
Aku bertanya-tanya di mana aku berada -- sesaat setelah aku membuka kelopak mata. Lengan dan kakiku terasa berat, seolah-olah masih tertidur. Aku berguling ke samping, dan merasakan tarikan otot yang menyakitkan.
Saat mataku terbuka sepenuhnya, Reza mulai terlihat, ia berbaring di sampingku -- memelukku. Dan aku menyadari bahwa aku berbaring menelentang, rambutku menyebar di sekitarku, dengan selimut menutupi tubuh kami. Rasa lelah sekaligus senang dan puas langsung menguasaiku -- benar-benar rasa puas yang membahagiakan.
Menyadari waktu hampir menjelang subuh, aku pun bangkit hendak turun dari tempat tidur. Kupaksakan diri untuk berdiri. Kaki dan pahaku terasa pegal, seolah-olah aku habis berlari maraton berkilo-kilo meter jauhnya, dan butuh sesaat bagiku untuk membiasakan diri dengan perasaan itu. Dengan susah payah aku masuk ke kamar mandi, menyiapkan air panas untuk memenuhi bathtub.
"Sayang," Reza memanggilku sembari mengetuk pintu. Cepat-cepat aku menarik handuk dan melilitkannya ke tubuhku, barulah aku membuka pintu.
Eh?
Dia langsung menyelinap masuk. "Kamu mau mandi duluan?" tanyaku.
"Kenapa harus duluan? Kan kita bisa mandi bareng."
Spontan dahiku mengerut dengan pupil mata yang melebar. "Tapi...," protesku terhenti dalam panasnya ciuman Reza. Dalam sedetik, handuk itu sudah terlepas lagi dari tubuhku.
"Lagi, ya?" dia berbisik.
__ADS_1
Uuuh... dia lelaki yang tangguh. Kendati sebenarnya aku masih sangat lelah, tapi aku tidak tega menolaknya. Aku miliknya, dan dia berhak atas diriku.
"Baiklah," kataku. Kuserahkan diriku padanya. Sesukanya. Sebebasnya. Dari depan, dari belakang, duduk, berdiri, apa pun gaya yang dia mau, oke. Bebas. "Aku milikmu."
Dia tersenyum dan mulai menautkan tangannya di leherku -- untuk mencium bibirku dengan panas. Aku merasakan gairahnya sudah membara lagi. Dan tahu-tahu, dia mengangkat tubuhku dan membawaku ke bathtub. Lalu melakukannya di dalam sana.
Awalnya aku merasa tidak nyaman sebab sama sekali tidak tahu bagaimana posisi yang nyaman bercinta di dalam bathtub, sehingga membuatku kaku.
"Rileks," pinta Reza. Dia yang lebih dulu masuk ke bathtub mengisyaratkan aku untuk mengambil posisi di atas pahanya. "Sini," katanya.
"Aku mau masuk, Sayang," katanya.
Aku mengangguk, lalu menopang tubuhku dengan kedua lutut untuk memberinya akses. Ia pun masuk, untuk kedua kalinya menjadi raja dalam singgasananya -- memenuhi ruangku. Aku lebih bisa merasakan *ejantanannya yang menancap dan terbenam sempurna. Dan kali ini tidak ada lagi rasa sakit. Ukurannya pas, membuat otak kecilku mengakui dia memang tercipta untukku.
Tapi sayangnya, aku tidak suka berada di atas dan tidak bisa bertahan lama. "Pinggangku pegal," protesku.
Dengan lihai dan penuh pengertian, Reza menahan tubuhku di dalam lingkaran lengannya yang kekar hingga kami bertukar posisi.
__ADS_1
Dia pasti sudah mempelajarinya dengan baik, pikirku. Lalu dia membuatku mengulum senyum malu saat ia mengangkat dan menaruh satu kakiku di pundaknya yang kokoh, hingga kami melakukannya sampai selesai.
Lagi-lagi, sayangnya agak mengecewakan, dia terlalu cepat melepaskan diri dariku hingga aku tidak dapat merasakan denyutannya.
Hmm... ya, ya. Setidaknya dia pengertian dan sangat bijak. Dia bertanggung jawab karena sudah membuatku kelelahan, dia membantuku mandi dan bersedia memijatku katanya.
"Ayo." Lagi-lagi -- dia menggendongku.
Kami keluar dari kamar mandi dan aku baru menyadari -- keadaan kamar dengan barang-barang yang berserakan. "Biar kurapikan dulu," kataku, lalu ia menurunkan aku dari gendongannya.
"Biar kubantu."
Aku menggeleng kuat. "Tidak usah," sergahku. Cepat-cepat aku menyibakkan kelambu itu dan menarik seprai yang kotor, untuk menyembunyikannya dari Reza. Aku malu menyadari darah *erawanku mewarnai seprai itu.
"Kenapa? Malu, ya?" ia bertanya dengan nada menggoda. "Aku sudah melihatnya, Sayang." Lalu dia memelukku. "Terima kasih, aku bangga mendapatkan kesucian itu darimu."
Uuuh... Bunda... batinku menjerit senang. Anaknya Bunda sudah tidak perawa*. Aku terkikik sendiri di dalam hati. Kukulum senyum dan pipiku terasa panas dan memerah.
__ADS_1