
Sambil memberitahukan ke pusat, mandor itu memberitahukan jika Aldi diketemukan dalam keadaan pingsan.
Beberapa lama kemudian datang dokter dan perawat.
"Ini pak Aldi dan istri nya , anak nya kemana ? " tanya dokter itu.
"Kami tak mengetahui dok , tiba - tiba kami melihat pak Aldi tergeletak disini dan sang istri disana , sedang kan di sebelah sana kami menemukan pasangan suami istri , kami tidak tau apa hubungan nya dengan pak Aldi." ucap para buruh itu menunjuk ke titik mereka menemukan Aldi sekeluarga , para buruh itu memang tidak memgetahui .Mamang dan bibi .ada hubungan nya apa dalam keluarga Aldi.
Dokter mengetahui jika Aldi mempunyai anak gadis , ia melihat kekanan dan kiri mencari Calista , tetapi ia tak mendapatkan nya.
"Pak...pak ..." pangil dokter sambil memberikan minyak kayu putih di hidung nya.diikuti Agnes , kemudian Mamang dan bibi.
****
Perlahan Aldi membuka mata perlahan.
"Saya ada dimana ? " tanya nya lirih tak berdaya.mata nya melirik kekanan dan kiri , mencari keberadaan kedua orang yang di cintai nya terutama Calista.
"Bapak ada di arel empat empat (44) , jauh dari pemukiman " jawab Dokter melihat Aldi tak tega.
"Istri dan anak saya mana dok ?? " memejamkan mata berusaha keras untuk mengingat kejadian nya.
"Para karyawan yang menemukan bapak , hanya menemukan istri anda dan kedua maid anda , tapi tidak menemukan Calista.."ucap nya sambil mulai memeriksa tubuh Aldi.
"Ya Tuhan.....
Dimana istri saya " terlihat air mata di pelupuk mata Aldi yang ia tahan agar tak jatuh.
"Di sebelah kiri bapak , sedang kami periksa...
__ADS_1
"Mam....mama " pangil Aldi lemas...
Agnes yang baru membuka mata perlahan mendengar suara memangil nya menoleh sambil menitik kan air mata.
"Pap..."jawab nya lirih ..
"Maafkan aku mam , tidak dapat menjaga anak semata wayang kita " ucap nya mulai menangis...
Agnes tak dapat berkata - kata , ia hanya menangis tersedu - sedu , mengingat kejadian kemarin.
"Ya Tuhan lindungi anak hamba , dimana pun ia berada " ucap Agnes melirik sang suami yang mengamin kan ucapan Agnes.
****
Sementara itu Calista yang belum sadarkan diri , ia tergeletak di hutan jauh dari kedua orang tua nya...
Hingga malam tiba , ia belum sadar juga.
Calista membuka mata nya perlahan .
"Dimana aku " melihat kekanan keliri..
"Aduhh...sakit banget badan ku , ada dimana aku ini .'keluh Calista.
Berdiri sambil merenggangkan tubuh nya.
Calista melihat seluruh kedua tangan dan kaki lecet.sambil mengibas - ibaskan tangan nya...menahan perih di kulit.
"Papa , mama dimana kalian "teriak Calista, tapi ia tak menemukan siapa pun.
__ADS_1
Berjalan di daerah yang tak di ketahui nya , tanpa lelah ia berjalan terus.
"Sampai kapan aku berjalan seperti ini " keluh Calista merasa lelah.
Hingga malam tiba ...
****
eak...eak...eak.
Suara burung gagak.
"Ada apa ini " batin Calista dalam hati menegadahkan wajah nya ke atas .
Eak...eak...
Burung gagak itu terbang di atas kepala Calista.burung gagak membal8kkan badan.
Menukik dengan tajam ke arah Calista.
"Haaa....apa maksudnya nih "Calista menghindari burung itu..
Kembali burung gagak mengejar Calista.
Merasa terancam , Calista berlari mencari tempat perlindungan untuk bersembunyi.
"Kenapa burung gagak 8tu mengejar ku " batin Calista..
Teringat ia harus menutup mulut dan hidung...dengan cepat Calista menutup.hidung dan mulut nya.
__ADS_1
happy reading..
terima kasih