Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 47 : Kesepakatan


__ADS_3

Angella semakin terpojok, dia berusaha keluar dan berontak atas apa yang dilakukan tuan Jie padanya.


"Arrrgh!!" pekik Angella selain di penuhi rasa takutnya, juga di sertai lenguhan gejolak hasratnya.


"Tenang Sayang aku akan lembut padamu, yang sudah pernah aku sentuh mereka semua ketagihan!!"


Angella merasa jijik atas ucapan cabul CEO-nya, hanya saja perasaan panas menjalar di dalam tubuhnya. Dia merasa begitu haus, panas dan tersiksa. Dia sangat ingin melakukan skin ship bahkan lebih. Angella menggigit bibirnya terlihat seksi di pandangan tuan Jie membuat darah pria paruh baya itu semakin mendidih ingin segera menyelesaikan penyatuan mereka.


"Jangan bilang kamu masih perawan sayang?" ejek tuan Jie memprovokasi, hal yang justru tidak di ketahui tuan Jie bahwa Angella memang masih seorang gadis perawan.


Hal itu dibuktikan dengan kerutan di kening tuan Jie saat akan menerobos batas nol tubuhnya dengan tubuh Angella. Setiap kali mencoba mendorong senjata tumpulnya selalu kembali meleset dan merasa kesulitan. Tuan Jie sempat di buat emosi seolah keahliannya menurun padahal sudah tak terhitung berapa wanita yang jadi mainannya.


"Shiiit!" umpat tuan Jie saat senjatanya kembali meleset dari hole yang seharusnya.


Tubuh dan pikiran Angella telah hilang kendalinya berganti dengan tingkah impulsif dari pengaruh obat perangsangnya.


"Come on Honeeey, hit me pleaseee!!" rengeh Angella tidak sadar.


'Tunggu─, Jangan-jangan wanita ini beneran masih perawaan?' batin tuan Jie menghentikan pergerakannya dan menatap tajam ke arah Angella yang sudah menahan gejolak hasrat terlarangnya.


"Haha... Aku benar-benar menemukan berlian!!" Tuan Jie melepaskan sarung pengamannya dengan tujuan mempermudah jalannya menerobos kesucian artis terbaiknya.


"Arrghh..." rintih Angella saat tuan Jie kembali mencoba dan mendorong kasar senjatanya.


"Oouughh Angella, kamu sungguh sempiiit sayaang!!" pekik tuan Jie kembali mencoba dengan satu kali hentakan keras.


Jleeb!


"AAARGGHHH!" pekik Angella merasakan sakit luar biasa di pusat tubunya. "Aarghh periiih..." rintihnya menahan rasa sakit yang mendera.


Tuan Jie tengah melakukan penetrasi membiasakan miliknya di dalam pintu kenikmatan surgawinya.


"Shiiit punyaku seperti di jepit dengan kerasnya!! Aku pastikan setelah ini milikmu akan aku longgarkan Angella!!!"


"Arrrghh do it honeeey!!"


Tuan Jie mulai menggerakan pinggulnya perlahan maju dan mundur, semakin terbiasa dan semakin lama gerakannya semakin cepat. Rintihan dan erangan keduanya terus bersahutan meramaikan ruangan mereka yang terasa semakin panas membara!


Tuan Jie takluk di atas tubuh Angella, dia hanya bertahan beberapa menit dan menyemburkan cair an cintanya di dalam rahim Angella tanpa sempat menariknya keluar saking sulitnya.


"Baru kali ini aku mendapatkan artis yang masih perawan se cantik dan sekaya kamu sweetie!" puji tuan Jie mencium kening Angella yang tengah pingsan.


"Hahaha!! Aku pastikan kamu akan terjerat terus denganku sayang!!"


---


Kediaman Tuan Alex, 08.00 AM


"Tuan..."


Terlihat asisten sekaligus sekertaris khusus Alex tengah menghampirinya dengan tergesa.


"Hm..." sahut Alex dingin.


"Daniel tewas di tangan Tuan Harvey." bisik asistennya di samping tubuh Alex.


"APAAA?!" terbelalak sudah Alex dengan penuturan anak buahnya. "Bagaimana bisa?"


"Menerut penelusuran orang yang kita sisipkan dan juga di perkuat dengan kamera pengawasan yang baru saya dapatkan, di ketahui Daniel mencoba memeras Tuan Harv dengan menjadikan istrinya alat."


Asistennya menjelaskan secara detail tanpa di sanggah oleh tuannya. Taklama seringai dan tawa lepas tuannya menggema.

__ADS_1


"Hahaha, Harvey... Kelemahanmu semakin jelas terlihat!" tutur Alex bahagia.


"Apa kamu sudah mendapatkan data yang aku inginkan?" Alex berbalik menatap tajam asistennya.


Asistennya mengerti dan segera menyerahkan beberapa lembar dokumen yang di perintahkan Alex sebelumnya. Berkas itu berisi tentang data profil dari istri pria nomor satu di negara XY. Alex membaca dengan teliti bahkan di selingi menaikan sudut bibir dan senyuman tipis menghiasi wajahnya yang tegas dan tampan.


"Faye Yvonna Luke, putri angkat dari keluarga Luke!" gumam Alex.


"Ngomong-ngomong keluarga Luke akhir bulan lalu mengajukan kerja sama pengadaan bahan baku barang terbaru kita..." imbuh asistennya mencoba memberikan saran.


Alex semakin menyeringai puas dengan kinerja anak buah kepercayaannya itu. Dia mengerti kemana arah pembicaraan mereka saat ini.


"Hanya saja, saya baru mengetahui bahwa hubungan mereka dalam keadaan tidak baik." sambung asistennya kembali.


"Benarkah?" tanya Alex penasaran dan ingin mengetahuinya entah untuk alasan apa.


"Benar Tuan, rumornya adik angkatnya merebut kekasih atau sekarang sudah menjadi mantan dan menjadikan Zayn sebagai menantu dari tuan Luke atas putri bungsunya Greicella Luke!"


"Bahkan rumornya mereka berdua selalu berselisih."


"Menarik," gumam Alex menegaskan rahangnya.


"Atur pertemuan dengan perusahaan Atkinston, aku ingin menggunakan mereka untuk mencelakai Nyonya Muda Smith."


"Baik, Tuan..."


"Faye bekerja di perusahaan pengembang Xcorp bukan?" tanya Alex memastikan.


"Benar Tuan, Nyonya bekerja menjadi Asisten Manager Project disana." Asisten Alex kembali menjawab apapun yang di tanyakan tuannya.


"Ngomong-ngomong, Nona Faye juga memiliki reputasi buruk di tempat kerjanya."


Alex semakin bersemangat untuk segera mencelakai satu-satunya kelemahan musuh bebuyutannya.


---


Hotel X, 10.00 AM.


Hari memang sudah sangat siang untuk dikatakan bangun pagi. Angella mengerjapkan kedua matanya, dan berusaha untuk terbangun dari pembaringannya. Seketika Angella kembali ingat apa yang terjadi semalam pada dirinya.


"Aaarrgghh!!" pekiknya tersadar.


Angela menarik selimut kembali menjadi dua lapis untuk menutupi tubuh polosnya. Dia ingat, semalam tuan Jie merenggut mahkota kesuciannya. Angella kembali di rundung pilu, rasa bencinya pada Fay semakin meningkat pesat. Pasalnya semua ini terjadi hanya gara-gara dia mencoba mencelakai perebut kekasihnya!


"Uughh!" Angella merintih merasakan tubuhnya begitu ngilu apalagi di bagian pusat tubuhnya yang terasa begitu perih saat mencoba menggerakkan kaki dan tubuh bagian bawah.


Ceklek!


Terdengar pintu samping di dalam kamar besar itu terbuka membuat Angella mendongak dengan wajah sayu yang kembali dihiasi oleh air matanya.


"Kau sudah bangun Sayaaang?!" sapa tuan Jie yang membukakan pintu dengan membelitkan handuk di bagian bawah tubuhnya.


Sejenak Angella terpaku dengan tubuh proporsional milik pria paruh baya di hadapannya. Semalam samar Angella tidak begitu jelas melihat tampilan tuan Jie. Memang benar rumornya tuan Jie seperti bukan pria dengan usia yang hampir menyentuh angka lima.


Angella terpaku dengan tampilan tuan Jie yang baginya jauh lebih "Lakik" di banding Harvey. Angella tidak percaya jika pria yang selalu dia olok dengan sebutan tua bangka memiliki cetakan roti sobek yang jelas di pandangannya. Garis ketampanan wajah tuan Jie masih tercetak jelas membuat Angella menelan ludahnya dengan susah payah.


"Apa kamu sedang mengagumi tubuhku hm?"


DEG!


Angella tersadar dari lamunannya, dengan cepat dia membuang wajahnya menyisakan rona meras di kedua pipi polosnya. Tuan Jie tersenyum puas, dia segera mendekati tempat Angella.

__ADS_1


"M-maauu ap-a ka-mu?" tanya Angella terbata semakin mengeratkan selimut di permukaan tubuhnya dengan tubuh yang kembali beringsut mundur.


"Sweetie, mulai saat ini kamu adalah wanitaku!" bisik tuan Jie di samping cuping telinga Angella dengan suara husky dan juga harum nafas segar mint dari mulut pria itu sontak membuat tubuh Angella meremang.


"Kau brengseek! Menjauh darikuuu!!" umpat Angella mempertahankan harga diri terakhirnya.


"Aku tidak sudi menjadi wanitamu, aku akan adukan kelakuan kamu pada keluarga besarku!!" ancam Angella di depan wajah tuan Jie yang tengah memperlihatkan seringai tampannya.


"Oh ya? takutnya sebelum kamu sampai di kediaman rekaman aksi panas kita semalam akan tersebar luas dengan cepat."


Tuan Jie mengambil ponselnya yang berada di atas nakas samping ranjang mereka, membuka gallery dan memutar video asusila dirinya bersama artis kebanggaannya.


"Aaarrghh Saaayaaang, teruuus... Hit mee hardeeer pleaseeee!" Suara seorang wanita yang tidak sadar tengah meracau dengan kata tidak senonohnya.


Angella tersadar berusaha merebut ponsel tuan Jie, dengan sigap pria besar itu tentu saja menghalangi gerakannya justru menarik tubuh polos Angella dalam pelukannya.


"KAU BAJINGAN!! BRENGSEEEK!! LEPASKAN AKU!!" maki Angella terus berontak.


Angella tidak pernah menyangka akan ada hari dimana kejatuhan dirinya sepedih ini. Apa yang ia rencanakan untuk Fay semua ternyata berbalik terjadi padanya. Ini tidak adil menurutnya, baginya Faye lah yang sudah merebut miliknya, merebut Harvey dari sisinya!!


"Kamu tenanglah sayang,"


Angella menghentikan pemberontakannya dan menangis tergugu kali ini. Dia sudah tidak tahan untuk segera meraung meratapi nasibnya kedepan.


"Selama kamu menandatangani surat perjanjian kita, kamu akan aman dan aku akan dengan senang hati membiayaimu atau bahkan bisa saja mencari peluang untuk kebangkitan kariermu kembali." bujuk tuan Jie menyapu lembut wajah Angella yang telah basah oleh air matanya.


"Hanya kamu perlu bersabar saja, kau tahu sendiri bagaimana kejamnya Harvey Smith bukan?"


Angella terdiam, dia sungguh ingin membunuh Faye saat ini juga. Dia seolah tidak memiliki pilihan kali ini, siapa yang akan menyangka bahwa dia akan menjadi wanita simpanan pria brengsek yang sudah memiliki keluarga itu!


Angella harus mau menerima kenyataannya saat ini. Sepatutnya tuan Jie lebih cocok dia panggil Papa dibanding Honey, apa boleh buat hidup terkadang terlalu kejam bagi yang lemah dan mudah putus asa. Dengan cepat Angella meyakinkan dirinya, mungkin saja dia bisa memanfaatkan pria tua bangka di hadapannya. Dengan begitu akan ada cara lain untuk membalaskan dendamnya pada Faye.


"Bagaimana Sayaang?!" Tuan Jie telah mencium kembali ceruk leher Angella tanpa wanita itu sadari.


"Ssshh arrgh..."


Sapuan lidah tuan Jie membuat tubuh Angella kembali bergetar hebat, direngkuhnya tubuh Angella dalam dekapan pria tua itu, Angella tak kuasa menolak terlebih ada gelenyar aneh di dalam hatinya untuk membiarkan pria itu menyentuh kembali tubuhnya.


"Mmmm..." Tuan Ji telah kembali meraup bibir pucat Angella dan memagutnya mesra penuh gairah.


Tubuh Angella merespon dengan sendirinya, dia melingkarkan tangan dibahu tuan Jie yang membuat selimut penutup turun dari tubuhnya.


"Aarghh..."


Angella menilkmati semua sentuhan yang dilakukan tuan Jie padanya. Ini adalah pengalaman pertama paling liar selama ia hidup di dunia, dia meremas rambut tuan Jie dan terus mendesah menikmatinya.


"Arrrghh terus..." des ah Angella.


"Panggil aku sayang baby!!" sahut tuan Jie menghentikan aksinya sejenak menatap Angella.


"Sayaaang, lagi!!" ujar Angella malu-malu.


"Hahaha!"


"Aku sudah bilang bukan, semua yang sudah merasakan nikmatnya bercinta denganku akan ketagihan!!"


Wajah Angella merona dan menyembunyikannya di dalam dekapan tubuh kekar pria ranjangnya.


"Jadi, bagaimana? Apa kamu akan menandatanganinya Sayang?" tanya tuan Jie kembali memperjelas status mereka. "Mulai saat ini kamu adalah wanita pemuas ranjangku!!"


Angella menelan salivanya pedih, dia menjawab dengan berinisiatif mencium bibir pria di hadapannya. Sebenarnya Angella sendiri tidak merasa rugi berhubungan dengan tuan Jie, mengingat tubuh dan paras tuan Jie tidak buruk dan tidak seperti tua bangka pada umumnya. Tuan Jie menyeringai puas atas inisiatif wanitanya, dia kembali menggagahi wanita ranjang baru yang bisa di pastikan akan menjadi kesayangannya.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2