggu? Setan mana yang punya parfum mirim ketiplek ama laki gue?! Lagian kok ciumannya kek beneran!!'
Mata Fay membulat, sepertinya di depannya memang bukan setan. Melainkan suaminya sendiri.
'Arghh mampuss aku!!'
Fay pikir dengan pulang ke rumah segera kesialannya akan berhenti. Nyatanya justru bertambah lebih parah lagi.
'Bagaimanaa jika dia mengetahui apa yang aku lakukan dibawah dengan Devan... Oh Tuhaaaan...' sesal Fay di dalam hatinya.
Lepas dari singa lapar masuk kandang beruang liar!
"Sudah sadar hm?!" sungut Harv kesal mencubit pipi Fay tanpa menyakitinya.
"Aaaaa~" rengek Fay manja membuat senyuman terbit di wajah Harv yang tadi sempat memerah karena kesal.
Harv beringsut menuju meja bar mereka, memilih botol Wine untuk ia tenggak.
"Kamu dari mana selarut ini hm?!" Harvkembali mencerca Fey dengan pertanyaan yang sama. "Suamimu pulang bukannya sambut di rumah. Malah kelayapan!!" berang Harv emosi yang kembali menyeruak dadanya.
Tidak biasanya memang Harv kembali lagi ke kediaman istrinya. Biasanya setelah mendapatkan hak fisiologisnya dia akan kembali pergi beberapa hari lamanya. Bahkan bisa sampai berminggu-minggu.
Tapi hari ini, sepanjang hari tadi Harv terus merindukan istrinya dan dengan sebisanya menyelesaikan semua pekerjaannya demi bisa segera menemui istrinya.
__ADS_1
"Temanku ulang tahun dia mentraktirku..." bual Fay mendekati keberadaan suaminya dan merangkul mesra.
"Lagian kamu gak bilang mau pulang!" sungut Fay membela diri. "Kamu kan bilang mau pergi bekerja!" Fay menunjukan duck face-nya bersidekap tangan di hadapan suaminya.
"Hah? Aku memang berangkat bekerja... Apa aku tidak boleh pulang kerumah istriku?!" Harv berbalik badan menatap istrinya tajam.
"Hah?! Jadi kamu tidak keluar kota?!" tanya Fay dengan wajah bodohnya.
"Tidak. Pesannya bilang aku ada urusan mendadak bukan pergi keluar kota!" kesal Harv menegaskan rahangnya.
"Tapi ponselmu tidak aktif?!" Fay masih tidak mau merasa dirinya idiot walau kenyataannya memang benar seperti itu.
"Aku sedang melakukan rapat penting, aku tidak sengaja menekan tombol off. Haha kamu mikirnya gimana hm?" kekeh Harv mencubit hidung mancung istrinya dan kembali menyesap bibir kesukaannya. Dia benar-benar tengah rindu pada sosok istrinya itu.
"Mm..." Fay sedikit mendorong dan menolak membuat Harv tersulutkan kembali emosinya.
"Kau tidak suka?!" tutur Harv kesal.
"Honeeey... Aku bau... Aku mandi dulu ya..." rengek Fay begitu takut suaminya bisa mencium bau pria lain ditubuhnya.
Tanpa peduli atas penolakan istrinya Harv kembali mencumbu tubuh Fay yang membuatnya kecanduan luar biasa sejak pertama kali dia melakukan penyatuan dengan seorang wanita.
Deg!
"Apa yang sudah kamu lakukan di luar hm?!" Harv mengapit wajah Fay kasar. Tubuh Fay bergetar ketakutan dia tidak pernah sekalioun melihat suaminya dalam mode iblis seperti ini.
Mata nyalang Al menatap dan menusuk kedua netra Fay. "Dengar Faye Yvonna jangan coba-coba menjejal batas kesabaranku!"
Harv melepaskan cengkraman tangannya, membuat Fay meringis kesakitan mengusap pipinya yang seketika memerah.
"Ada hal yang aku boleh lakukan, tapi KAMU TIDAK!" pekik Harv emosi di wajah Fay.
"Maksudmu kamu boleh selingkuh dan aku tidak hah?!" umpat Fay balik memaki suaminya.
"FAYE YVONNAAA!!" Harv bersiap memukul wanitanyabnamun tertahan. Harv menggenggam erat kepalan tangan berbalik badan membelakangi Fay yang tengah terisak.
"Bersihkan tubuhmu sekarang juga!!" titah Harv dingin. "Aku tidak mau mencium bau pria lain di tubuh istriku!! Jangan keluar dari bak mandimu sebelum bau itu hilaaang!!" maki Harv penuh amarah.
"Dengar Fay, ingat hanya boleh aku suamimu yang menyentuh tubuhmu... Jika aku sampai tahu siapa pria brengsek tak tahu diri yang menyentuh Nyonya Muda Smith, aku akan memotong tangannya dan membawakannya untukmu!" ancam Harv kembali berbalik menatap tajam istrinya.
Bruuk!
Tubuh Fay lemas dan luluh di lantai seketika, air mata yang sedari tadi di tahannya kini menyeruak dari sarangnya.
__ADS_1
BRAAAAK!!
Harv membanting pintu depan mansion, dia pergi meninggalkan istrinya. Fay kembali terisak pilu setelahnya. Setelah puas menangisi kebodohannya dia bangkit dan benar-benar membersihkan dirinya.
---
Ceklek...
Harv kembali pulang ke rumah istrinya, dia sungguh tidak memiliki pendirian saat ini. Barusan dia keluar dan memaki seluruh jajaran staff di perusahaannya karena begitu emosi Fay bisa di sentuh pria lain.
Harv mencari keberadaan istrinya, "Cutiee..."
Harv sudah ada di dalam kamar utama, yakni kamar mereka berdua. Dia mengedarkan pandangan begitu sunyi di dalam sana. Bahkan tidak biasanya Fay tidak menjawab panggilannya.
"Cutie..."
Harv membuka pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat melihat tubuh istrinya mengambang dengan mata terpejam serta satu tangan terkulai lemas di samping bak kamar mandi mereka.
"FAYEE!!" pekik Harv mendekat. "Apa yang kamu lakukan Hah?! Kamu mau mati?!!"
"Ti-daaak... Aku hanya sedang mandi..." sahut Fay membuka mata dengan kesadaran yang semakin menurun.
Dengan sigap Harv menarik handuk dan membungkus tubuh Fay. Menggendongnya ke kamar serta mambaringkan istrinya dengan perlahan.
Harv juga menyiapkan pakaian dan memakainkannya di tubuh istrinya yang masih begitu lemah. Wajahnya memerah tubuh istrinya terasa panas.
Harv begitu takut, dia bangkit setelah menaikkan selimut istrinya membuatnya hangat.
"Kamu mau kemanaaa?!" Fay menahan satu tangan Harv saat pria itu akan pergi.
"Jangan tinggalkan aku..." pinta Fay parau.
"Cutie, aku hanya mau menghubungi dokter Darren." tutur aharv lembut kembali mendekati istrinya.
"Tidak perlu... Aku hanya membutuhkanmu..." Fay menggenggam semakin erat seolah tak ingin terlepas.
Harv menaikkan sudut bibirnya, dia mengambil posisi duduk di samping istrinya dan mengecup kening Fay. Salah satu tangan Fay menangkup wajah prianya.
"Aku tidak melakukan apapun... Percayalah..." sesal Fay pilu menitikan air matanya.
"Maafkan sikap kasarku tadi Cutie... Aku berjanji tidak akan lagi menyakitimu... Kamu boleh meminta kompensasi apapun padaku saat ini!"
Fay menyeringai, dia sepertinya tengah memenangkan permainan kali ini. Sebelum mendengar permintaan istrinya Harv telah lebih dulu menyesap bibir mungil Fay dengan lembut.
__ADS_1
To be continued...