Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
membersihkan rumah


__ADS_3

Kain putih itu , dipenuhi oleh jarum, paku dan pisau yang berada di tubuh boneka kain itu " itulah sebab nya istri mu sakit - sakitan dan anak mu selalu di ganggu "ucap Pakpe memandang tajam boneka itu sambil berdoa .


Dan...


Buuuuf.....


Hancur dan hilang...


"Haa..."Aldi sampai melompat kaget melihat boneka kain itu.yang hancur dan hilang bak di tiup angin.


"Tapi kenapa Calista tak dapat melihat ??? " tanya Aldi bingung.sedangkan sang istri hanya bisa menutup mulut nya terbelalak heran dan ketakutan.


Sampai - sampai ia lemas dan hanya bisa memeluk Aldi dari belakang.


Aldi yang mengetahui keadaan sang istri langsung memeluk nya erat.


"Iya...karena mata Calista sudah di tutup " menunjukkan boneka yang ditutup dengan kain hitam dan di tempeli oleh jarum...


"Jahat sekali orang itu Pak...


tapi...."belum melanjutkan kalimat nya..


"Ya...memang Calista anak indigo , iya maksud saya tertutup , Calista hanya samar melihat itu, maka nya iya tak yakin dengan apa yang di lihat nya " ucap Pakpe memotong kalimat Aldi.


"O pantas " batin Aldi ketika mengingat waktu itu , Calista seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak jadi mengatakan nya.


Agnes lemas jatuh , terlepas dari pelukan Aldi.


"Mam..." teriak Aldi sadar dari lamunan nya .saat mengetahui sang istri jatuh dari pelukan .


"Mama....

__ADS_1


Pap...mama kenapa ??? " tanya Calist yang dari tadi hanya terdiam mendengar ucapan pakpe


Bergegas Aldi mengangkat tubuh sang istri dan meletakkan nya di sofa.


"Tuan, nyonya kenapa ??? " tanya bibi dan Mamang ketika mendengar teriakkan sang majikan.


"Entah Bi , tolong ambilkan minyak kayu putih ..!!


Dengan santai Pakpe berjalan , menghampiri Aldi.


Ia berdoa dan meraup wajah Agnes.


"Pap..."Agnes tersadar dari pingsan , memeluk Calista dan menangis


"Syukurlah mam , kamu tidak apa - apa " memeluk sang istri.tampa sadar ia menitikkan air mata .memeluk kedua orang yang sangat di cintai nya .


Merasakan beban berat yang harus ia hadapi...


"Pantas Pakpe , waktu itu Calista pernah bilang jika rumah ini seram , lain dari yang lain..


Pikir saya rumah ini hanya banyak mahkluk asral , jadi kami tak khawatir.


sebab menurut kami Calista bisa melalui itu, karena ia sudah terbiasa ...bukan sombong pak.


maaf...."ucap Aldi mengatup kedua tangan nya.


"Tidak apa - apa " Pakpe tersenyum .


"Sini nak .." memanggil Calista.menepuk sofa mengajak Calista duduk di sebelah nya


Berjalan lemas , Calista menghampiri Pakpe..

__ADS_1


Pakpe memegang tangan Calista yang masih terasa dingin .


Meraup wajah dan memegang lembut kedua mata Calista..


"Bagaimana perasaan mu ??...


"Sehat om , badan Calista enakkan tidak seperti kemarin " ucap Calista tersenyum.


"HM...sudah sekarang kalian didalam berdoa , saya mau keliling rumah " ucap nya kembali berjalan mengelilingi rumah.


"Non...sekarang membaik ? " tanya Mamang dan bibi senang melihat nona nya sembuh.


Calista hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum .


"Non sudah seperti sediakala mang " bisik bibi..dibalas anggukan kepala oleh Mamang.


"Ayo sekarang semua nya berdoa " ucap Aldi..


Bergegas yang berada di ruangan berdoa seperti yang di perintah kan pakpe.


Selesai berdoa...


Tiba - tiba...


Blussshhhh.....


Diruang makan dan keluarga , keluar asap yang mengagetkan semua nya...begitu juga di dapur ..


like , cmnd dung...


terimakasih buaaanyak

__ADS_1


__ADS_2