I Love You Tuan Muda

I Love You Tuan Muda
Chapter 66 | Selesaikan Masalah!


__ADS_3

Aqilla menatap Rayhan tajam. “Mulai hari ini, jangan dekati anak-anakku!” tegasnya.


Deg!


Hening. Seluruh anggota keluarga Refalino terkejut bukan main dengan deklarasi tiba-tiba dari Aqilla.


“Nak...” lirih Reva.


“Aku tidak mengizinkan siapa pun dari kalian untuk menemui si kembar mulai detik ini!” seru Aqilla lantang.


Usai mengatakan pengumuman tersebut, Aqilla menarik lengan Jovan dan Jovin keluar mansion. Bukan hanya keluarga Refalino saja yang tercengang, si kembar pun tak kalah syok. Tidak ada yang menyangka jika Aqilla mendadak berubah pikiran seperti ini.


Padahal, kan, dulu Aqilla sendiri yang datang untuk menyatukan. Kenapa sekarang wanita itu berniat untuk memisahkan pula?


Selepas mendapat kesadarannya, Jovin menahan lengan Aqilla hingga langkah wanita itu terhenti. “Mommy kenapa?” cicit gadis kecil itu takut-takut. Raut wajah sang mommy benar-benar serius dan dingin.


“Mom, ada masalah?” tanya Jovan yang jauh lebih bisa mengendalikan emosi.


“Kita pulang!” Aqilla tidak menjawab pertanyaan kedua anaknya, ia fokus menarik lengan si kembar keluar. Namun, tetap memperhatikan kekuatan yang digunakan agar lengan mereka tidak sakit.


Grep!


“Tunggu, Qill!” Rayhan menahan lengan Aqilla. “Kamu kenapa? Kenapa tiba-tiba kayak gini?”


“Jangan bawa cucu Mami pergi, Nak,” kata Reva dengan nada memohon.


Aqilla hanya melirik sekilas. Fokus tatapannya terarah pada sosok lelaki di hadapannya. Ia menyentak tangannya dengan kasar hingga cengkeraman Rayhan terlepas. “Semua ini gara-gara kamu, Ray!” serunya sinis.


“Aku? Aku kenapa?” Rayhan menunjuk dirinya sendiri.


“Kamu tau, penculik tadi orang suruhan Keyla, CALON ISTRI KAMU itu!” ucap Aqilla menekan kata ‘calon istri’ pada Rayhan. “Kalau anak-anakku cuma bisa dapet bahaya karena di deket kamu, lebih baik kalian nggak usah ketemu lagi! Inget itu!”


Rayhan tertegun. Pada akhirnya, lelaki itu membiarkan Aqilla membawa kedua anaknya pergi. Reva menjerit histeris, mengira bahwa Aqilla akan memisahkan mereka kembali. Namun, Robert menghalangi istrinya berbuat nekat.


“Ray! Kenapa kamu diam aja?!! Hikss.. susul anak kamu!” seru Reva di sela isak tangisnya.

__ADS_1


“No, Mi, untuk sementara waktu, biarin anak-anak sama Aqilla. Kita ke rumah Keyla sekarang juga,” tutur Rayhan dengan sorot mata menggelap.


“Keyla?” beo Reva tak mengerti.


“Iya, Mi. Anak-anak dalam bahaya karena Keyla. Kita akan buat perhitungan sama gadis sialan itu!”


Walaupun kalimat yang Aqilla katakan bernada sinis, namun wanita itu mengirim sinyal lain yang berhasil Rayhan tangkap. Aqilla ingin agar Rayhan menyelesaikan masalahnya dengan Keyla, baru bisa berkumpul kembali dengan si kembar. Pasalnya, gara-gara ulah gadis tengik itu, anak-anak dalam bahaya. Tentu saja Aqilla tidak akan terima bukan?


Sialan kamu, Keyla! Gara-gara kamu, aku harus pisah sama anak-anakku.


Lihat saja pembalasanku!


...👑👑👑...


Sesuai penuturan Rayhan, Robert, Reva, dan Rayhan tiba di mansion Qian, kediaman keluarga Qian yang juga tempat Keyla tinggal. Tidak peduli jika hari sudah gelap, mereka harus menuntaskan semuanya malam ini juga.


Ketiganya tidak mau berpisah dengan si kembar terlalu lama.


Tidak hanya ketiga insan itu saja yang hadir, beberapa anggota The Refyls turut menyertai sang majikan, berjaga-jaga jika pertempuran terjadi nanti.


Ting tong..


Pintu utama mansion terbuka. Sosok wanita berpakaian ala pelayan menampakkan diri. “Nyonya, Tuan,” sapanya dengan kepala tertunduk.


“Di mana Tuan Qian?” tanya Robert mulai kehabisan kesabaran.


“Di dalam, Tuan Besar. Silakan masuk!” Pelayan itu melebarkan bukaan pintu, membiarkan para tamu terhormatnya masuk ke dalam hunian. Tubuhnya sedikit gemetar kala beberapa anggota The Refyls ikut melangkahkan kaki ke dalam, sisanya berjaga di luar pintu. Ada apa ini?


“Robert? Hei, sahabatku! Lama kamu tidak berkunjung.” Tuan Qian menyambut kedatangan Robert dengan pelukan hangat. Keduanya memang bersahabat sejak lama. Bahkan, perusahaan yang mereka punya memiliki kerja sama tersendiri yang selama ini selalu menjadi prioritas. “Ada apa ini? Kenapa kamu membawa pasukanmu kemari?” tanya Tuan Qian kebingungan—Christian Qiano.


“Di mana Keyla?” tanya Robert datar.


“Keyla? Kenapa kamu mencari putriku?” Christian dibuat heran. Apa Keyla menyinggung Robert? Kenapa dia terlihat sangat marah?


“Panggilkan Keyla sekarang, Uncle,” kata Rayhan yang sedari tadi diam.

__ADS_1


Walaupun dilingkupi rasa penasaran yang tinggi, Christian menuruti permintaan keluarga terpandang itu. Tak lama kemudian, Keyla turun dari lantai dua dengan langkah anggun. Tidak tahu jika ada sosok yang siap menerkamnya di lantai bawah.


“Iya, Pa?” tanya Keyla dengan senyum manisnya. Sayangnya, lengkungan bibir gadis itu sirna ketika sepasang netranya menangkap atensi Robert, Reva, dan Rayhan di mansion ini.


Glek!


K–kenapa mereka ada di sini? Apa.. mereka tahu aku pelakunya?


“Keyla Florecita Qiano, ada hal yang harus kita selesaikan malam ini juga,” ucap Rayhan dingin.


...👑👑👑...


Di sisi lain, di tempat Aqilla dan si kembar...


“Hiks.. Mommy.. Jovin mau sama daddy,” rengek Jovin dengan pipi basah. Ia menarik-narik tangan Aqilla yang tengah berkonsentrasi mengemudi.


“Hei, Girl, jangan begitu, nanti kita nabrak.” Aqilla mencegah putrinya untuk mengganggu. Jovin menurut, tapi isakan gadis kecil itu kian mengeras. Jovin menyebut nama sang daddy berulang kali sampai Aqilla pusing dibuatnya.


Daripada malah menarik perhatian pihak lain, Aqilla memberhentikan mobilnya di tepi jalan. “Girl, dengerin Mommy dulu. Mommy punya alasan ngelakuin ini,” kata Aqilla yang sudah memeluk Jovin di pangkuannya.


Jovin mendongakkan kepalanya, menatap Aqilla dengan mata berkaca-kaca. “Kenapa, Mom, hiks..?”


“Mommy cuma mau.. daddy kalian selesaiin masalahnya sama si Keyla-Keyla itu, Girl. Kalo semuanya udah selesai, kita kumpul lagi, kok,” jelas Aqilla dengan nada lembut sembari mengusap rambut panjang putrinya. Nih, rambut lembut amat, sih. Heran, Nyonya Reva kasih shampo merek apaan coba?


“Hiks.. bener cuma gitu, Mom? Kalo udah selesai semua, Jovin bisa sama daddy lagi, kan?” tanya Jovin memastikan.


Aqilla mengangguk. “Pasti, Girl. Nanti kita kumpul lagi.”


Jovin pun berangsur tenang. Ia percaya bahwa sang daddy pasti akan segera menyelesaikan semua masalah dan mereka bisa berkumpul seperti sediakala.


Sementara si Jovan, lelaki itu hanya diam di jok tengah, menyimak pembicaraan antara mommy-nya dengan adiknya. Dari awal, Jovan percaya bahwa segala tindakan Aqilla pasti ada sebab. Wanita itu selalu berpikir matang sebelum mengambil keputusan.


Aqilla yang melihat kondisi kedua anaknya ikut dibuat tertegun. Ternyata.. kebersamaan singkat si kembar dengan Rayhan telah membangun sebuah ikatan yang sangat kuat. Jika dibandingkan enam tahun mereka bersama, tentu tiga bulan waktu si kembar dengan Rayhan sangatlah berbeda jauh.


Haahh.. emang, sih, dari awal, kan, mereka punya hubungan darah. Aku hanya berharap, ‘dia’ belum datang dan gganggu kebersamaan mereka.

__ADS_1


Karena.. orang yang jauh lebih nekat selama ini adalah ‘dia’..


^^^To be continue...^^^


__ADS_2