
Sudah sepekan Harv dan Fay menghabiskan waktu bersama, berbulan madu kedua di Maldives. Sudah saatnya mereka kembali ke negaranya saat ini. Tidak ada dari mereka yang menginginkan kebahagiaan selama sepekan ini sirna begitu saja. Tapi apa boleh buat, kesibukan dunia nyata mereka mengharuskan mereka kembali dan melakukan rutinitas seperti biasa.
"Hari ini aku ada bisnis ke US, is it okay?" tanya Harv pada istrinya sebelum dia berangkat bekerja.
"Ya," Fay melingkarkan kedua tangan dibahu suaminya setelah selesai memakaikan dasi pada prianya. Harv mencium mesra bibir seksi menggoda istrinya.
"Aku sudah memberikanmu pengawal pribadi. Berjaga-jaga jika Angella atau siapapun kembali membuat ulah pada permaisuri Harvey."
Fay terkekeh sekilas namun hatinya begitu resah, ruang geraknya akan semakin sulit saat ini. "Ehm... Bisakah tidak perlu? Aku janji aku akan berhati-hati." ujar Fay terlihat sedikit memelas.
"NO!! Aku tidak akan pernah mengulang kejadian serupa!!" tukas Harv tegas.
Fay merenggut, dia merasa kebebasannya akan sirna mulai dari sekarang. Satu sisi dia memang membutuhkannya namun di sisi lainnya ruang geraknya terbatas. Terlebih bisa jadi hubungan gelapnya akan terekspose sebelum ia menyelesaikannya dengan Devan.
"Jika ada sesuatu jangan berpikir dua kali untuk menghubungiku Cutie!!" pamit Harv merasa enggan.
"Kamu juga hati-hati ya..." Fay meraba dada bidang prianya dia akan sangat merindukan pria perkasa yang selama sepekan memanjakannya.
---
Fay telah berada di kantornya, disambut oleh sahabat dekatnya Vanesha dengan langsung menarik tangan Fay untuk mendapatkan informasi mengenai dirinya.
"Lu emang setega itu BESTIE!!" sungut Vanesh kesal. "What's happend?" Dia menunjukan mimik wajah tegangnya. "Kau sungguh membuatku khawatir!!" cerca Vanesh kembali begitu peduli dan mengkhawatirkan sahabatnya itu. "Apa kecelakaan itu benar terjadi?!" sambungnya menyelidik tubuh Faye, dia tidak bisa berhenti terus bertanya.
Fay terkekeh dengan respon berlebihan sahabatnya, tanpa menjawab lebih dulu Fay memeluk erat tubuh Vanesh. "Banyak hal yang terjadi dalam beberapa hari kebelakang. Aku hanya bisa bilang antara kesedihan dan kebahagiaan semua terjadi dalam waktu bersamaan."
Vanesh mengusap lembut punggung sahabatnya. "Syukurlah jika semua baik-baik saja, aku sungguh mengkhawatirkan keadaanmu. Kamu sendiri tidak bisa aku hubungi..."
Fay melonggarkan pelukannya melebarkan senyum cantiknya. "Aku begitu beruntung memiliki sahabat seperti mu."
"Udah tau beruntung masih perhitungan ama gue! SEBAAAAL!!" rutuk Vanesh mencibir. "Oh iya, selama kamu tidak datang Devan begitu berantakan!" cicit Vanesh membuka sesi ghibahnya. "Apa kalian sekarang sudah resmi putus hubungan?" selidik Vanesh menatap sahabatnya lekat.
Fay terdiam kemudian menatap ruangan atasannya yang tak lain adalah kekasih gelapnya. Ingin rasanya dia segera menyelesaikan hubungannya dengan Devan saat ini juga. Dia dan Harv tengah memperbaiki hubungan keduanya, sudah saatnya dia melepaskan Devan. Ada perasaan khawatir tiba-tiba menyeruak dalam dada Fay, entah karena hal apa!
"Apa dia sudah datang?!"
"Hem..." Vanesh menganggukkan kepalanya cepat.
"Aku kesana dulu ya... Nanti kita makan siang aku yang traktir."
"Asiik... Siip, gih sana!"
Fay menaruh tasnya di atas meja kemudian bergegas menuju ruangan atasannya mumpung masih ada lima belas menit sebelum jam efektif bekerja.
Tok... Tok...
"Masuk!"
__ADS_1
Dengan ragu dan mengatupkan bibirnya Fay merasa was-was kemudian dia mendorong pintu dan menatap Devan.
"Ya?"
Terlihat Devan tengah fokus menyelesaikan pekerjaannya. Tanpa menatap ke arah pintu dan tanpa tahu siapa yang mengunjunginya Fay menaikan sudut bibirnya gemas. Devan mendongak pada akhirnya, wajahnya berseri seketika. Tak lama dia bangkit menghampiri kekasihnya.
"I miss you so badly honeeey!!" Devan memeluk Fay erat.
Awalnya Fay sempat ragu dan ingin menolak, hanya saja perasaan merasa bersalah mendominasinya membuat dia membiarkan pria lain menyentuh tubuhnya kembali selain suaminya.
'Jika bukan karena kesalahanku yang salah menilai Harv, mungkin Devan tidak akan pernah terjerat denganku!'
"Dev..." Fay mendorong tubuh atasannya perlahan, berharap tidak menyinggung pria di hadapannya itu.
Devan menyadari perubahan sikap Fay saat ini, hatinya sungguh sakit mengetahui kenyataannya dia adalah simpanan istri orang.
"Fay, apa di dalam hati mu aku tidak berarti?" Tiba-tiba saja devan langsung bertanya pasal hubungan mereka tanpa basa-basi. "Apa bagimu aku hanya sosok pelampiasan semata? Saat priamu tidak ada kamu mencariku?"
Fay merasa berdosa saat ini, dia membuat Devan mengalami sakit hati yang di sebabkan olehnya. Tapi, yang harus di selesaikan maka harus secepatnya dia selesaikan.
"Maafkan aku Dev..." lirih Fay menundukan kepalanya.
Devan beringsut mundur dengan perasaan yang kecewa.
"Kamu pantas bahagia Devan, tinggalkan aku dan carilah wanita lain yang jauh lebih baik dari aku yang jelas mencintaimu."
"Ssstttt!" Devan kembali mendekat dan menaruh jari telunjuk di bibir Fay.
"Aku tidak masalah berstatus kekasih gelapmu, setidaknya sampai kamu benar-benar merasa tersakiti dan pergi dari Tuan Smith, maka aku akan selalu siap merangkulmu kembali Sayang!"
DEEEG!!"
Tubuh Faye bergetar saat mendengar penuturan kekasih gelapnya. "A-apa?" lirih Fay sulit percaya.
"Heh, kini aku mengetahui sendiri bahwasanya wanita yang aku cintai adalah istri pria nomor satu di Negeriku!" tukas Devan pedih.
Satu bulir bening tumpah menerobos kedua pelupuk mata Faye. "Kau sudah tahu, jika begitu sudah sangat jelas bukan. Kita tidak bisa bersama, terlebih─"
"Terlebih apa?" ketus Dean merasa hari ini dunianya runtuh.
"Aku mencintai Harvey Smith..." tutur Fay jelas menatap Devan.
Runtuh sudah harapan Devan, namun untuk menyerah dia enggan. "Memang kenapa jika kamu mencintainya? Apa kamu tidak pernah tahu rumornya?"
"Dev aku─"
"Sudah jam kerja, kembalilah ke mejamu." hardik Devan tidak ingin membahas hal yang menyakiti perasaannya.
__ADS_1
Tubuh Fay terpaku dengan sikap Devan yang sudah jelas tidak ingin melepaskannya begitu saja.
"Fay, I love you more than my pain." lirihnya membuat Fay kembali menjatuhkan air matanya.
Ajarkan aku cara tuk melupakanmu...
Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu...
Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya...
Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi...
[ Ajarkan Aku... (Ajarkan Aku) Song by Arvian Dwi ]
---
Kediaman besar Liem.
PLAAAAAK!
"KAU SUNGGUH TIDAK BERGUNA!!" pekik pria paruh baya menggema di tengah ruang utama di salah satu keluarga besar di negara XY. "KAU SUNGGUH MEMALUKAN ANGELLA!" sambungnya menunjuk wajah Angella yang sudah tersungkur di lantai setelah di tampar keras oleh tetua Liem yang tak lain adalah ayahnya.
"Apa yang sudah kamu perbuat pada HARVEY HAH?!" Tuan Liem kembali mencerca dengan kasar pada putri yang tidak bisa dia atur hidupnya. "Dia memporak-porandakan nilai saham keluarga kita!!"
"Kamu ingin aku mati cepat HAH!!"
Tuan Liem begitu emosional sudah sepekan indeks saham perusahaan Liem turun drastis. Bahkan SG Company menarik beberapa kerja sama dan investasi yang tiba-tiba dibatalkan sepihak. Semua itu membuat kondisi kesehatan tuan Liem drop sejenak dan hari ini puncaknya saat ia melakukan investigasi dan menemukan penyebabnya adalah putrinya telah menyinggung Harvey.
'Hal besar apa membuat Harvey semarah ini?' selidik tuan Liem terhadap putrinya.
Dahulu tanpa kerja sama SG Company keluarga Liem memang sudah berada di urutan tiga teratas perusahaan besar di negara mereka. Namun semenjak sepekan SG Compan gencar melakukan perlawanan terhadap Liem Group.
Angella menangis tersedu memegang pipinya yang panas di temani ibunya yang tengah memeluknya.
"Pa, jangan terlalu keras padanya!" hardik nyonya Liem membela putrinya. "Dia putri kita satu-satunya!!"
"HAH!!" elak tuan Liem kembali mencerca wajah Angella. "Pergi cari Harvey dan berlutut meminta maaf padanya!" Tuan Liem menatap tajam kedua bola manik putrnya yang sudah basah oleh air matanya.
"Jika tidak mungkin Liem Group akan lenyap dalam beberapa waktu ke depan. Apa kalian sudah bersedia jatuh miskin dalam waktu singkat HAH?!" ancam tuan Liem sontak membuat kedua wanita yang tengah bersimpuh di bawah lantai pucat pasi setelah mendengar pernyataan barusan.
'FAYE YVONNA AKU BEGITU MEMBENCIMU...'
Angella mengepalkan kedua tangan menahan emosinya yang meluap. Dendamnya pada Faye semakin memuncak. Di dalam benak wanita itu bukannya bertobat dan menghindari masalah, dia justru tengah kembali merencanakan sesuatu yang akan menjebak istri dari mantan kekasihnya itu.
"Kau pikir kamu bisa dengan mudah lepas dariku Faye!" gumam Angella mengemudikan mobilnya ke suatu tempat. "Kau sungguh wanita lemah yang hanya bisa merengek pada priamu. Aku akan membongkar topeng ja langmu. Harv sungguh dibutakan oleh kecantikan palsumu itu!"
To be continued...
__ADS_1