
[ Othor speaking ]
Annyeong Yorobun //
HAPPY IED MUBARAK 1444 H dari othor S.A.G
Taqabbalallahu minna wa minkum...
Semoga Allah menerima amal ibadah kita selama bulan Ramadan dan memberikan berkah-Nya kepada kita. Mari kita terus menjaga kesucian hati dan memperkuat iman kepada-Nya.
Saya pribadi mengucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin, jika selama mengeluarkan karya ada yang tidak berkenan dan juga bikin sedikit emosi naik turun dan lain sebagainya. Semoga semua memakluminya...
Terima kasih banyak yang selalu tetap setia dukung karya recehan ini.
Karena dukungan dan apresiasi kalian othor masih prioritaskan karya ini di banding yang lainnya.
Maaf kemarin benar-benar tidak bisa update karena dalam suasana Halal Bihalal.
Othor doakan semuanya dalam keadaan terbaik dan bahagia kembali fitri, bercengkrama dengan sanak saudara, dan orang tercinta. Jangan sampai, menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh ya. Manfaatkan waktu terbaik kita untuk kesehatan mental kita dan yang lain.
Sebenernya dalam rangka libur lebaran ini, othor juga pengen libur gak up...
Tapi sayang sebagai pekerja freelance yang cuma di jatah libur 3 hari dalam sebulan othor dah bolong 4 hari di awal. Huhu
Padahal kenyataannya othor lagi unwell juga ini tuh, tapi mau gimana lagi... Hehehe
Mangaaaaddd~~~
Sekian pembukaan garing dari othor,
Sekali lagi terima kasih banyak udah mampir, suka, dan dukung karya ini.
Saranghae reader terSayang Aku Gak?
__ADS_1
--------
Semua orang di buat terperanjat dengan kehadiran seseorang yang tidak di duga.
"Wah, bisa bertemu dengan Tuan Muda Smith di sini sungguh keberuntungan ganda!" pekik Mr. John yang semakin berbinar.
"Tentu saja, di mana ada Faye di situ ada keberuntungan. Bukan begitu?!" puji Harv menatap lembut istrinya yang sudah berkeringat dingin saat ini.
Semua orang di buat takjub dengan penuturan Harv, tak berhenti di situ. Harv menjentikan jarinya maka seluruh pelayan mengerti apa keinginan pria berpengaruh itu dengan kekuasaanya. Tanpa menunggu lama pelayan menambah kursi khusus yang di sediakan di samping istrinya persis.
"Tidak masalah bukan jika aku bergabung?" ucap Harv berbasa-basi, karena sudah dengan jelas mereka sendiri tidak bisa menolaknya. Bahkan seseorang seperti Alex sekalipun tidak bisa membantah apa keinginan Harv kali ini.
"Tentu saja saya pribadi tidak keberatan Tuan Smith, Tetapi penjamuan ini sepenuhnya milik Tuan Alex." sahut Mr. John gugup. Siapa yang tidak tahu perangai tuan muda Smith?
"Jadi, apa anda keberatan Tuan Alex?" tanya Harv mendelik terlihat kilatan permusuhan jelas kentara di mata bening dan tajam milik Harv.
"It doesn't matter..." Dengan raut wajah yang terpaksa Alex mempersilahkan.
Harv mengulas senyum culasnya dan langsung mendekat di belakang wajah istrinya.
Semua orang kembali di buat takjub, semakin jelas terlihat kedua pria besar itu menggandrungi Fay silih berganti. Saking terkejutnya dengan kejadian di depan mereka. Kedua rekan dari kantor Fay yang merupakan bagian penanggung jawab dan pelaksana project saling berbisik.
"Apa mungkin orang biasa seperti Faye bisa mendapatkan perhatian lebih dari dua pria hebat sekaligus?" bisik salah satu pria kepada rekannya.
"Apa mungkin rumor itu benar? Fay bertugas memikat para hati vendor agar semua proyek kita lolos." sahut rekannya tak tanggung-tanggung membenarkan rumor yang tengah panas di XCorp mengenai Faye.
"Gue sih yakinnya begitu, kemaren temen si Hailey bilang kalo Fay kelewat sering terlihat mesum ama bosnya. Jangan-jangan si Devan jadi muci─"
"Ssst!" Tuan John memperingati kedua orang yang tengah sibuk menggosip di belakang tubuhnya.
Faye mengepalkan tangannya erat, Harv mau tak mau menyadarinya. Baru saja dia menyingkirkan orang yang tengah di perbincangkan kini Harv harus menelan kenyataan pahit mendenagr langsung bahwa rumor itu sudah begitu kentara di dalam kantor Faye.
Fay menundukan wajahnya, setelah sebelumnya dia merona atas perhatian suaminya kini hatinya di jejal rasa takut luar biasa. Alex menaikan sudut bibirnya begitu syok mendengar hal baru yang bisa menguntungkan dirinya kelak.
__ADS_1
"Wah, ternyata suatu keberuntungan bisa melihat orang nomor satu menaruh perhatian pada wanita tidak di kenal!" cibir Alex menggoda Harv.
Harv menegaskan rahang menatap tidak suka ke arah Alex saat ini juga. Aura di sekitar mendadak berubah lebih tertekan, dingin dan canggung melanda.
Alex dan Harv sudah menunjukan sikap ketidak-sukaan satu sama lain sekarang. Harv begitu cemburu saat pria itu duduk di samping Fay. Fay sendiri merasa semakin tertekan berada di tengah-tengah dua pria yang seolah tengah melakukan perang dingin saat ini.
Tuan John dan juga kedua rekan lainnya merasakan perasaan yang sama, demi keluar dari kondisi seperti ini tuan John mencoba untuk mengeluarkan lelucon.
"Wah, sepertinya Tuan Alex dan Tuan Harv sama-sama tertarik pada Faye ya?" celetuh tuan John mencoba mencairkan suasana.
DEG!
Tidak hanya Harv yang seperti tengah kecolongan, tapi Fay juga demikian. Harv memang buru-buru mencari keberadaan istrinya dan Alex yang di ketahui melakukan kerja sama bisnis dengan XCorp. Harv menarik kesimpulan kerja sama ini hanya omong kosong. Hal yang jadi incaran Alex tentu saja istrinya.
"Siapa yang tidak tertarik pada Nona Fay?" puji Alex mencoba membuat kontak mata dengan Fay yang tiba-tiba menoleh ke asal suara yang membuat Fay tidak percaya mendengarnya. "Selain cantik, Nona Fay juga sangat ramah bahkan pintar. Dalam beberapa hari prototype kerja sama ini sudah selesai di kirimkan dan langsung melakukan pertemuan untuk merampungkan." sambung Alex terus memuji Fay di hadapan suaminya.
"Anda sungguh terlalu memuji, tapi itu bukan saya yang mengerjakan sepenuhnya. Saya hanya mengirimkannya saja." hardik Fay merasa suaminya tengah berbicara lewat isyarat Cepat hardik dia aku tengah marah!
Harv mengulas senyumnya, dengan tingkah menggemaskan istrinya.
"Apa anda juga tertarik dengan Nona Faye?" tanya Alex memprovokasi Harv. "Bukankah anda sudah memiliki istri Tuan Muda Smith?" sambung Alex semakin genjar menjatuhkan harga diri Harv di depan semua orang.
Tuan John yang mengawali perbincangan itu kini tidak mampu menyela hanya bisa melihat dan mendengar pertikaian antar keduanya.
"Owh, aku lupa kuda jantang mungkin tidak bisa tahan dengan satu wanita. Aku juga mendengar rumor anda dengan sejumlah wanita lain bahkan berita terbaru mengatakan anda kembali memadu kasih dengan mantan tercinta?" Alex kembali memanasi Harv.
Bukan Harv tidak ingin melawan, dia hanya tengah menunggu waktu yang tepat saja.
"Hahaha," Di cerca beberapa kalimat sarkas yang di lontarkan rivalnya Harv malah merespon dengan tawanya yang di rasa justru mencekik keadaan semuanya. Tidak ada yang lucu disana bagi kesemua yang hadir di meja makan.
Fay menelan salivanya berat, dia tidak tahu harus melakukan apa. Hal yang ingin dia lakukan sedari tadi adalah melarikan diri saja rasanya.
'Untung Devan lagi dinas di luar. Jika saja dia yang datang makin tidak punya muka aku!' batin Faye mencengkram kuat ujung terusannya.
__ADS_1
To be continued...