
Bergegas Aldi membuka pintu mobil , dan menghampiri Andrew yang duduk di jok belakang.
mengambil dan mengendong Calista yang berada di dalam pangkuan Andrew..
Mbo yang melihat Aldi mengendong Calista . dengan tergopoh menghampiri .
"Pak ada apa dengan non ." tanya mbo sambil membuka pintu.
"saya belum tau ada apa mbo. tolong carikan minyak kayu putih ." meletakkan Calista di sofa perlahan.
bergegas mbo mengambil minyak kayu putih di atas lemari p3k.
membuka tutup botol minyak kayu putih dan mengoleskan ke hidung Calista.
"Maaf pak , anda tahu darimana ?." dengan alis mengangkat .
"Pakpe ." menarik nafas panjang. menatap anak semata watang nya.
"Ko bisa bertemu Calista ???...
"Sejak saya turun dari mobil , saya hanya mengikuti langkah kaki saya berjalaan. tiba - tiba Calista sudah berdiri di belakang saya ." cerita Andrew panjang lebar.
'Lalu ??...semakin penasaran.
"Kami melihat ada sebuah goa , entah mengapa ada berusa asap di depan kami dan berubah menjadi manusia serigala . saga blang pak..tak dapat berbuat apa - apa selain berdoa. Calista saya ingatkan untuk menutup mulut dan hidung. tapi terlambat . serigala jahat itu mendekati dan meniup Calista yang belum sempatmenutup hidung danmulut nya. dan kejadian swpwrti ini ." cerita Andrew.
****
"Pap..."terdengar teriakan Agnes di dwpan.
"Ya..."menghampiri sang istri yang terlihat panik.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Cialista pap "Agnes menahan tangis nya ; berlari menghampiri Calista.
"Ko bisa begini pap , Andrew ." menatap kedua pria satu persatu.
Kembali Andrew menceritakan kejadian beberapa menit yang lalu.
'Ya TUHAAN...."pekik tertahan Agnes lemas.
dengan cepat Aldi memeluk sang istri saat ia melihat Agnes akan terjatuh.
"Sabar mam...sabar . bersyukuranak kita selamat. " tak yalin dengan ucapan nya.
"Iks...iks...apa salah anak kita pap ." akhirnya air bening itu jatuh juga.
"Takdir mam ." memandang sang anak yang masih memejam kan mata , seakan iia segan untuk membuka mata nya .
Apakah ia salah...
apa ia salah melagirkan anak indigo seperti Calosta...pikiran yang berkecamuk di otaknya...
tangis Agnes berhenti ketika mendengar suara ketokan pintu.
bergegas Aldi berjalan dan membukakan pintu .
"Puji syukur pak...anda datang ." suara Aldi yang terdengar senang dengan kedatangan seseorang yang masih terhalang pintu.
setelah mengucapkan salam , dandi balas Aldi serta seisi rumah. ia pun masuk.
ternyata pakpe.....
"Syukurlah anda datang pak , lihat Calista pakpe ." tangan nya menunjuk Calista.
__ADS_1
bergegas ia menghampiri Calista. menarik nafas berat ia berjongkok di sebelah Calista.
Andrew mangambilkan kursi untuk Pakpe .
Menarik nafas panjang , ia mengambol tangan Calista dingin....
sangat dingin nagai tak bernyawa.
tapi masih bernafas walau sangat lemah..
"Tak ada jalan lain , kita harus ouasa dan berdoa di depan Calista " ucap Pakpe terlihat mulut nya tak berhenti komat kamit.
"Ambilkan karpet itu dan letakkan disini ." ucap Pakpe sambil berdiri.
Andrew menarik dan membuka lkarpet itu telat di depan Pakpe.
" bantu saya , ketakkan Calista di karpet ." mengangkat bedan Calista dibantu Andrew.
"Ayo kita berdoa , apa yang terjadi jangan panik. tetap berdoa..."pesan pakpe sebelum memulai berdoa.
"Ingat pesan saya. apapun yang terjadi tetap kosentrasi berdoa ." Pakpe mengingatkan sambil melirik Agnes.
ia tahu seorang ibu akan tak tega jika terjadi sesuatu terhadap anak semata wayang nya.
"Saya harap pak Aldi dekat dangan istri , agar jika terjadi sesuatu anda bisa menenangkan nya ...
"A..ada apa ini pak ??...
apakah tekah terjadi sesuatu dwbgan anak saya " ucao Agnes menahan tangis nya.
"Saya tidak tahu , nanti akan terjadi apa disana. yang panting bersiap-siaplah ." mulai kosentrasi.
__ADS_1
Aldi mengenggam tangan Agnes sambil mengganggukkan kepala memberi kekuatan.
seisi rumah hening.