
Kediaman Alexander Pierce.
"Apa kamu sudah mendapatkan berita yang aku inginkan?" tanya Alex menggoyang gelas winenya menatap pemandangan kota XY yang gemerlap dengan lampu malam.
"Untuk dalang dari yang mencelakai Nyonya Muda kami tidak bisa melacak dengan pasti. Pasalnya Tuan Harv sudah bergerak cepat membekukkan mereka." terang asistennya lengkap.
Alex mendengus kesal, "Membuat berita seheboh ini menghilang dalam sekejap membuat semua orang berpikir hanya penguasa yang bisa melakukannya. Aku sungguh membencinya!!" geram Alex mencengkram gelas winenya erat.
"Seharusnya aku lah yang berada di posisinya saat ini!" Terlihat jelas kilatan kebencian dalam kedua netra pria yang dulunya adalah sahabat dekat dengan Harvey Smith.
Alex kembali di bawa mengingat ke masa lampau dimana dirinya selalu berada di belakang bayangan Harvey dalam hal apapun. Dunia hanya akan mengakui kecermelangan dan kekuasaan seorang Harvey Smith. Pada kenyataannya Harv bisa di atas seperti saat ini ada jasa temannya yaitu Alex dalam membangun kerajaan bisnis SG Company. Hanya saja dunia tidak menginginkannya, mereka hanya perlu sang pencetus dan bangsawan murni yang berada di tingkat teratas piramida kekuasaan Negara XY saat itu.
"Kabar lain yang saya terima dari rumah sakit adalah Nyonya Muda Smith mengalami gejala keguguran dini." tutur asistennya kembali membawa berita yang bisa jadi dua sisi bagi Alex.
"Whats?!" pekik Alex membalikkan badan seolah tidak percaya. "Faye hamil?" kembali Alex memastikan indra pendengarannya.
"Benar Tuan... Usia kehamilannya baru jalan sekitar tiga minggu..." sahut asistennya meyakinkan. "Itulah alasannya Nyonya Muda rentan mengalami keguguran." imbuhnya menjelaskan.
“HAH?! Haha…” Alex tertawa sedikit menakutkan di telinga asistennya. "Hidupmu sungguh sempurna Harv?" dengus Alex merasa semakin cemburu dan iri bersamaan.
"Hahaha!" Alex kembali terbahak jika mengingat kembali kedekatan dan hal apa saja yang dia ketahui dari seorang Fay.
"Bagaimana jika aku mengacaukannya sedikit Harv! Kau pasti akan menyukainya..." Alex melebarkan senyuman dengan ide gila yang barusan terlintas di kepalanya.
"Apa benar benih yang ada di dalam rahim istrimu adalah milikmu atau─"
“HAHAHAHAHA!!!”
Alex kembali tertawa keras, dia begitu beruntung mengetahui informasi yang tidak ada orang lain ketahui. Faye berselingkuh di belakang suami sempurnanya. Bagi Alex tidak akan ada habisnya untuk menghancurkan temannya itu, selama dendam dalam hatinya belum padam maka dia akan terus menargetkannya.
"Kamu lakukan sesuatu... Aku ingin beritanya heboh sampai seluruh negeri tahu akan skandal besar ini!" titah Alex menampilkan senyum culasnya.
---
Nyonya Jane dan Jade akhirnya mengalah dan pulang kembali ke kediaman setelah di tolak kehadiran mereka menemani Fay seharian penuh. Nyonya Jane mengatakan akan kembali mengunjungi mereka esok hari.
Harv menatap sendu wanitanya yang masih terlelap. Jelas terlihat penampakan yang begitu menyayat hatinya. Selang terpasang di beberapa bagian tubuh istrinya. Harv mengepalkan tangannya erat mengalirkan seluruh emosinya menjadi bulir bening yang keluar dari sarangnya.
Ceklek...
__ADS_1
Harv berbalik badan, dia menyadari asistennya yang mengunjunginya. Sebelumnya Harv memang memberikan perintah setelah menemani ibu dan adiknya keluar maka Harv ingin berbicara penting pada asistennya itu.
"Apa mereka mengatakan sesuatu?" tanya Harv langsung dengan nada dingin menahan amarahnya.
"Mereka berdua bertahan bungkam Tuan!" jawab Will menundukan tubuhnya.
Harv menegaskan rahangnya dengan gelisah. Jika dia berpikir ini ulah Alex maka kemungkinannya sedikit. Dia sanagt mengerti cara kerja sahabatnya itu. Dalam keadaan penjamuan makan dia tidak mungkin membuat posisinya langsung menjadi tersangka. Jelas ini bukan cara kerja Alex yang Harvey kenal.
"Saya sendiri sudah memaksa mereka, bahkan saya bertanya pasal Tuan Alex. Tapi sepertinya mereka benar-benar tidak mengenal siapa orang yang saya maksudkan." Will kembali menjelaskan dengan lugas.
"Aku juga sudah mengira ini pasti bukan Alex, dia tidak akan segegabah ini." timpal Harv mengiyakan pendapat bawahannya.
Lantas Harv terlintas satu nama yang memungkinkan. "Aku tidak mendengar kabar Angella, apa dia benar-benar menerima keadaannya? Ini seperti bukan dirinya..."
Will terpaku, sungguh sangat di sayangkan jika benar ini adalah ulah nona Angella yang dulu di kenal dengan wanita periang dan juga hangat.
"Saya akan coba melacaknya dan memindai apa saja yang dia lakukan." tukas Will mengerti apa yang perlua dia lakukan selanjutnya.
"Jika benar ini ulahnya, aku sudah tidak ingin lagi memaafkannya!!" ujar Harv dingin membuka pikiran Will kembali.
Dalam benak Will dia tengah bermonolog dalam dirinya, 'Tidak menyangka pada akhirnya dulu hati yang saling mencinta kini berubah saling membenci dalam waktu yang sangat singkat. Benar orang mengatakan bahwa jarak kebencian dan cinta itu tipis setipis satu helai rambut. Itu artinya dia bisa terbalik kapanpun tanpa kita duga.'
“Bukankah saat ini harusnya Sayang sedang bersenang-senang di acara ulang tahun putrimu?” Angella duduk dipangkuan tuan Jie dan menggoda pria itu dengan terus menggerayangi wajah rupawan yang masih tercetak jelas membuat Angella tergoda untuk terus menyentuh rahang tegas dan bibir penuh prianya.
“Entah mengapa bayanganmu terus menari di kepalaku Honey!” jelas tuan Jie melambungkan asa Angella saat ini. “Membuatku tidak fokus dan akhirnya memutuskan menemuimu sejenak!” Tuan Jie mengangkat perlahan dagu wanitanya.
“Haha…” Angella tertawa pedih mendengarnya, bukankah seharusnya dia senang dengan membuat tuan Jie mengubah prioritasnya. Hanya saja, saat ini dirinya tetap saja menjadi wanita simpanan yang keberadaannya harus di sembunyikan dari public bahkan keluarga besarnya sekalipun!
Entah sampai kapan hubungan terlarang ini terus berlanjut, dia sungguh takut. Takut jika dia sendiri terjebak dalam permainannya. Bahkan tanpa Angella sadari bisa jadi saat ini juga dia sudah menjatuhkan hatinya terlalu cepat pada pria yang selalu ia olok selama ini.
“Aku yakin jika sudah berada di rumah ini, tidak ada kata sejenak!” goda Angella berujar di depan bibir prianya.
Tuan Jie sendiri sudah menatap penuh nafsu kearah wanitanya. “Aku pun berpikir demikian!!”
“Mmm… Mmmmcchh… Aach…”
Tuan Jie segera menyesap bibir Angella yang terus menggodanya, dengan senang hati wanita itu justru membalas pagutan pria paruh baya di hadapannya. Bagaimana mungkin hanya dengan kedatangan pria yang harusnya dia panggil ayah justru terasa seperti pria seumuran Harvey. Tak hanya itu, tuan Jie memberikan rasanya nyaman di dalam benak Angella menjadi nilai plusnya.
“Aaarrghh, Sayang kita lanjutkan di kamar ya…” rengek Angella manja menahan gairahnya yang sudah tidak bisa lagi dia tahan saat ini.
__ADS_1
“Maafkan aku Sayang, aku harus pergi dan bergabung kembali dengan keluargaku!” tolak tuan Jie membuat hati Angella seperti di pukul dengan benda keras.
“Hah? Haha…” Angella terkekeh atas penolakan pria yang dia pikir tengah memberikan harapan. “Pergilah…” Angella bangkit dari pangkuan prianya, dia beranjak menuju bar dan mengambil kaleng bir di lemari pendingin. Tuan Jie tersenyum melihat wanitanya yang mudah merajuk, dia sendiri beranjak mendekati dan memeluknya erat dari belakang tanpa waktu lama.
“Kamu marah hmm?” bisik tuan Jie mesra di belakang ceruk telinga Angella.
“Tidak… Pergilah!” sahut Angella dingin. “Kamu sudah hafal dimana tempatku tinggal bukan? Pintu rumah ini akan selalu terbuka lebar untukmu, kamu bebas datang dan pergi sesuka hatimu!” tutur Angella terdengar pasrah dan sendu.
Tuan Jie melebarkan senyumnya bahkan menampilkan sederet gigi putihnya semakin memperlihatkan ketampanannya walau sudah berusia kepala lima. Dia membalikkan tubuh Angella dan mengusap lembut wajah cantik wanita si pencuri perhatian.
“Aku sangat menyukai wanita yan begitu patuh, aku mencintaimu Angella." tutur tuan Jie terdengar begitu tulus dan apa adanya.
DEG!
Angella tiba-tiba mematung dengan ucapan pria yang kini memeluknya erat. Angella tidak merespon apapun bahkan untuk memeluk balik prianya tubuhnya lemas rasanya. Air mata Angella turun begitu saja tanpa bisa di tahan.
“Tuan Jie, anda tidak perlu berbohong sampai mempermainkan perasaan seseorang!” Angella memberanikan diri mengeluarkan suaranya. “Terkadang wanita begitu lemah, meyakini tidak mungkin jatuh hati tapi seiring waktu dia justru kemakan omongannya sendiri!” tutur Angella emosi.
Tuan Jie terkekeh, “Kau pikir hanya kamu yang kemakan omonganmu sendiri hm?"
Tuan Jie melonggarkan pelukan dan menatap lekat kedua netra wanitanya yang sudah terlihat basah. "Kamu adalah wanita pertama yang membuat hatiku terpaut bukan hanya karena skinship kita." Tuan Jie sedikit menjeda kalimatnya namun kemudian meneruskannya kembali.
"Melainkan karena─ Bersamamu, aku memiliki yang dinamakan rumah!"
Praaaang!
Angella menjatuhkan kaleng minumannya yang belum sempat ia minum, tuan Jie terperanjat.
“Kamu baik-baik saja Honey?!” tanya tuan Jie khawatir dengan keadaan wanitanya yang sedikit aneh saat ini.
“Berhenti memperlakukanku demikian!” lirih Angella sudah membanjiri wajahnya dengan air mata.
“Aku tidak jamin jika kamu terus melakukan hal itu, aku akan merebutmu dari Nyonya Li!” pekik Angella lantang.
“Hahaha…” tawa tuan Jie pecah seketika. “Do it baby! I’ll be yours, I promise...”
Secepatnya Angella merangkul wajah tuan Jie dan keduanya saling memagut bibir mereka, gairah itu kembali menghampiri keduanya. Bahkan tuan Ji lupa akan ucapannya sebelumnya bahwa dia harus segera kembali pada keluarganya.
To be continued...
__ADS_1