
"Ah...terima kasih TUHAN , aku mendapatkan ini sebagai senjata " ucap Calista berjalan kembali..
Berjalan dengan memakai slayer sebagai masker dengan tetap berhati - hati , Calista menelusuri jalan setengah berlari.. Dengan tekat ia harus mendapatkan
kedua orang tua nya...
Hingga Calista menemukan sebuah seperti istana model jaman dulu.
Duduk bersila kosentrasi untuk mencari tahu ada apa didalam sana.
Didepan istana yang dijaga ketat , Calista menelusuri ruang demi ruang.
Sampai di sebuah ruang seperti penjara , ia melihat kedua orang tua nya yang diikat dengan rantai besar dan bergelantungan bola besi.
"Ya Tuhan...kasihan mama , papa , mama dan bibi " Calista menjerit melihat apa yang ada di mata nya
"Aku haru bisa masuk kedalam ".berjalan mengendap - endap tetap berhati - hati.
Tanpa Calista ketahui , ia sudah di tunggu kedatangan nya. oleh raja mahkluk asral.
"HM...masuk cantik...kamu saya tunggu " guma mahkluk asral itu , tertawa terbahak - bahak.
Calista sudah masuk kedalam jebakan iblis itu..yang memang sudah mereka buat.
Hingga sampai di ruangan bawah tanah.
Di sebuah ruang yang gelap gulita ,hanya ada cahaya penerangan dari obor , disana Calista melihat sang mama yang sedang menangis di pelukan papa.bdengan wajah pucat, wajah Mamang dan bibi yang juga pucat pasih ketakutan mereka merasa tidak bisa berbuat apa - apa. bibi pun hanya bisa menangis. menangisi nasipnya.
__ADS_1
****
"Mama , papa "jerit Calista tak sadar .
"Calista....mama pun tak sadar menjerit melihat kedatangan anak semata wayang nya.
"Kamu sama siapa kesini , ngapain kesini nak ," tanya papa dan mama beruntun.Takut terjadi hal yang tak diinginkan dengan anak semata wayang nya.
"Sudah nak sana pulang ini berbahaya buat kamu " ucap papa dan mama gemetar melihat ke arah pintu masuk.
Dengan gemetar mama mengikuti gerakan sang suami, sedikit - sedikit melihat ke arah pintu masuk , ia takut mahkluk itu datang tiba - tiba .
"Mama...Calis kangen...terdengar suara pembicaraan mereka bergema .
"Ssst....suara kita bergema , apa tidak berbahaya , papa takut mereka mendengar " bisik papa..
mama , mamang dan bibi terbengong mendengar ucapan nya..
Calista menganggukkan kepala tanda mengerti.
"Nak ngapain kesini ??? " bisik papa ditelinga Calista.
Tak menghiraukan pertanyaan sang papa, Calista merasa ada yang melihat nya.
Ia duduk bersila dan mencari tahu siapa yang memandang nya dari kejauhan.
****
__ADS_1
Gleeg....
"Siapa dia ??? " batin Calista , ketika ia mengetahui ada seseorang pemuda tampan yang memperhatikan nya.
"Aku harus segera membawa ke dua orang tua ku , mama dan bibi " batin Calista sambil merogoh celana jean nya mengambil sesuatu .
"Semua nya minggir "Calista memakai gerakan tangan.
"Ada apa "balas papa dengan memakai gerakan tangan juga.
"Besi ini tak akan bisa aku buka jiga tak memakai ini " batin nya memegang botol minyak.
Sang papa yang mengetahui maksud Calista segera membuat gerakan untuk mundur.
"Papa, mama semua nya bantu Calista berdoa " kembali memakai gerakan tangan.
Dan di iyakan oleh semua nya.mereka langsung ke posisi berdoa.
Calista pun mau berdoa...selesai berdoa..
Calista mengolesi minyak itu...
Dan...
Kreeeeekkkk....dengan mudah Calista membuka pagar besi itu.
"Cepat kita pergi dari sini " kembali dengan gerakan tangan.
__ADS_1
terima kasih sudah mau mampir disini.
like cmn nya dung biar author semangat