Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
Arogan


__ADS_3

"Maksud bapak apa ya , saya tak mengerti " ucap nya sinis..


"Bagaimana menjelaskan nya Calis " tanya Aldi mulai bingung melihat tatapan mata seperti tak percaya dan menyepelekan .sambil mengaruk kepala nya yang tak gatal.


"Begini Bu , maaf jika kami lancang kemari pagi - pagi.


Tadi sewaktu kami berjalan , kami ketemu bapak " ucap Aldi ragu .


"Bapak ?..


Suami saya sudah meningal pak !!!.." mengangkat satu alis nya..


"Saya tahu...


anak saya ini , indigo Bu..


ia bisa melihat yang seperti itu..


tadi beliau, suami ibu. menghampiri anak saya.


dan berkata...


maaf sekali lagi maaf , jika saya lancang.


sebab ini juga demi ibu dan anak 8bu satu - satunya...ini amanat yang harus saya katakan , jika saya tidak katakan saya akan merasa sangat bersalah " ucap Aldi panjang lebar.


Wanita itu seperti tak terkejut akan mendengar kelanjutan cerita Aldi.


Dengan santai ia meletakkan tangan nya di dada .


"Terus ?? " tanya nya acuh.


"HM...


Bapak bilang , kalau ibu harus menghentikan ajian- ajian yang selama ini ibu jalankan dan bapak tak ingin anak bungsu nya menjadi korban..


itu kalau ibu percaya .


Tapi benar Bu , bapak menangis karena tak di terima di bumi dan arwah nya terkatung - katung , sedangkan sebelum nya kedua anak ibu sudah jadi korban..."Menatap si ibu heran.


"Kok ia bisa tau ya , kalau anak ku akan aku jadi kan korban dan kedua anak ku sudah jadi korban" batin nya dalam hati menatap Intens Aldi , mulai gelisah .


"Bu...saya hanya.menyamoaikan pesan bapak, beliau menyesal dengan apa yang dilakukan nya di dunia.


ia berharap ibu sadar dan meninggalkan semua nya...


"Kalau tante tak percaya , beliau berdiri di tengah - tengah papa saya dan tante " ucap Calista tiba - tiba. ketika tak mendapat respon dari Sriyatun.


Deg...


Aldi terkejut dengan ucapan Calista.


Begitu pun ucapan istri manusia kadal jadian itu.


"Masih mengikuti kamu nak " tanya Aldi menatap anak kesayangan nya


"Iya Pap , itu berharap istri nya mau mengerti "jawab Calis santai.


"Tante mau lihat " Calista mendekat sambil membawa sebatang lidi yang di ambil nya di halaman rumah ibu Sriyatiun.


"Bu..." pangil Aldi


"Om..


tolong tuliskan apa yang menjadi unek - unek om kepada Tante " memberikan lidi itu kepada manusia serakah jadian.


Terlihat lidi itu berdiri.


Dan sang istri Sriyatun menganga.melihat nya.


Mulut nya sampai berbentuk O besar sekali.


"Ini pasti trik anda semua dan anak anda juga ikut.. " menatap Aldi dan Calista marah.


"Tante lihat tangan saya ke atas " ucap Calista menahan marah.


Dan Aldi pun sontak mengangkat tangan nya ke atas.


Terlihat lidi itu terdiam mendengar perkataan sang istri.


Dan jawaban yang telak dari Calista.


Dengan wajah yang sedih sang bapak mulai menulis , mengerakkan lidi itu.


Terlihat gerakan yang lamban. karena sang bapak menulis sambil menangis.


"Bu ini bapak , sudah jangan di teruskan.


tkepala bapak sudah seperti kadal tapi tangan, badan dan kaki bapak masih, bapak punya buntut Bu..


Itu akibat ajian untuk memperkaya bu


jangan diteruskan Bu, bapak tak di terima di bumi , saat ini bapak terlunta - lunta karena tak di terima di bumi.


insyap Bu...insyap...


tolong Bu..


untuk berdoa mulut bapak tidak bisa karena bapak sudah menjadi manusia setengah kadal...


bapak Harap ibu insaf..


cukup anak kita, Laila, Burhan yang jadi korban...jangan Hanif Bu..cukup..ibu harus berhenti..


bapak sakit...tubuh bapak sakit...tak tenang...


Lidi itu tak bergerak dan jatuh.


"Ha...pak..benarkah i..ini bapak ..


pak hiks.hiks.. " tangis sang istri menjerit histry histeris .


Terlihat lidi itu berdiri dan mulai menulis lagi.


"Ya Bu ini bapak , insaf Bu...


bapak tak ingin ibu dan Hanif menjadi korban...cukup bapak saja " ucap nya lirih.


"Tapi...apa benar ini bapak ??? " masih 5ak percaya.


Terlihat lidi itu bergoyang atas bawah , seperti menganggukkan kepala.


"Pak..


"Sudahlah Bu insaf, jangan seperti bapak yang tak di terima di bumi..."terdengar tangisan yang membuat bulu kuduk merinding dan menyayat hati.

__ADS_1


"Baik pak...ibu akan menuruti pesan bapak, ibu juga takut mendengar bapak tak di terima di bumi . tapi bagaimana cara nya menghilangkan jimet itu " ucap nya menatap Via lirih...


"Bawa kemari Tante , biar saya yang urus " ucap Calista..


Wanita itu setengah berlari masuk kedalam rumah dan kembali keluar dengan membawa ajian yang selama ini untuk nya mencari duit tidak halal.


"Letakkan di tanah Tan " ucap Calista menunjuk kebawah .


****


Dengan santai Calista mengambil minyak itu di kantong nya.


Dan mencipratkan nya tiga kali.


Dan..


Bussss...


Terlihat benda yang di bungkus kain putih , ajian apa Calista tak ingin tau itu mengeluarkan asap.


Perlahan Keluar api dan membakar bungkus kain putih beserta isi nya..


Jetduaarrr...


Rumah yang ditempati Sriyatun itu pun ikut meledak..dan terbakar tak tersisa.


Para tatangga panik takut mengenai rumah nya.


"Cari duit tak halal seperti itu , habis semua di telan api " batin Calista dalam hati sambil melihat Sriyatun menangis.


Menangisi rumah nya yang terbakar dan harta habis...


Ya...harap dengan cara tak halal akan menjadi seperti itu .


Suara ledakan membuat se kampung berlari keluar.


Hanif yang saat itu baru datang dari musholah berlari mencari sang ibu.


Hanya Hanif saat ini yang mau sembahyang dan bocah polos itu tak mengetahui sepak terjang kedua orang tuannya.


"Ibu...ibu..dimana ibu ku " teriak nya mencari di antara gerumulan orang.


"Nak disini ibu " teriak nya melambaikan tangan.tetapi Hanif yang sudah panik tak mendengar . ia sibuk ingin masuk kedalam tapi di hadang para tetangga yang berusaha memadamkan api.


"Hanif itu ibu mu " teriak seorang bapak yang dari tadi memegang tangan nya agar tak masuk kedalam rumah yang sudah terbakar.


"Ibu...ibu " setengah berlari ia menghampiri sang ibu dan memeluk nya .


Mereka berpelukan sambil menangis.


Sang anak menangis mendapatkan ibu nya selamat sedangkan sang ibu menangis penuh penyesalan menuruti keinginan almarhum sang suami.


Agak menyesal , tapi sudah terjadi..


"Bagaimana Hanif sekolah Bu , barang - barang kita habis terbakar " ucap nya lirih.


"Kita tinggal sama Mamang nak dan memulai hidup baru " mengelus kepala sang anak yang tidak tau apa yang terjadi. sambil menarik nafas mulai berfikir mencari duit yang halal.


"Terima kasih pak dan adik Calista " ucap Sriyatun.


"Sama - sama , cari duit yang halal ya Bu. agar damai tidak dikejar dosa " ucap Aldi mengingatkan.


"Iya pak " jawab nya menunduk , ia merasa bersalah kepada ke dua anak nya yang sudah menjadi tumbal.


Anak yang tidak berdosa korban keserakahan orang tua.


****


Aldi dan Calista berjalan pulang.


Sesampai di rumah Aldi dan Calista di sambut Agnes dengan gembira.


"Pap , nak kalian selamat , syukurlah " memeluk kedua orang yang disayangi nya.menangis...


Dari semalam ia tak dapat tidur, sangat gelisah menanti kabar kedua orang yang di kasihi nya.


"Kita selamat mam, berkat doa mama. jadi stop menangis " ucap Aldi mengelus rambut panjang Agnes.


"Bagaimana dengan manusia serigala itu Pap " tanya Agnes yang 5ak tahu kejadian Sriyatun .


"Belum mam , sebagian kami bisa membunuh , tapi datang segerombolan serigala itu dan ternyata hari sudah pagi..


"O...masih ada toh Pap " mendengar itu Agnes sedih , ia tak tahu kejadian nanti malam apa yang akan terjadi.


Sudah memikirkan betapa ngeri nya ia, melihat korban gigit manusia serigala.


Agnes menarik nafas panjang..


"Sudah mam , kita harus lebih banyak berdoa.yakin saja ya...


kita pasti di tuntun oleh TUHAN " ucap Aldi tersenyum.


Agnes tersenyum mendengar ucapan sang suami.


"Ayo papa dan Calista mandi terus kita sarapan.." ucap Agnes.


"Iya mam , Calista belum dia pagi " berjalan masuk kedalam kamar.


"Papa juga mam....


"Berdoa sudah , sarapan sudah, sekarang tinggal ke sekolah " gimana Calista sambil menguap.


"Aduh...baru jam segini Uda ngantuk , gara - gara semalam begadang "Calista melirik jam di weker nya.


Keluar dari kamar dengan menenteng tas sekolah nya..


Calista mendengar suara papa Aldi sedang berbicara dengan seseorang.


****


Ternyata om Simon sedang berbicara dengan papa Aldi..


"Nak itu Calista " sambil tangan nya bergerak memangil Calista..


"Nak ini om Simon ,...


Dengan sopan Calista mendatangi serta mengambil tangan Simon dan mencium tangan nya Salim.


"Ini anak mu yang kamu bilang indigo itu " menatap tak percaya seperti menyepelekan.


Aldi hanya menganggu perlahan.


"Jadi nak bagaimana cara kita mengatasi nya, om sudah bawa pasukan tentara loh " tersenyum sinis sambil tangan nya menunjuk keluar.


Para tentara yang saat ini sedang di kamu mama Agnes dan bibi camilan dan kopi.

__ADS_1


"Ah...Calis ingin saran dari om dan papa " ucap nya balik tanya , 5ak ingin mendahului para orang tua.


"Kata nya indigo , di tanya malah tanya " ucap nya senyum sinis.


Calista hanya terdiam , memandang orang yang sinis pada nya


"Karena ia menghargai orang yang lebih tua " bela Aldi.


"Ci...terus bagaimana ???


"Saya sudah terlanjur sewa pasukan ".membusung kan dada. karena dengan mudah nya ia bisa mendatangkan tentara.


"Kita bukan ingin berperang melawan musuh om , tapi ini manusia serigala .


Semalam datang segerombolan ya g Calis tak dapat menghitung ada berapa yang datang dan ada diantara mereka raja serigala itu " cerita Calista panjang lebar..


"Ah cukup lah pasukan yang saya bawa pun banyak , ada lima puluh cukup.


apalagi memakai senjata...selesai " jawab nya menyepelekan.


"Ya terserah om , mungkin itu yang terbaik "Calista berdiri.


"Mau kemana nak ??? " memandang Calista, Aldi tahu sang anak sedang menahan marah.


"Iya , bagaimana ini malah mau pergi " desak Simon.


Ucapan Simon membuat Aldi tersinggung.


"Mau sekolah Pap , ini sudah jam berapa " ucap Calista saat melihat sang papa ingin berdiri dan menegur Simon yang sombong .


"Biarkan saja Pap , sebab ia yang akan dimakan serigala itu " menarik sang papa dan membisikkan nya.


"Jangan begitu nak , jika kita bisa menghalangi agar ia tak meninggal kenapa tidak " masih berbisik .


"Abis sombong " mengangkat pundak nya.


Aldi sadar anak seusia Calista yang masih labil , tentu mendengar ucapan Simon akan tersinggung.


Jangankan Calista, ia sendiri juga tersinggung jika tak di halangi Calista..


"Ya..nanti TUHAN marah kalau kamu seperti itu " bujuk Aldi.


"Iya Pap maaf , tapi memang Calista mau sekolah kan..


lihat tuh udah jam berapa ".menunjuk jam di dinding.


"Ah iya , sudah jam 6.30 , ya sudah kamu berangkat sekolah di antar Mamang ya.


mama sama papa terakhir.mau bicarakan persoalan serigala itu " mengelus pucuk kepala Calista.


Ia hanya mengangguk saja, kemudian Salim dengan Aldi , Agnes dan Simon


"Lebih baik belajar saja ya nak , biar ini menjadi urusan orang tua, kamu mah tau apa " sindir nya.


Via tersenyum memandang Simon tajam.


Deg...deg..


"Mata itu " batin Simon.


Ia menyadari mata Calista itu mata seorang anak indigo.


Dengan santai Calista berjalan keluar.


"Anda dari tadi menghina anak saya, tidak kan anda tau apa tadi ucapan nya " Aldi mengengam tangan nya menahan marah.hinnga kuku tangan nya memutih.


"Ha..ha..ha..ha., anda marah pak ???..


"Maaf..maaf , saya lupa dia anak anda, pantas jika anda marah " masih dengan nada menyindir.


"Memang tadi anak anda bicara apa ?? " di selah kesombongan nya ada terselip ketakutan.ketika Tampa sadar ia melihat mata Calista.


"Anda salah satu korban serigala itu " ucap Aldi sengit.


Deg...


"Ya..ha..ha..ha., masih percaya takhayul " tak ingin mengakui.


"Ya itu terserah anda " Aldi merasa lelah menghadapi orang semacam Simon.


"Pantas di kantor tak disukai para karyawan.


Rupa nya seperti ini , arogan tak kenal tempat " batin Aldi.


"Bagaimana pak Aldi rencana kita ? " tanya nya santai bagai mengerjakan sesuatu di depan mata.


"Sebelum nya maaf , rencana anda bagaimana , saya ingin tau ? " tanya balik Aldi , ingin melihat respon nya.


"Kalau saya , jika serigala itu datang...tembak saja langsung.


memang ada berapa sih ???..


Toh cuma binatang , Masa kita kalah " ucap Simon sambil menaikan kaki kanan ke kaki kiri nya..


"HM...."Aldi menarik nafas panjang , respon yang sangat menyepelekan.


"Pak...tak semudah itu " ucap Aldi.


"Alaaaa pak...hal sepele ko di anggap susah " dengan bibir terangkat sinis.


"Disini masalah nya....


"Sudah..sudah...wong cuma binatang.


ditembak.dor..dor...dor.habis..


selesai " tak mendengar kelanjutan ucapan Aldi.


"Ya terserah , berarti malam ini. anda saja yang berjaga , saya dan anak saya ingin beristirahat...sebab semalam kami ronda..


"Ya...saya dan pasukan yang akan ronda.


Terus...istri dan anak saya mana ya ? " tanya nya..


"Saya sudah bilang istri dan anak anda meninggal digigit manusia serigala jadian " pasrah entah harus bicara bagaimana.


"Ok..istri dan anak saya sudah meningal , tapi jasat nya mana, dikuburkan di mana " teternya tak mau kalah.


"Huuuffff..."menarik nafas berat dan panjang..


Aldi lalu mencerita kan kejadian yang sebenar nya, bahkan pak RT pun jadi korban. karena dibilang untuk diam jangan bersuara...mereka melangar dan manusia serigala itu memakan nya.habis tak tersisa.


Terlihat Simon terdiam, antara percaya dan tidak..


"He...masa sih pak..seperti itu.

__ADS_1


apa jangan - jangan pak Aldi yang membunuh mereka " tuduh nya


__ADS_2