
"Kamu senang ???...
"Senang sekali " walau deg - degan harus Calista hadapi.
Mahkluk asral itu , berjalan menghampiri Via memeluk dan ingin mencium nya.
Tiba - tiba...
Plaaakkk....
Dengan berani Calista menampar pipi raja mahkluk asral itu.
Tanpa mahkluk asral sadari , Calista mengolesi tangan nya dengan minyak itu.
"Haram bagi ku untuk kamu cium " ucap Calista kembali menampar mahkluk asral
itu..
Plak.....
Tak percaya ia mendapat tamparan dari Calista , walau hanya tamparan tapi membuat seluruh tubuh nya tak berdaya
Aaarrrrrrggg.....
"Kurang ajar kamu Calista....panaaaasss...."teriak raja mahkluk asral itu
"Arrrrrg....
Kedua orang tua Calista , Mamang dan bibi yang sedang dalam posisi berdoa .
Mendengar teriakkan mahkluk asral itu , serentak ..
Dengan berani dan bergerak cepat , kedua orang tua Calista , Mamang dan bibi mencipratkan minyak itu . sambil tetap berdoa. ke seluruh penjuru ruangan.
Dan....
Arrrrgghhh.....
Panaaaas ...
Terdengar teriakan bergema di seluruh penjuru gedung.
Teriakkan mahkluk asral.
Hingga memekak kan telinga , sampai - sampai Calista , Aldi , Agnes , Mamang dan bibi menutup kedua telinga nya.
Tak kuat mendengar teriakkan .
__ADS_1
Mahkluk asral yang berada didalam beserta sang raja hancur seketika.
menjadi debu .
Aldi, Agnes , Mamang dan bibi menarik nafas lega.melihat seluruh mahkluk asral hancur...
Tak lupa mereka mengucap syukur telah diselamatkan dari mahkluk asral ltu.
Tiba - tiba...
Gedung goyang , bangunan kuno itu terlihat retak dimana - mana
krrrrreeeeek......
"Apa ini gempa " teriak Agnes , mama dan bibi merasa takut.
"Bukan...."ucap Calista sambil memandang ke atas atap.
"Kita semua berpegangan , jangan sampai terlepas , bangunan ini akan runtuh " teriak Calista.
"Cepat kita keluar , jangan sampai terlepas pegang erat - erat " teriak Aldi membimbing mereka keluar.
Dengan mengengam tangan Calista dan Agnes, diikuti bibi mengangam tangan Agnes dan Calista mengangam tangan Mamang..
Bayangin deh seram dan menegangkan.
Baru sampai diujung pintu .
Tiba - tiba.
Terdengar bunyi gemuruh angin yang sangat kencang.
Terlihat dari jauh lingkaran hitam.
Seperti angin puyuh menyambar ke lima tubuh mereka yang sedang berlari keluar.
"Aaaaahh....
"Aaaahhhj...
"Aaaahhhj....tolong.
Terdengar teriakan mereka yang tersedot masuk kedalam lingkaran hitam seperti angin puyuh itu
****
"Pegangan ....jangan lepas ...berdoa terus " teriak Aldi , walau mereka tak mendengar.
__ADS_1
Akhirnya tak terdengar suara kelima orang itu.
Sampai....
Buk...
Buk...
Buk..
Buk...
Buk...
Satu persatu mereka jatuh lepas dari lingkaran hitam , seperti angin puyuh .
Kelima orang itu tak sadarkan diri.
Hingga pagi tiba ...
Mereka belum sadarkan diri.
"Pak...Bu..."beberapa orang membangunkan Aldi , Agnes , Calista , Mamang dan bibi .
Ketika para pekerja melihat mereka tertidur didalam areal perkebunan , jauh dari perumahan .
"Seperti nya kita kenal...ini pak Aldi " ucap beberapa para pekerja areal ...
"Betul...ini bos....
****
"Pak...pak.." pangil nya berusaha membuat Aldi dan keluarga nya sadar.
"Pak Aldi...seorang mandor menepuk pipi Aldi perlahan.
Salah seorang dari para pekerja menghubungi pihak medical....
"Pak mandor...ada lagi disini...seperti nya istri pak Aldi...para pekerja menemukan Agnes dua meter dari Aldi berada.
"Pak saya juga menemukan seorang putri ..
"Disini ada lagi pak.....yang ini seorang bapak dan perempuan mungkin mereka berumur 40 tahun " ucap beberapa orang pekerja.
"Dijadikan satu disini " ucap mandor itu.
sambil membalikkan tubuh Aldi.
__ADS_1
"Benar ini pak Aldi "batin nya mengambil alat komunikasi