Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
bingung


__ADS_3

" Ayo...jangan lengah , kita kembali berdoa semua nya kosentrasi ." teriak Aldi mengingatkan . ia lupa jika tidak boleh berteriak.jika teriak akan memancing para serigala itu . saat akan mulai bersiap untuk berdoa.


Tiba - tiba...


Praaang...


praaannnng...


prannnng...


jendela kaca dekat pintu masuk dan jendela kaca di ruang tamu serta kaca jendela dapur yang hanya tinggal satu dan sebelah nya sudah ditutup dengan papan. di hancurkan oleh para serigala itu..


Serigala yang buas menerobos masuk kedalam, tak menunggu lama , serigala itu dengan cepat mengepung rumah Aldi . yang terlihat kaget kedatangan serigala .


mengancam keselamatan seisi rumah.


seisi rumah terkejut dan pucat pasi. tak tahu harus bagaimana


grrrr.....auuu....auuuum.


seperti senang bisa masuk kedalam , mendapat sarapan empuk , rumah orang yang mereka incar.


Via...


ya Via adalah incaran pangeran dari para serigala .


"Grrrr.....


mana Calista , mana.!!!


suruh ia keluar.


Calista...Calista ." jerit pangeran serigala , itu seperti suara seorang pria dewasa. mendesah . serigala itu bertanya dengan tatapan tajam ke arah tentara dan Aldi.


sontak semua berkumpul , bersiap menghadapi apa yang akan terjadi. dengan senjata masing - masing di tangan.


Agnes dan Calista yang saat itu masih berada di dalam kamar mengambil sesuatu. terdiam ketika mendengar suara nya di sebut .semakin menajamkan telinga nya


"Ada apa mam ribut - ribut ?.' teriak Calista merasa ada yang tidak beres di ruang tamu. sambil berusaha menghiraukan suara yang memangil nya.


"Aaarg..


Calista ...dimana kamu , sayang aku menjemput mu. kemarilah .sayang ." suara yang membuat bulu kuduk merinding .


"Ha ..suara itu ." batin Calista dalam hati. seperti terhipnotis .


Entah mengapa seisi rumah menjadi kaku tak dapat bergerak dan tak dapat bicara.


"Mam..."ucap Calista lirih.


"Nak..." Agnes melihat sang anak dengan wajah pucat .


srek...srek...suara langkah kaki yang mendekati kamar Agnes .


Tak sadar Calista dan Agnes berpelukan.


"Nak ayo kita berdoa..


cepat !!?.... ." terdengar suara Pakpe pelan..


ya sangat pelan. biasa nya suara Pakpe terdengar jelas dan tajam.


"Calista cepat berdoa !!!...bisik Pakpe penuh penekanan.


srek....srek...kembali terdengar suara langkah kaki yang semakin mendekat.


"Cepaaat Calista berdoa ....cepattt ." terdengar suara Pakpe yang semakin menghilang tapi masih bisa Calista dengar . walau samar - samar


Tersentak.


"Mam ayo kita berdoa ." Ajak Calista.


Dengan cepat Agnes dan Calista berdoa meminta petunjuk yang DI ATAS .


arghh....arrrg...


terdengar suara kaki yang berlarian...


Auuu....auuuummm...auuuuuuum


kembali terdengar suara lolongan serigala itu seperti sedang marah , membuat bulu kuduk semakin merinding.


mendengar itu tak membuat Calista dan Agnes berhenti berdoa..


dengan menguatkan diri , berdoa...berdoa terus .


Hingga....


Tak terdengar suara apa pun .


sepi...


Sampai Calista membuka mata nya.


tidak dengan Agnes , walau terlihat gemetar ia menguatkan diri untuk tak berhenti berdoa.


"Apa serigala itu sudah pergi ." batin Calista dalam hati. mata menatap pintu kamar.


tiba - tiba tangan Agnes menahan Calista untuk berdiri.


"Jangan mudah percaya , kita tajam kan pendengaran. apakah serigala itu masih ada ??? ." bisik Agnes .


memberi bisikan dari sang mama ,nagar kembali berdoa.


Agnes ia harus menuruti perintah sang mama , Calista kembali berdoa .


****


Hingga...


Setengah jam kemudian ....


tok...tok...tok.


Agnes dan Calista membuka mata . terdiam dengan wajah pucat .


dengan pemikiran masing - masing . takut itu ketokan pintu sang serigala yang ingin menipu nya.


"Ya TUHAN...apa kalian baik - baik saja ???...


"Ma , Calista ini papa ." terdengar suara Aldi lemas. membayangkan jika sang istri dan anak nya terjadi sesuatu yang bisa membuat nya menyesal seumur hidup.


Tapi Agnes masih belum tak percaya , ia menahan Calista sambil mengelengkan kepala.

__ADS_1


dengan telunjuk dibibir : ssssst....


Walau ia mengenal itu suara suami nya


Karena kejadian tiap hari membuat nya semakin parno.


Calista pun terdiam. memastikan apa itu benar suara sang papa.


tok...tok...tok


"Mam , Calista kalian tidak apa - apa bukan ?". tanya Aldi khawatir.


"Itu bener suara papa ma ." ucap Calista .


"Mam...Calista ." jerit Aldi hampir menangis bayangan ketakutan , ia takut jika apa yang ada di pikiran nya . terjadi dengan keluarga yang di sayangi nya.


Agnes melihat jam Di dinding , ketika suara azan subuh terdengar.


"Syukurlah sudah pagi ." Agnes menarik nafas panjang .


dok...dok....dok...


suara ketukan menjadi suara gedoran yang sangat keras dipintu.


"Mama , Calista ." teriak Aldi tak sabar.


"Ya Pap ." jawab Agnes dan Calista berbarengan sambil berdiri berjalan membuka pintu.


kreek....


"Syukurlah kalian tidak apa - apa ." ucap Aldi menghapus kasar air mata nya yang tak ia sadar turun. memeluk Agnes dan Calista dengan erat.


"Kalian papa pangil kenapa diam saja ? ." tanya Aldi.


"Kami sedang berdoa Pap.." alasan Calista yang memang benar . di samping ia ingin meyakinkan jika itu benar - benar sang papa.


" kenapa papa dan om semua yang disini tidak ada suara nya ?." tanya Calista heran. memandang satu persatu para lelaki yang gagah.


"Kami disini tidak tahu mengapa tak dapat mengerakkan badan. akhir nya kami seperti ini blank tak berdoa ." cerita Andrew menunduk penuh penyesalan .mengapa dalam keadaan seperti itu tak terfikir untuk berdoa .ia hanya diam .tak dapat berbuat apa - apa.


memang benar lebih baik di pertempuran yang sesungguh nya..dari pada dengan mahkluk asral seperti ini.


ingin keluar dari sini , tapi ia ingat akan janji nya sebagai prajurit .


dan seseorang yang membuat nya berdebar .


ya...gadis SMA yang sudah membuat nya berdebar. selama beberapa hari ia tinggal disinim


"Ya sudah , semua nya beristirahatlah.


masih ada waktu untuk beristirahat ." ucap Agnes.menatap para prajurit yang masih terlihat pucat .


Semua nya membubarkan diri , ada yang langsung ke mesjid dan ada yang duduk kembali berdoa.


****


belum saja Aldi meletakkan badan nya di tempat tidur kembali terdengar suara di mesjid jika kembali ada korban.


"ya TUHAN , ada korban lagi ." keluh Aldi melirik sang istri yang sudah tidur sambil berpelukan dengan anak semata wayang nya.


Bangun dari tempat tidur , berjalan perlahan keluar.


Ternyata di luar Andrew dan teman - teman nya hendak akan keluar.


Aldi hanya menarik nafas panjang dan berjalan keluar. diikuti Andrew dan teman nya.


setengah berlari Aldi, Andre dan teman nya menuju mesjid.


dan terlihat di halaman mesjid , banyak yang tergeletak jasat korban serigala .dengan leher yang berlubang.


"Saya minta keikhlasan bapak dan ibu , yang keluarga nya menjadi korban serigala dan meninggal atau yang di gigit tapi belum meninggal untuk memberitahu kami , saya takut jika bapak - bapak tak melapor akan semakin banyak korban ." ucap Aldi memandang satu persatu warga yang hadir dan korban.


ada yang keluar dari kerumunan orang berdiri dengan badan kejang menghampiri Aldi. ada sepuluh orang.


Haaa....


teriakkan warga yang kaget mengetahui ada yang sudah tergigit berdiri di antara mereka.


"Untung saja mereka tak mengigit kita .' ujar para warga menjauhkan diri perlahan kebelakang.


dor...dor...dor...dor...dor...


serentak Andrew dan teman nya menembak yang sudah meningal dan yang sekarat.


mendengar suara tembakan ada yang menutup telinga nya ada yang menangis tersedu - sedu melihat keluarga mereka di tembak dan dengan cepat menjadi abu.


"Maaf bapak dan ibu sekalian , kami harus bertindak cepat . jika kami tidak bertindak cepat menembak mereka ,mungkin bapak dan ibu yang akan jadi korban ., maaf sebelum nya" ucap Andrew menarik nafas panjang. sambil menunduk , ia sendiri tak tega menembak nya tetapi apa boleh buat.


"Jika bapak dan ibu ingin mengambil abu nya , ambil sesuai bentuk abu itu ." terdengar sekali lagi Andrew berbicara .


"Pelan - pelan bapak - ibu melangkah agar tidak menyentuh abu yang lain . supaya tidak tercampur satu dengan yang lain nya .' ucap Andrew . ia mengambil inisiatif sendiri . berbicara didepan keluarga korban . setelah melihat Aldi hanya terdiam pucat .


****


Setelah selesai membantu keluarga korban dengan .


Melangkah lesu sambil menunduk Aldi menarik nafas berat.


"Kita harus bagaimana nak Andrew ." melihat para tetangga yang menjadi korban dicek oleh para tentara.


"Pak apa tidak seharus nya bapak kembali melaporkan hal ini kepusat ." sambil memberi tanda teman nya agar terus memeriksa .


"Itu akan kulakukan , tapi dengan kejadian hari ini...."belum saja Aldi melanjutkan ucapan nya tiba - tiba.


"Pak...pak Aldi ." teriak Suroyo tetangga satu komplek.


"Ada apa pak ???....


"Kami semua karyawan disini , ingin pergi dari sini. tetapi kami tidak resign. jika sudah masalah ini selesai kami baru akan kembali ." ucap nya.


"Jika tidak resign , bagaimana dengan pekerjaan kalian ???." tanya Aldi merasa heran.


"Secara online saja pak ." teriak teman nya.


"Ya secara online , kami ingin secara online ini untuk keselamatan kami .kami resign harus ada pesangon ." teriak tajam mereka tajam tak ingin di nasehati.


"Ya ..jika perusahaan tak setuju kami keluar dan harus ada pesangon ." kembali teriak mereka.


"Kalian bagaimana... , yang ingin keluar kalian sendiri , kenapa minta pesangon ??? ." ucap Aldi tak mengerti.


"Karen kami keluar dalam keadaan seperti ini pak , jiwa kami taruhan nya ....


"Ya nyawa kami taruhan nya..

__ADS_1


sedangkan perusahaan tidak bertindak ." para karyawan mulai berteriak tidak suka dengan ucapan Aldi..


"kecuali perusahaan membuat tindakan untuk memusnahkan mereka , kami akan tetap tingal disini ." ucap mereka semakin tidak kondusif.


"Ok..ok...kalian tenang , nanti akan saya bicarakan dengan pusat ." ucap Aldi berjalan pulang kerumah.


"tetapi kami ingin ,keluar menghindari serigala kejam itu , kami takut pak , kami takut nyawa kami dan keluarga kami menjadi korban ." teriak mereka. tak senang mendapat jawaban seperti itu.


"Silahkan pak. tinggalkan perusahaan ini , nanti jika ada respon dari pusat , akan kami hubungi kalian. " membalas dengan berteriak Aldi masuk kedalam rumah.


masuk kedalam rumah diikuti Andrew.


Aldi menjatuh kan tubuh nya disofa .


sambil memijat kepala nya yang tiba - tiba pusing mengatasi masalah ini.


"Maaf pak , usul saya.darioada ribut dan menjadi beban. untuk sementara biarkan mereka keluar dari perkebunan ini dan nanti bapak sampai kan kepusat ." ucap Andrew menatap Aldi intens.


Pusing mengatasi ini semua.


"Baiklah akan saya usulkan kepusat , kepala saya pusing . saya mau istirahat dulu ." berjalan masuk kedalam kamar. dimana sang istri dan anak semata wayang nya sudah tertidur lelap.


"Lebih baik aku.istirahat dulu , untuk menambah tenaga buat besok ." batin Aldi sambil menatap istri dan buah hati nya yang sudah tertidur lelap.


Akhirnya Aldi pun tertidur...


Matahari pagi memancarkan sinar nya..


indah..


tapi tak seindah penduduk perkebunan ini. mereka selalu dilanda resah..


resah jika malam tiba.


terlihat para karyawan berbondong - bondong keluar dari perumahan perkebunan ini.


ada yang membawa mobil dan ikut menumpang. ada yang membawa motor..


ada yang menyewa kendaraan.


berbagai macam mereka lakukan agar bisa keluar dari perkebunan ini.


ketakutan yang selalu melanda mereka.


hingga dampak nya macet. jalan yang biasa nya sepi . sekarang macet karena mereka berebut untuk segera lebih dulu keluar.


bunyi klason mobil bersautan , mereka tak sabar ingin segera keluar dari perkebunan ini.


"Huuf...."Andrew menarik nafas panjang sambil melihat teman - teman nya..


Mereka terlihat sangat ragu untuk berbicara dengan Andrew ...


"Ada yang ingin kalian ucapkan ?." tanya Andrew berterus terang.


"Apakah kalian hendak pulang ?...


karena yang bayar kita sudah tidak ada ??..." Beruntun Andrew bertanya.


Terlihat wajah yang ragu.


"Saya ingin jawaban segera ." desak Andrew.


"siap kami punya keluarga ..." tak dapat melanjutkan ucapan nya teringat akan janji prajurit..


"Terus...." dengan mata mengintimidasi.


"Saya juga punya keluarga ." ucap Andrew tak mau kalah.


"lupa dengan janji prajurit ???...


"Siap kami tidak lupa ." ujar tentara itu menunduk.


"Terus...??? ." tanya Andrew .


"Siap.kami hanya berfikir. jika...


"Jika ???..


tentara itu tak dapat berbicara mereka hanya menunduk kan kepala.


"Sudah saya katakan tadi..


peperangan di Medan tempur dan peperangan disini , sama tidak ada yang berbeda. yang berbeda hanya mahkluk asral nya saja ." menatap tentara itu satu persatu .


"Bagaimana kalian masih ingin membantu disini atau pulang ?...


"Jika ingin pulang silahkan , saya tak ingin memaksa ." ucap Andrew tak dengan tegas ia ingin kepastian para prajurit itu.


"tapi ...


"Tapi apa ???..


"Jika kalian pulang berarti kalian pengecut ." ucap Andrew berjalan menghampiri Aldi. ketika ujung mata nya melihat Aldi sedang memanaskan kendaraan nya .


"Siap , maaf saya pulang , istri saya mau melahirkan . " ucap salah satu tentara .


Andrew hanya mengangkat satu tangan nya bertanda terserah. dengan terus berjalan.


Walau tak terdengar jelas , Andrew mendengar pertengkaran diantara teman tentara nya. ia tak perduli dengan


Menarik nafas panjang , berjalan menghampiri Aldi.


"Pagi pak ." berusaha tersenyum.


"Pagi...


istirahatlah nak Andrew , lihat ada lingkaran hitam di mata kamu ." berusaha untuk ceria.


"Baik pak , tapi kalau boleh saya bertanya ?." tersenyum kembali.


"Kaya wartawan ah , banyak pertanyaan ." canda Aldi sambil menyalakan mobil nya.


"Mau tanya apa ???...


"Boleh saya ikut ke kantor , agar pusat percaya pak ." menatap ragu.


"Hmmm....saya mau tanya dulu sekretaris nya. apa bisa bos pusat bicara. tapi tak mengapa ikutlah ." jawab Aldi masih berusaha untuk tersenyum .


ga tau deh guys...Uda jalan ke hutan , ke mall dll...tetap ide nya mentok .


terima kasih yang masih mau mampir dan baca di novel ku..


terima kasih.

__ADS_1


selamat membaca guys


__ADS_2