Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin

Hasrat Terlarang Istri Tuan Dingin
Bab 70 : Pelakor


__ADS_3

"TUAN SMITH!!" Tuan Jie menyadari tanda bahaya di depan matanya. "Anda akan membunuh Angella!!" pekik tuan Jie menyadarkan Harvey.


Bukan Harv tidak tahu apa yang sudah di lakukan istrinya, semua ini semata untuk melindungi Fay dari rumor negatifnya. Tanpa Harv tidak ketahui bahwa rumor buruk Faye memang sudah tersebar luas di jagat media sosial.


Sebelumnya Angella tengah mencari-cari informasi di kediamannya. Betapa terkejutnya dia saat melihat dengan mata kepalanya Faye berselingkuh dan video asusilanya menyebar. Angella menyeringai, dia mengatakan Tuhan tengah bekerja mendatangkan karma pada istri si penguasa negara XY.


"Aarrghh..."


Bruk!


Angella tersungkur di lantai, dia memegang leher jenjangnya yang kini memerah karena cengkraman erat Harv nyaris menghilangkan nyawanya.


'Dia sungguh menakutkan, aku tidak pernah tahu Harv bisa seperti saat ini!' batin Angella begitu ketakutan.


Gadis itu menghirup udara sebanyaknya setelahs ebelumnya dia merasa tercekat hampir kehabisan nafas.


'Aku memang sudah salah berurusan dengannya, tapi... Aku sungguh puas, kamu sungguh bodoh... Istrimu bermain di belakangmu!' Angella menutupi seringai mengejeknya.


"Aku peringatkan sekali lagi Angella, jangan pernah mencoba menyentuh orangku!" Harv menunjuk wajah Angella denagn mata merah nyalang terlihat penuh kebencian. "Hari ini aku mengampuni nyawamu hanya karena mengingat kita penah memiliki hubungan baik sebelumnya!"


"JANGAN PERNAH LAGI MENJEJAL BATAS KESABARANKU!" pekik Harv menggelegar memekakkan telinga siapapun di ruangan itu.


"Arrkk!!" Angella kembali memekik tertahan.


"Bayi dalam perut istriku tentu saja milikku, jangan pernah menerka yang bukan wilayahmu!"


Bruuk!


"Aarrh..."


Harv kembali mencekik leher Angella untuk mengancam wanita itu.


Tuan Jie..." Kini pandangan Harv menatap satu-satunya pria paruh baya disana. "Jika tidak ingin istrimu dan keluarg abesar tahu kelakuan bejadmu makan jauhi dan jangan pernah coba-coba membantu ANGELLA!!"


BRAAAAK!


PRAAANG!


Harv bergegas pergi setelah mengatakan ancamannya. Dia membating pintu ruangan dengan begitu kerasnya sampai vas bunga di samping pintu terjatuh.


"Aku akan mengobatimu!"


Tuan Jie ngsung mendekati posisi wanitanya yang masih tersungkur, bahkan tengah menjatuhkan air mata di wajah cantiknya.


"Aku tidak menyangka, ini yang aku dapatkan dari ketulusan hatiku mencintainya selama ini!"


Angella memeluk erat tubuh Tuan Jie yang mencoba membantunya bangun dari posisinya. Tuan Jie tidak mengucapkan apapun saat ini. Dia tidak menyangka bahwa Angella mencintai Harv selama ini.

__ADS_1


"Lain kali kamu jangan melakukan hal segegabah ini lagi ya Sayang." Tuan Jie melonggarkan pelukan sejenak, menyeka air mata wanitanya.


"Kita duduk di sofa ya, aku akan mengoleskan obat memar."


Tuan Jie bangkit lalu memapah wanitanya menuju sofa. Setelahnya dia menghubungi sekretarisnya dan meminta anak buahnya itu membawakan balok es beserta kotak P3K keruangannya segera. Tak lama tuan jie menerima apa yang di minta olehnya. Dengan telaten pria berumur itu mengobati wanitanya dengan penuh kelembutan. Tubuh Angella terpaku bahkan kembali menjatuhkan air matanya.


"Aku tidak menyangka, aku justru menerima cinta yang jauh lebih besar dari pria yang baru aku kenal."


"Terima kasih, berkat kehadiranmu hatiku tidak sesakit yang aku pikirkan!"


Angella kembali memeluk erat tubuh tuan Jie, dia juga terisak pilu disana. Tuan Jie merasa tersentuh dengan sikap manis Angella, beliau juga merasa iba dengan kondisi sebenar artisnya. Dia pikir Angella adalah dewi fortuna tidak mungkin ada takdir buruk menyertainya. Ternyata dia salah... Angella juga manusia biasa yang tak luput dari manusia normal lain alami juga.


Di saat yang menyedihkan itu, keduanya masih sempat melakukan kemesraan bahkan mereka melakukan kembali penyatuannya. Tubuh Angella di gempur oleh tubuh atasannya tanpa ada penolakan. Angella sendiri tidak mengerti dia bahkan merasa ingin lagi dan lagi.


Tring!


Pintu lift terbuka, Angella keluar dari sana, tidak sengaja dia berpapasan dengan wanita paruh baya yang akan menggunakan liftnya. Parasnya terlihat cantik dan berkelas, nyonya Li tidak mengindahkan hadirnya Angella. Dia pikir wanita itu adalah karyawan disana. Setelah pintu lift tertutup, Angella membalikan badannya seolah mengenali siapa wanita yang berpapasan dengannya barusan.


"Apa itu Nyonya Li?" gumam Angella menatap pintu lift yang kini sudah tertutup sepenuhnya.


"Heh..." Angella terkekeh mengejek. "Maafkan aku Nyonya, sebentar lagi suamimu hanya akan memiliki satu wanita saja, an itu AKU! Hahaha..."


Angella melanjutkan langkahnya dengan perasaan senang, dia bahkan tidak peduli dengan ****** ***** yang masih berada di inti pusat tubuh dan kulitnya yang belum ia bersihkan. Setelah ini dia berencana mengunjungi salon kecantikan. Demi prianya terus terjerat dengannya, tentu saja dia akan melakukan segala cara, termasuk terus mempercantik aset pribadi miliknya. Angella bahkan lupa rasa sakit yang di tinggalkan oleh Harv sebelumnya.


---


"Apa kita langsung ke group Liem Tuan?"


Will membalikan wajahnya dari kursi kemudi menatap tuannya yang berwajah merah karena menahan amarah. Dengan hati-hati ia bertanya, agar tidak mendapat masalah kedepannya sebelum ia benar-benar menyalakan mobil dan keluar dari sana.


Harv terlihat bimbang kali ini, tujuan Angella tercapai. Ada perasaan bimbang dan kecewa yang menggelayut di hati Harv atas tingkah istrinya yang kelewat batas saat ini.


"Batalkan saja rencana sebelumnya, aku mempunyai rencana lain!" tutur Harv melunak.


Will sempat tertegun, tidak pernah di kamus hidup Harv menarik kembali rencana yang sudah di canangkan sebelumnya.


"Sebagai gantinya, lakukan pembelian saham Liem secara sporadis." titah Harv membuka gadgt pintarnya. "Biarkan semua itu tanpa identitas agar mereka semakin tertekan dengan keadaan. Pastikan mereka juga tidak mengetahui bahwa kita yang melakukannya." sambung Harv menatap indeks saham dalam genggamannya.


"Sudah berapa banyak total saham SGC disana?" tanya Harv memastikan pada asistennya.


"Tiga puluh persen Tuan..."


Bagian ini cukup kuat untuk mengendalikan Liem Group tapi belum cukup untuk menjatuhkan mereka hingga tidak bisa melakukan apapun.


"Kedepannya kamu pastikan kita memiliki bagian hingga menjadi pengendali penuh atas saham mereka! Aku tidak butuh mengakusisi perusahan itu, sama seperti JiE!"


Will mengerti dan mencatat di gadget pribadinya sebagai note. Harv kembali tengah seolah berpikir, kemudian seringai culasnya terbit saat ini. "Will, buat pembelian ini atas nama Faye, muncul saal di lakukakn RPS!"

__ADS_1


"Baik Tuan..."


"Angela, lebih baik aku bermain-main saja! Membunuhmu terlalu mudah..."


Will menatap nanar kedepan, dia tidak menyangka tuannya berubah 180 derajat dalam memperlakukan Angella. Dia pikir dulu tuannya sangat mencintai wanita itu, ternyata anggapannya salah besar. "Jadi kita ke rumah sakit langsung Tuan?" tanya Will memastikan kembali tujuan tuan mudanya.


"Aku ingin membunuh seseorang!!" tukas Harv kembali dengan amarahnya.


"Baik tuan, bukankah kita masih belum mengakusisi dua penjahat ang mencelakai Nona." tutur Will mengerti keinginan tuannya.


Harv menegaskan rahangnya sampai ponselnya bergetar dan semua kegelisahan menghilang berubah senyum hangat terpetakan di wajah tampannya.


"Iya Cutie..." sahut Harv segera menjawab panggilan istrinya.


"Kamu laaaama!!" rengek Fay terdengar di balik ponselnya. "Katanya cuma sebentaaar!" cerca Fay seperti tengah mengomeli suaminya.


"Sorry Cutie, I'm so busy... Apa kamu sudah merindukanku?" goda Harv membayangkan ekspresi Fay dalam benaknya saat ini.


"Tiydak!" hardik Fay seketika sudah bisa di prediksi Harv. Pria itu menahan tawanya, tebakannya tepat tidak pernah meleset.


"Aku ingin kwetiaw Liang!" Kembali terdengar Faye merengek manja. "Kamu beliin ya sayaaang..." bujuk Fay meminta pada suami dinginnya itu. "Aku malu jika harus meminta pengurus Feng! Barusan aku sudah meminta dia macam-macam..."


Suara Felly sungguh terdengar sangat manja di indera pendengaran Harv membuatnya justru rindu segera bertemu istrinya itu.


"Apa kamu sedang mengidam?" Spontan Harv kembali menggoda Fay.


Sejauh ini tidak ada satupun dari mereka yang membuka suara dan membahas hal penting ini.


DEG!


"Ya sudah kalau ga mau beliin aku minta Mommy saja!!" rutuk Fay seolah tengah kecewa.


Harv semakin terkekeh dengan tingkah Fay yang seperti anak kecil saat ini, "Baiklah Sayang, untukmu aku akan melakukan apapun."


Di tempat Fay disana perasaan gadis itu begitu membuncah luar biasa dengan perhatian suaminya.


"Apa ada yang lain Cutie?!" tanya Harv memastikan kembali.


"Ya..."


"What is that?" tanya Harv serius.


"You..." lirih Fay.


Wajah Harv merona seketika dengan jawaban istrinya yang ia rasakan seolah Fay benar-benar sedang berbisik di sampingnya. Harv menelan salivanya dengan tubuh yang meremang hanya karena satu kata tiga huruf yang di ucapkan Faye dengan tulus, dia benar-benar ingin memeluk Fay dengan erat sekarang juga.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2