I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda
Chapter 69 | Kapan Menikah?


__ADS_3

“Tuan Muda, semua permintaan Anda sudah saya siapkan.”


Sosok yang disebut sebagai ’tuan muda’ itu tersenyum puas melihat hasil kerja sang asisten. Tidak salah ia memperkerjakan lelaki itu di sampingnya sebagai tangan kanan. “Bagus, persiapkan semuanya dengan baik. Aku ingin perusahaan pusatku dipindah ke Indonesia secepatnya. Dan, persiapkan juga kepindahanku ke Indonesia.”


Sang asisten mengangguk mengerti. “Perintah diterima, Tuan Muda. Apakah ada tambahan lagi?”


Huh, jika orang lain yang berada di posisi sang asisten pasti sudah kelimpungan mengurusi pekerjaan sebanyak itu. Tapi, orang ini malah ingin menambah struk daftar kerjaan yang belum selesai. Aneh sekali, ya.


“Suruh pelayan membersihkan mansion-ku di Indonesia. Aku akan tinggal di sana,” kata si tuan muda.


“Baik, Tuan Muda.”


“Urus juga kepindahan sekolah anak-anakku.”


“Baik, Tuan Muda.”


“Lalu uruslah calon istrimu secepatnya,” ucap tuan muda sengaja.


“Baik, Tua—he?” Sang asisten menatap tuannya bingung. Apa tadi tuan mudanya bilang? Calon istri saya?


Sejak kapan saya punya calon istri?


...👑👑👑...


Di Jakarta, Indonesia...


Aqilla dan Ely tengah berada di markas IAF di Indonesia. Ada beberapa anggota IAF dari markas pusat yang kebetulan juga berada di negara ini karena harus menyelesaikan misi. Walaupun masih dalam masa cuti, Aqilla tetap menawarkan diri untuk membantu. Sedangkan Ely pasrah ketika sang sahabat menariknya paksa untuk ikut serta.


Saat ini, di tengah-tengah ruang rapat tengah diadakan rapat virtual. Gambar hologram dari seluruh pemimpin yang ada di IAF terpampang, menandakan jika misi kali ini adalah sesuatu yang sangat urgent.


“According to information, there is an illegal laboratory in the State of Parguay. The South American government has confirmed that the professors working in the laboratory are troubling residents,” ucap pria yang menjabat sebagai kepala IAF. Kesan yang ia tampilkan terlihat galak, padahal itu karena memang si pemimpin sangat tegas orangnya.


Kepala IAF inilah yang menjabat sebagai ketua dari seluruh anggota yang ada. Bahkan, Tuan Ronald pun berada di bawah kepemimpinannya.


“As a result of our investigation, the professors there created artificial humans known as clones. We are asked to eradicate them,” sambungnya.

__ADS_1


“Then where is the difficulty in bringing us all together, Sir?” tanya Aqilla bingung.


Di sini, ada pemberitahuan jika ada sebuah laboratorium ilegal di Negara Paraguay, sebuah negara di Amerika Selatan. Profesor di sana menciptakan manusia buatan yang disebut kloning.


Jika hanya buatan, bukankah mereka cukup memberantas saja? Kan, mereka tidak terdaftar sebagai sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan. Jadi, tidak apa, kan, dibunuh gitu aja? Nggak dosa, wkwkwk..


Tetapi, sang kepala IAF malah mengumpulkan seluruh anggota IAF di berbagai negara melalui virtual seperti ini demi membahas masalah. Hm, sepertinya para kloning itu tidak bisa diremehkan.


Pria paruh baya yang masih tampak muda itu menghela napas berat. “The thing is, Miss Qaill, their clones have been modified. Somehow they made it, the physical strength of the clones was beyond the comprehension of real humans. Those clones are very dangerous,” jelasnya.


Aqilla termenung. Kekuatan para kloning jauh di luar nalar manusia? Seberapa kuat mereka?


Wah, aku jadi penasaran.


“For this mission, we agreed to label it a ‘super S tier mission’ because the danger was so extreme. We decided if the five high-pro level members to take part in this mission. If you want to add troops, I give you freedom for that.”


Aqilla melotot. Apa?! Misi tingkat super S?! Gawat, pasti Jovan sama Jovin nggak akan ngijinin aku ikut.


...👑👑👑...


“Daddy,” panggil Jovin seraya duduk di pangkuan Rayhan yang sibuk dengan kertas-kertas kesayangan di meja kerjanya.


Cup!


Satu kecupan mendarat di puncak kepala Jovin. “Iya, Sayang?” tanya Rayhan lembut. Seandainya yang mengganggu pekerjaannya orang lain, sudah pasti orang itu akan ditendang keluar ruangan. Untungnya, sih, ini putrinya sendiri.


Pasalnya, Rayhan sangat tidak suka jika konsentrasinya dibuyarkan. Namun, sifat dingin dan kejam yang menempel pada lelaki itu selama ini perlahan luntur semenjak kehadiran Aqilla beserta kedua anaknya. Ketiga insan itu sangat membawa perubahan di hidup Rayhan.


Sejak munculnya isu bahwa Rayhan memiliki anak, tidak ada lagi persona yang mengejeknya mandul. Predikat tidak bisa memiliki anak dicabut oleh semua orang dari Rayhan. Dan, akhir-akhir ini, banyak wanita yang mulai mendekatinya.


Oke, kembali ke topik.


Tidak dijawab. Jovin fokus mengamati dokumen milik daddy-nya Dahinya mengerut mengetahui sesuatu yang janggal di sana. “Daddy, ini ada yang salah,” tunjuknya pada salah satu kertas.


“Hm?” Rayhan mengamati kertas yang Jovin tunjuk. Setelah dibandingkan dan diperhatikan lebih cermat, ada sedikit kesalahan data di sana ditambah salah pengejaan kalimat. “Wah, princess Daddy pintar sekali, sih,” pujinya.

__ADS_1


Rayhan sudah tidak terkejut lagi. Kemampuan Jovan dan Jovin memang segenius itu.


Jovin tersenyum lebar. “Bayarannya mana?” Menunjuk-nunjuk pipinya, kode ingin dicium.


Rayhan yang gemas langsung mengecup pipi putrinya.


“Siap, hutang Daddy lunas,” kata Jovin senang.


Rayhan terbahak, lanjut memeluk erat tubuh putrinya yang cekikikan. Kehadiran anaknya di kantor benar-benar membawa suasana yang hangat. Seketika rasa penat di kepala lelaki itu hilang. Jovin memang obat terbaik di kala duka dan selalu bisa menjadi pencerah suasana suka.


“Oh, ya, Daddy kapan menikah sama mommy? Jovin udah nggak sabar mau pakai gaun,” rengek Jovin.


Rayhan tersenyum lembut. “Secepatnya, Sayang. Daddy, kan, sedang berusaha menaklukkan hati Mommy Qilla.”


”Benar, ya, Dad? Kalo Daddy butuh bantuan, bilang sama Jovin. Jovin pasti bantu, kok.”


“Iya, Tuan Putri.” Rayhan tersenyum gemas. “Emangnya kenapa, sih, Jovin buru-buru? Mau pakai gaun? Daddy bisa belikan, Sayang.”


Kepala Jovin menggeleng pelan. Bibir mungil gadis kecil itu dikulum ke dalam, ia malu ingin mengungkapkan permintaan mencengangkannnya ini. “Jovin cuma mau minta dedek bayi, Dad, hehe.”


Mata Rayhan terbelalak. Apa?! Dedek bayi?!


“Daddy cepat-cepat menikah sama mommy, ya. Habis itu kasih Jovin dedek yang banyak,” pinta Jovin antusias. Rayhan langsung pucat pasi mendapat permintaan semacam itu.


Braak!


Rayhan dan Jovin terkejut ketika pintu terbuka dengan kasar. Jovan datang dengan napas terengah-engah. Memang yang datang ke perusahaan hanyalah Jovin. Sementara Jovan memilih di rumah karena sudah janji akan bermain catur dengan grandpa-nya.


“Daddy, gawat!” seru Jovan usai menetralkan napas. Tak lama, Alvin muncul di belakang Jovan.


”Kenapa, Son?” tanya Rayhan menyadari raut serius putranya.


“Ada orang yang berusaha retas data mommy, Daddy!” seru Jovan panik. “Orang itu mulai masuk ke situs perusahaan Daddy!”


^^^To be continue...^^^

__ADS_1


__ADS_2