Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 30 : Breaking the Habit


__ADS_3

Fay melonggarkan pelukan dirinya di dalam dekapan sahabatnya. Mendapatkan wejangan dari Vanesh membuat dia kembali menumpahkan air matanya. Vanesh begitu iba pada keadaan sahabatnya, dia tidak pernah menyangka ternyata menjadi istri pria nomor satu di negaranya tidak seindah ekspektasinya.


Fay telah kembali mengaktifkan ponselnya, dia akan menjadi Faye Smith yang tidak pernah peduli apa yang dilakukan oleh suaminya, toh dia juga sudah sama bejadnya. Fay tersentak saat sebuah panggilan yang dia tulis dengan Kediaman Besar membuat jantungnya berpacu dengan cepat. Antara menjawab atau tidak, dia sungguh tidak ingin sejujurnya. Tapi jika tidak di angkat sudah di pastikan akan terjadi peperangan dan membawa nama baik suaminya di depan seluruh keluarga besar Smith.


Fay sudah selesai menjawab panggilan dengan kediaman di wakilkan oleh pengurus Tang yang mengatakan mereka mengundang Fay malam ini untuk makan malam seperti sebelumnya.


"Kenapa?" tanya Vanesh memastikan keadaan temannya.


"Gue di suruh ke kediaman Smith," lirih Fay enggan.


"Hais... Lu yang kuat ya... Aku yakin Tuhan pasti tahu porsi lu... Hidup kadang ada masanya, seperti roda yang berputar tak selalu di atas atau di bawah." Vanesh memberikan dukungan dan semangat pada sahabatnya.


Setelahnya keduanya berpisah, Fay berencana menemui kekasih gelapnya yang tengah begitu sibuk saat ini.


"Dev," seru Fay membuyarkan pekerjaan kekasihnya.


"Eh, sayang... Dah mau pulang ya? Tunggu bentar aku ada─"


"Aku pulang sendiri sayaang, kebetulan aku ada acara keluarga lagi..."


Fay mendekat merangkul kekasihnya dari belakang dan mencium pipi Devan mesra. Pria itu begitu merasa tengah dalam masa bahagia walau sejujurnya semua hanya terlihat seperti fatamorgana saja.


"Beneran ga papa? Nanti kayak kemarin..." ejek Devan mencium bibir kekasihnya.


"Enggak dong, cukup kemarin aku menangis gak jelas... Hihi" sahut Fay semangat.


"Hati-hati sayang, ingat... Kamu punya aku." pesan Devan lembut membuat hati Fay terenyuh.


Tak lama mereka sempat bertautan mesra menabung rindu yang mungkin tidak akan seperti semalam saat keduanya bisa tidur berdampingan.


---


Kediaman Smith, 07.00 PM


Fay sudah di sambut oleh pengurus Tang, keduanya menuju meja makan dalam kesunyian. Fay tidak ingin mengucapkan sepatah kata apapun. Dia sungguh tak sanggup terus berpura-pura kuat di sana, tapi demi harga dirinya dia tidak akan menyerah begitu saja.


"Semuanya, Nyonya Muda Smith sudah datang..." sambut pengurus Tang membuat seluruh anggota keluarga yang telah berkumpul menatap Fay dengan dingin.


Deg!


Fay tidak menyangka dia akan melihat kembali perempuan yang dia lihat di restorant bersama Harv dan juga yang berada di halaman tranding topic di jagat media sosial saat ini. Dengan biasa Fay melengkungkan senyuman manisnya, walau hatinya kembali nyeri.


'Owh, jadi ini istri Harv? Heh... Aku pikir secantik apa!' batin Angella cemburu setelah mengetahui siapa istri kekasihnya.


"Hei Kakak Ipar, mengapa kamu terlihat lesu? Apa karena melihat seseorang yang seharusnya menyandang gelar Nyonya Smith Muda sesunguhnya?" sambut Jade sarkas membuat telinga dan hati Fay panas.

__ADS_1


Fay hanya membalas dengan senyuman seperti biasa sampai dia duduk di tempatnya setelah pengurus tang mendorong kursinya.


"Faye, Momy undang kamu sekarang bertujuan agar kamu tidak salah faham sama berita di luar." sambut Nyonya Jane buka suara.


Fay menatap sendu namun sebisanya dia terlihat biasa dan acuh tidak peduli. Toh gosip suaminya sudah sangat sering dia baca dia lihat, mereka juga pastinya berpikir serupa. Mengapa saat ini seolah menjelaskan bahwa kasusnya lebih special dari biasanya?


"Fay, kenalkan wanita di sebelah Momy, dia Angella,"


Angella bangkit dengan wajah ramahnya, menjulurkan tangan memperkenalkan dirinya lebih dulu.


"Hai, aku Angella... Senang bertemu dengan istri Harv." cicit Angella terdengar suka cita walau kenyataannya Angella begitu tidak ingin melakukannya. Hanya demi terlihat memiliki sifat dewi dia melakukannya. Bagi seorang aktris terbaik melakukan akting seperti ini tentu tidak sulit.


"Faye..." Fay menyambut jabat tangan Angella dengan dingin membuat Angella menyelidik dengan tatapan sulit di artikan oleh Fay.


Kedua wanita itu kembali di tempat duduk masing-masing.


"Aku tidak menyangka Kakak lebih memilih gadis biasa di banding kamu Kak Angella..." cibir Jade kembali menyulutkan peperangan rasanya.


"Jade!" pekik nyonya Jane melerai putra bungsunya yang selalu memiliki mulut pedas.


"Jade, kamu jangan seperti itu... Kakakmu memilihnya sebagai penggantiku tentu saja pasti memiliki nilai lebihnya." sahut Angella terlihat membantu Fay mempertahankan air mukanya walau sejujurnya itu terasa seperti olokan di telinga Fay.


"Sudah-sudah... Faye, Angella adalah sahabat sepermainan Harv. Mereka juga terlibat perasaan cinta monyet kala itu, sampai akhirnya Harv melamar Angella namun ada satu dua hal yang membuat Angella menundanya."


Deg!


"Oh iya, pengurus mansionmu mengatakan kamu tidak ada di rumah semalam? Kamu kemana?" tanya nyonya Jane membuat tubuh Fay kaku!


"Ehm, aku menginap di rumah temanku karena deadline pekerjaanku tengah padat. Aku merasa lelah jika harus ke mansion sedangkan rumah temanku hanya berjarak lima meter dari sana." bual Fay dia tidak peduli jika kedepannya hal ini di selidiki keluarga besar.


"Huh! Kamu lebih mementingkan pekerjaan di saat Momy ingin kamu segera mengandung dan di larang memiliki aktifitas berat!" berang nyonya Jane membuat semua orang tersentak tidak terkecuali Angella.


"Berapa sih gajimu di sana? Harv bisa membeli perusahaan itu dan menjadikanmu direkturnya tanpa perlu susah payah!" sambungnya berapi.


"Tan, tenang Tan... Mungkin Fay merupakan orang yang menganggap karier itu penting seperti aku. Dia akan lebih senang berusaha tanpa campur tangan Harv membuatnya terlihat mandiri." potong Angella semakin membuat dirinya terlihat bijaksana di hadapan orang-orang. Bahkan sekarang tengah merangkul tubuh nyonya Jane agar tenang.


Fay sungguh takjub pada wanita yang begitu terlihat bak Dewi itu, Fay menertawakan dirinya sendiri atas situasi saat ini.


"Huh, Momy tuh cuma minta cucu saja ribet!" olok nyonya Jane kesal. "Coba kamu yang jadi istri Harv saat ini Angella. Mungkin Momy sudah mendapatkannya sedari lama!" sambung nyonya Jane menyakiti perasaan Fay.


Angella melengkungkan senyuman sejenak, tidak sia-sia dia berlaku manis sebelumnya demi mendapatkan kembali perhatian nyonya Jane and it's work.


Braak!


Fay bangkit mendorong kursinya kasar membuat semua orang tersentak akan respon Fay yang di nilai tidak sopan. Sudah cukup bagi Fay saat ini berada di tengah kumpulan orang yang tengah mengolok dirinya.

__ADS_1


"Mom, jika Momy merasa aku tidak berguna di keluarga ini. Silahkan beri tahu tuan Harv agar menceraikanku segera! Fay pamit..."


Tanpa kalimat tambahan lain atau pun menunggu tanggapan mertuanya Fay bergegas keluar dari ruangan yang benar-benar mencekik lehernya. Tumpah sudah air mata yang sedari tadi dia tahan Fay berlari dan terus berlari sama seperti saat dia keluar dari kediaman orang tua angkatnya. Dia terus berlari pergi, karena dia tahu tidak akan ada orang yang melindunginya saat ini jika bukan dirinya sendiri.


---


"Tuan, Nona ada di kediaman besar."


Will memberitahukan posisi Fay pada tuannya.


"APAAA?! Bagaimana bisa dia di sana?!" Harv bangkit dengan penuh emosi yang kembali menguasai dirinya.


"Menurut salah satu pelayang mengatakan bahwa Nyonya Besar mengundang Angella dan berencana mengenalkan pada Nona Fay dan meluruskan rumor Tuan...." terang Will dengan berhati-hati takut tuannya emosi seperti sebelumnya.


"DA MN! KITA KESANA SEKARANG JUGA!!"


Harv segera berlalu dengan langkah kaki yang panjang, berharap tidak terjadi sesuatu apapun pada istrinya. Sedangkan Fay yang tengah mengendarai kendaraannya terus menangis sepanjang jalan. Dia tidak fokus dengan jalanan pikirannya kacau dia tidak menyadari bahwa lampu lalu lintas telah berganti dari hijau kini berubah merah. Dia melintas begitu saja tanpa disadarinya dari lain arah sebuah mobil berkecepatan tinggi melintas dan terjadi tubrukan.


BRAAAAAAAAAK!


"DIMANA FAYE!"


Semua orang di buat membatu setelah mendengar suara menggelegar dari satu-satunya penguasa di rumah itu. Harv berkacak pinggang menunggu jawaban dengan mata nyalangnya. Angella tidak pernah mengira Harv akan seperti sekarang ini.


"Baru saja dia meninggalkan rumah! Dia mulai kurang ajar pada tetua disini!!" sahut nyonya Jane tak kalah lantang.


"Heh, aku sangat memahami sifat istriku. JIKA BUKAN KALIAN YANG MENEKANNYA AKU YAKIN DIA TIDAK AKAN BERULAH!"


"APA MOMY MASIH MENEKANNYA UNTUK SEGERA HAMIL ATAU APA SAMPAI BEGITU SENGGANG MEMPERTEMUKAN FAY DENGAN ANGELLA?!"


"JAWAAAB HAH APA KALIAN TULI?!!"


"HARVEY JAGA UCAPANMU DI DEPAN MOMY HAH!"


Semua orang bahkan Jade tidak pernah melihat kakaknya seemosi seperti saat ini, mereka menunduk kecuali ibunya yang kini terlibat adu mulut.


"Harv, Tante... Sudah kalian tidak perlu bertengkar... Harv Fay mungkin─"


"SHUT UP!!" hardik Harv kasar menunjuk wajah Angella membuat wanita itu tersentak.


"Ini salahmu Angella, jika bukan karena kamu tiba-tiba sakit perut Fay tidak akan seperti ini!!"


"DENGAR SEMUANYA, SELAMA BUKAN AKU YANG MENCERAIKAN ISTRIKU MAKA SELAMANYA ISTRIKU HANYA ADA FAYE YVONNA!"


"Camkan itu!"

__ADS_1


Harv beringsut pergi meninggalkan ruangan yang kini tengah berubah atmosfer menjadi begitu dingin dan tegang. Angella yang merasa begitu terpukul, dia tidak menyangka Harv akan memakinya bahkan mengatakan pernyataan barusan.


To be continued...


__ADS_2