Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
Abel 2


__ADS_3

"Anak bisa melihat, benar ?? " tanya nya tak percaya dengan wajah yang sendu...


"Ia anak saya Bu , iya seorang anak Indigo. dari lahir " ucap papa Calista meyakini.


Calista hanya memandang sang ibu ...


"Benar nak....


"Ada Adel disini " ucap nya bergetar menahan tangis.


"Ya Tante....


"Dimana ???


"Sebelah kiri Tante , dengan membawa tangan nya yang hilang , serta perhiasan nya "Ucap Calista menatap Adel yang menangis.


"Mendekat ibu nak " ucap sang ibu dengan bercucuran air mata...


"Ia sudah di pangkuan ibu ...tak terasa air itu jatuh perlahan di pipi Calista.


Mama memeluk Calista dari samping , memberi nya kekuatan.


"Kasihan mam " ucap nya sambil menghapus air mata .


"Ya nak...mungkin itu sudah menjadi takdir mereka...makanya jangan lupa berdoa ya ....


Calista hanya menganggu melihat Adel memeluk ibu nya sambil menangis.


Dan sang ibu merasakan kehadiran anak nya memeluk dan menangis.

__ADS_1


"Mengapa perhiasan nya lolos dari perampokan itu nak ? " tanya ibu nya Adel...


"Tangan Adel mental jauh saat sang perampok menyabet tangan nya.


Saat perampok itu ingin mencari dan ingin mengambil perhiasan itu terdengar suara sirene polisi...


Dengan ketakutan sang perampok itu berlari Tungga langa.


Ia berlari masuk kedalam hutan , hingga seminggu kemudian ia di ketemukan meninggal kelaparan...


"Salah satu teman dari perampok itu menyembunyikan tangan Abel..dengan mengubur nya disitu.."ucap Abel menunjuk kedalam hutan.


"Oh pantas saja polisi tak dapat menemukan nya nak " ucap ibu Abel.


"Ibu maaf kan Abel , karena Abel bapak pergi dan tak kembali " ucap nya menunduk...


"Sudah nak....kamu yang tenang disana " ucap nya .


Abel membuka tangan ibu nya dan meletakkan perhiasan itu ditangan nya.


"Iks ...iks...nak , ....ia tak dapat melanjutkan bicara dan pingsan .


****


"Mam , papa bagaimana dengan ibu ini " ucap Calista panik...


"Sabar sayang....mama ambil minyak kayu putih dulu . "ucap nya berlari ke arah mobil diparkir.


"Mama....mahkluk asral anak kecil Abel menangis melihat sang ibu pingsan.

__ADS_1


mama berusaha memberi minyak kayu putih ke hidung nya , ibu Abel hingga ke kaki...hingga akhirnya.


"Bu...."Sapa mama.


"Iks....iks....tangis nya begitu ia sudah sadar betul.


"Yang sabar ya Bu , ada rencana Tuhan untuk ibu , mungkin ini yang terbaik buat adik Abel " nasehat mama.


"Saya tidak mengira....akibat terlalu berlebihan mendandani anak semata wayang ku hingga ia menjadi korban " ucapnya sambil menghapus air mata nya kasar.


"Papa nya juga tak bertanggung jawab , bukan berusaha mencari tangan anak nya.malah selalu menyalahkan saya ..dan berakhir perceraian kami, ia memilih wanita lain....iks..iks


"Bu...kata adik Abel...biarkan Bu , suami ibu , nanti beliau juga menyadari kesalahan nya , kasian adik Abel , ia tak tenang melihat keadaan ibu " ucap Calista melihat Abel menangis meraung - Raung.


Entah dapat ilmu darimana Calista meraup wajah ibu Abel.


"Coba Tante lihat Abel " menunjuk Abel yang sedang menangis


"Nak...sudah...sudah nak...maafkan mama " sambil memeluk erat anak semata wayang nya....


"Calista...."teriak papa dan mama tertahan.


"Pap...Calista ko bisa seperti itu ...


"Entahlah mam...perasaan dulu Calista tidak bisa seperti itu " ucap papa merasa heran.


"Iya Pap....memegang tangan papa tegang..


hi guys mampir disini dung...

__ADS_1


terima kasih


selamat membaca


__ADS_2