Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 68 : Beruntung


__ADS_3

Fay telas selesai melakukan pemeriksaan fisiknya, matanya langsung menangkap sosok suaminya yang kini tengah berbenah di bantu oleh Will seperti biasa.


'Kaisar emang lain... Di RS aja kasimnya ngekor aja...' Fay menahan diri untuk tidak tertawa memikirkan suaminya yang aneh-aneh.


Fay mencuri pandang ke arah suaminya yang benar-benar di perlakukan bak Raja. Memakai sebuah kemeja saja harus di bantu oleh Will sungguh pikiran Fay tercerahkan semenjak mendadak menjada istri Si Tuan Kaya Raya yang amat berkuasa.


Beruntungnya Harv tidak menyadari pandangan istrinya yang tak lepas menatapnya dengan senyuman. Harv justru tengah berwajah masam menatap asisten khususnya seolah mentransfer kata tanpa berujar Aku sedang emosi!


"Maaf Tuan, beberapa berkas urgent ini tengah menunggu verifikasi anda."


Hal ini lah yang membuat wajah Harv terlihat masam. Dia selalu di kejar oleh deadline pekerjaan yang tiada habisnya. Inginnya pria itu seharian hanya menemani istrinya, apa boleh di kata... Jika orang berpikir dia tinggal menggerakkan kaki dan uang mengalir padanya, bahkan Harv bernafas saja uang dengan sendirinya berada di rekening bank-nya. Mereka salah besar!!


Selalu ada harga yang pantas untuk apa yang di perjuangkan dan di dapatkan. Tentu saja kerja keras...


"Saat ini kita memasuki akhir bulan dan Departement Keuangan─"


"Aku mengerti pergilah!" HArv menghardi ocehan asistennya yang selalu bisa membuat moodnya berantakan.


"Ini gadget anda Tuan..." Will menyerahkan gadget serta ponsel pintar Harv dengan menundukkan tubuhnya.


Harv telah selesai berbenah, dia masih mengabaikan Fay justru keluar ruangan menyelesaikan pekerjaannya lebih dulu.


Harv menggerakkan gadget pintarnya seraya duduk di lorong ruangan. Dia memeriksa beberapa jadwal yang sudah di kelompokkan Will, dia juga memeriksa indeks saham perusahaan inti dan anak cabangnya. Senyum culasnya terbit saat sahamnya naik dan turun setelah peristiwa kecelakaan Fay dan wajahnya menghiasi jagat media karena melepaskan tembakan di area publik.


Hal itu berimbas pada pergerakan nilai saham SG Company yang di bangunnya susah payah sampai detik ini.


"Mereka sungguh lucu!" gumam Harv mengejek pada pelaku bisnis yang mulai mencoba menjatuhkan kekuasaannya.


"Apa kamu sudah mengundang Tetua Liem?" tanya Harv kembali mengingatkan asistennya.


"Sudah Tuan, kita memiliki janji temu di jam sebelum makan siang seperti yang anda inginkan." terang Will lugas.


"Bagus, cepat persiapkan data dan segala keperluan kita untuk menyerang mereka sekarang juga!" titah Harv dingin menutup seluruh peralatan komunikasi canggihnya.


"Lalu bagaimana dengan keadaan putrinya?" tanya Harv nyalang.


"Mengenai Nona Angella, dia memang tidak memiliki aktivitas lainnya di dunia hiburan." terang Will membuka beberapa laman media sosial yang tengah marak saat ini.


"Hanya saja saat team kita memeriksa seluruh kamera pengawas kota dan perusahaan JiE. Nona sering keluar masuk dan kedapatan selalu bersama berduaan dengan Tuan Jie." imbuh Will merasa tidak menyangka apa yang kini di lakukan seorang putri salah satu keluarga besar di XY.


Harv mengerutkan keningnya, berusaha menerawang. Will mengerti apa yang ada dalam pikiran tuannya. Dia langsung menyerahkan tab miliknya memutar salah satu kamera pengawas yang menunjukkan kebersamaan Angella dan tuan Jie.


"Apa mereka tengah merencanakan sesuatu untuk menyerangku?" gumam Harv menerka.


"Emm... Sepertinya mereka terlibat skandal Tuan..." timpal Will segera dengan hati-hati saat mengucapkannya. Will masih menjaga perasaan tuannya jikalau pria itu masih menyimpan perasaan pada wanita yang pernah mengisi hatinya. Tapi pada akhirnya Will yakin tuannya mungkin sudah tidak peduli lagi pada Angella.


"Hah?" Harv terkekeh dengan prasangka asistennya.


"Jika benar demikian alangkah lebih bagus kita melihat langsung kesana!" Harv bangkit dan berencana memulai aktivitasnya.


"Siapkan mobil segera, jadwal kita padat hari ini!" titah Harv segera. "Aku tidak ingin terlalu malam menemani Fay." sambungnya menuju kembali ke ruangan di mana istrinya tengah beristirahat.


"Baik Tuan..." Will mengerti dan menundukan tubuhnya.

__ADS_1


Harv membuka pintu ruangan, betapa terkejutnya dia saat ibunya sudah berada di sana bersama adiknya.


"Jade tidak biasanya kamu mengunjungi Kakak iparmu..." ejek Harv menggoda adiknya dan mengacak rambutnya.


"Kakaaaakk..." pekiknya manja membuat Fay mual mendengarnya.


Nyonya Jane menggelengkan kepala. "Mommy yang nyuruhnya meneman Mommy. Lagian dia gak ada kerjaan sehabis kelulusannya!" sahut nyonya Jane menjelaskan.


"Oke, kamu bisa memimpin beberapa anak perusahaan SG Company, kamu bisa memilih mau di tempatkan dimana." tukas Harv memberikan pekerjaan dengan mudah.


Fay lagi-lagi takjub dengan keadaannya saat ini, dia langsung bermonolog dalam dirinya memuji adik iparnya. 'Memang benar keberuntungan itu datang selain karena Tuhan sayang yang paling penting siapa orang yang ada di belakang kita. Jalur orang dalam memang luar biasaa!!'


"Cutie, aku ada sedikit pekerjaan saat ini. Tidak masalah bukan jika aku tinggal."


Cup~


Harv mencium kening istrinya lembut membuat wajah Fay merona seketika dengan perlakuan Harv saat ini. Jade sampai menutup matanya dengan rutukan lirih menandakan dia cemburu berat.


"Its okay... Mommy akan menjagaku!" ujar Fay menenangkan suaminya.


Harv tersenyum senang bercampur bahagia dengan keadaannya saat ini. Tak lama Harv meminta lebih degan memagut bibir istrinya. Pria itu begitu rindu akan sentuhan yang satu itu.


"Ohh PLEASEEE!!" pekik Jade menyingkir merasa matanya ternodai saat ini.


"Haissh..." dengus nyonya Jane pasrah akan tingkah cabul putranya.


"Kamu tenang saja Fay akan kami jaga disini, lagi pula di luar mama lihat kamu memasang banyak sekali anak buah. Orang akan berpikir justru siapa yang tengah di tahan disini!" rutuk nyonya Jane menghentikan ciuman panas keduanya.


Harv terkekeh dan Fay menutup wajahnya malu atas tingkah cabul suaminya.


"Jaga kakak iparmu okay.. Dia adalah nyawaku. Dia kenapa-kenapa Kakak ikut serta bersamanya!"


DEG!!


Rasanya itu adalah bisikan halus dari ancaman seorang Harv bagi adik lucknutnya yang selalu mengusili kakak iparnya selama ini. Harv terkekeh melihat respon pucat wajah Jade saat ini. Setelahnya Harv benar-benar keluar dari ruangan.


'Kakak tengah mengancamku!!' batin Jade merasa merinding seketika.


Setelah Harv menghilang nyonya Jane langsung mendekati menantunya. "Kamu mau makan apa? Pengen apa bilang sama Mommy? Nanti Mommy akan menyuruh Paman Tang menyiapkannya."


FAy tersenyum bahagia, selain Harv tentu saja orang lain yang merasa bahagia dengan keberadaan nyonya Jane adalah Faye. Ibu mertuanya sungguh seperti rasa ibu kandung tidak pernah sekalipun nyonya Jane membedakan kasihnya pada Faye selama ini.


"Terima kasih Mom, aku sungguh beruntung..." ujar Fay tiba-tiba sendu.


"Sangat beruntuung─" Faye menundukan wajahnya menutupi air mata yang tak kuasa ia tahan.


"Oh sayaaang, keberuntungan itu tidak datang begitu saja." Nyonya Jane mengusap lembut punggung menantunya.


"Jadi, maksud Mommy dulu aku telah menyelamatkan galaksi atau planet lain selain bumi?" oceh Fay ngelantur.


"HAHAHAHHA!!" pecah tawa nyonya Jane. "Faye ada-ada saja kamu tuh!" imbuhnya menahan tawa.


Ceklek!

__ADS_1


"Hai..." sapa Dokter Yun mengunjungi ruangan Fay.


"Siang Fay... Gimana keadaanmu? Apa kamu merasa tidak nyaman?" Dokter Yun langsung mendekat menuju tempat dimana Fay berbaring saat ini.


Dokter Yun melakukan kunjungan, kali ini Fay ditangani oleh dua dokter. Salah satunya dokter obgyn yang belum di beri akses masuk ke ruangan perawatan Fay saat ini.


"Hai Dokter... Aku pikir ini jauh lebih baik!" Fay melengkungkan senyuman di wajahnya.


"Hai Tante, hai Jade tumben..." sapa Dokter Yun pada seluruh orang yang ada di ruangan.


Jade mendengus sebal, semua orang memang mengetahui adik dari Harvey Smith tidak menyukai kakak iparnya.


"Hai Yun, gimana Faye apa dia sudah bisa di rawat di rumah saja?" tanya nyonya Jane penasaran dengan keadaan Faye.


Fay mengatupkan bibirnya, dia gelisah. Sebenarnya dia ingin bertanya pasal kandungannya namun dia tidak mungkin berbicara di depan mertua dan adik iparnya.


"Ehmm Mam..." panggil Fay manja.


"Iya sayang?"


"Bolehkah aku meminta mangga? Faye merasa sanagt mual dan ingin buah masam..." rengek Faye membuat Yun menahan tawanya.


Jelas saja nyonya Jane berbinar mendengarnya, itu artinya menantunya sedang mengidam. "Yun, apa boleh Faye memakan mangga muda?" tanya nyonya Jane memastikan.


"Boleh saja tante, hanya di batasi saja." jawab dokter terkekeh.


"Oh gitu, Mommy telpon pengurus Tang dulu ya buat siapin. Ayo Jade... Kakak iparmu akan di periksa!!"


Jade kembali mendengus sebal, dia mau tak mau keluar menuruti setiap perkataan ibunya. Anak manja itu tentu saja akan menurut atas perintah yang menjadi atasannya.


Nyonya Jane pamit setelah mengusap lembut kepala Faye dan menghilang di balik pintu bersama putra bontotnya.


"Apa ada sesuatu?" tanya Yun langsung, menyadari apa yang ada pada wajah Fay saat ini.


"Bagaimana dengan kandunganku?" tanya Fay segera dengan gelisah.


"Hehe... Syukurlah, bayimu selamat... Dia begitu kuat sama seperti ayahnya!"


DEG!!


Wajah Fay berubah berbinar, dia melebarkan senyuman di hadapan Yun. Hanya saja tiba-tiba wajah Fay berubah kembali sendu.


"Why?" tanya Yun mendekat mulai memeriksa denyut nadi Fay.


"Tidak ada, aku hanya bersyukur aku mendapatkan pria hebat seperti Harvey." ungkap Fay sendu. "Bahkan aku mendapatkan mertua yang baik seperti mama Jane." Fay mendongak menatap Yun serius.


"Hal ini membuat orang iri padaku bukan?" tanyanya kemudian.


Yun terkekeh dengan apa yang menjadi kekhawatiran pasien prioritasnya, dan mengerti apa makna terpendam dari pertanyaan Fay.


"Sudah tahu kamu sangat beruntung, apa kamu akan menyianyiakannya?"


DEEEGGG!!!

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2