Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
Alam lain


__ADS_3

"Tapi om " ucap Calista terlihat ragu..


"Dengar kata saya cepat lariiii...." perintah pakpe ...


Tak sadar Calista melihat mahkluk asral yang menyerupai sang om, berubah menjadi mahkluk yang menyeramkan..


"Calista cepat lari..."teriak Pakpe kembali.


Spontan Calista membalikkan badan dan berlari sekuat yang ia mampu .


"Calistaaaaa......teriak mahkluk itu.


Berlari....berlari dan berlari ...


Hingga di sebuah tikungan.....


"Calista ...nak ...tolong mama " mahkluk asral yang menyerupai sang mama yang sedang diikat kaki dan tangan nya ,dengan rantai besi .


Hal itu membuat Calista goyang.


"Mamaaa....."Calista ingin memeluk nya...


"Maa...Calis kangen...


"Stop CALISTA....ingat....apa kata saya , apa pun yang kamu lihat itu bukan yang sebenarnya , ia hanya ingin menipu mu " teriak Pakpe terdengar mulai geram.


"Tapi om itu mama...mama diikat seperti itu, kasian."ucap Calista ingin menangis .


Melihat mama nya diikat.


Terlihat mahkluk asral itu menatap tajam ke arah sumber suara...


"C A L I S T A TIDAK....LARI " Pakpe berteriak dengan kencang.

__ADS_1


"Om...ucap Calista memelas.


"TIDAK...CEPAT LARI....


"Calista...."mahkluk itu melepaskan besi yang mengingkat kaki dan tangan nya.


Sadar ia dalam posisi bahaya , Calista berlari...


Mahkluk itupun mengejar Calista...


"Jangan melihat kebelakang "teriak Pakpe mengelengkan kepala.


"Benar kata om pakpe , itu bukan mama. aku harus lebih kosentrasi lagi " batin Calista sambil berlari.tanpa melihat kebelakang...


"Ingat jika kamu menemukan sebuah cahaya , itu sudah diluar jangkauan saya , kamu harus lebih kuat jangan mudah percaya apapun yang kamu lihat dan jangan lupa berdoa , camkan itu Calista " ucap Pakpe ketika melihat dari kejauhan ada cahaya yang begitu menyilaukan mata.


Belum mendekati cahaya , Calista dihadang mahkluk asral yang menyerupai mama, papa, bibi dan Mamang..


"Ma...."ucapan Calista tertahan mengingat kejadian tadi.


****


Sehingga membuat Calista sedikit goyang.


"HM.....Pakpe berdehem mengingatkan .


Calista hanya menganggukkan kepala menjawab deheman Pakpe...


Karena dihadang Calista mengeluarkan minyak yang di kantongi nya.


"Pergi kamu " ucap nya sambil mencipratkan minyak itu.


"Arrgggghhh.....kamu jahat nak, durhaka kamu , dimana sopan santun mu " ucap mahkluk asral yang menyerupai papa.

__ADS_1


"Ah ..ak..." Calista mulai goyang kembali.


"Ingat Calista...itu bukan mereka...lihat taring di gigi nya, jika orang tua kamu , mereka tak mempunyai taring " kembali Pakpe mengingtkan.


Arggh......mereka marah mendengar suara Pakpe yang mengingatkan Calista...


Dengan cepat Calista kembali mencipratkan minyak itu....


Akkkkhhhh.....teriak mahkluk itu dan menghilang.


"Hu...hu...huh....itu cahaya sudah terlihat "ucap Calista bicara sendiri berusaha lari lebih cepat.


****


Hingga ia. sampai di sebuah lubang yang sangat besar yang tak dapat di ukur.


Dan bercahaya...didalam nya terdapat pemandangan yang sangat indah sekali.


"Aku harus hati - hati " ucap Calista bicara sendiri.


Berjalan....berjalan tak tentu arah.


Tiba - tiba ada sebuah kelinci yang sangat lucu sekali...membuat Calista gemas.


Karena mengingat perkataan Pakpe , Calista tak jadi menghampiri kelinci itu , ia tetap berjalan .


Calista tak mengira , jika kelinci itu berubah menjadi kelinci yang sangat besar.


Tinggi nya hampir atap rumah...


Srek...srek...srek...bunyi jalan kelinci itu.


Tanpa sengaja Calista membalikkan badan dan alangkah terkejut nya Calista melihat kelinci itu...

__ADS_1


selamat membaca...


like dan cmnt jyandung biar author semangat


__ADS_2