
"Sudah-sudah... Kamu jangan terlalu berlebihan seperti itu!" tukas tuan Jie semakin mendekat dengan wajah Angella.
Samar tercium harum semerbak yang menggetarkan hasrat tuan Jie atas tubuh gadis itu.
"Bagaimana aku bisa tenang!" maki Angella gelap mata. "Aku membangun image dan karierku selama ini dengan kerja keras, keringat dan waktu yang tidak sedikit! Aku bahkan mau keluar dari keluarga besarku demi karier entertaint-ku!"
Tuan Jie menatap takjub dengan wanita di depannya, putri satu-satunya tuan besar Liem menjadi salah satu artisnya memang sebuah keberkahaan JiE. Sungguh di sayangkan Angella menyinggung orang nomor satu di Negara mereka.
"Heh, justru hukuman kamu sekarang ini masih di katakan ringan Angella." sanggah tuan Jie. Dia kembali mendekati Angella dan berusaha memprovokasi wanita itu agar bisa lebih mudah untuk tuan Jie menjadikan Angella sebagai wanita simpanannya yang kesekian.
Angella kembali terpaku atas pernyataan tuan Jie, dia memang mengetahui apa yang mungkin bisa di lakukan Harv padanya. 'Semua ini karena SI FAYE SIALAN!! Aku ingin melenyapkannya saat ini jug!!'
"Aku bisa saja membantumu kembali Sayang." Tuan Jie tengah menguji Angella dengan mengusap lembut wajah wanita itu.
Wanita itu tentu saja risih dan beringsut mundur. Tuan Jie menaikkan sudut bibirnya saat melihat respon dari artis terbaiknya.
"B-Benaarkah?" tanya Angella sangsi.
"Tentu saja, yang paling utama penggemarmu banyak!" tutur tuan Jie mantap. "Kita bisa menggunakan opini publik untuk membalikkan keadaannya." sambung tuan Jie membuat wajah Angella berseri kembali. Dia seperti melihat secercah cahaya akan kesulitannya.
"Hanya saja─" tatapan mata tuan Jie mulai tidak bersahabat. Dia menyelidik tampilan keindahan di depan matanya dan senyum culasnya kembali terbit di wajah yang masih terlihat tampan di usianya sudah menginjak kepala empat.
"Hanya apa?!" hardik Angella cepat.
"Tentu saja ada syaratnya!" Tuan Jie semakin membuat rasa penasaran Angella memuncak.
"Apa syaratnya katakan sekarang!" pekik Angella tidak sabar dan tidak ingin berpikir dua kali untuk meng-iyakannya.
"Aku akan melakukan apapun asal karierku kembali!" Mohon Angella menggenggam tangan tuan Jie erat.
Pria paruh baya itu semakin tidak tahan untuk tidak mengungkung Angella saat ini juga. 'Aku harus bersabar, jika terburu-buru... Bukan tidak mungkin buruanku akan terlepas, aku harus baik-baik menjebaknya!'
"Sabaar sayang, aku tahu kamu tidak mungkin mau kehilangan kerja kerasmu selama ini." ucap tuan Jie lembut.
"Siapkan dirimu nanti malam, temui aku di club lokasinya akan aku kirimkan via chat." tukas tuan Jie beringsut menuju meja kerjanya.
"Kita akan membahas semuanya disana. Kebetulan ada kolega yang akan melakukan kerja sama peluncuran film selanjutnya."
Angella melebarkan senyuman di wajah cantiknya. Dia bersorak pasalnya dunianya tidak benar-benar runtuh setelah apa yang di lakukan Harv padanya saat ini.
"Terima kasih banyak Tuan Jie, suatu hari nanti aku akan membalas kebaikan anda." ujar Angella tulus.
Tuan Jie hanya menyeringai culas tanpa di ketahui oleh Angella di balik semua sikap baik tuan Jie tentu saja ada niatan lain. 'Heh, tentu saja... Nanti malam aku akan meminta bayarannya Angella!'
"Ingat, pakai gaun terbaikmu, disana akan ada beberapa produser terkenal yang bisa saja langsung tertarik padamu." goda tuan Jie melayangkan angan Angella.
Di hati Angella tentu saja seperti harapan tuan Jie, dia tengah berbunga berharap dia akan kembali mendapatkan project film layar lebar lagi dalam waktu singkat.
'Heh, Harv... Apa kamu pikir semudah itu menjatuhkanku? Lihat saja nanti aku akan membalaskan semua penghinaan ini berkali-kali lipat pada kalian!'
---
Mansion Angella, 07.00 PM
Setelah keluar dari kantor JiE, Angella mampir menuju salon kecantikan dan membuat dirinya lebih cantik lagi demi malam ini. Angella sungguh tidak sabar, tidak ada yang membahagiakan dirinya selain karier yang melejit melambungkan namanya.
__ADS_1
Beberapa kali Angella memastikan riasan dan juga pakaiannya agar terlihat semakin sempurna.
Srrooott!!
Angella menyemprotkan parfume favorit di beberapa titik di tubuhnya yang akan membuat harumnya menempel tahan lama.
"Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini!" gumam Angella menatap pantulan dirinya di kaca besar di kamar utama.
"Aku akan segera membalaskan dendamku padamu FAYE YVONNA!!" tekan Angella menahan rasa sakit hatinya.
"Apa kurangnya aku dimatamu Harv? Aku jauh lebih cantik dari si ja lang FAYE!" umpat Angella kembali merasa kecewa. "Kau sungguh buta Harv, lebih memilih wanita itu di banding aku!"
Angella segera menyambar tas miliknya dan bergegas menuju tempat pertemuan bisnis dia dan petinggi JiE. Dengan menggunakan kendaraan pribadinya Angella sudah berada di kawasan Club terbesar di kota. Dia segera berlari kecil menuju tempat yang sudah di sampaikan tuan Jie via chat singkatnya.
Ceklek!
Angella langsung membuka pintu ruangan seperti sebuah ballroom kecil yang memang biasa disewakan untuk melakukan rapat.
"Maaf Tuan Jie, aku sedikit terlambat..." seru Angella membuyarkan konsentrasi tuan Jie yang tengah membaca surat kesepakatan kerja sama yang sudah di bahas satu jam sebelumnya bersama rekan bisnisnya.
"Angella? Wow... Kamu memang tidak pernah terlihat mengecewakan!" puji tuan Jie menyambut kedatangan orang yang paling dia tunggu disana malam ini.
Wajah Angella memerah atas pujian atasannya, dia hanya merespon dengan senyuman yang membuat tapilan dirinya semakin terlihat sempurna. Dia mendekat ke arah dimana tuan Jie tengah duduk di sofa yang di sediakan disana.
Tuan Jie menangguhkan pekerjaannya, dia yang masih di temani asisten pribadinya menyuruh asistennya merapihkan pekerjaan mereka dan meninggalkannya bersama Angella untuk berduaan saja.
"Duduk lah lebih dulu, aku meneruskan dulu pekerjaanku sebentar. Tidak mengapa bukan?"
"Ehm, tidak... Tapi dimana para produsernya?" tanya Angella menyapu sudut ruangan yang memang hanya ada tuan Jie dan asistennya saja.
Lucia menggigit bibirnya kesal, dia memang sedikit terlambat kali ini hanya demi membuat penampilannya paripurna agar di lirik oleh beberapa produser flm layar lebar yang di singgung tuan Jie sebelumnya Angella lupa waktu.
"Owh..." dengus kecewa jelas terdengar di telinga tuan Jie.
"Heh, kamu tenang saja... Aku sudah mrekomendasikan kamu pada mereka. Hanya saja hasilnya tidak bisa langsung mengingat rumormu sendiri belum hilang. Kita tidak mungkin mengambil resiko investasi besar ini."
Akhirnya Angella menerima kekecewaanya kali ini, dia duduk di samping tuan Jie. Tuan Jie semakin mempercepat pekerjaannya dan menyerahkan langsung pada asistennya.
Tanpa waktu lama kini tinggal mereka berdua yang ada di dalam ruangan. Angella sedikit gelisah dan takut, dia sendiri sudah mendengar beberapa rumor yang mengatakan bahwa bos mereka adalah pria cabul.
'Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?' batin Angella merasa gelisah dengan pertemuannya kali ini.
"Memang pantas kamu di juluki dewi fortuna di kantor!" puji tuan Jie kembali semakin mendekati Angella agar bisa melakukan skin ship saat ini juga.
"Aku akan merasa bodoh jika harus membuang berlian secantik dan sehebat kamu Angella." bisik tuan Jie di depan ceruk telingan Angella yang membuat tubuh gadis itu sedikit meremang atas tindakan tidak senonoh atasannya itu.
"Sangat wajar sekali jika kamu merupakan salah satu artis dengan bayaran paling fantastis saat ini."
Pujian demi pujian terus di ucapkan tuan Jie, dia memang sangat mendalami perannya sebagai buaya darat. Sesekali tanpa di sadari Angella tangan besarnya mengusap lembut paha mulus yang terekspos jelas, bahkan tidak tanggung saat ini tangan tuan Jie tengah merangkul bahu Angella.
'Astagaaa, dia mulai bersikap cabul!!' pekik Angella mulai merasa risih dan berusaha menghardik sikap kurang ajar atasannya itu.
"Jadi tuan Jie, apa syaratnya?!" Angella segera menanyakan pasal tujuan mereka melakukan pertemuan malam ini.
Angella menyadari bahwa tatapan pria di depannya sudah menyapu bersih tampilannya. Tuan Jie sudah sangat berhasrat dengan tubuh Angella yang sangat menggoda imannya.
__ADS_1
Bagaimana tidak? Wanita di sampingnya hanya mengenakan dress mini ketat tanpa lengan, sepuluh centi panjangnya di atas lutut. Angella seperti terlihat hanya mengenakan handuk yang membelit tubuh menutupi area sensitifnya saja. Bahkan ukuran buah dadanya terlihat penuh, saking ketat pakaiannya itu.
'Sruup! Kamu cukup pandai menggodaku!!' batin tuan Jie sudah tidak sabar melahap kelinci buruannya.
"Santai dong say!!" hardik tuan Jie mengulur waktu mereka agar lebih lama bisa bersama berdua.
"Kita minum dulu, apa kamu mau berkaraoke agar sedikit menghibur?" tawar tuan Jie kembali berputar-putar.
"Siapa tahu aku bisa mendengar juga suara emasmu dan mungkin bisa menambah job di bakat tarik suara!"
Angella mengatupkan bibinya rapat, dia tidak menyangka tuan Jie memikirkan kariernya sampai seperti ini. Ya, Angella justru merasa terharu dengan apa yang akan di lakukan CEO JiE untuk kariernya kedepan. Angella menerima satu gelas sampanye yang sudah di siapkan sebelumnya oleh tuan Jie. Mereka bersulang bersama, tanpa ada kecurigaan yang besar dari Angella, gadis itu menenggak habis minumannya demi mempersingkat waktu pertemuan.
"Aarrghh!!" Tiba-tiba saja kepala Angella mendadak pusing dan terjatuh disamping tubuh tuan Jie karena mencari tumpuan. 'Akhirnya, sebentar lagi kamu akan menari di atas tubuhku Angella sayaang!!'
"Kamu oke kah?!" tanya tuan Jie pura-pura khawatir.
"Entah lah, mungkin aku kurang enak badan!" jawab Angella memegang keningnya masih tidak berpikir bahwa ini jebakan. Sungguh seperti tengah berjalan di atas karmanya sendiri, setelah sebelumnya dengan santai dia melakukan hal keji itu pada Faye.
Tuan Jie merangkul tubuh seksi Angella dan merebahkannya. "Mungkin kamu terlalu banyak berpikir dan menangis ya?!" tanya tuan Jie sok peduli yang di balas Angella dengan senyuman lemahnya.
"Nih minum air putih dulu..." Tuan Ji menawarkan kembali Angella air minum yang telah ia campur dengan obat Afrodisiak.
"Jadi, apa syaratnya?!" tanya Angella kembali ke tujuannya dengan menahan rasa panas di dalam tubuhnya.
Tuan Jie menampilkan segaris senyum tipisnya, dia terus menyelidik tubuh seksi Angella bahkan sudah sangat berani menjulurkan lidah di depan gadis itu langsung, gadis itu semakin tidak nyaman dengan tatapan liar tuan Jie, dia sedikit menggeser tubuhnya dari rangkulan pria di sampingnya.
"Syaratnya sangat mudah sayang, besok pagi surat kontraknya akan selesai dan kamu akan mendapat lembar copy-nya." Tuan Ji berujar di depan wajah Angella, dengan sangat berani dia mulai meraba paha mulus Angella yang polos tanpa penghalanga.
Tubuh Angella meremang seketika, di tambah dengan efek obat yang sudah mulai bereaksi gadis itu semakin gelisah.
"Tuan Jie, anda mulai kurang ajar!" Angella menghardik tangan besar yang mencoba menjamahnya.
Selama ia terjun di dunia entertain dia sudah sangat berusaha menjaga reputasi dan harga dirinya. Terlebih dia sangat menghindari hubungan badan yang akan memungkinkannya hamil dan merusak kariernya.
Itu juga salah satu alasan dia menangguhkan dan menolak lamaran Harvey beberapa tahun yang lalu, semua demi karier yang sangat ia idam-idamkan ini.
"Ayo lah, kamu ini artris!!" seru tuan Jie kecewa. "Kamu sangat seringkan beradegan di jamah para pria lawan akting mu? Jangan sok suci kamu!!"
Tuan Jie sungguh tidak sabar segera meraup bibir ranum Angella yang menyala menggoda. Wanita itu berusaha berontak dan menghindar namun kedua tangannya di cengkram erat oleh kedua tangan pria mesum itu.
Angella ingin menjerit sejadi-jadinya. Dia baru tersadar kondisinya saat ini mungkin tengah di jebak oleh pria cabul yang memanfaatkan keadaan depresinya.
"Arrghhh!!"
"Kau sungguh sangat menggoda ku sayaaang!" ujar tuan Jie mesum mebuat Angella semakin jijik padanya.
"Ayo kita lanjutkan ke yang lebih panaas dari ini. Seperti di filmmu yang terbaru hm?" Tuan Jie terus memprovokasi artisnya.
"Aku ingin lihat, Artis terbaik tahun ini apa pantas menyabet gelar bergengsi itu?!" olok tuan Jie terasa menghina diri Angella.
"BAJINGAAAN!!!" maki Angella seketika.
"KAU PRIA BRENGSEK, JANGAN HARAP AKU MAU MELAKUKANNYA!!!"
To be continued...
__ADS_1