
Kain putih itu , dipenuhi oleh jarum, paku dan pisau yang berada di tubuh boneka kain itu " itulah sebab nya istri mu sakit - sakitan dan anak mu selalu di ganggu "ucap Pakpe memandang tajam boneka itu sambil berdoa .
Dan...
Buuuuf.....
Hancur dan hilang...
"Haa..."Aldi sampai melompat kaget melihat boneka kain itu.yang hancur dan hilang bak di tiup angin.
"Tapi kenapa Calista tak dapat melihat ??? " tanya Aldi bingung.sedangkan sang istri hanya bisa menutup mulut nya terbelalak heran dan ketakutan.
Sampai - sampai ia lemas dan hanya bisa memeluk Aldi dari belakang.
Aldi yang mengetahui keadaan sang istri langsung memeluk nya erat.
"Iya...karena mata Calista sudah di tutup " menunjukkan boneka yang ditutup dengan kain hitam dan di tempeli oleh jarum...
"Jahat sekali orang itu Pak...
tapi...."belum melanjutkan kalimat nya..
"Ya...memang Calista anak indigo , iya maksud saya tertutup , Calista hanya samar melihat itu, maka nya iya tak yakin dengan apa yang di lihat nya " ucap Pakpe memotong kalimat Aldi.
"O pantas " batin Aldi ketika mengingat waktu itu , Calista seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak jadi mengatakan nya.
Agnes lemas jatuh , terlepas dari pelukan Aldi.
"Mam..." teriak Aldi sadar dari lamunan nya .saat mengetahui sang istri jatuh dari pelukan .
"Mama....
__ADS_1
Pap...mama kenapa ??? " tanya Calist yang dari tadi hanya terdiam mendengar ucapan pakpe
Bergegas Aldi mengangkat tubuh sang istri dan meletakkan nya di sofa.
"Tuan, nyonya kenapa ??? " tanya bibi dan Mamang ketika mendengar teriakkan sang majikan.
"Entah Bi , tolong ambilkan minyak kayu putih ..!!
Dengan santai Pakpe berjalan , menghampiri Aldi.
Ia berdoa dan meraup wajah Agnes.
"Pap..."Agnes tersadar dari pingsan , memeluk Calista dan menangis
"Syukurlah mam , kamu tidak apa - apa " memeluk sang istri.tampa sadar ia menitikkan air mata .memeluk kedua orang yang sangat di cintai nya .
Merasakan beban berat yang harus ia hadapi...
"Pantas Pakpe , waktu itu Calista pernah bilang jika rumah ini seram , lain dari yang lain..
Pikir saya rumah ini hanya banyak mahkluk asral , jadi kami tak khawatir.
sebab menurut kami Calista bisa melalui itu, karena ia sudah terbiasa ...bukan sombong pak.
maaf...."ucap Aldi mengatup kedua tangan nya.
"Tidak apa - apa " Pakpe tersenyum .
"Sini nak .." memanggil Calista.menepuk sofa mengajak Calista duduk di sebelah nya
Berjalan lemas , Calista menghampiri Pakpe..
__ADS_1
Pakpe memegang tangan Calista yang masih terasa dingin .
Meraup wajah dan memegang lembut kedua mata Calista..
"Bagaimana perasaan mu ??...
"Sehat om , badan Calista enakkan tidak seperti kemarin " ucap Calista tersenyum.
"HM...sudah sekarang kalian didalam berdoa , saya mau keliling rumah " ucap nya kembali berjalan mengelilingi rumah.
"Non...sekarang membaik ? " tanya Mamang dan bibi senang melihat nona nya sembuh.
Calista hanya mengangguk kan kepala sambil tersenyum .
"Non sudah seperti sediakala mang " bisik bibi..dibalas anggukan kepala oleh Mamang.
"Ayo sekarang semua nya berdoa " ucap Aldi..
Bergegas yang berada di ruangan berdoa seperti yang di perintah kan pakpe.
Selesai berdoa...
Tiba - tiba...
Blussshhhh.....
Diruang makan dan keluarga , keluar asap yang mengagetkan semua nya...begitu juga di dapur ..
like , cmnd dung...
terimakasih buaaanyak
__ADS_1