Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
bertemu 2


__ADS_3

"Cepat ...cepat kalian semua keluar."teriak


Calista terlihat gemetar .


Semua yang berada dalam ruangan itu keluar.menghampiri Calista.


"Kamu kenapa gemetar "bisik papa..


"Pakai ini , seperti aku " Calista. memberikan gerakan baju yang mereka pakai untuk menutup hidung nya.


"Kenapa harus menutup Hidung ? " tanya papa merasa heran.


"Cepat sebelum mahluk itu datang " dengan gerakan tangan , tak menjawab pertanyaan Aldi.


"Sayang...kenapa harus tutup hidung ???..


bisik Aldi.


"Mahkluk itu akan mengetahui kita berada disini, melalui pernafasan dari hidung dan mulut " Calista membalas bisikan Aldi yang mengangguk - anguk.


"Ikuti Calista "perintah Adi kembali memakai gerakan tangan.


Tiba - tiba.


Srek....srek..


"Mereka datang " Calista memandang sang papa dan mama, berusaha untuk tidak panik .


"Kita harus bagaimana "Ucap Aldi,Agnes, Mamang dan bibi berbarengan, mereka terlihat panik.


Sementara Calista berfikir , ia merogoh kantong celana panjang nya.


Terdapat dua botol minyak..


"Kalian pakai ini keseluruh tubuh " tetap berusaha tenang sambil menyerahkan botol itu. walau sebenarnya ia takut menghadapi mahkluk itu.


Bergegas mereka mengambil nya..


"Nak kamu pakai juga "ucap Aldi memberikan botol itu.

__ADS_1


****


Srek


Srek


Semakin terdengar lebih dekat suara itu.


"Ha...ha...ha....kemari cantik , mendekat lah "ucap mahluk itu .


Mahkluk itu terlihat sangat tampan membuat setiap orang yang melihat nya terpesona .


"Aii...aim..ganteng sekali " celoteh bibi.


"Berikan ini "ucap Calista memberikan botol minyak itu.


"BII ...sadar...hayo sadar..."sambil meraup wajah bibi memakai minyak yang diberikan Calista.


"Mang itu ganteng...."celoteh bibi tetap memandang mahkluk itu.


"Jangan melihat mata nya " teriak Calista yang mengejutkan mereka.


Sedangkan bibi dengan setengah terpaksa Mamang menutup mata bibi , menuruti perintah Calista.


"Apa pun yang terjadi kalian tidak boleh membuka mata ." perintah Calista terdengar suara yang gemetar.


Sebab ia harus menghadapi ini sendiri.


****


"Aku harus bisa "batin Calista dalam hati.


"Mari sayang...aku sudah menunggumu " ucap nya dengan sorot mata sayu. yang mengancam.


"Nak jangan ...jangan ikuti ke inginan mahkluk itu " ucap Aldi berbicara di balik baju nya..


"Tenang Pap "jawab Calista walau ia sedikit tidak yakin.


"Nak...hati - hati ucap Aldi memandang sang anak yang berjalan mendekati mahkluk asral itu.

__ADS_1


"Jangan tatap matanya " Calista teringat pesan pakpe...


Sedangkan disana pakpe terlihat Miss Tety gelisah.


"ya TUHAN ada apa dengan Calista , selamatkan mereka TUHAN" batin Miss Tety ketika melihat pakpe gelisah dan berkeringat.


Berinisiatif Miss Tety mengambilkan air minum dan meletakkan di hadapan pakpe tanpa menganggu nya.


Dengan harapan mungkin setelah membuka mata , beliau membutuhkan air minum.


Melihat pakpe masih menutup mata.


Miss Tety pun mengikuti nya menutup mata berdoa.


****


Sementara Calista memberanikan diri untuk mendekati mahkluk asral itu .


"Nak...kenapa kamu mendekati nya "teriak Mama sambil menangis tak iklas jika anak semata wayang nya menjadi korban mahkluk asral.


"Nak....jangan terpengaruh " papa mengikuti nya...


"Neng .."teriak Mamang dan bibi tak tega.


"Tenang mam, Pap...."jawab nya walau sebenarnya ia merasa takut sekali.


"Aku harus bisa "batin Calista.


"Hufff.....melangkah sambil menarik nafas panjang .


"Kemari sayangku " tersenyum manis.


"Apa mau mu " ucap Calista dengan berani.


"Kamu jadi istri ku ..


Kamu akan menjadi ratu ku " menyeringai.


"Oh seperti itu "jawab Calista genit .

__ADS_1


terima kasih sudah mau hadir disini


__ADS_2