Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
mimpi


__ADS_3

"Bibi melamun....


maka nya dengan gampang masuk iblis itu, lain kali jangan melamun bi " ucap Via berdiri dan meletakkan bokong nya ke sofa


"Bibi makan dan beristirahat ya , biar yang masak saya " ucap Agnes ..karena hari ini hari Minggu , bisa leluasa mau berbuat apa.


"BI....lain kali jangan lewat gang yang biasa bibi lewati ya...


cari jalan memutar saja, itu lebih baik.daripada bibi lewat jalan itu, banyak dedemit " sambil tersenyum meniru gaya bahasa Mamang.


"He .he..he...iya non, bibi memang sering merinding kalau lewat jalan itu...." sambil tertawa melihat tingkah nona nya.


"Hoaak....


Berjalan menunduk..tertatih - tatih


Calista tak sengaja melihat pundak bibi seperti ada yang menempel..


"Tunggu dulu bi...


Terlihat mahkluk itu setengah badan keluar perlahan dari tubuh bibi sambil melotot tak senang melihat Calista...


"O....rupa - rupa nya ini ketua nenek gombel " ucap Calista asal...


Tak menunggu lama , takut ada korban lagi.


Calista mengoles tangan dengan minyak sambil berdoa dalam hati , lalu berjalan mendekati bibi..


Dengan lincah meloncat kesana kemari , membuat bibi mematung.


Mahkluk itu semakin ingin masuk kedalam tubuh bibi.


"Hap...


kena kau " dengan santa Calista memegang mahkluk itu..


'Arrggg.....


"Jangan ganggu kami " ucap Calista menekan lebih kuat mahkluk itu sambil berdoa...


"Dan Ctaaaar...

__ADS_1


Bunyi seperti suara petasan ...tubuh mahkluk itu hancur di tangan Calista.


"Iaayaaak" jerit tertahan Calista merasa jijik.


"Ada apa nak ??? " tanya Aldi dan Agnes bersamaan.


"Iyaaak....ucap Calista sambil berlari keluar dan membuan di parit depan rumah...


"Nah tempat mu disini " ucap Calista sambil meniup debu mahkluk asral itu.


"Ada apa sih Calista , jerit - jerit seperti itu ?? " tegur Aldi heran melihat sang anak mengoyang - goyangkan tangan nya.


"Ini Pap , tadi kita tidak melihat ada mahkluk asral yang menempel di punggung bibi...


"Pantas bibi jalan membungkuk..."jelas Calista panjang lebar...


Kembali masuk kedalam , melihat bibi seperti lega...telah lepas sesuatu.


"Bagaimana perasaan bibi ??...


"Lebih lega non , kaya ada yang lepas...


tadi punggung bibi berat banget , seperti mengendonh beras Berton - ton " ucap bibi panjang lebar.


"Iya non..."berjalan masuk ke kamar .


****


Senin pagi yang ceria ,suara burung berkicau dengan indah nya .


Matahari pagi memancarkan sinar nya menghangatkan bumi ini.


"Hoaaammmm.....


Calista meluruskan tubuh nya..


"Enak sekali semalam aku tidur ...


Tok..tok..tok..


"Masuk " teriak Calista ,malas ia kembali merebahkan tubuh nya.

__ADS_1


Calista menunggu orang yang mengetuk pintu ..


Tok...tok...tok..


"Ih...mama mau ngerjain aku ya " gerutu Calista bangkit berdiri dan membuka pintu.


Kreeek....


"Ga ada orang "batin Calista melihat kekanan dan kiri..


Kosong....


"Siapa yang mengetuk pintu ???..." berjalan keluar mencari kedua orang tua nya , bibi dan Mamang.


"Ma...


Papa...


"Pada kemana orang - orang ..."batin Calista mengaruk kepala nya yang tak gatal.


Tiba - tiba berdiri dihadapan nya seorang pemuda ganteng...


Bak opa - opa korea...


"Kamu siapa ?? " tanya Calista tak berkedip memandang opa - opa korea.


"Kami...


Calista....Calista bangun " teriak mama mengoyang - goyang kan tubuh Calista .


"Haa....Calista terkaget dan bangun.


"Cuma mimpi , ko seperti mimpi !!..." sambil mengucek mata.


"Calista nak bangun...


Sudah siang , kamu tidak sekolah " pangil Agnes.


"Iya mam .."


like and comend dung...

__ADS_1


maaf guys jika typo


__ADS_2