Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 78 : Pertikaian


__ADS_3

Kediaman Luke 12.00 PM


Tanpa memberitahukan lebih dulu keberadaannya pada Harv, Fay bergegas menuju kediaman mantan orang tua angkatnya. Di temani Will yang akan menunggunya selama berkunjung sejenak. Fay terkekeh saat para pelayan menyambutnya dengan baik sedari kedatangannya. Tidak seperti saat dia diusir dengan tega dua tahun yang lalu hanya karena putri kandung Luke menginginkan pacarnya.


"Faye..." Nyonya Jo tiba-tiba menyambut hangat putri angkatnya.


Fay hanya menyeringai sinis, dia sudah mengerti apa yang membuat mereka begitu mengagungkannya saat ini.


"Oh, Mama rindu padamu." Nyonya Jo memeluk Fay enggan, tidak ada respon berarti dari Fay.


Tak lama tuan Luke turun dan bersikap sama seperti istrinya. 'Dasar para penjilat!' batin Fay miris.


"Ayo Fay, kamu pasti belum makan. Kamu sedang hamil bukan?" sambut nyonya Jo mempersilahkan Fay menuju area meja makan.


Faye masih bungkam dan mengikuti permainan keluarga angkatnya. Di meja makan sudah terhidang banyak makanan beraneka ragam dan menggugah selera. Sayangnya hati Fay justru terasa sakit, mengapa baru sekarang keluarga angkatnya itu memperlakukannya dengan baik. Selama ini mereka membedakan perlakuan kasih sayang pada Faye dan pada putri kandungnya.


Dengan cepat Fay mengusir perasaan tidak nyamannya. Sejujurnya Fay sudah ingin menangis, sungguh ironis. Keluarga yang membawanya keluar dari panti justru bukan keluarga yang sesungguhnya yang menjanjikan kebahagian. Fay justru mendapatkannya dari keluarga besar Smith, tentu saja dengan konsekuensi lainnya. Hanya saja sangat tidak sebanding.


"Katakan apa yang kalian inginkan." Fay mulai membuka suara menatap pria dan wanita paruh baya di hadapannya dengan sorot mata tajam.


'Cih, baru jadi Nyonya Smith tak di harapkan saja gayanya sudah belagu seperti ini!' batin nyonya Jo mengolok Fay.


"Maksudmu apa Fay, kita kan keluarga wajar─"


"Keluarga?" Fay menghardik ucapan ayah angkatnya. "Sejak kapan kita kembali menjadi keluarga?" Fay semakin pintar menekan kata yang diucapkan membuat atmosfer di sana terasa turun suhunya.


"Apa kalian lupa? Apa perlu aku ingatkan..."


"Kalian sudah memutuskan ikatan keluarga di antara kita. Jadi─"


"Kau sungguh lancang Faye!"


Tiba-tiba saja terdengar suara lantang yang berasal dari arah tangga. Suara itu tak lain dan tak bukan adalah milik adik angkatnya. Fay terkekeh mengejek, dia menatap kedatangan Greic dengan wajah tidak sukanya.


"Kamu jangan seperti kacang lupa kulitnya." Greic menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Fay. "Apa kau lupa siapa yang sudah menghidupimu selama ini?" Greic bersikap angkuh seperti biasa.


"Ya, aku sungguh berterima kasih, jika saja bukan kalian yang menghidupiku selama ini." Fay menghentikan kalimatnya. "Jika aku tidak naas berada di keluarga ini, mungkin aku tidak akan mengalami keberuntungan pada akhirnya." Fay tersenyum mengejek pada Greic.


"Kau!" Greic bangkit bersiap menampar Fay.


"Greicella!" pekik tuan Luke menghentikan tindakan impulsif putrinya.

__ADS_1


"Tenanglah, kita bisa diskusi dengan baik bukan?" Tuan Luke melayangkan tatapan seriusnya kali ini.


Fay mendengus lirih, dan berusaha kembali bersabar walau sesungguhnya dia gelisah. Dia berjanji hanya menghabiskan waktu dua jam pada Harv, sekarang dia tidak tahu sudah berapa lama dia membuang waktunya.


'Harv akan menghukumku... Huhu!'


Benar saja di kediaman Luxury Harv sudah mulai gusar, tak terdengar suara bising istrinya membuat dia bergegas keluar ruang kerjanya.


"Dimana Faye!" pekik Harv pada salah satu pelayan kediaman.


"Ijin menjawab Tuan, Nyonya belum pulang sampai saat ini."


Harv berkacak pinggang kesal, Fay kembali berulah. Tak lama Harv menyambar kunci kendaraan dan menghubungi seseorang.


Kembali Fay menatap ayah angkatnya, selama ini tuan Luke memang tidak begitu buruk memperlakukan dirinya. Hanya setelah Greic lahir, perhatiannya sudah tidak sama lagi. Apalagi nyonya Jo malah lebih kejam membuat Fay seolah pembantu disana.


"Dengar Fay, Papa tidak ingin berbasa-basi."


"Cepatlah! Kamu pikir aku tidak memiliki urusan lain?" timpal Fay segera membuat tuan Luke sedikit kesal.


"Hah, semenjak jadi istri Tuan Smith kamu sungguh besar kepala!" sungut Greic tidak tahan untuk merutuk.


"Lantas kenapa? Kami memang sudah menikah. Apa kamu berniat merebutnya juga?" ejek Fay tidak mau kalah.


"Dengar Kakakku Sayang, bersiaplah... Mungkin pria terhormat itu sebentar lagi menendangmu keluar apalagi skandal sifat asli ja langmu saat ini sudah terekspos. Kamu pasti kembali menjadi sampah tidak berguna!"


Braaak!!


Fay bangkit dan menggebrak meja lumayan keras. Dia tidak terima di cap ja lang oleh ja lang sesungguhnya. Tuan Luke memijat keningnya, dia belum selesai dengan tujuannya tapi kedua gadis ini sudah beradu mulut dengan sengit.


"Siapa yang lancang memanggil istriku ja lang?!" Harv berjalan tegap penuh kharisma di temani Will di sisi kanannya.


"T-Tuan Sm-ith!"


Semua orang bangkit dengan raut wajah tegang, dia tidak menyangka Harv akan mendatangi kediamannya. Fay memutar bola matanya kesal, Harv mengambil bagian penting pembalasan dendamnya. Harv menatap istrinya, dia sungguh gemas dengan kelakuan Fay jika sudah lepas darinya. Wanitanya akan menunjukan taringnya, tapi tidak saat bersamanya. Wanita itu benar-benar seperti rubah, bisa berubah sifat semaunya.


"Honey, aku sudah bilang waktumu hanya dua jam!" Harv mendekati tempat duduk Fay berbisik di cuping telinganya membuat seluruh bulu tubuh Fay meremang saat ini. Tak lupa Harv memberikan kecupan sayang di pucuk kepala Fay.


Greic mengepalkan tangan sebal, bagaimana bisa tuan Smith yang terhormat begitu memanjakan istrinya. Tidak seperti di rumor yang mengatakan pria itu mengabaikan istri sahnya dan terus berganti wanita selama satu tahun ini.


Fay menatap Greic, sudut bibirnya terangkat. Dia akan membuat Greic semakin kesal saat ini.

__ADS_1


"Sayaaang, kenapa mencariku. Aku bilang akan pulang tepat sebelum makan malam." rengek Fay manja membuat semua orang tidak percaya Fay bisa merajuk seperti itu.


Harv tersenyum dengan kelakuan istrinya yang memang pantas menyabet penghargaan oscar sebagai artis berbakat.


'Kamu ingin bermain peran? Mari aku ladeni... Tapi setelah ini aku akan meminta kompensasi.' batin Harv mulai menyusun rencana membantu sang istri.


"Tentu saja aku merindukanmu Sayang, satu detik tanpa melihat wajahmu rasanya seperti satu tahun." sahut Harv lembut menarik tubuh Fay mendekat dalam dekapannya.


Fay membuka mulutnya lebar, prianya sudah kembali bertransformasi menjadi buaya darat. Ingin rasanya saat ini juga Harv menyesap mulut mungil istrinya yang terbuka menggemaskan.


"Ehmm!!" Greic benar-benar panas melihat kelakuan Fay dan suaminya.


Fay segera mendorong Harv, selain canggung dia juga harus menyembunyikan debaran jantungnya yang bertalu-talu tidak beraturan dan semakin kencang. Wajah Fay merona dengan perlakuan Harv yang di atas rata-rata. Harv menyadarinya, dia tersenyum begitu tampan.


'Sialaan! Mengapa Faye selalu mendapatkan keberuntungan? Setelah mendapat Zayn, dia malah mendapatkan yang lebih lagi!! Aku tidak ingin dia mendapatkan yang lebih dari yang seharusnya aku dapatkan!' Kebencian Greic semakin menjadi melihat betapa harmonis hubungan Fay dan Harv.


'Sepertinya fay benar-benar berharga di mata Tuan Smith, jika tahu begini aku tidak akan buru-buru memutuskan ikatan keluarga saat itu. Jika begini akan sulit untuk mendapat bantuan dana untuk perusahaanku.' Tuan Luke memperhatikan tingkah dua orang yang masih dalam masa kasmaran saat ini.


Selain kedua anggota Luke lainnya, nyonya Jo juga tengah menggerutu dalam dirinya. 'Cih, apa bagusnya si Faye ini. Dia yatim piatu sedari lahir, mengapa bisa mendapatkan hati Tuan Smith? Harusnya Greicella yang ada di posisi Faye saat ini.'


"M-maafkan mulut putri kami yang lancang. Biasalah, kakak adik akan selalu berselisih." Tuan Luke kembali mengembalikan suasana.


Will dengan segera menarik kursi untuk tuannya, Harv duduk di sebelah istrinya. Terlihat Fay kembali berwajah muram. Fay sudah menyangka, keluarga angkatnya akan memanfaatkan dirinya untuk ikan besar yang berada di sampingnya.


'Jangan harap kalian bisa mendapatkan kemudahan dari suamiku. Aku justru akan membalikkannya!' Fay mengeratkan kedua tangan di ujung dressnya. Harv menyadarinya, dengan segera dia menarik salah satu tangan Fay dan menggenggamnya di bawah sana. Fay tersadar dia segera berbalik menatap wajah Harv yang masih berpose dingin dan datar. Fay mengulum senyum tipisnya, Harv sungguh telah memenangkan hatinya.


"Jadi apa yang kalian inginkan dari istriku?" Harv memulai kembali percakapan yang sempat tertunda.


Semua mendadak diam, aura Harv si penguasa kasta tertinggi di Negara XY mulai terpancar keluar. Tuan Luke sedikit gelisah, dia segera memberanikan dirinya menyelesaikannya segera. Jika tidak, perusahaannya tidak akan bertahan lama.


"Ehm, begini Tuan Muda... Faye Yvonna Luke adalah putri angkat kami. Alangkah tidak etis anda menikah dengannya tapi kami sebagai keluarga tidak─"


"Heh?" Harv terkekeh singkat menghentikan ucapan tuan Luke. "Berapa?" Harv menatap tajam tuan Luke yang mulai berkeringat dingin.


Fay segera berbalik menatap tajam suaminya tidak suka, bukan ini hasil akhir yang dia inginkan.


"Ah itu, hanya kerja sama bisnis untuk mempererat hubungan kekeluargaan kita." Tuan Luke menyeka keringat di dahinya. Tubuhnya bergetar saat sorot tajam mata Harv menatapnya.


Fay ingin menghardik, namun genggaman tangan Harv semakin erat mengisyaratkan untuk percaya padanya. Fay menghembuskan nafasnya berat, dia menghentikan aksinya. Harv tersenyum kecil tanpa siapapun menyadarinya. Harv selalu dibuat takjub dengan penguasaan emosi Fay, Harv ingat Fay mengatakan bahwa saling mencintai berarti saling percaya dan menghargai. Dia sudah menunjukan semuanya di hadapan Harv saat ini.


'Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu Fay.'

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2