Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 2

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 2
Romantika Cinta Di Bulan Maret


__ADS_3

Yeah, Maret. Bulan di mana Reza mengenang dua tahun dia mengenalku -- meski di tahun pertama dia hanya tahu nama dan wajahku, lalu berstatus sebagai calon istri pada tahun kedua -- tapi di tahun ini aku sudah berstatus sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anaknya. Perlakuannya semakin manis setiap hari. Terlebih pada tanggal 20 Maret, Reza sengaja mengajakku bercinta plus keramas bareng di siang bolong. Setelah selesai keramas, tiba-tiba dia dengan wajahnya yang cengengesan itu mengajakku selfi dengan tubuh hanya terbungkus handuk. Dia bilang padaku kalau dia ingin mencetak foto itu besar-besar dan memajangnya di kamar.


"Untuk apa?" tanyaku. Kueratkan lagi handuk yang baru saja kulepas, karena waktu itu aku baru hendak mengenakan pakaianku.


Lagi, masih dengan wajahnya yang cengengesan, Reza mengatakan kalau dia ingin menjadikan foto itu sebagai kenang-kenangan. "Supaya di saat kita bertengkar -- amit-amit -- kita bisa ingat, kita memiliki banyak kenangan manis. Jadikan itu sebagai penegur untuk diri kita, supaya kita selalu menjaga kehangatan di antara kita." Lalu dia tertawa. "Ngomong apa sih, aku?"


Aku cekikikan. "Dasar aneh. Ayo kalau mau foto. Sini," kataku. Dan, kami pun berpose.


Cekrek! Cekrek! Cekrek!


Yap, kami punya tiga pose terbaik. Yang pertama, aku yang berdiri di depan, Reza yang berdiri di belakangku -- merangkulkan tangannya di atas pundakku dan menutup dadaku. Pada pose kedua, aku masih berdiri di depannya dengan posisi memunggungi kamera, dan sedikit menoleh ke kamera. Dan, pada pose ketiga, Reza lah yang berdiri di depan, foto yang mengekpose tubuh sixpack-nya dalam pelukanku. Sementara aku tersenyum dengan kepala bertopang di pundaknya.


"Puas? Pas mencetaknya nanti hati-hati nanti lo, Mas. Minta datanya langsung di hapus."


Dia mengangguk. "Tenang saja, Sayang. Nanti kucetak di studio temanku. Owner-nya cewek, karyawan-karyawan juha mayoritas cewek. Tidak mungkin juga aku sembarangan. Tubuh istriku tidak boleh dilihat oleh pria lain," katanya.


Bagus, kan, kalimatnya? Tapi iseng dan jahilnya sungguh kelewatan. Dengan kecepatan setan dia menarik handukku sampai terlepas.


Aku kaget, tubuhku seketika kembali polos. "Dasar edan!" kataku. Aku tersenyum dan baru hendak ke ruang ganti, tapi dia tiba-tiba memanggilku. "Apa?"


"Boleh minta satu hal lagi?"

__ADS_1


"Memangnya kamu tidak capek?"


"Eh, kuping.... Aku bilang satu hal lagi, bukan satu kali lagi."


Eh?


Ya ampun, malunya....


"Bilang saja mau sekali lagi."


"Sembarangan! Capek, tahu!"


"Baru juga dua kali."


"Aku masih kuat."


"Mas...," pekikku atas ucapannya yang menggoda, ditambah kerlingan matanya yang nakal.


"Kenapa? Aku cuma bilang kalau aku masih kuat. Salahnya di mana, Sayang?"


Hmm... sudahlah. Kuhela napas dalam-dalam dan bertanya, "Kamu mau minta apa?"

__ADS_1


"Mau kehangatan lagi."


"Ish, menyebalkan! Bisa tidak stop bercandanya? Kamu mau minta apa?"


"Itu lo, Sayang... tanggal satu April nanti, kan ada acara di panti. Kita ke Bogor, ya. Kamu ikut. Mau, kan?"


Aku mengangguk. Tentu saja aku akan ikut. Aku tidak akan membiarkan Reza berada jauh dariku. Tidak boleh ada celah bagi Salsya untuk mengganggu keluarga kami lagi. Tidak akan kubiarkan itu terjadi. Aku akan ikut. Kendati lumayan jauh dan tidak bisa di tempuh dengan kebut-kebutan, itu tidak masalah. Ada kasur mobil juga di belakang, dan kami sepakat semobil dengan Erik untuk bergantian menyetir dengan Reza. Jadi, sewaktu aku mual dan butuh suamiku untuk menenangkan dan mengurusku, kami bisa tetap melanjutkan perjalanan dengan mengandalkan Erik.


"Terima kasih."


Reza menghampiriku lagi dan memelukku. Lalu...


"Capek...," pekikku ketika dia menggigit punggungku. Lalu ia tertawa sampai terbahak-bahak.


Ish! Memangnya lucu?


"Mau dipijat?"


"Mau...," kataku . "Tapi pijat betulan, jangan diajak main lagi. Nara capek."


"Iya, iya. Maaf, ya, Mas sudah membuatmu kecapekan. Tapi Mas mau lagi. Cusss... kita main sekali lagi."

__ADS_1


Iyuuuuuh...! Dasar!


__ADS_2