
Wajah Fay sudah pucat saat ini, karena gertakan Hailey bisa membuat Harvey mengetahui rumornya juga di kantor bersama atasan yang tak lain kekasih gelapnya.
'Gimanaaaa ini? Gimaaaaana!' pekik Fay dalam hatinya tidak tahu harus melakukan apa untuk melarikan dari situasi membahayakan saat ini.
Tiba-tiba saja dari arah lain terdengar derap langkah beberapa orang yang menghampiri mereka.
"Tuan Smith... Sungguh sebuah keberkahan kantor kecil kami kedatangan tamu besar seperti anda." sapa ramah bercampur gelisah dari pria paruh baya yang menjadi orang nomor satu di kantor Fay, alias presidir XCorp tuan Jhony.
Fay tambah pucat dengan hadirnya petinggi perusahaan yang bisa saja membuat dia dalam masalah kedepannya.
"Sungguh lancang kami tidak menyambut kedatangan anda, saya Jhony CEO XCorp." Tuan Jhon mengulurkan tangan yang di sambut oleh Will karena tangan Harv tengah memegang tangan istrinya yang tubuhnya sudah bergetar hebat. Tuan Jhon mengernyit sejenak namun kemudian maklum, siapa juga yang boleh memegang tubuh orang nomor satu di negaranya?
"Kalau begitu alangkah baiknya jika kita mengobrol di ruangan lebih tertutup." tutur tuan Jhon berhati-hati. Siapa yang tidak tahu perangai Mr. Smith yang jika sudah menyinggung dirinya maka sudah bisa di pastikan kehidupan selanjutnya akan tidak aman.
"Tidak perlu, saya kemari karena Nona muda ini..." Harv menatap Fay dengan senyuman tipisnya membuat semua orang takjub bahkan Hailey sekalipun.
"Oh maksud tuan, Faye asisten manager project?" tanya tuan Jhon memastikan maksud Harv.
"Iya siapa lagi?" sahut Harv dingin.
"Ehm," William mengambil alih untuk menjelaskan.
Tubuh Fay sudah lemas rasanya, ingin sekali lagi dia menghilang dari dunia ini. Jantungnya terus berdenyut tak terkendali yang membuat kinerja pernafasannya mengalami malfungsi. Dada Fay terasa sesak, dia tidak tahu apa yang tengah di rencanakan suaminya saat ini.
'Cutie, apa perlu setegang itu hm? Haha' Harv sendiri justru memiliki kesenangan baru saat ini. Menggoda istrinya di depan publik seperti ini.
Selama ini Harv hanya mengetahui sikap Fay yang akan begitu manja dan merengek menggoda jika hanya ada mereka berdua. Sudah setahun lebih mereka menyembunyikan status dan bahkan tidak pernah sekalipun menampkan diri di publik tentang kedekatan mereka. Kenyataannya Harv baru mengetahui bahwa di depan publik istrinya akan menjadi lebih pendiam.
__ADS_1
"Dalam perjalanan menuju kantor kami, Tuan tidak sengaja mengalami insiden di jalan. Berkat Nona ini Tuan tidak mengalami cedera yang berarti." tukas Will menjelaskan dengan dingin namun tegas.
Tidak hanya tuan Jhon dan seluruh staff yang penasaran dengan keributan yang di awali oleh Hailey dan Fay sekarang mereka semua terkejut dengan penuturan asisten khusus Tuan Smith. Tidak hanya mereka Fay sendiri sontak terkejut sedikit membuka mulutnya dan bahkan sudah membulatkan mata yang seolah akan keluar dari sarangnya.
'Hahaha Faye, ingin rasanya aku menarikmu kembali dan kita akan menghabiskan waktu bersama hanya berdua!' angan Harv dalam batinnya melihat reaksi berlebihan istrinya saat ini.
Harv kesal, Fay sebegitu tidak menginginkan hubungan seriusnya terekspos ke publik. Padahal selama ini banyak sekali wanita lain justru memohon untuk di ekspose demi menaikan pamor dan hoki setelah berhubungan dengannya.
"Aku juga tidak sengaja mengetahui pasal pengajuan kerja sama kalian sebelumnya." Harv menatap datar ke arah tuan Jhon. "Dengan ini aku sebagai CEO SG Company, memberikan hak khusus pada perusahaan kalian untuk mengikuti tender project x bersama perusahaan kami. Dengan syarat─" Harv menatap Fay dan bertingkah menggoda.
"Aku ingin Fay sebagai penghubung yang akan melaksanakan keperluan tender." tukas Harv tegas membuat Fay semakin membuka mulutnya lebar bahkan di ikuti semua orang disana.
Tidak selesai disitu Harv sedikit mendekat dan berbisik. "See you at our lunch Cutie..."
Wajah Fay bukannya memerah karena tersipu, dia semakin pucat pasi dengan tingkah suaminya yang akan membuat orang berpikir yang bukan-bukan padanya saat ini.
"Ehm, satu hal lagi..." Harv kembali menatap tuan Jhon dan bergantian menatap Hailey tajam. "Aku tidak menyangka di perusahan kecil seperti ini saja pembullyan begitu jelas terlihat. Sungguh memalukan bukan, nilai CSR perusahaanmu akan terpengaruh karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri salah satu pegawaimu menindas Nona ini? Apa kalian tidak ingin memberinya hukuman?"
Sebelum pergi meninggalkan kantor istrinya, Harv ingin berbuat sesuatu untuk menjaga dan membalaskan dendam istrinya pada orang yang menindasnya barusan. Fay semakin menundukan wajahnya, bukan karena malu tapi karena takut rahasianya terbongkar maka habis sudah harga dirinya saat ini juga.
"Hailey?!" pekik tuan Jhon yang mengenal salah satu anak kerabat dekatnya.
Wajah Hailey terlihat tidak terima, Harv mengetahuinya dan kembali mencercanya. "Apa perlu aku bantu membuka seluruh kamera pengawas bagaimana dengan angkuhnya Nona ini menghakimi dan memfitnah pada hal yang belum tentu benar!"
DEEG!
Jantung Fay seperti copot dari tempatnya, pernyataan suaminya menjelaskan bahwa Harv mempercayai dirinya. Padahal kenyataannya memang seperti yang di ucapkan Hailey, Fay memiliki hubungan gelap dengan atasannya. Sekuat tenaga Fay tidak menjatuhka air matanya. Namun terlambat, dia segera menyapu sudut matanya agar tidak ada yang mencurigainya.
__ADS_1
'Cutie...' batin Harv merasakan kesedihan yang menimpa istrinya. Dia bersumpah setelah ini dia sendiri akan membuat perhitungan pada wanita yang membuat istrinya menangis seperti ini.
"Oh.. Emm anda benar... Setelah ini saya akan membawa Hailey dan mengadilinya sesuai sanksi yang berlaku!" sahut tuan Jhon segera dengan telah mengeluarkan keringat dinginnya saat aura di sekitar mereka jauh lebih turun tekanannya menandakan tuan Harv tengah dalam suasana hati yang buruk.
'Aku harus baik-baik bersikap saat ini. Sepertinya Tuan Smith tertarik pada Fay. Harus baik memperlakukan Fay jika tidak hilang sudah kerja sama yang selama ini hanya ada dalam mimpi!' batin tuan Jhon membaca situasi.
"T-api semua bukan salah ku!" hardik Hailey tidak ingin di salahkan sepenuhnya. Dia sendiri justru harus merasakan perih di tampar keras oleh Fay. Mana mungkin dia mau melepaskan Fay begitu saja.
"HAILEEY! Rei bawa dia ke HRD sekarang juga..." titah tuan Jhon pada asistennya.
Semua orang semakin ramai berasumsi pada apa yang mereka tonton barusan.
"T-terima kasih Tuan, saya sungguh tersanjung anda membela kaum lemah seperti saya." cicit Fay terbata.
"With pleasure..." sahut Harv hangat segera membuat semua orang kembali seperti di buat tidak percaya akan tindakan hangat si raja bisnis itu.
Fay tersipu malu, dia menundukan wajahnya kembali.
"Kalau begitu saya pamit, mohon perhatiannya untuk mempersiapkan prototype terbaik kalian. Jika tidak memuaskanku tentu saja aku tidak akan pernah mau menerimanya!" pesan terakhir Harv pada tuan Jhon dan bergegas meninggalkan XCorp di ikuti oleh asisten pribadinya.
"Tentu saja Tuan, kami akan mempersiapkan yang terbaik!" Tuan Jhon menundukan tubuhnya menghormati kepergian orang nomor satu di negaranya di ikuti oleh Fay dan yang lainnya.
Kini pandangan semua orang menatap pada Faye dengan kecurigaan akan hubungannya dengan tuan Smith.
'Mampus gue....'
To be continued...
__ADS_1