Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
senang bisa menolong


__ADS_3

Sesampai di rumah mama dan papa Agnes yang sudah menunggu lama .


"Bagaimana dengan kejadian tadi nak ? " tanya Aldi penasaran...


"Biarkan Calista mandi dulu Pap " tegur Agnes..melihat sang anak terlihat lelah.


"Papa sampai lupa , karena penasaran..


Setelah mandi dan berganti pakaian .


Calista duduk di meja makan.


Karena sudah jam makan malam yang tertunda , ia memakan hidangan di meja dengan lahap.


Kedua orang tua nya menatap melihat sang anak makan dengan lahap , tidak seperti biasa nya..


"Kamu tidak apa - apa nak, ko makan kaya kesurupan " tanya mama


"Lapar mam, dari tadi siang ga sempat makan.


tanya aja Mamang .


Mamang juga ga sempat makan " ucap Calista dengan mulut penuh .


"Astaga " Agnes menepuk jidat nya , sampai begitu sibuk mengurus orang , hingga tak sempat makan siang.


Selesai makan Calista minum.


"Aaah kenyaaang "tersenyum memamerkan giginya nya putih .


"Sini duduk dan ceritakan kejadian tadi " ucap Aaldi sambil menepuk sofa, agar Calista duduk di sebelah nya.


Calista lalu menceritakan kejadian dari A sampai selesai.

__ADS_1


"O ..anak nya di rawat , syukur deh..


kasihan kalau tidak di rawat..."ucap Mama .


"Rencana Calis jika tidak ada yang merawat nya , akan di masukkan ke rumah yatim piatu " memandang kedua orang tua nya


Aldi hendak membuka mulut nya tak jadi ketika melihat Calista memandang keluar .


"Ya bang ..."Calista bangkit dan berjalan keluar .


"Terima kasih non pertolongan nya, sekarang saya tenang, anak saya ada yang merawat... " ucap nya tersenyum masih memegang pizza yang akan di antar nya.


"Sama - sama bang , Abang tenang ya disana..kalau kangen sama putri nya.lihat saja dari jauh , saya juga masih memantau keluarga itu .


apa mereka masih memperlakukan anak Abang dengan baik


tenang ya bang " ucap Calista panjang lebar..


"Ada apa nak ??.."mama mengusap tengkuknya yang merinding .


"Tadi si Abang ojol datang, ucapin terima kasih " ucap Calista santai.


"HM pantas ..."guma Agnes.


Kedua orang tua nya geleng - geleng kepala...


"Anak Abang ojol itu di angkat sama orang tua Dion ??..


"Mereka sudah melapor secara resmi belum mengangkat anak ? " tanya papa Aldi .


"Sudah Pap , di saksikan RT,RW, polisi dan lain lain " Calista menjatuhkan kepala nya di pangkuan sang mama


"Kenapa nak " Aldi menatap Calista heran.

__ADS_1


"Calista bersyukur dilahirkan oleh papa dan mama, lengkap dan tidak kekurangan " ucap nya manja


"Ya nak...bersyukurlah , di luar sana banyak anak - anak yang kurang beruntung " ucap Aldi sambil mengelus kepala Calista , yang mengerti Calista anak yang sensitive jika melihat kejadian seperti adik angkat Dion.


****


Matahari pagi memancarkan sinar nya.


menyinari bumi Pertiwi dengan sangat indah....


Hoaaam....


Calista terbangun dengan kicauan burung dan sinar matahari yang masuk melalui sela hordeng.


"Pagi yang indah " sambil merenggangkan otot nya.


"Nak sudah bangun, sekolah ? " tanya mama Agnes.


"Iya mam " ucap Calista dengan suara khas bangun tidur


"Cepat nanti kesiangan ...


"Iya " bergegas turun dan masuk kamar mandi...


"Pagi papa , mama " sapa Calista ceria..


"Pagi nak, ceria sekali anak papa " mengusap kepala Calista lembut.


"Ayo cepat sarapan nanti terlambat ke sekolah " ucap Agnes sambil mengambilkan nasi goreng ke piring Aldi


Sesampai di sekolah , kembali Calista seperti anak - anak yang lain


like and comend dung

__ADS_1


__ADS_2