
Hati berganti hari...Minggu berganti Minggu..suasana masih seperti ini. tidak ada perubahan. bahkan tidak ada bantuan . mereka mendengar cerita seram takut untuk masuk kedalam perusahaan ini.
"Kapan ini berakhir ." Agnes memandang kedepan. ia berdiri di pintu. hari mulai magrib.
sudah menjadi kebiasaan mereka sejak ada teror dari serigala , maka jika magrib tiba . semua berkumpul tak ada yang keluar.
"Mam masuk ." ucap Aldi menarik lembut sang istri dan menutup pintu serta mengunci nya.
"Mama cape Pap , kapan ini berakhir ?." tanya nya menatap wajah sang suami yang terlihat lelah.
"Sabar mam , kita sedang di coba, sampai dimana kita kuat ." mencium dahi sang istri dan melihat Andrew yang baru masuk .
"Makanan ,Minuman sudah tersedia semua ?." tanya Aldi , saat ia melihat Andrew menutup pintu belakang.
"Sudah pak ..." jawab Andrew.
"Semua yang berkumpul sudah lengkap ?." tanya Aldi kembali .
"Absen setiap orang yang ada , jangan ada yang masih diluar ." teriak Andrew .
Belum selesai mereka absen. kembali terdengar suara serigala.
Sesaat semua terdiam ,.bulu kuduk merinding . tidak seperti hari - hari yang lalu...malam ini terasa semakin mencekam.
"Sssst....pelankan suara nya nak ." ucap Aldi.
"Abaikan suara - suara itu , kembali absen ." suara rendah Andrew menyadarkan seisi rumah.
Satu persatu mereka absen. tiba giliran Mamang..
"Mamang mana ?." tanya Aldi , Agnes.dan Andrew berbareng .
Sontak seisi rumah saling berpandangan.
"Mang....Aldi dan beberapa orang berhamburan ke belakang mencari Mamang...
"Pintu dapur yang menuju garasi kamu kunci nak Andrew ?." tanya Aldi curiga.
"Tidak pak , karena saya lihat tadi Mamang ada di dalam garasi. " menepuk jidat nya.
"Jangan - jangan ..." pekik Aldi.
"Calista mana ? ." tanya Andrew melihat keruang tamu.tak diketemukan nya gadis kecil yang mulai menebar di relung hati nya.
"Iya nak ., anak ku Calista mana ." Aldi lemas menyadari Calista tak ada di ruang tamu.
****
"Anak ku , Pap Calista ." Agnes gemetar .
"Tenang mam...tenang.tidak akan terjadi apa - apa sama anak kita ." Aldi menenangkan sang istri. Sabil memeluk nya erat.
insting nya sebagai tentara bicara. ada yang tidak beres .tak menunggu Aldi , Andrew mendobrak pintu itu.
Braak....
sekali tendang pintu itu rusak.
Terlihat Calista yang ketakutan dan Mamang seperti berusaha pada diri nya sendiri agar tak mengigit Calista.
Hasrat serigala yang ingin mengigit Calista dilawan oleh Mamang. ia sendiri menderita jika tak menghisap darah.
tapi ia sayang Calista seperti anak nya sendiri.
dimana terlihat beberapa inch lagi gigi Mamang menyentuh leher Calista.
Door.
Andrew bertindak cepat menembak Mamang yang sudah terkena gigitan serigala.
Tak sengaja Andrew melihat leher Mamang yang bolong.
Aldi shok dibuat nya , bibi dan Mamang orang kepercayaan dan setia pergi untuk selama nya..
Sadar Calista gemetar , dengan cepat Aldi memeluk putri semata wayang nya itu.
"Mama ." pangil Calista ketika sang mama berlari masuk kedalam.
Mata elang Andrew melihat pintu garasi yang sedikit terbuka.
secepat kilat ia berlari menuju pintu dan menutup nya.
Tak sengaja Andrew melihat keluar. para serigala seperti sedang menunggu.
ya...untuk masuk.
menunggu Mamang yang akan mengigit Calista..
entah dimana Mamang bisa bertemu sehingga ia tergigit serigala itu.
"Kamu tidak apa - apa nak ." Aldi membolak balik kan tubuh Calist. memeriksa jika ia sudah terkontaminasi atau belum.
Dengan gemetar Calista menggeleng kan kepala.
"Mamang seperti ingin mengigit adik Calista pak. tapi ia menahan hasrat itu. agar adik Calista tak menjadi korban.
pengorbanan Mamang salut saya ,
saya tahu tadi saat Mamang sebelum menjadi abu. terkena tembak ia tersenyum, senyum yang tulus , senyum kemenangan karena ia terhindar menjadi manusia serigala. ia tak ingin melukai adik Calista ." ucap Andrew panjang lebar sambil mengumpulkan abu Mamang. dan meletakkan nya menjadi satu dengan abu bibi.
"Mamang sebelum digigit bicara dengan aku , jika ia akan menyusul bibi. entah ini firasat nya atau tidak. yang pasti ia , berkata jika ia nanti kena gigitan serigala, lebih baik ia mati menyusul bibi. daripada menjadi serigala , Mamang sudah senang ke ingin berkumpul dengan bibi sudah terwujud ." ucap Calista sambil menangis.
Calista mengambil abu yang di letakkan di meja oleh Andrew .
"Terima kasih bibi dan Mamang . sudah merawat Calista. Mamang juga sudah menjaga Calista ." ucap nya menundukkan kepala di hadapan abu Mamang dan bibi sambil menangis.
Aldi pun mengikuti Calista.
"Papa , Calista kalian dimana ?." jerit Agnes setengah menangis. Dangan minyak ditangan. panik...
"Disini mam . Aldi menghampiri Agnes yang kebingungan dan menangis.
"Mama dari mana , jika takut jangan kesini !. " ucap Aldi bertanya tapi ia sendiri yang menjawab nya .
"Mama ambil ini ." menunjuk sebuah botol.
"Ada apa Pap , Calista dan nak Andrew ?." tanya Agnes bingung .
Aldi belum menjawab pertanyaan Agnes. Andrew yang tak sengaja melihat kaki - kaki serigala itu mulai menggerogoti pintu garasi.
Dengan cepat ia merampas minyak di tangan Agnes .
dengan cepat pula Andrew menyiram kaki yang terlihat di selah pintu. entah berapa jumlah serigala yang berada di depan garasi.
Aaaaggg....aaakh.
terdengar suara beberapa serigala yang kesakitan.
"Ayo..kita masuk kedalam.' ucap Aldi.
Andrew terlihat masih menyiram minyak itu keseluruh garasi. dan menyusul Aldi masuk kedalam.
"Tadi kamu kenapa kegarasi Calis ?. tanya Agnes Mandang Calista intens.
"Entah mam, tiba - tiba saja .kaki Calista mengajak kesana ." sambil menunduk.
Calista sendiri tak tahu , ada apa dengan nya.
"Untuk sementara anak mu terhindar dari bisikan serigala jahat itu , kalian harus lebih waspada , kejadian barusan itu bertanda kalian lengah, tadi ia mendengar bisikan hampir saja keluar. ingat anak mu sedang tak enak badan. gampang sekali masuk bisikan iblis ." kembali terdengar suara Pakpe. menasehati panjang lebar , apa yang iya lihat tadi.
__ADS_1
"Baik Pakpe ." jawab Aldi dalam hati.
"Malam ini tidak ada yang boleh tidur , semua begadang ." perintah Pakpe.
Aldi hanya menganggukkan kepala .
"semua nya , malam ini kita isi dengan berdoa semalamam. tidak ada yang boleh tidur ." ujar Aldi sambil memandang sekeliling nya .
"Baik...." jawab seisi rumah serentak.
menganggukkan kepala dan mulai berdoa.
"Sampai kapan kita harus begini Pap ?. tanya Agnes kembali.
****
Sementara Calista masih bingung dengan kejadian tadi.
"Iya...kenapa aku tadi kegarasi ya ." batin nya dalam hati , sambil Melihat Andrew yang tengah khusuk berdoa.
Saat ini.
Aldi terdiam mendengar pertanyaan sang istri. begitu juga dengan Calista.
berbulan - bulan mereka menghadapi ini.tanpa ada penyelesaian.
"Pap...
"Kita pikirkan nanti , ayo berdoa .' ajak Aldi untuk kembali berdoa.
Mereka sudah lelah menghadapi semua ini.. ya sudah lelah...sangat lelah.
terlihat di mata tiap orang hitam..mata panda. di karena kan kurang istirahat pada malam hari.
"Calista fokus nak ." tegur Pakpe dari sana , ketika ia melihat Calista tak fokus dengan mata menerawang.
"Berdoa ..." kalimat tegas Pakpe menandakan ia harus di dengar .
"Apakah aku harus menghadapi ini semua ." batin Calista dalam hati Memandang sang mama yang terlihat lelah.
"Calista fokus !!!.." bentak Pakpe .
karena Calista tak merespon ucapan nya.
"Aldi...pegang tangan anak mu dan tiup kuping serta wajah nya , cepaaat ." teriak Pakpe terdengar suara yang gemetar. entah mengapa Aldi bingung.
"Aldiiii...
ya TUHAAAN..." teriak Pakpe gemas melihat tak cepat bertindak Aldi sangat lambat.
"Cepaaaaat...."tak sadar hingga Pakpe berteriak.
"Jangan lupa sambil berdoa ." mengingatkan nya , terdengar nada marah.
"I..iya Pakpe ." bergegas Aldi bangun , sambil berdoa.ia membisikkan doa ketelinga Calista dan meraup wajah nya..
hmm....
"Ada apa Pap ?." tanya Calista polos seperti tidak mengerti ada ada dengan nya. melihat itu semua, ia terkejut apa yang dilakukan sang papa.
Begitu juga dengan Agnes, walau tak mendengar ucapan Pakpe. ia tahu ada sesuatu dengan sang putri semata wayang nya..filling seorang ibu.
Sambil menahan takut dan jantung berdebar , Agnes menghampiri Calista.
"Nak....
kamu kenapa .' mengelus kepala sang putri .
"Ca..Calista tidak tahu mam, memang nya kenapa ?." tanya Calista terlihat bingung.
"Kamu dari tadi di pangil om Pakpe. kamu tidak merespon . maka nya papa bingung. biasa nya kamu cepat jika om Pakpe memangil mu ." menatap Calista bingung.
"Ya nak . om memangil mu ." Pakpe memperjelas. sedikit menguji Calista apakah ia mendengar ucapan nya .
"Calista..." pangil Pakpe lagi bingung.
ada sesuatu yang belum ia ketahui.
"Eh..iya om..
Calista dengar ko ." terlihat seperti bingung.
"Ya sudah...ayo kembali berdoa .' Pakpe menarik nafas panjang .
sedikit lega walau ia curiga dengan pergerakan tubuh Calista.
Kembali posisi berdoa .
"Aldi. kamu duduk disebelah Calista..bisik kan doa - doa ke telinga anak mu ." Pakpe masih memantau.
"Baik Pakpe ." mendekati Calista .
saat Aldi menghampiri ia tak sengaja. seperti ada yang menyuruh nya untuk memegang tangan Calista. dingin.
terkejut...
tanpa menunggu Aldi setengah berdiri membisikkan doa ketelinga Calista.
Buk..buk
Calista seperti ada yang mendorong ke belakang
Haa...
Semua terkejut melihat Calista.
"Ada apa ???." semua bertanya - tanya.
Agnes berdiri dan menghampiri Calista.
ia menguatkan diri untuk berani demi sang anak.
"Calista...nak , ayo berdoa .."mengelus pundak Calista.
"Semua bantu doa ." setengah berbisik Andrew sambil mendekati keluarga Aldi.
"Jangan takut pak , ibu. ayo kita harus kuat...untuk mengusir roh jahat." memejamkan mata.
Andrew memegang tangan Calista yang dingin.
dingin bagai tak bernyawa .
ya tak bernyawa .
bergegas segera kembali .
berdoa..
melawan dengan doa.
sampai...
"Aaargh...
aarrrg...sakit...panas ." seperti itu bukan suara Calista , itu jeritan mahkluk dalam tubuh Calista.
"Calista kamu kenapa nak ???." tanya Agnes sedih melihat anak nya seperti itu.
"Mama tenang , kita hanya bisa berdoa ." menenangkan sang istri dan kembali konsentrasi berdoa.
__ADS_1
tiba - tiba....
Huoeeek...
Calista muntah , mengeluarkan semua isi perut nya . hingga...
ada segumpal bulu serigala.
"Haaaa....ini apa ." Aldi memperhatikan gumpalan itu .
"Seperti...
haaa..seperti bulu Pap ." ucap Agnes .
seketika Agnes terjatuh duduk lemas.
Bertanda...
jika sang raja serigala sudah memberi segumpalan bulu , tanda jika Calista adalah calon istri nya.
Pakpe disana pun terkejut melihat itu semua.
"Kita jangan mau kalah sama iblis , ingat itu ." ucap Pakpe sambil memegang dagu nya . geram.
"Pak , ini tanda nya apa ." walau sudah memperkirakan , tapi Aldi butuh keyakinan. ia harus yakin apa yang dipikirkan oleh istri nya.
****
Pakpe terdiam tak menjawab pertanyaan Aldi.
"Calista , kamu tidak apa - apa ???." Memandang sedih Calista.
"Minumlah ." menyodorkan air mineral yang barusan Andrew ambil.
Gluk...gluk..gluk.
Calista menghabiskan air itu sekali teguk. ia seperti habis berjalan jauh.
"Nak...kamu tidak apa - apa ?." Aldi kembali mengulangi pertanyaan istri nya. sebab Calista belum menjawab pertanyaan Agnes.
Ia hanya mengeleng kepala lemas.
Entah mengapa Aldi merasa harus berdoa kembali ke telinga Calista.
Sambil mengelus Calista Aldi berdoa di telinga Calista. diikuti Agnes .
jika Aldi di telinga kanan , Agnes di telinga kiri.
Andrew pun mengambil inisiati untuk memegang telapak kaki Calista.
masih dingin.
Andrew mengambil jempol kaki Calista , serta menekan nya sambil berdoa.
Terlihat...
Calista kembali mengelepar..kekanan dan kiri.
Melihat itu , Andrew semakin kuat menekan jempol kaki Calista . tentu nya sambil berdoa.
Aldi mengangkat Calista agar ia duduk .
dan kembali Agnes dan Aldi berdoa ditelinga Calista.
sementara yang lain nya pun mengikuti berdoa..agar seisi rumah di beri keselamatan.
Aneh nya ketika Calista memuntahkan dan keluar bulu serigala dari tubuh nya.
para serigala di luar tak terdengar suara nya. seperti di beri aba - aba agar diam.
"Maaf pak , bisa saya bicara sebentar dengan Calista ." menatap Aldi dan Agnes berharap.
Tak menjawab , Agnes dan Aldi hanya mengangguk sambil berdiri dan menjauh.
Andrew melihat wajah Calista yang pucat.
"Kamu harus kuat ok...
kamu harus bisa melawan iblis itu ..
harus..." memandang intens Calista.
"Aku harus bagaimana ?? .tanya Calista lirih.
"Berdoa...jangan hanya di bibir saja , tetapi disini ." Andrew menunjuk dada nya.
"Ayo berdoa minta di kuatkan dan kamu harus bisa melawan ini semua. saya akan bantu kamu. " Andrew mendekati.lebih dekat hingga tak berjarak.
"Ayo mulai berdoa...
Sementara Calista berdoa, kembali terdengar suara serigala yang meraung - Raung..
seperti akan menerobos masuk mengambil Calista.
Bruak...bruak...
mendorong pintu.
"Astaga bagaimana ni Pap .?? " Agnes ketakutan memeluk Aldi.
"Semua berdoa yang kencang ." teriak Aldi..
seisi rumah berdoa setengah berteriak. ada yang memegang pisau, golok, serta senjata api.
ada juga yang memegang minyak itu.
"Abaikan mereka...kamu harus konsentrasi ." Andrew memegang pipi Calista.kala ia tak konsentrasi berdoa dan melihat ke arah pintu .
deg..deg..deg deg..
Gemuruh jantung Andrew dan Calista , di saat - saat seperti ini mengapa ada debaran yang mereka tidak tahu.
Tetapi membuat pipi Calista memerah bagai tomat.
"Maaf...konsentrasi ya ." ucap Andre salting sambil menurunkan tangan nya.
Tersenyum malu Calista mengangguk kan kepala.
mulai kosentrasi berdoa.
aaaarrrrg.
AUM....auuuuuuummmm..
rupa nya sang raja serigala marah ketika mengetahui ada kedekatan antara Andrew dan Calista..
entahlah...
yang jelas suara AUM sang serigala membuat seisi rumah semakin merinding..
Auuuuuuuummmmm...
"Konsentrasi abaikan suara - suara itu ." teriak Aldi. ketika melihat seisi rumah mulai goyang..
"lebih keras lagi berdoa nya ." teriak Aldi.
like anda sangat berharga bagi ku
selamat membaca
__ADS_1