Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
entah apa itu


__ADS_3

"Huff...


ya TUHAN saya harus bagaimana ." batin Aldi menarik nafas panjang.


"Jalan keluar nya.bagaimana, masa harus begini terus setiapalam ." keluh Aldi tangan diatas meja dengan menopang dagu nya.bingung harus bagaimana.


Tak ingin ada korban lagi.


Kriiiinnnnnggg...


Pakpek calling.


📞ya..hallo Pakpe , selamat siang ." menahan nafas , jantungnya berdebar tak menentu, tiba - tiba Pakpe menghubungi nya.


📞Hallo pak Aldi." terdengar Pakpe menarik nafas panjang dan berat.


📞Pak Aldi sering ingatkan ke Calista agar ia selalu berdoa dalam setiap kesempatan . saat ini ia dalam bahaya.


sang raja serigala mengincar nak Calista untuk di nikahkan dengan nya ." ucap Pakpe sekali tarik nafas. tak ingin anak indigo itu menjadi korban.


📞Pak...."tak dapat melanjutkan dada Aldi sesak dan jantung nya berdegup keras mendengar ucapan Pakpe tadi.


"Ya...berjaga dan berhati - hatilah ." ucap nya dengan nada bergetar.


Saya tak tahu takdir akan membawa Calista kemana...tapi tidak ada salah nya untuk berdoa dan berjaga. dari sihir raja serigala itu." dengan mata terpejam.


📞Solusi nya bagaimana pak ?" kaki dan tangan Aldi bergetar . membayangkan anak kesayangan nya dibawa pergi oleh manusia serigala itu.


📞Berpuasalah , agar kita mendapat kan jalan keluar.


📞Baik pak , besok kami akan mulai puasa ." ucap Aldi memegang ujung meja kerja nya , agar ia tak jatuh .


📞saya tutup pak , ingat agar selalu berjaga , berdoa dan hati - hati ." ucap nya.


📞baik Pakpe , terima kasih ." Aldi menutup pembicaraan nya sambil meraup wajah nya kasar.


"Ya Tuhan , apa salah hamba mu ini. tunjukkan jalan Tuhan ." kesah Aldi mengacak - acak rambut nya dengan kasar , menahan tangis nya.


Pekerjaan nya hari ini terbengkalai. ia tak dapat bekerja dengan baik.kosentrasi nya hilang. hilang entah kemana...


Tok...tok...tok


"Maaf pak. dipanggil owner diruangan nya ." ucap sang sekretaris.


"oh beliau datang ???.." tanya Aldi heran , ada apa gerangan , sang owner memanggil nya.


sang sekretaris hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Berjalan memasuki ruangan sang owner , Aldi menunduk sambil berfikir..


segala kemungkinan mengapa ia di panggil.


Apakah masalah pekerjaan ???......


Ia takut apa yang dipikirkan terjadi.


didepan pintu bertuliskan owner..


tok....tok...tok.


"Masuk ." ucap seseorang didalam sana.terdengar suara yang sangat berwibawa .


Krrrrek..


"Pagi pak , bapak memangil saya." ujar Aldi , dengan dada berdebar . sambil menundukkan kepala.


"Pak Aldi ??...


silahkan masuk, silahkan duduk." ucap nya Tanpa basa basi.


Aldi duduk disofa berhadapan dengan sang owner.


"Bapak ...." tak melanjutkan kalimat .dengan menahan Saliva nya yang tiba - tiba terasa tercekik .


"Ya...saya memanggil anda , karena mendengar berita dahsyat dan membuat bulu kuduk merinding , apakah betul pak ??." tanya sang owner panjang lebar. memastikan berita yang ia dengar .


"Betul pak..." ucap Aldi menunduk .


"Bagaimana cara nya agar para karyawan bisa seperti semula , bekerja dengan baik dan hidup yang nyaman ???...


"Mengapa anda membiarkan semua ini berlarut - larut ?." tanya sang owner menatap tajam Aldi.


"Saya juga bingung pak. bagaimana mengatasi nya ." ujar Aldi putus asa.


"Mengapa tidak pangil ahli agama , terus yasinan atau apa ?." mengangkat satu alis nya. melihat Aldi yang ia tahu sangat bersemangat , saat ini terlihat putus asa.


"Tapi pak...itu serigala jadian...' tak dapat melanjutkan kalimat nya.


"Saya dengar iya , bahkan sudah ada korban bukan ??...


"Mengapa tidak mengeluarkan semua karyawan yang laki - laki untuk bergabung menjadi satu menghadapi semua ini ." cecar nya.


Aldi hanya menganggukkan kepala.


"Anda harus bisa , cari bantuan .saya yang akan mendanai nya, anda perlu apa ?." melihat jam yang melingkar ditangan nya . terlihat waktu adalah uang bagi nya.


"Karena ini bukan serigala biasa ,mungkin saya butuh pinjaman drown dan senjata api ." sambil berfikir apakah tindakan nya ini benar.


"Ok.." sambil mengetik entah apa yang di perintahkan di benda pipih nya yang berlogo apik digigit , yang tentu nya sangat mahal .


"Sekarang sudah jam 15.00 . saya harap drown itu datang tepat waktu ." ucapnya.


"Saya akan kembali kejakarta , saya harap masalah ini segera teratasi dan tak ada lagi korban lagi ." sambil berdiri mengulurkan tangan.bergegas kembali pulang ke Jakarta.


"Terima kasih pak bantuan nya ." Aldi berdiri dan membalas jabatan tangan nya .


****


Jam menunjukkan pukul 17.00. saat helicopter dan rombongan dari Jakarta menjemput sang owner , dengan membawa lima buah drown dan senjata api.


Aldi yang di beri tugas dan serah terima Drown dan senjata api itu , bergegas membawa nya pulang agar segera dimodif .


"Bi, Mamang tolong bantu saya bawakan ini ke dalam." teriak Aldi tergesah - gesah.


Mamang dan bibi keluar membawa masuk dan.


Beberapa tentara yang masih berada disana ikut membantu mengeluarkan drown dan senjata api itu dari mobil Aldi.


"Terima kasih pak." ucap Aldi saat drown terakhir di berikan.


"Sama - sama." ucap nya melangkah kedalam. membawa drown .

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi , Aldi menjalankan mobil nya menuju sekolah menjemput anak semata wayang nya.


Setelah sampai dikelas , Aldi meminta ijin dengan Miss Tety dan menceritakan rencana Calista dengan drown itu.


Bergegas Miss Tety mengantarkan Aldi kekelas.


Setelah berbincang dengan sang guru yang sedang mengajar. Calista diperbolehkan pulang.


"Ada apa Pap ?." tanya Calista berjalan setengah lari mengikuti sang papa.


"Owner memberi kita lima buah drown dan senjata . papa jemput kamu agar segera kita kerjakan. dan drown itu harus sudah selesai paling tidak jam 17.30.


jika menunda pekerjaan , kita tak dapat menunggu.hari hampir malam. " ucap Aldi membuka pintu Calista dan untuk Miss Tety. segera ia pun memutar ,buka pintu...bergegas membawa mobil. menginggat jam berjalan cepat tanpa kita sadari.


"Wow...drown, ok les go." teriak Calista .


ia menyembunyikan sesuatu. entah apa seperti ia akan pergi meninggalkan orang yang disayangi nya. tapi ia pendam sendiri , tak ingin membuat kedua orang tua nya resah dan sedih.


Sesampai dirumah terlihat , para tentara sedang membuka drown .


"Ini mau di apakah ?." tanya seorang tentara kepada Calista.


"Sebentar ." ucap Calista masuk kedalam kamar , dan keluar dengan membawa botol minyak urapan yang sudah di doakan.


dengan.masih.memakai seragam.


Calista membuka bagian bawah drown dan meletakkan minyak itu ketengah agar bisa di semprotkan kesegala penjuru secara otomatis untuk membuang minyak itu. supaya orang tak usah keluar rumah. hanya dengan memakai drown yang telah berisi minyak untuk mengusir mahkluk itu.


setiap drown telah disambungkan ke tiap laptop. terlihat ada beberapa laptop mengikuti jumlah drown nya.


****


Tak terasa magrib pun tiba , suasana mulai mencekam.


tergesah para tentara membantu Calista mengeluarkan nya. dan beberapa orang yang dipercaya memegang kendali drown .


"Mengapa sepi ." batin Calista dengan wajah menengadah keatas , mempertajam Indra nya. merasa ada yang tidak beres. mendengar derap ribuan langkah para serigala .


"Ada apa nak ?." tanya papa Aldi.


"Papa merasa heran ga ?...


"Ada apa ??. " memicingkan mata nya , menatap sang anak.


"Biasa nya kalau sudah magrib. akan terdengar suara serigala itu..ini ko tenang - tenang saja ????..." merasa tak menentu.


"Jadi ???...


"bukan nya bagus , berarti serigala itu tak datang ." ucap Aldi antara percaya dan tidak dengan ucapan dan kenyataan .


"Tidak Pap , dalam pendengaran ku mereka , bahkan ribuan ." ucap Calista menarik nafas berat.


"Nak bagaimana ini..." Agnes terlihat gemetar.


"Sabar mam..." melihat kedepan sambil memegang pundak sang mama lembut.


"Calista....." ucap Aldi mulai merasakan udara dingin.


"Ah raja itu , semakin dekat ." guma Calista berkeringat dingin.


"Calista aku melihat pergerakan ." jerit Miss Tety menunjuk ke laptop dengan tangan kiri nya.


"Kita mulai saja Calis berdoa ." ucap Miss Tety.ia sudah merasa merinding.


melihat keluar laptop nya . para serigala itu mulai berdatangan . tak bisa di anggap sepeleh..


"Semua nya kita berdoa bersama menurut kepercayaan masing - masing ." ujar Miss Tety mengambil inisiatif ketika melihat Calista hanya terdiam saja.


Segenap seisi rumah langsung menundukkan kepala. suasana hening ,


merasa hari ini akan terasa berat. entah apa yang akan terjadi .


bersiap dengan kenyataan.


meminta pertolongan dari sang pencipta .


Tolong....tolonnnng....iiih." terdengar teriakkan seperti suara bibi.


Calista , Aldi ,Agnes dan Miss Tety setengah berlari menuju arah suara itu.


yang ternyata berada di dapur .


Ya..bibi yang sedang memasak dikejutkan oleh sesuatu.


"Ada apa bi ?." tanya Aldi dan Agnes berbareng.


"I..ituu..." dengan jari menunjuk ke arah jendela.


Terlihat sebuah kepala yang menempel dijendela kaca. hanya sebuah kepala.


yang menempel dijendela kaca sambil menjulurkan lidah..


Dan....tercium bau busuk dan anyir..


sangat bau.


"Astaga...."jerit orang seisi rumah yang melihat nya. sambil menutup hidung masing - masing.


"Pergi kamu ." ucap Calista sambil melemparkan minyak itu. ia tak ingin berlama -lama.


Tak sabar bibi mengambil batu yang untuk mengulek sambel , hendak melempar nya.seakan dengan melempar , mahkluk itu akan pergi.


"Tidak biiii...." jerit Calista menahan tangan bibi.


tapi terlambat batu itu sudah mengenai jendela kaca.


dan...


prannngggg....


jendela kaca itu pecah.


sedangkan mahkluk itu pergi..


"Semua masuk kedalam ." jerit Calista terlihat panik.


"Nak..."papa merasa seperti akan menangis.


"Tidak apa - apa Pap , bawa mama kedalam..


Mamang , cepat bawa bibi kedalam ." perintah Calista melihat bibi yang terlihat stres dan menatap papa yang masuk kedalam tapi tetap melihat nya , seperti takut kehilangan.

__ADS_1


dengan cepat Calista mengoleskan minyak itu, keseluruh sudut agar tak ada mahkluk yang masuk lewat jendela kaca yang pecah.


"Jangan ada yang masuk kedalam dapur . " ucap Calista sambil menutup pintu dapur rapat - rapat.


"Apakah ini rencana serigala itu ." batin Calista sambil berjalan masuk ke ruang tamu.


"Apakah 8ni takdirku ." batin Calista menarik nafas panjang .


Terlihat seisi rumah mulai pucat .


"Miss dan om tentara , kita mulai jalan kan drown nya saat terlihat serigala itu.


grrrrr....


"Itu dia Calista , mereka sudah datang ." sontak Miss Tety menjerit.


"Satu lagi , mulai sekarang tiap orang memakai masker dan jangan ada yang bersuara sedikitpun ." ucap Calista memandang satu persatu orang didalam rumah nya. dengan tatapan yang tak dapat di artikan.


Tak lepas dari pandangan Agnes , hingga membuat nya ingin menangis.


ada apa dengan anak nya.


"Kemana pak Simon yang memangil kami ,, kok seperti tidak bertanggung jawab . selanjutnya kami bagaimana ? ." tanya salah satu tentara.


"Maaf om , saya mohon..


untuk sementara tinggalkan pikiran seperti itu , tolong kami ." ucap Calista berbisik .


" Iya pak, maaf jika kami lupa dengan anda semua disini. tapi sebagai aparat negara , kami mohon. tolong bantu kami


" ucap Aldi , menyambung ucapan Calista.


"Baiklah ." jawab nya sambil memandang sang teman sesama stay kesatuan .dan dijawab dengan anggukan kepala.


"Terima kasih bapak - bapak tentara ."ucap Aldi mengatupkan kedua tangan merasa terharu , ucapan nya didengar oleh para tentara.


sementara Simon yang membawa para tentara , entah berada dimana.


"Sssst....mulai jangan ada suara ." ucap Calista. dan semua terdiam. semakin menajamkan Indra nya.


Au....au...auuuum...


para serigala sudah berkumpul didepan rumah Aldi . bahkan sekarang lebih.


satu areal lingkungan perumahan sudah penuh serigala itu berkumpul.


para serigala 6ang terlihat mondar mandir , ada yang berusaha masuk dari arah depan dan belakang rumah Calista.


Au....au...auuuum


Calista ikut aku sayang ." sang raja mulai membisik ke telinga Calista.


"Mas , aku merasakan seperti akan kehilangan anak kita ." ucap Agnes menahan tangis nya. sambil mengusap bulu kuduk yang merinding. memeluk Aldi.


"Percayalah mam...kita berserah saja ." ucap Aldi .ia pun merasakan itu.


Sama - sama tak ingin mengungkap kan perasaan seperti akan kehilangan , Aldi memilih memendam itu.


Mendengar bisikan iblis serigala , Calista konsentrasi untuk tak mau mendengarkan.


"Bagaimana Calis , apa sudah dimulai sekarang kita beraksi dengan memakai drown ini. " ucap tentara dengan rahang mengeras.merasakan ketegangan. bagi nya lebih baik bertempur dimedan tempur. daripada harus bertempur dengan mahkluk tak kasat mata.


Calista hanya menganggukkan kepala.


"Dengar aba - aba saya...1...2...3.mulai ." teriak tentara itu.


serentak yang memegang kendali drown mulai membuka dan mengerakkan drown dan meluncurkan minyak itu.


aaagkkk...


au....auuum..auuuuuu.." lolongan serigala yang panjang.


terdengar suara serigala yang membuat bulu kuduk merinding.


Aldi melihat dari kaca banyak berjatuhan para serigala.


terlihat tumbang satu persatu ..


"Ada dimana raja nya ." batin Aldi dengan mata mencari kesana kemari tak menemukan sang raja.


"Sayangku. cinta ku..Calista..kemarilah sayang...aku menunggu mu..." seperti dengan suara mendesah , merayu Calista.


"Ke arah kiri om tentara , jarum jam 10 ." bisik Calista..


tanpa berbicara panjang lebar , ia memutar drown itu ke arah jam 10.


dan kembali berjatuhan para serigala.


seperti lautan serigala.


beberapa menit kemudian.


sepi....


tak ada serigala seekor pun.


Baru saja seisi rumah menarik nafas lega.


tiba - tiba .


"Ya Tuhan , mereka datang lagi dengan jumlah yang banyak ." jerit tertahan Miss Tety .


"Sayang....


bertepatan Miss Tety menjerit , terdengar lagi suara yang berusaha mengajak Calista untuk mengikuti nya .


"Calista cantik, sayang.come to me baby ." semakin membuat wajah Calista memerah menahan marah dan gejolak .


sesuatu gejolak ingin menghampiri nya


hai guys...


maaf ya aku telat aploud..


entah kenapa menjelang bab 200...aku kembali blank..


ada tips guys..


terima kasih masih sudih mampir disini


selamat membaca..like dan cmnd anda sangat berarti bagi ku

__ADS_1


__ADS_2