I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda
Chapter 105 | The Last: Hari Bahagia


__ADS_3

Satu bulan kemudian...


Hari yang Rayhan dan Aqilla nanti-nanti tiba. Hari di mana keduanya akan bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Saling berjanji satu sama lain untuk saling menjaga, mencintai, dan menerima karakter pasangan. Hari itu benar-benar telah datang!


Sejak seminggu yang lalu, kedua mempelai sengaja dipisah oleh keluarga masing-masing. Atau mungkin istilahnya ‘dipingit’. Makanya, Rayhan dan Aqilla benar-benar tidak sabar untuk segera berjumpa.


Pagi menyingsing. Dua keluarga besar disibukkan dengan persiapan pernikahan. Entah itu keluarga Refalino ataupun Jonesa, mereka sama-sama kelimpungan mengurus acara ini. Pasalnya, kabar bahwa Rayhan dan Aqilla akan menikah telah menyebar melalui berbagai media. Hampir seluruh stasiun televisi dan sosial media menampilkan berita bersatunya si pengusaha muda berjaya dan anggota IAF berjasa.


Banyak netizen yang berkomentar jika pasangan ini sangat fenomenal. Entah Aqilla maupun Rayhan, keduanya sama-sama berasal dari keluarga besar yang disegani dan memiliki pekerjaan yang dihormati. Cocok sekali, deh, kalau disatukan.


Semenjak dipertemukan, Reva dan Kalina langsung akrab. Kedua wanita paruh baya itu paling heboh mempersiapkan seluruh pernak-pernik pernikahan. Sedangkan Robert dan Richard hanya bisa mengiyakan permintaan istri masing-masing, menerima tugas ini dan itu dengan patuh.


Acara pertama adalah ijab qobul yang diadakan di pekarangan mansion Refalino. Halaman yang luas itu telah dikreasi hingga menjadi pemandangan elegan, namun tetap sederhana—tidak berlebihan. Untuk bagian ini, hanya pihak keluarga dan orang-orang penting saja yang hadir.


...



Dekorasi pekarangan ijab qobul....


Rayhan yang sudah siap dengan jasnya tengah duduk di kursi dengan postur gugup. Telapak tangannya berkeringat dingin. Di depan, ada Richard yang siap menjalankan tugas sebagai wali nikah putri satu-satunya. Robert dan si kembar nampak menonton sembari duduk di kursi paling depan. Di samping, ada keluarga Kenzie yang ikut menjadi saksi acara sakral ini.


...



Setelan yang Rayhan pakai....


Aqilla sendiri masih disembunyikan di dalam ruangan. Ditemani oleh Kalina, Reva, dan Ely, Aqilla menyaksikan kejadian di luar mansion melalui televisi yang disambung dengan drone milik Kenzie.


Acara dimulai dengan doa-doa dipimpin oleh penghulu. Dilanjutkan prosedur lainnya untuk melengkapi acara pernikahan ini. Seluruh tamu undangan juga keluarga terlihat khusyuk mendengarkan.


“Udah siap, Ray?” tanya Richard memastikan.


Rayhan menghirup napas dalam-dalam. Lantas mengulas senyum penuh keyakinan dan mengangguk mantap.

__ADS_1


“Sudah siap mengemban tugas sebagai suami dan ayah untuk selama-lamanya?” tanya Richard terakhir kali.


“Siap, Ayah,” sahut Rayhan tegas.


“Ayah harap, kamu nggak akan mengecewakan Ayah, Ray,” pinta Richard berharap.


“Pasti, Yah. Ray akan jaga Aqilla dan cucu-cucu Ayah dengan baik.”


Richard tersenyum tipis. Ia menjabat tangan Rayhan dan berucap lantang, “Ananda Rayhan Albar Refalino bin Robert Van Refalino, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Alzena Aqilla Jonesa binti Jonathan Richard Jonesa dengan maskawin berupa uang 20 miliar dan seperangkat alat salat dibayar tunai!”


“Saya terima nikah dan kawinnya Alzena Aqilla Jonesa binti Jonathan Richard Jonesa dengan maskawin tersebut dibayar tunai!” balas Rayhan dalam satu tarikan napas.


“Bagaimana para saksi? Sah?” tanya si penghulu.


“SAH!”


“Alhamdulillah.”


Doa dibacakan. Bersamaan dengan hembusan napas lega dari Rayhan dan setetes air mata Aqilla yang jatuh dari pelupuk mata. Kedua mempelai sama-sama merasakan kecamuk hebat di dada masing-masing. Kini, Aqilla dan Rayhan mengemban tugas baru—sebagai istri dan juga suami.


“Ayo, Nak, kita keluar,” ajak Reva diangguki Kalina.


Aqilla mengukir senyum. Dengan langkah pelan, keempat wanita itu keluar dari ruangan secara beriringan. Jantung Aqilla berdebar keras kala maniknya menangkap sosok Rayhan jauh di depan sana.


Seketika semua orang terpana, termasuk Rayhan pula. Lelaki itu terperangah melihat penampilan menawan Aqilla. Beruntung sekarang wanita itu telah menjadi istrinya. Rayhan sangat bersyukur untuk itu.


...



Gaun yang Aqilla pakai....


Aqilla dibawa untuk duduk di kursi sebelah Rayhan. Sesuai perintah, sepasang suami-istri baru itu saling menyematkan cincin pada jari manis satu sama lain. Disambung dengan Aqilla yang mencium punggung tangan Rayhan, lalu Rayhan mengecup kening Aqilla.


Ijab qobul telah diucapkan. Cincin nikah sudah disematkan. Buku nikah selesai ditandatangani. Aqilla dan Rayhan benar-benar resmi menjadi sepasang suami-istri di mata agama dan hukum.

__ADS_1


“Thank you, My Wife,” bisik Rayhan mencuri kesempatan mendekatkan bibirnya ke telinga Aqilla di sela acara.


Wanita itu nampak tersipu, pipinya bersemu. Untuk saat ini, Aqilla memilih diam, menikmati debaran jantungnya yang menggila. Rayhan tersenyum melihat istrinya yang malu-malu—sangat menggemaskan.


Terima kasih untuk akhir cerita bahagia-Mu, Ya Allah...


...👑👑👑...


Para tamu berpamitan. Acara masih akan disambung nanti malam, resepsi pernikahan di aula hotel milik RH Group.


“Kalian istirahat dulu. Nanti sore kita berangkat ke hotel, oke?” pinta Reva yang mengerti perasaan Aqilla dan Rayhan saat ini. Ia, kan, pernah muda dan menikah juga.


Rayhan mengiyakan. Ia pun mengajak Aqilla untuk ke kamarnya—tentu dengan niat terselubung di benak mesumnya. Rayhan sedikit bersyukur karena putra-putrinya nampak tidak masalah dengan ajakannya. Kedua bocah itu anteng-anteng saja bersama Richard dan yang lain. Berceloteh ria bersama oma, opa, dan grandpa.


Tiba di kamar, Rayhan langsung memeluk Aqilla erat. Senyum lelaki itu tidak pernah pudar sejak kata ‘sah’ menggema. Intinya, dia sedang sangat bahagia.


“Seneng banget, ya?” goda Aqilla menatap sang suami masih dalam posisi berpelukan. Tingginya dengan Rayhan hampir sama, kok. Tubuh Aqilla, kan, tinggi semampai.


Rayhan mengangguk berulang-ulang. “I love you,” katanya tidak nyambung.


Namun, kata-kata itu sukses membuat Aqilla tersenyum lebar. Lantas wanita itu menarik tengkuk Rayhan dan mencium bibirnya. Kesempatan kali ini, tidak ada keraguan sama sekali di antara mereka. Karena sekarang.. keduanya sudah sah.


Beberapa menit saling mengecap, Rayhan merobohkan tubuh Aqilla ke ranjang. Tangan lelaki itu mulai meraba-raba ke sana kemari, mengundang lenguhan lirih dari pihak di bawahnya. Suara Aqilla bertambah keras kala bibir Rayhan mulai mengembara di lehernya.


“Aahh.. Ray, ki–ta masih ada resepsi—uhh..” Aqilla menggigit bibir bawah keras, sensasi geli bercampur nikmat mengerubungi sekujur tubuhnya.


Tok tok tokk..


Sontak Rayhan melepas bibirnya dari tubuh Aqilla. Lelaki itu menoleh ke arah pintu yang terus diketuk dari luar.


Aqilla tergelak melihat bibir mengerucut Rayhan. Lelaki itu pasti kesal karena adegan favoritnya terpaksa ditunda.


“Aku lepasin kamu sekarang, Sayang. Tapi, nanti malam, aku jamin kamu nggak akan bisa berdiri.” Rayhan menyeringai.


Glek!

__ADS_1


^^^To be continue...^^^


__ADS_2