
"Angkat bibi , letakan di sofa mang " perintah Aldi dengan minyak angin di tangan. yang diberikan Agnes.
Mamang baru saja meletakkan bibi di sofa .
Ketika...
"Arrg.....
Yang keluar dari bibir bibi bukan suara nya.
Ia mencekik Mamang dengan kuat.
"Akh...bi kenapa mencekik saya " ucap Mamang menahan sakit .
cekikan tangan bibi sangat kuat seperti bukan bibi , karena tenaga bibi saat ini seperti tenaga sepuluh laki - laki.
Luar biasa kuat nya.
"Pap...itu bukan bibi " ucap Calista memandang mahkluk asral yangenoel di tubuh bibi.
"Siapa ???....
"Seorang nenek - nenek tua yang bongkok...ia sedang mencari mangsa " ucap Calista memandang mahkluk asral itu tak nyaman.
"Kenapa nak " Aldi melihat perubahan wajah anak semata wayang nya itu.
"Lihat nenek jahat mahkluk asral itu , kenapa perasaan Calis tak nyaman ya Pap " ujar Calista..
"Ayo kita berdoa " ucap Mama ,
Mama merasa bersalah karena pagi - pagi sekali bibi sudah di suruh kepasar , mungkin ia kelelahan dan banyak melamun akhirnya ia kemasukan mahkluk asral dan tak ingin terjadi , kejadian seperti kemarin.
Aldi , Agnes dan Calista menundukkan kepala.neminta bantuan kepada sang PENCIPTA.
__ADS_1
Selesai berdoa Calista merasa lega dan tidak takut dengan berbagai mahkluk asral .
"Mamang tidak apa - apa ? " tanya Aldi ketika melihat Mamang sudah terlepas
"Ya...tidak apa - apa tuan " mengelus leher nya yang berasa sakit.
"Ayo kita tolong bibi " memandang bibi yang masih melotot dan bersuara aneh.
"Pap, pegang jempol kaki bibi yang kuat, Mamang tangan nya " ucap Calista ketika ia melihat mahkluk asral itu melihat Calista tak senang.
"Mam berdoa, kita semua berdoa suoaya mahkluk itu keluar , kasian bibi ia lelah dengan badan nya seperti itu " Calista berbicara sambil melotot membalas mahkluk itu , ia tak gentar dengan nwnek-nenek jahat.
"Apa maksud kamu masuk kedalam tubuh bibi " bentak Calista...
He..he...he " terdengar suara nenek - nenek.
"Siapa kamu lancang masuk kedalam tubuh bibi " kesal pertanyaan nya tak dijawab.
"He ..he...he...anak kecil , mau ikut campur...
"Saya memang masih kecil , tapi saya bisa menghancurkan kamu ...
"Pergi dari tubuh bibi " bentak Calista..
"He .he..he , tidak mau..."meledek Calista.
"Nenek - nenek peot ini menguji kesabaran ku " geram Calista .
"Pap...hitungan tiga , pencet jempol kaki bibi yang kuat..."Calista mengingatkan.
"Satu....tiga...pencet Pap , sambil berdoa semua teriak Calista.
"Arg....Arg.....lepas...lepaskan..."jerit nenek yang memasuki tubuh bibi.
__ADS_1
****
"Pergi dari tubuh bibi , jika kamu tidak ingin kamu hancurkan...."ancam Calista.
"Arg....
"Lagi Pap...pencet jempol kaki kanan kiri...
Calista berjalan mengambil minyak yang terletak di meja .
Mengolesi tangan nya dan meraup wajah bibi....
"Aaakkkk......
Tak terdengar suara ..
Mata bibi terbuka perlahan.
"BI , tidak apa - apa kan ??? " memandang mata bibi intens.
Bagai bangun dari tidur , bibi melihat rumah keluarga Aldi..
"Minum bi " mama menyerahkan segelas air putih.
Bibi meneguk nya hingga habis tuntas.
"Maaf nyonya , saya merepotkan " ucap nya berusaha bangun.
"Bibi dari mana ko bisa seperti ini ? " tanya Aldi.
"Saya kepasar tuan , saya tidak tahu tiba - tiba bulu kuduk saya merinding , berjalan seperti tak mempunyai tulang ginnga sampai dirumah, saya tidak tahu apa - apa lagi " bibi menceritakan panjang lebar.
"Nak...kamu liat apa " tanya Agnes
__ADS_1
like comd dung