Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 2

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 2
The Car Love Story


__ADS_3

"Ciyus? Miapah?" candaku.


Saat itu, bisa kurasakan detak jantung Reza yang seolah berpacu hanya untukku. Begitu pula dengan detak jantungku, sungguh berdebar liar hanya karena situasi yang menghangatkan yang terjadi di antara kami.


Reza tidak menyahut. Sebagai gantinya, dia malah mengulu* bibirku dengan perasaannya yang membara. Ini menyebabkan jutaan kupu-kupu menghinggapi perutku. Dan kurasakan pipiku bersemu merah, dengan senyuman mengembang sempurna meski aku berusaha menahannya. Ini keadaan yang sama seperti pertama kali dia menciumku di Kuta waktu itu. Kenikmatan dan kehangatan yang sama.


"Hari ini satu Februari," ujarnya. "Itu berarti sudah satu tahun kita bersama. Satu tahun penuh sejak pertama kali aku melihatmu dengan senyuman seperti ini. Kamu, Inara-ku yang sama. Si cantik yang seringkali menghindari tatapan mataku karena tersipu malu. Inara yang menggetarkan hatiku, dan hatinya bergetar hanya karena aku."


Aku melotot dengan alis terangkat. "Sudah... aku malu...," rengekku kemudian.


Reza tersenyum. Dia tak berhenti menatapku sambil membelai rambut di sekitar telingaku. "Sayang, boleh aku mengatakan sesuatu lagi?"


Aku mengangguk.


"Aku tahu, semua emosimu -- selain karena itu memang karena karaktermu yang sudah kukenal sejak dulu, itu juga karena bawaan kamu yang sedang hamil. Aku mengerti semua kesensitifan dan kelabilanmu. Kamu sama sekali tidak bersalah. Semuanya salahku. Jadi, tolong, maafkan aku. Kamu mau, kan, memaafkan aku?"


Aku mengangguk. "Iya, aku memaafkanmu. Dan... terima kasih, kamu sudah begitu pengertian dan sabar menghadapiku."

__ADS_1


"Mas tahu Nara tidak pernah berubah," katanya.


"Mmm-hmm.... Jangan main-main di belakangku lagi, ya. Harus jujur dan terbuka. Oke?"


"Iya," katanya sambil mengangguk. "Tapi kamu harus jaga emosi kalau aku membahas-bahas tentang itu."


"Emm... mudah-mudahan," aku terkikik. "Aku akan berusaha, Mas."


"Sekali lagi, Mas minta maaf atas semua yang terjadi sejak semalam, ya? Maafkan?" Kali iniĀ  tatapan matanya lebih intens.


Aku pun mengangguk lagi, masih dengan senyuman malu-malu. "Yah," kataku tanpa suara. Kusadari mulutku terbuka lebar meski suaraku tak terdengar.


"Sayang?"


"Emm?"


"I want you."

__ADS_1


"Me too...."


"Ehm, aku butuh vitamin cinta darimu. Masuk, yuk? Ngamar sebentar."


Ckckck! Busyet....


Aku langsung nyengir melihat ekspresinya yang mengajakku bercinta sesaat setelah mendapatkan maafku. Bahkan aku mesti menahan tawa. "Di dalam tidak ada orang. Ihsan kerja, dan Bunda sekarang ada di Bogor."


"Oh," bibirnya membulat dengan sempurna, lalu manyun sesaat. "Kita langsung pulang saja, ya?"


Pada saat itu, aku tersambar suatu desakan membeludak untuk mengatakan kepadanya aku menginginkannya -- dirinya dan kehangatan cintanya -- saat itu juga -- aku begitu ingin berada dalam pelukannya, dan dihujani cinta yang tumpah ruah darinya. Tapi lidahku terasa keluh untuk mengatakan hal itu. Akhirnya dengan benak berpacu kutatap wajahnya yang rupawan. "Say, you want me now, please? Di sini."


Dia menaikkan alis, seolah memintaku untuk meyakinkannya bahwa ia tidak salah dengar. "Yes, I want you now, Baby. Aku menginginkanmu, sekarang. Boleh?"


"Yah, Nara milikmu."


Bahagia. Reza menatapku dengan tatapan hipnotisnya yang indah, dan memberiku kehangatan yang langsung membanjir deras di sekujur tubuhku.

__ADS_1


Ini, tahun kedua dalam cerita cinta kami. The car love story. Bagian termanis dalam kisah cintaku -- yang akan selalu kuingat. Selamanya.


__ADS_2