
“Ini cerita soal tujuh tahun yang lalu, waktu Mommy sama daddy ketemu, Boy, Girl. Ini alasan Mommy kenapa Mommy nggak pernah kasih tau kalian soal daddy dan daddy nggak pernah datang ke sini...”
Mendengar hal itu, tentu saja Jovan dan Jovin mendadak jadi anak penurut. Akhirnya, setelah cukup lama dilanda penasaran, pagi ini seluruh pertanyaan yang ada di kepala mereka akan terjawab.
Aqilla melirik sekilas ke jam dinding. Masih ada waktu tiga jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat mereka.
“Ceritanya lumayan panjang, gimana kalo kita duduk dulu?” tawar Aqilla yang tidak mau kakinya pegal karena terus berjongkok begini.
Jovan dan Jovin mengangguk patuh. Mereka digiring untuk duduk di sofa, dekat dengan deretan koper besar milik mereka.
“Dulu.. Mommy sama daddy terlibat hubungan asmara singkat, Sayang. Kita beberapa kali ketemu dan beberapa kali mengobrol,” ucap Aqilla memulai ceritanya. Namun, ia tetap tidak akan mengisahkan secara gamblang.
Bisa repot urusannya kalau mereka tahu Aqilla dan Rayhan tidak sengaja bertemu di club.
“Waktu itu, Mommy sama daddy terlibat hubungan terlarang karena suasana yang mendukung. Pacar Mommy selingkuh, sama kayak daddy kalian yang diselingkuhi juga. Jadi, karena kami ada di situasi yang sama, kami sepakat buat balas dendam sama-sama juga.”
Jovin tampak mengerutkan dahinya. “Hubungan terlarang itu apa, Mommy?” tanyanya tak mengerti. Jovan pun terlihat sama tak pahamnya.
“Hubungan terlarang itu.. semacam interaksi antar wanita dan laki-laki yang seharusnya dilakuin setelah menikah. Makanya, disebut hubungan terlarang kalo kita ngelakuinnya sebelum menikah. Tapi, kalo udah nikah, halal, kok, ngelakuinnya,” jelas Aqilla yang sedikit bingung bagaimana menerangkannya.
Mulutku keceplosan. Bisa gawat, nih, kalau otak polos mereka ternodai.
“Hah? Gimana, Mom?” tanya Jovan sekali lagi.
Aqilla mengukir senyum. “Intinya, sih, Boy, hubungan semacam ini cuma ada di dunia orang dewasa dan harusnya dilakuin setelah menikah. Jadi, kalian nggak perlu tau dulu.”
”Terus, kenapa Mommy lakuin hubungan terlarang itu kalo emang dilarang? Kan, Mommy sama daddy belum menikah,” tanya Jovin lagi.
“Karna Mommy sama daddy khilaf,” jawab Aqilla enteng. Ia terkekeh melihat raut bingung kedua anaknya. “Lanjutin nggak, nih, ceritanya?”
“Lanjut, lanjut,” kata Jovan dan Jovin kompak.
“Dampak dari kita ngelakuin hubungan terlarang ini bisa buat pihak wanita hamil. Makanya, sekarang Mommy punya kalian.” Aqilla menghela napas sejenak. “Waktu itu, Mommy milih pergi ninggalin daddy kalian setelah ngelakuin hubungan terlarang itu, Guys. Mommy juga minta daddy untuk nggak cari Mommy.”
“Kok, gitu? Kenapa Mommy ninggalin daddy?” tuntut Jovin yang tidak terima sebenarnya.
Daddy-nya saja setampan itu, kenapa malah ditinggalkan? Hish!
__ADS_1
Maklumi semua, Jovin memang pecinta cogan_-
“Karena... Mommy waktu itu nggak berniat buat jalin hubungan dulu, Girl. Seperti yang Mommy bilang, Mommy habis aja dikhianati. Jadi, semacam ada sedikit trauma untuk memulai hubungan baru. Ditambah lagi, Mommy masih ada misi yang harus Mommy lakuin di sini, di Calgary.”
Sejauh ini, Jovan dan Jovin cukup paham. Intinya, mommy dan daddy mereka sama-sama disakiti, lalu melakukan hubungan terlarang karena suasana yang mendukung—sedang patah hati mereka, hihi. Setelah itu, mommy mereka kembali ke Kanada, meninggalkan daddy mereka di Indonesia.
“Sebulan kemudian, Mommy baru tau kalo ada kalian di perut Mommy. Awalnya, sih, agak syok. Tapi, Mommy juga senang karena Mommy akan punya keluarga yang satu darah sama Mommy. Kalian tau, kan, Mommy ini anak yatim piatu dari kecil?”
Si kembar mengangguk, mereka tahu hal tersebut dari lama sekali.
“Setelah tau, Mommy berniat untuk kembali ke Indonesia buat ngasih tau daddy kalian. Tapi...” Aqilla menggantung kalimatnya. Ingatannya dipaksa mundur ke waktu silam. Masa di hari itu sangat membekas di kepalanya.
Aqilla tersenyum. “Tapi, kandungan Mommy lemah, Boy, Girl.”
Ely yang sedari tadi ikut mendengar membelalakkan matanya. Kenapa ceritanya jadi begini?
“Kami lemah di perut Mommy?” lirih Jovin.
Aqilla mengangguk. “Waktu diperiksa, umur kalian udah dua minggu. Dan, selama dua minggu itu Mommy terus menjalankan misi. Mommy sering berkelahi sama orang, dan itu berdampak sama kandungan Mommy.”
“Itu alasannya dokter melarang Mommy untuk melakukan perjalanan jarak jauh. Yah.. pada akhirnya, Mommy nggak jadi ke Indonesia karena nggak mau bahayain kalian,” sambung Aqilla.
“Setelah kalian lahir, Mommy berniat untuk bawa kalian ke Indonesia. Tapi... lagi-lagi ada masalah, Sayang. Umur bayi yang diizinkan untuk naik pesawat waktu itu minimal 2 tahun. Jadi, Mommy menunggu LAGI sampai kalian berusia 2 tahun.”
Binar di wajah Aqilla perlahan meredup dan itu bisa ditangkap oleh si kembar. “Setelah kalian berusia 2 tahun, Mommy udah bertekad untuk membawa kalian. Tapi.. kalian malah diculik waktu itu.”
Jovan dan Jovin melotot. “APA?!! DICULIK?!!” pekik mereka.
“Kalian tau, lah, pekerjaan Mommy ngebuat Mommy punya banyak musuh, Guys. Karena kejadian itu, Mommy jadi lebih waspada.”
Aqilla menghela napas sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Sebelum ke Indonesia, Mommy cari tau soal daddy kalian. Ternyata kondisi daddy kalian nggak jauh berbeda dengan kondisi kita. Daddy kalian itu orang yang disegani di Asia, dia punya banyak musuh. Dan, waktu itu, daddy kalian terus dapetin serangan-serangan dari musuhnya.”
“Mommy ragu, Sayang. Mommy ragu buat bawa kalian ke sana. Mommy takut kalian akan diincar lagi. Mommy takut nanti makin banyak orang yang berniat jahat sama kalian. Keraguan itu yang akhirnya mendorong Mommy untuk nggak bawa kalian ke Indonesia hingga detik ini.”
“Maafkan Mommy, ya. Mommy salah udah misahin kalian. Tapi, Mommy ngelakuin itu karna takut kalian kenapa-napa. Apalagi kalian masih kecil waktu itu, belum bisa beladiri. Mommy takut, Boy, Girl, sangat takut.”
__ADS_1
Aqilla menatap wajah kedua anaknya bergantian. “Kalian maafin Mommy, kan? Kalian nggak marah, kan? Mommy akui, Mommy salah. Mommy juga salah karena nggak cerita apa pun soal daddy kalian. Kalian boleh marah, kok, tapi jangan lama-lama, ya.”
Jovan dan Jovin terdiam. Tidak lama, keduanya tersenyum. Mereka mengusap pipi Aqilla lembut dengan senyum menggemaskan yang mengembang. “Kami maafkan,” ucap keduanya tanpa ragu.
“Mommy cuma mau melindungi kami, mana bisa Jovin marah,” sahut Jovin.
Jovan mengangguk setuju. “Perasaan seorang ibu memang seperti itu, kan?”
Aqilla tersenyum haru. Bersyukur kedua anaknya mengerti alasan dia memisahkan mereka dengan Rayhan. Bisa repot urusannya kalau mereka marah karena tidak terima.
“Oke, cerita udah selesai. Sekarang kalian dengar baik-baik.” Aqilla kembali memasang raut serius. “Setelah sampai di Indonesia, kita nggak bisa langsung ketemu sama daddy.”
“Kenapa gitu?”
Bukan si kembar yang bertanya, tapi Ely. Gadis itu juga bingung dengan maksud sahabatnya ini.
“Dari cerita Mommy, kita bisa simpulin kalo daddy kalian...” Aqilla sengaja menggantung kalimatnya.
“Nggak tau kalo kami ada,” sambung Jovan yang seperti terkoneksi dengan pemikiran Aqilla. Ia melihat sang mommy mengangguk, membenarkan ucapannya yang langsung membuat tubuhnya membeku.
“Jadi.. daddy nggak pernah tau kalo kami ada, Mom?” lirih Jovin sendu.
Aqilla menggeleng. Raut wajah di kembar langsung berubah total. Mereka tidak menyangka bahwa selama ini bukan hanya keduanya yang tidak tahu mengenai sang daddy, namun juga daddy mereka tidak tahu mengenai keberadaan mereka di sini.
Jovan menghela napas berat. “Terus apa yang harus kita lakuin setelah sampe di sana, Mom?”
“Kita harus susun rencana biar kalian bisa ketemu sama Daddy Ray, tapi dengan alur yang natural. Seolah-olah kalian bertemu karena kebetulan, bukan direncanakan,” jawab Aqilla mantap.
“Kenapa harus kayak gitu?” tanya Ely.
Aqilla terkekeh pelan. “Aku nggak mau mereka ngecap aku sebagai wanita matre, El. Kalo tiba-tiba aku bawa si kembar ke hadapan mereka dan ngakuin kalo mereka ini anak tuan muda, takutnya mereka mikir aku dateng buat nguras harta mereka dengan memperalat si kembar. Padahal, kan, duitku juga banyak.”
Aqilla tersenyum misterius. “Jadi, aku punya rencana biar si kembar bisa ketemu sama daddy mereka, tapi cap wanita matre juga lepas dari aku.”
“Apa rencananya?” tanya Jovan, Jovin, dan Ely kompak.
“Begini...”
__ADS_1
^^^To be continue...^^^