
"Syukurlah beliau tidak apa -apa "ucap dokter memandang kami.harap - harap cemas .
"Betul dok tidak kenapa - kenap ? " tanya Aldi tak percaya .
"Beliau tidak apa - apa , walau sempat menghirup asap kebakaran "ucap dokter itu menepuk pundak Aldi dan berjalan keluar ruang rawat inap itu.
"Syukurlah mama tidak apa - apa "ucap Aldi mengusap dahi sang istri.
"Mam....Calista menghampiri dan memeluk sang mama.
"Kenapa "ucap Mama mengelus kepala Calista.
"Calis mau pulang ...kita pulang yok mam,
"Surabaya atau Jakarta "ucap nya pura - pura tersenyum menahan tangis...
"Kenapa nak ??...Agnes memandang Aldi.
"Dijakarta dan Surabaya ga pernah kaya gini , ga ada yang jahat sama kita "ucap Calista polos.
"Nak....kan papa bilang apa "ingin melanjutkan kata - kata , tapi ia terdiam ketika melihat Agnes memberi tanda ,agar tak melanjutkan kalimat nya.
"Calista tau Pap , tapi bosan juga. setiap hari begini....dengan tatapan mata yang hampa.
****
"Hmmm.....Agnes mencubit pipi anak semata wayang nya gemas.
"Iiihh...ko cubit Calis mam.....
"Sudah besar masih aja manja nyaaaa.....
__ADS_1
"Bukan manja mam , Calis ko jadi jenuh . tiap hari kaya begini dan merasakan jika daerah ini tak cocok untuk kita ....'ucap nya sambil memeluk lebih erat lagi.
Aldi dan Agnes saling berpandangan.
"Ga berhenti menimpa keluarga kita "omel Calista.
"Apa yang dikatakan Calista ada benarnya juga " batin Aldi menatap Agnes .
Agnes membalas tatapan nya, memberi tanda agar tak terpancing.
"Nak....kan papa sudah bilang, angap aja kita lagi sedang ujian untuk naik kelas " ucap Aldi berusaha tenang.
Calista hanya terdiam.
"Dimana pun kita berada , kita harus bisa mengikuti ujian itu nak "Agnes mengelus kepala Calista lembut.
"Huuuuffff .....
Iya sih , tapi kenapa harus mahkluk asral terus....terlihat putus asa
"Iya mam....boneka jelek yang Calista harus rusakin "jawab nya seperti menaruh dendam.
Agnes hanya mengelus dahi Calista , sambil menatap sang suami yang terlihat mengangkat kedua pundak nya...
****
"Seperti nya Calis sudah jenuh menghadapi ini semua mam " ucap Aldi ketika sang putri kesayangan keluar dengan bibi dan Mamang.
"Wajar Pap....ia masih usia labil...mama aja suka bosan Pap menghadapi semua...tapi mau bagaimana lagi ...menatap nanar kedepan.
"Kan yang iri sama kerjain kita sudah musnah mam ..
__ADS_1
"Kenapa mama jadi ikut - ikutan Calis ? tanya Aldi .
"Sudah ya mam....kita harus kuat...ingat...kita ga sendiri , janji mam...apapun yang terjadi kita harus kuat menghadapi ini semua " Aldi menguatkan sang istri .
"Ya Pap....mama janji....
"Demi anak kita juga mam...
"Ya....demi anak kita....aku harus kuat...
****
Matahari mulai mengeluarkan sinarnya .
Menyinari bumi tercinta.
Calista sedang berolah raga dengan teman - teman nya .
Terlihat ceria penuh dengan canda tawa.
Sedang asik nya , Calista dan teman teman nya bermain....tiba -tiba angin kencang...
Calista merasakan ada yang tidak baik.
"Teman - teman ikutin aku deh , cepat "ucap Calista Segera ia duduk dan berdoa.
"Angin nya kencang sekali , ada apa ini ??.. "tanya mereka bingung , walau bingung tapi tetap mereka ikuti ajakan Calista...
Angin semakin kencang.
Bergegas teman Calista , Berdoa menurut kepercayaan masing - masing.
__ADS_1
Dan angin itupun terdiam....
"Calist ...ada apa sih ? " tanya Susi sedikit gemetar