
Kediaman Luxury.
Harv sudah selesai memandikan permaisurinya, pria itu bersiap mengeringkan rambut istrinya yang basah. Fay tengah begitu manja menyesap susu kotak di depan Harv sesekali menjulurkan lidahnya. Harv hanya bisa terkekeh dengan kelakuan absurd istrinya yang terkadang kumat tidak tepat waktunya.
"Sudah selesai Ratu," cicit Harv menaruh hairdry di atas nakas.
"Terima kasih dayangkuuu~" seru Fay berbalik badan merangkulkan kedua tangan di bahu suaminya.
"Aku meminta bayaranku sekarang!" Harv memindai dengan wajah mesumnya.
"Lalu buat apa tadi kamu mandiin aku kalau buat kotor lagi! Arrrghh..."
Harv tidak peduli dengan rutukan istrinya, dia segera menyelesaikan dan menerima bayaran atas kepatuhanya seharian ini. Fay tersenyum menggoda membuat kabut gairah Harv segera menghampirinya. Tanpa ba bi bu be bo Harv membuat Fay menjerit kencang antara sakit atau keenakan sulit dibedakan.
"Ughh..." Harv melenguh setelah mencapai puncaknya.
Fay terengah dan bahagia meraih wajah suaminya. Harv mendekat, dan kembali menyesap bibir kesukaannya.
"Haruskah kita berterima kasih pada Zayn dan Greic?" Fay tiba-tiba mengajak Harv untuk melakukan pillow talk setelah pergumulan panas keduanya.
"Why?" Harv mencolek hidung Fay dan menyesap lekat ceruk leher istrinya.
"Aarrgh!" Fay kembali melenguh perlahan dengan sentuhan suaminya. "Karena mereka sudah menjualku padamu." sambung Fay justru membuat raut wajah Harv murung.
"Aku minta maaf Sayang."
"Kenapa kamu yang minta maaf?"
Fay membelai wajah Harv perlahan. "Aku justru tidak menyangka, di setiap perbuatan kejahatan yang aku terima sebelumnya, ada berkah yang justru mengantarkanku pada kebahagian yang selama ini aku inginkan."
"Seperti yang kamu bilang sebelumnya, kamu belajar banyak hal dari kehidupan, bukan?" Harv menatap lembut wanitanya, tidak ada tempat ternyaman selain bersama istrinya.
"Terkadang sebuah kejahatan dan permasalahan kehidupan itu memiliki dua sisi layaknya sebuah koin." Harv membenarkan posisi tidurnya, menatap langit-langit kamar sendu. "Jika kita bisa mengambil pemikiran dari sudut tertentu, terkadang sebuah masalah pasti menyimpan banyak hikmah dan pembelajaran. Tergantung persepsi dan sudut pandang kita dalam menyikapinya." Harv mencium pucuk kepala Fay yang kini tertidur di dada bidangnya.
"Ada seseorang yang mengatakan bahwa, semua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri, itu disebut kenyataan. Pengetahuan dan persepsi itu juga sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, bisa jadi semua orang hidup dalam ilusi dan asumsi."
"Seseorang memang harus membangunkan ilusi mereka yang memiliki ambisi dengan mencurangi orang atau bahkan mencurangi diri sendiri."
"Adikmu terlalu berambisi ingin melampauimu, sayangnya dia tidak memahami kemampuan dirinya sendiri."
Fay sedang bersikap menjadi pendengar yang baik, dia seolah tengah mengikuti kelas kepribadian dimana gurunya adalah suaminya sendiri.
"Menjadi hebat tidak selamanya menyenangkan. Ketika kamu berusaha menjadi kuat dan mendapatkan kekuatanmu maka, kamu akan menjadi sombong dan menarik diri. Bahkan jika yang kau incar adalah mimpimu!"
"Seseorang yang terus membohongi dan mencurangi dirinya sendiri, tidak akan mendapatkan apapun selain kegagalan. Mereka selamanya akan gagal dalam hal menggulingkan kekuasaan istriku!"
__ADS_1
Fay tertawa mendengar kalimat terakhir yang diucapkan suaminya yang jelas tengah mengada-ngada. Jika bukan karena kekuasaan suaminya mungkin Fay benar-benar berakhir seperti sampah.
"Kamu pernah mengatakan bahwa manusia adalah makhluk paling serakah, bahkan mencintai seseorang juga bisa serakah."
"Aku berterima kasih pada Zayn yang sudah berpikir bodoh membuangmu, batu permata yang di tukar dengan batu kali."
Fay kembali tertawa memegangi perutnya, ternyata selain Harv pebisnis handal, pria itu juga menyimpan bakat melawak yang terpendam.
"Aku berterima kasih padanya, karena aku mendapatkan apa yang aku inginkan selama ini."
"Aku mencari seorang wanita sepertimu, yang bisa bermanuver menjadi apapun sesuka hatinya. Semua keputusan ada di tangannya, baik dan buruk dia tidak peduli 24/7 365 istriku adalah wanita paling berpengaruh dalam hidupku!"
Fay menutup wajahnya malu, Harv tengah dalam mode mengomel seperti ibunya.
"Aku sungguh menjadi manusia paling serakah di dunia ini." Harv kembali berujar, kali ini raut wajahnya cukup serius setelah sebelumnya Fay berpikir dia tengah melakukan roasting host stand up comedy.
"Aku pernah mengatakan pada Ibuku, aku akan mengikatmu terus di sisiku! Walau kamu tidak mencintaiku, walau kamu mengkhianatiku. Aku tidak peduli..." Harv menjeda kalimatnya. "Karena cinta itu serakah, maka hal yang aku pikirkan hanya menginginkan dirimu saat ini."
"Aku sudah pernah merasakan serakah mengejar dunia, lalu aku dihadapkan denganmu, aku akan melepaskan dunia demi kembali serakah untuk mendapatkan seorang Faye Yvonna menjadi satu-satunya wanitaku."
Faye tersentak dengan ucapan suaminya yang lantang dan sedikit membuatnya ketakutan dibanding terharu.
"Yeah, I know you're omnipotent!" rutuk Fay mengerucutkan bibirnya.
[ Ya, aku tahu kamu mahakuasa! ]
Pecah tawa Harv mendengar ucapan istrinya yang mencibir karena keangkuhannya.
"But it's okay, right?" Fay kembali bertukar pikiran. "Karena keserakahan kita, setiap kali kita bermasalah, maka segalanya termaafkan."
Harv membalikkan tubuh Fay, dia menatap sejenak wajah teduh istrinya.
"Terkadang, aku selalu menginginkan Tuhan membawaku melintas waktu dan memperbaiki masa lalu kelamku. Lalu aku bertemu denganmu seperti ini, dan aku mengerti... Bahwa, masalah juga membuat kita sadar bahwa kita sudah berdiri setangguh ini selama ini!"
"Ya, you deserve it, Cutie..."
---
Kediaman besar Jie.
Nyonya Li tengah menjawab sambungan panggilan diponselnya. Wajahnya seketika menegang, ini bukan yang pertama kali rasanya. Dia tersenyum culas dengan menerima penawaran orang yang menghubungi di seberang sana. Jarinya menekan tombol merah menutup sambungan, setelahnya helaan nafas kasar keluar.
Nyonya Li mengangkat teh chamomile yang sudah terhidang sebelumnya, menyesap sejenak untuk mengontrol emosinya sesaat.
"Paman Feng, persiapkan mobilku aku akan keluar," titah nyonya besar pada pengurus rumah.
__ADS_1
"Baik Nyonya." Pengurus Feng menunduk hormat dan nyonya Li beranjak mempersiapkan dirinya sebaik mungkin.
Saat bersiap keluar, nyonya Li tak sengaja bertemu dengan putrinya yang baru pulang dari kampus.
"Sayang? Kamu sudah pulang?" sapa nyonya Li hangat pada putri sulung kesayangannya.
"Hmm..." Tanpa banyak kata atau sekedar membalas pertanyaan ibunya, Sheena mengabaikan keberadaan ibunya.
Hati ibu mana yang tidak sakit saat putri kesayangannya yang sudah beranjak dewasa ini berubah sikapnya menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Bahkan pada ibunya sendiri, dia lebih sering acuh!
Semenjak kacaunya pesta ulang tahun Sheena, gadis itu menjadi pemurung. Nyonya Li menyadari perubahan sikap putrinya semenjak suaminya sudah jarang pulang ke rumah. Bahkan suaminya sangat sulit di hubungi, baik olehnya bahkan putri kesayangannya sekalipun!
Bagi Sheena, tuan Jie adalah ayah terbaik, tempat mencurahkan segala kegelisahannya. Tuan Jie adalah sosok pendengar yang baik bagi putrinya. Kasih sayang ayahnya juga tak pernah luput selalu ditunjukan membuat orang lain akan iri jika melihatnya. Tapi semenjak beberapa waktu terakhir tuan Jie berubah, pria itu tidak ada waktu dengan putrinya. Bahkan semua panggilan dan pesan singkat Sheena kadang ditanggapi biasa saja. Sheena merasa seolah dirinya tengah patah hati saat ini.
Lain hal keadaan di penthouse milik Angella, wanita itu tengah menatap pantulan dirinya di cermin dengan terus mengulas senyuman terbaiknya. "Aku tidak percaya jika saat ini pun aku tidak bisa memperjuangkan pria yang aku cintai?!" gumam Angella lirih, dia segera keluar penthouse menemui seseorang yang penting.
To be continued...
----
[ Othor Speaking ]
Aaaaah, thank you so much yang masih setia ama karya ini.
Mohon maaf udah hampir lima belas hari othor bolong.
Gak boleh di tiru sih semangat nulis kek gini. Hiks
Othor kalau udah gagal daily langsung lemes bestieee~
Othor bukan perfectionist tapi rasanya kecewa, dan ada yang hilang...
Othor kemakan omongan sendiri, othor pikir novel ini bakalan langsung bisa capai target taunya amblas apalagi saat level karya diturunin, makin lemeees lagi pas yang baca bisa diitung jari huhuhu
Mohon maaf, janji buat tamat tepat waktu jadi molor. But, Finally...
Masalah dendam masa lalu Fay udah selesai, tinggal tentang second lead Angella dan Tuan Jie.
Lalu tuan Alex yang salah paham semata dan di selesaikan Fay.
The last Fay sedang hamil anak kembar dan hidup bahagia, #Ehhhh
Duuuuhh udah gak sabaaar, tapi ini udah 3 bab sehari loh!
Kuy gas poll dong apresiasi buat othor, hiks
__ADS_1
Saranghaeyoooo :))