
Cafe tengah kota XY.
Di dalam sebuah cafe seorang wanita paruh baya yang masih begitu anggun terlihat sedang menunggu seseorang. Dia memang lebih senang datang lebih awal dari janji yang telah disepakati sebelumnya.
"Maaf saya datang terlambat," ucap Angella mengulurkan tangan ramah.
"Tidak, saya memang sengaja datang lebih awal saja." Nyonya Li mengabaikan jabat tangan Angella membuat gadis itu terlihat canggung dan kesal di waktu bersamaan.
'Angkuh sekali wanita ini!! Wajar saja jika Tuan Jie mencari perhatian dari para wanita lain di luaran.' Angella mendelik meremehkan dan menarik kursi duduk di hadapan nyonya Jie yang tak lain istri sah kekasih gelapnya.
"Sepertinya aku tidak asing denganmu?!" Nyonya Li kembali menatap dengan tatapan dingin tak kalah meremehkan.
"Tentu saja, saya artis kebanggaan JiE." Angella berujar tak kalah angkuh dari wanita di hadapannya.
"Owh iya, artis yang sekarang di blacklist karena skandalnya?! Heh..," Nyonya Li menyesap teh miliknya dengan anggun dan santai.
"Aku di fitnah." Angella mencoba menguasai emosi jika ingin memenangkan pertandingannya. Dengan tak kalah anggunnya Angella memanggil pelayan untuk membawakan pesanannya.
Nyonya Li memindai tampilan Angella dari atas hingga bawah. "Lalu, hal penting apa yang ingin kamu bahas denganku?"
Angella menyukai wanita yang tidak menyukai basa-basi busuk. Dia mengulumkan senyuman dan merogoh sesuatu di tas kecilnya.
Trak!
"Aku hamil." Angella menaruh alat test kehamilan di atas meja tepat di hadapan nyonya Li.
Di luar dugaan Angella, nyonya Li begitu tenang menanggapi apa yang barusan dia katakan.
"Kamu hamil apa hubungannya denganku?!" sahut nyonya Li membuka suara dengan tenang.
"Ini anak Tuan Jie tentu saja!" pungkas Angella kesal.
Nyonya Li menghentikan gerakan menyesap tehnya, dia terkekeh sekilas dan menatap Angella. "Kamu bukan wanita pertama yang melakukan hal ini!"
DEG!
Giliran Angella yang tersentak mengetahui kenyataannya. Angella memang mengerti jika kekasihnya memiliki masa lalu yang buruk. Hanya saja, ternyata yang dia hamili tidak hanya dirinya, cukup membuat dia syok saat ini.
'Tidak, aku tidak boleh goyah saat ini... Aku tahu Tuan Jie selalu main perempuan. Tapi aku yakin pria itu benar saat mengatakan mencintaiku. Selebihnya aku tidak peduli!' Angella terdiam sejenak, dia tidak boleh gegabah dalam bersikap.
"Heh, apa kamu yang terkejut, hm?!" tanya nyonya Li mengejek keadaan Angella saat ini. "Aku mengenal suamiku, aku tidak masalah dengan hubungan satu malammu dengannya. Aku anggap itu sebagai bentuk pengabdianku sebagai istrinya yang belum mampu memuaskannya."
Deg!
"Heh," Angella semakin tersulut emosi saat mendengar nyonya Li masih begitu santai menghadapinya. "Istri macam apa yang membiarkan prianya menjamah wanita lain selain dirinya?! Kecuali kamu memang tidak punya perasaan apapun padanya!!" sungut Angella tidak percaya dengan pemikiran istri kekasihnya.
"Ini bukan urusanmu... Jadi berapa yang kamu inginkan?!" Nyonya Li langsung pada intinya, seperti yang sudah-sudah.
__ADS_1
Angella semakin dibuat takjub oleh serangan nyonya Li padanya. Angella bisa menyimpulkan singkat tentang kehidupan keluarga bosnya itu. Ternyata, di balik keharmonisan keluarga mereka, ada nyonya Li yang ikut andil di belakang kesuksesan nama baik tuan Jie.
'Jadi, yang menyingkirkan para wanita itu adalah istrinya? Sungguh menarik...' Angella melengkungkan senyuman culasnya.
"Anda terlalu sombong, Nyonya!" pekik Angella merebahkan tubuh ke belakang kursinya.
Pelayan tengah menghidang hot chocolate favoritnya, tak lama Angella menyesap perlahan dan melanjutkan kalimat yang sempat terpotong sebelumnya. "Apa aku terlihat seperti menginginkan uangmu, hah?"
"Apa kamu berharap Jinchen menikahimu. hm?! Hahaha." Pecah tawa nyonya Li dengan keinginan Angella yang terbaca di pandangannya.
"Dengar, aku berani bertaruh. Jinchen tidak akan menikahimu... Baginya, kamu hanya mainan sekali pakai, saat dia bosan dia akan membuangmu. Hal yang akan membuatnya menetap denganku karena kami memiliki sebuah keluarga bahagia." Nyonya Li kembali menjelaskan dengan sorot mata tajam berharap Angella menyerah.
Angella terdiam sejenak, dia mengambil udara dan merilekskan dirinya. "How if? bagaimana jika suamimu sendiri yang berencana menikahiku dan menceraikanmu. Apa kamu masih akan tetap santai seperti sekarang?"
Seketika raut wajah nyonya Ji berubah pucat. Bukan sekali dua kali dia menerima ancaman seperti ini. Hanya saja, kata "menceraikan" baru baginya. Biasanya, para wanita itu hanya ingin menjadi istri kedua tanpa perlu menceraikan istri pertamanya. Istilah kerennya berupaya menjadi madu saja, tidak ingin menggulingkan kekuasaan ratu.
"Coba saja, kau pikir yang menggertakku seperti sekarang ini hanya kamu, hm?!" Nyonya Li kembali berpikir rasional dan tidak ingin menyerah.
"Baiklah, jika anda menantangku." Angella menyesap kembali minumannya dengan wajah yang menggoda. "Lagi pula kami saling jatuh cinta, jadi─"
"Hahaha, cinta katamu?" Nyonya Li segera menepis kalimat Angella yang belum diselesaikannya. "Tahu apa kamu tentang cinta, hah?" timpal nyonya Li tidak percaya dengan kata cinta.
"Aku tidak tahu pasti, tapi aku pastikan Tuan Jie juga merasakan apa yang aku rasakan. We become a fire and we're lovely." Angella mengejek wanita angkuh yang mulai gelisah dihadapannya.
"Kau tak lebih dari seorang ja lang!" tekan nyonya Li menggenggam erat kepalan tangannya.
"Asal kamu tahu, selama ini suamimu berada di rumahku. Kami seperti sepasang pasutri baru. Ranjang kami selalu panas bahkan tepat di saat putrimu melangsungkan pesta ulang tahunnya. Priamu datang mengatakan teramat merindukanku, pada akhirnya dia mengungkungku sepanjang malam."
DEEG!!
Jantung nyonya Li berpacu dengan lebih cepat dari sebelumnya yang memang sudah lebih dari biasanya. Deru nafasnya ikut berpacu emosinya mulai terlihat di kedua netranay yang semakin tajam nyalang menatap Angella yang mulai bangkit.
"Satu lagi, saat anda menelponnya senjatanya tengah menusuk dalam di dalam hole milikku. Dia tidak ingin melepaskannya. Sekalipun berbincang denganmu, dia terus menyesap bibirku tanpa ampun!"
PLAAAAAAAAK!
Wajah Angella berbalik saat tamparan keras di layangkan nyonya Li. Angella terkekeh, tujuannya tercapai.
"Heh, apa hanya aku yang baru pertama kali mengatakan padamu bagaimana dia meninggalkan keluarganya di saat keluarganya membutuhkan keberadaan sosok kepala keluarga?"
"KAU LANCANG!"
Grep!
Angella menahan laju tangan nyonya Li, dia tidak ingin menerima tamparan untuk kedua kalinya. "Mungkin anda tidak tahu siapa aku. Maka aku beritahu, aku Angella Liem, selama aku menginginkannya maka aku akan mendapatkannya."
Angella melempar tangan nyonya Li keras dan bergegas keluar dari cafe lebih dulu. Nyonya Li begitu terpukul atas apa yang terjadi barusan. Kecurigaannya kali ini benar, suaminya bermain lebih dari biasanya. "Kita lihat saja Jinchen, seberapa berani kamu merusak hidup kita."
__ADS_1
To be continued...
---
[ Othor Speaking ]
Haloooo...
Arhhh senangnya, kembali mencoba intens up di tengah jadwal so padat othor remahan ini. Wkwkwk
Othor tertarik nih dengan komen reader kesayangan aku gak?
Mengenai rajin up menaikan viewer...
IYES BENER BANGET!
Semakin Up nya bolong-bolong semakin kurangnya peminat pada karya ini.
Selain itu, kualitas penulis juga jadi diragukan ye kan?
Bener, ini othor ngerasa banget dan tertampar banget..
Tunggu,,, Ini positive vibes ya, othor sukaaaa kali menerima banyak masukan dan sejenisnya.
Dengan begitu othor bisa memilah dan memilih kedepannya harus seperti apa.
Let's othor speak up ya dari kacamata othor wkwkwk
Mohon maaf memang, setelah awal bulan kemarin othor kurang up lagi bukan kurang lagi enggak malah. Normalnya ketentuan sistem othor cuma punya tiga hari libur dalam sebulan. Sadis kan ya? wkwkwk
Othor tuh orangnya seperti memiliki ganguan panic attack gitu gaes.
Jadi, tiap kali sesumbar mau crazy up, besoknya sakit gaes... Hahaha
Memalukan emang... Dan setiap sakit boro-boro pegang HP, ayang othor ampe cuti kerja gaes karena udah gak ada Nanny buat bantu-bantu dan othor bedrest. Nah kebetulan, bab yang akan di teruskan udah rada berat dari bab-bab awal yang masih bisa di handle walau lagi sakit.
Ini juga jadi tantangan besar othor, ayang othor gak begitu suka othor jadi penulis. Selain waktu yang memang unpredictable, dia ngerasa othor jauh lebih lelah karena buat update satu bab itu butuh tiga jam sendiri buat othor wkwk dan ya othor punya buku lumayan jadi waktu berasa kuraaang aja rasanya. (Beneran sungkem ama penulis pro yang punya novel on going lebih dari dua dan update setiap hari lebih dari 2rb kata) dia kalau udah liat mata othor kek panda auto di sembunyiin hape nya padahal sih make komputer ngerjainnya sekarang. Hhaha
Aku tahu dia sayang, tapi dia juga gak tahu bahwa othor nulis sarana rilis stres... Jadi ngerti ya ko gak up berarti othor lagi atit atau lagi di keukeupin ayang hahahahaha
Terus, funfactnya dari awal viewer novel ini memang gak bisa nembus di atas seratus sepanjang hari tapi ada beberapa kali sampe sih. Bahkan biasa cuma 5 apa 10 orang aja yang baca wkwkwkwk gak bisa juga nyaingin popup novel othor sebelah hehe... Padahaaaal, novel ini rada istimewa di mata sistem platform di banding novel kesayangan othor yang onoh. Tapi semua balik lagi, reader yang nentuin karya ini pantas enggak buat di singgahi.
After all, semoga pesannya sampe apa yang ingin othor utarain :)
Sekali lagi terima kasih banyak apresiasinya... Percayalah, othor semangat tuh karena apresiasi kalian semua :))
Buat penulis pro dan femes ya enak, dia nuangin gagasan jadi duit dan terkenal. Lah othor? Semoga semuanya terhibur dengan apa yang sudah othor tuang ya. :))
__ADS_1
Please don't leave me alone... Hehehe