Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 09 - Kamu!


__ADS_3

Saat ini tengah terdengar suara jeritan serta lenguhan kedua pasangan yang sebelumnya tengah berbincang cukup serius. Fay merintih di bawah kungkungan suaminya yang terus membombardir tubuhnya.


"Aahh sayang, udaaah belum? Periih..." Keluh Fay untuk kesekian kalinya dia menerima pelepasannya sedangkan suaminya terus saja menggempurnya tanpa ampun.


"Sabar Cutie, kamu sangat tahu waktuku bukan?" Harv tidak peduli dengan rengekan istrinya yang justru terdengar merdu dan memacu adrenalin dalam dirinya.


"Masih ada 4 jam 30 menit 20 detik lagi Cutie... Tubuhmu sungguh candu!" ujar Harv santai terus menghentakan miliknya di sangkar emas miliknya.


Ingin rasanya Fay mengambil benda tumpul dan menghantam kepala cabul suaminya saat ini. Dia sudah babak belur di bolak-balik, atas dan bawah, kiri kanan, jungkir balik Fay berharap dia pingsan saja saat ini. Dia seperti tidak sanggup menghadapi gairah panas membara suaminya yang di atas rata-rata itu.


---


Keesokan harinya...


"Pagi Honeeey..." sapa Fay bahagia tak lupa mencium lembut pipi suaminya.


Baru kali ini dia terbangun dan suaminya masih berada di sampingnya. Bahkan Fay masih bisa mendengar dengkuran halus dari bibir penuh suaminya. Fay tersenyum, sepertinya suaminya kelelahan setelah semalam dia kesurupan menggagahinya tanpa ampun.


"Apa benar yang semalam kamu katakan itu Sayang? Jangan terlalu memberikanku perhatian manis... Semakin lama aku bisa semakin terjatuh dalam ikatan cinta... Heh!" gumam Fay sendu.


Fay beringsut mencoba lebih dulu membersihkan dirinya, dengan tertatih dia menuju kamar mandi. Setelahnya Fay berkutat seperti biasa mempersiapkan sarapan pagi. Fay tengah fokus memasak beef slice grill dengan mashed potato, Seperti biasa Harv memeluk erat wanitanya dan menciumi ceruk leher jenjang Fay.


"Honeeey... Aku tengah memasak!" pekik Fay terkejut dengan kedatangan suaminya.


"Kamu sungguh istri terbaik!" puji Harv membuat Fay tersipu dengan menunjukan rona merah di pipi putihnya.


"Kamu sudah mandi? Ayok sarapan sekarang juga." ajak Fay memberi perintah membantunya merapihkan makanan di atas meja makan mereka.


Dengan suka cita Harv melahap apapun masakan istrinya. Dia bahkan beberapa kali mengambil daging milik Fay seolah semua yang di siapkan tidak cukup untuknya.


'Apa mungkin dia menyukaiku? Tapi apa yang bisa di harapkan dari aku?' batin Fay menatap lekat suaminya.

__ADS_1


"Honeey..." panggil Fay manja pada suaminya.


"Hm?" Harv tengah menyeka sudut bibir dengan serbetnya, dia telah selesai dengan sarapan paginya dan bersiap menyesap habis kopi istimewa miliknya.


"Siapa orang yang kamu cintai di dunia ini?" tanya Fay menguji suaminya.


Dia sendiri sadar tidak mungkin meminta lebih atas perasaannya. Toh dalam kontrak pernikahan mereka keduanya tidak di perbolehkan saling jatuh cinta. Semua hanya berlandaskan keuntungan satu sama lain.


"Ehm..." Harv terlihat seperti tengah berpikir keras seolah pertanyaan istrinya merupakan pertanyaan yang begitu sulit dan penuh pertimbangan.


Fay menelan salivanya mengerti akan respon suaminya yang tentu saja bukan namanya yang akan jadi jawaban atas pertanyaan konyolnya barusan.


Harv terkekeh lirih melihat ekspresi istrinya saat ini, Harv memang paling senang menggoda emosi Fay.


"Kamu lah!" jawab Harv lantang membuat Fay yang tadinya bersikap acuh terbelalak membulatkan matanya sempurna.


"Apa? Siapa?" tanya Fay memastikan fungsi indra pendengarannya itu.


"Iiisshh!" dengus Fay kesal semakin yakin kalau suaminya hanya bercanda akan jawaban *impossible-*nya.


Harv menatap Fay tajam sesat, membuat Fay justru salah tingkah. "Kalau kamu?"


"Hah?" Wajah Fay bertambah seperti orang idiot saat ini.


Harv membuang nafasnya kasar, dia belum siap seandainya harus mengetahui kenyataan jika Fay tidak menyukainya sama sekali.


"Oh iya, semalam kediaman besar memberiku kabar. Mama ingin bertemu denganmu, dia baru pulang dari Inggris kemarin."


"Uuhhuuuukk!"


Fay tak sengaja batuk dan menyemburkan air minum yang tengah ia tenggah saat Harv mengatakan sesuatu yang selalu membuat Fay panas dingin itu. Harv dengan sigap memberikan Fay tissue dan membantunya menyeka air yang tumpah.

__ADS_1


"Apa harus seperti itu responmu hm?" kesal Harv menatap Fay.


Fay mengerucutkan bibirnya. "Kamu kan tahu sendiri, jika kesana aku akan di kuliti!"


"Heh! Siapa yang berani mengulitimu akan berhadapan denganku!"


DEG!


Fay kembali dibuat tertegun oleh suaminya. "Kamu tahu sendiri, mereka juga sama sepertimu... Bagaimana jika aku di depak dari jabatan Nyonya Smith?"


"Siapa yang berani mendepakmu? Aku sudah bilang, hanya boleh aku yang melakukannya. Kamu saja tidak apalagi orang lain!" tukas Harv sedikit emosi, istrinya dikit-dikit selalu membahas tentang perpisahan. Seolah semuanya tidak berarti sama sekali!


Hal yang tidak di ketahui oleh dunia luar adalah pernikahan kontrak Fay dan Harv tentu karena alasan kuat dari pihak Harv yang tiba-tiba saja membawa wanita asing menjadi istrinya. Fay memang di jadikan alat pertukaran saham milik ayahnya yang sudah tiada. Dalam surat wasiat ayahnya mengatakan bahwa Harv berhak memiliki saham jika dia telah menikah. Dengan seperti itu makan seluruh perusahaan SG Company resmi di bawah kepemimpinan Harv sepenuhnya. Selama ini Harv hanya memiliki 30% saham di SG, sedangkan ayahnya memiliki 20% dan adiknya Jade 20% sisanya 30% dimiliki oleh beberapa orang luar.


Salah satu syarat menjadi Presidir Perusahaan adalah tergantung dari berapa besar kepemilikan saham, sebelum di tentukan oleh dewan direksi tertinggi. Selama ini hampir 5 tahun terakhir Harv memegang kendali menjadi CEO dan membawa nama SG Company menjadi perusahaan terbaik dan terbesar dengan nilai valuasi mencapai lebih dari US$100 M. Hanya saja setahun kebelakang membuat Harv resah mengenai posisinya yang terancam di geser oleh pesaingnya yang diam-diam membeli saham SG dengan sporadis mencapai jumlah yang sama dengan milik Harv.


Kehadiran Faye Yvonna yang di bawa mantan kekasihnya menjadi alat pembayaran hutang Zayn Alexander pada Harv benar-benar menjadi keberuntungan ganda bagi Harv. Dia tidak rugi sama sekali membebaskan hutang perusahan Zyan pada perusahaannya yang tak lebih dari US$ 500ribu saja (setara Rp. 7 M). Hanya saja pernikahan mereka memang di rahasiakan, jika bukan keluarga besar dan para petinggi perusahaan mereka hanya tahu jika tuan muda Smith telah menikah. Siapa yang memegang posisi nyonya Smith tidak pernah ada yang bisa mengeksposnya tanpa se-ijin Harv tentu saja.


Fay masih menunjukan wajah merengutnya, Harv sungguh gemas dengan wanitanya. Tak lama Harv meminta ciuman sebagai moodbooster harinya.


"Kamu mau aku antar atau bawa mobil sendiri?"


"Tentu saja sendiri! Apa jadinya jika orang tahu aku di antar oleh Tuan Muda Smith?!" cibir Fay bangkit dan menyambar sling bag miliknya.


Ada rasa tidak suka di dalam hati Harv setiap kali Fay berusaha keras menyembunyikan status mereka. Tapi apa mau dikata, semua demi kebaikan masing-masing. Sesampainya di basement mereka menggunakan mobil masing-masing. Beruntungnya Devan benar-benar membawa pulang mobil Fay ke mansionnya.


'Bisa mampus gue kalau doi nyadar mobil gue gak ada!'


Harv telah lebih dulu melesat dengan Maybach yang di supiri asisten pribadinya William. Tak berapa lama Fay melesat menuju kantornya.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2