Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
kembali di teror


__ADS_3

Saya akan ke sana " ucap Pakpe ..


"Baik pak , terima kasih...."Aldi menarik nafas panjang .


Setelah para dokter dan perawat mengurus , perawat yang meninggal..


Dengan diagnosa sakit jantung..


Medical yang tadi ramai karena kejadian perawat meningal ditempat ,kembali sepi .


"Mam...kita jangan melamun...otak kita harus berfikir...jangan sampai kosong..


atau menyanyi mam , walau dalam hati...


"Iya Pap...ko ngeri ya ,...


"Ada apa sih Pap , mama bingung jadi nya..ko beruntun kejadian nya ".menatap Aldi , merasa ada yang di tutupi nya...


"Huuuf....papa tidak tahu mam....


"Sudahlah , ..yang penting sekarang kita harus banyak - banyak berdoa dan jangan melamun...


jika salah satu dari kita , ada yang melamun...kita harus saling mengingatkan " ucap Aldi memeluk sang istri...ia tak ingin membuat sang istri terlalu banyak pikiran.


Mendengar ucapan Aldi , Agnes hanya menganggukkan kepala .


Ia tak tahu harus bagaimana , selain berdoa. meminta petunjuk yang di Atas untuk memberi nya kekuatan.


" Mam...."Pangil Calista lirih..


"Nak...akhirnya kamu siuman...


"Puji syukur Tuhan " ucap Aldi dan Agnes menengadahkan tangan mengucap syukur .


"Dokter...dokter " Aldi tanpa di suruh berlari mencari dokter..

__ADS_1


"Ada apa pak ??..." sang dokter terkejut mendengar teriakkan Aldi.mengingat tadi ada perawat yang meninggal.


"Anak saya....a..anak saya siuman " ucap Aldi terbata - bata..


Tanpa bicara dua kali , dokter dan perawat itu berlari mengikuti Aldi menuju kamar inap , dimana Calista berada.


"Tolong bapak dan ibu keluar sebentar..kami akan memeriksa adik Calista " usir dokter.


Berharap - harap cemas Aldi dan Agnes berpelukan menanti hasil pemeriksaan dokter....


lima menit kemudian...


keluar dokter itu...


"Bagaimana anak saya dok ??? " tanya Aldi dan Agnes berbareng.


"Saya heran , menurut hasil diagnosa saya. anak bapak dan ibu tidak apa - apa ia hanya kelelahan dan dehidrasu...


"Saya bingung kelelahan ko bisa tidur tak bangun - bangun , beberapa hari " ucap nya memandang Aldi .


"Bagaimana tak terlihat diagnosa dokter , ini hasil santet " batin Aldi dalam hati masih memandang dokter yang sedang kebingungan...


"Boleh kami masuk kedalam dok ???....


"Silahkan " ucap nya sambil berjalan kembali ke ruang kerja...


"Nak kamu tidak apa - apa " tanya Agnes melihat keseluruh tubuh Calista.


"Tidak apa - apa mam , Calista hanya lelah " ucap nya seperti ingin memejamkan kan mata.


.Aldi dan Agnes saling berpandangan.


"Ya sudah istirahat lah nak , tapi jangan lupa berdoa ya " ucap Aldi memancing Calista akan menjawab apa .


"Iya Pap..." ucap Calista seperti sedang berdoa..

__ADS_1


"Syukurlah , ia tidak apa " apa " memegang telapak kaki Calista.


****


"Kenapa kaki Calista dingin mam ???...


"Nak...sayang ..Calista "pangil Aldi..


Calista hanya terdiam...


Menyebabkan Agnes mundur kebelakang punggung Aldi ketakutan...


Tiba - tiba ...


Calista membuka mata , pandangan mata yang memerah menatap Aldi dan Agnes tajam...


"Ya TUHAN...ada apa dengan anak ku " jerit Agnes....


"Mam...jangan takut , kita berdoa ,


ya...kita berdoa sekarang " suara Aldi terdengar seperti susah menelan kaliva nya...


"Grrrr....


Kepala Calista miring ke kiri dan kanan..


Dengan memberanikan diri , Agnes mendekat.


"Nak sadar...sadar nak..." meraup wajah Calista sambil berdoa .


Sedangkan Aldi terlihat berdoa dengan khusuk...


"Aaahhhhhh.......


Dan Calista kejang - kejang...

__ADS_1


"Mam pegang kepala Calista sambil berdoa , papa memegang jempol kaki Calista sambil berdoa juga " Aldi bergegas meremas jempol kaki sekuat tenaga nya...


__ADS_2