Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
kejadian aneh


__ADS_3

"Angkat bibi , letakan di sofa mang " perintah Aldi dengan minyak angin di tangan. yang diberikan Agnes.


Mamang baru saja meletakkan bibi di sofa .


Ketika...


"Arrg.....


Yang keluar dari bibir bibi bukan suara nya.


Ia mencekik Mamang dengan kuat.


"Akh...bi kenapa mencekik saya " ucap Mamang menahan sakit .


cekikan tangan bibi sangat kuat seperti bukan bibi , karena tenaga bibi saat ini seperti tenaga sepuluh laki - laki.


Luar biasa kuat nya.


"Pap...itu bukan bibi " ucap Calista memandang mahkluk asral yangenoel di tubuh bibi.


"Siapa ???....


"Seorang nenek - nenek tua yang bongkok...ia sedang mencari mangsa " ucap Calista memandang mahkluk asral itu tak nyaman.


"Kenapa nak " Aldi melihat perubahan wajah anak semata wayang nya itu.


"Lihat nenek jahat mahkluk asral itu , kenapa perasaan Calis tak nyaman ya Pap " ujar Calista..


"Ayo kita berdoa " ucap Mama ,


Mama merasa bersalah karena pagi - pagi sekali bibi sudah di suruh kepasar , mungkin ia kelelahan dan banyak melamun akhirnya ia kemasukan mahkluk asral dan tak ingin terjadi , kejadian seperti kemarin.


Aldi , Agnes dan Calista menundukkan kepala.neminta bantuan kepada sang PENCIPTA.

__ADS_1


Selesai berdoa Calista merasa lega dan tidak takut dengan berbagai mahkluk asral .


"Mamang tidak apa - apa ? " tanya Aldi ketika melihat Mamang sudah terlepas


"Ya...tidak apa - apa tuan " mengelus leher nya yang berasa sakit.


"Ayo kita tolong bibi " memandang bibi yang masih melotot dan bersuara aneh.


"Pap, pegang jempol kaki bibi yang kuat, Mamang tangan nya " ucap Calista ketika ia melihat mahkluk asral itu melihat Calista tak senang.


"Mam berdoa, kita semua berdoa suoaya mahkluk itu keluar , kasian bibi ia lelah dengan badan nya seperti itu " Calista berbicara sambil melotot membalas mahkluk itu , ia tak gentar dengan nwnek-nenek jahat.


"Apa maksud kamu masuk kedalam tubuh bibi " bentak Calista...


He..he...he " terdengar suara nenek - nenek.


"Siapa kamu lancang masuk kedalam tubuh bibi " kesal pertanyaan nya tak dijawab.


"He ..he...he...anak kecil , mau ikut campur...


"Saya memang masih kecil , tapi saya bisa menghancurkan kamu ...


"Pergi dari tubuh bibi " bentak Calista..


"He .he..he , tidak mau..."meledek Calista.


"Nenek - nenek peot ini menguji kesabaran ku " geram Calista .


"Pap...hitungan tiga , pencet jempol kaki bibi yang kuat..."Calista mengingatkan.


"Satu....tiga...pencet Pap , sambil berdoa semua teriak Calista.


"Arg....Arg.....lepas...lepaskan..."jerit nenek yang memasuki tubuh bibi.

__ADS_1


****


"Pergi dari tubuh bibi , jika kamu tidak ingin kamu hancurkan...."ancam Calista.


"Arg....


"Lagi Pap...pencet jempol kaki kanan kiri...


Calista berjalan mengambil minyak yang terletak di meja .


Mengolesi tangan nya dan meraup wajah bibi....


"Aaakkkk......


Tak terdengar suara ..


Mata bibi terbuka perlahan.


"BI , tidak apa - apa kan ??? " memandang mata bibi intens.


Bagai bangun dari tidur , bibi melihat rumah keluarga Aldi..


"Minum bi " mama menyerahkan segelas air putih.


Bibi meneguk nya hingga habis tuntas.


"Maaf nyonya , saya merepotkan " ucap nya berusaha bangun.


"Bibi dari mana ko bisa seperti ini ? " tanya Aldi.


"Saya kepasar tuan , saya tidak tahu tiba - tiba bulu kuduk saya merinding , berjalan seperti tak mempunyai tulang ginnga sampai dirumah, saya tidak tahu apa - apa lagi " bibi menceritakan panjang lebar.


"Nak...kamu liat apa " tanya Agnes

__ADS_1


like comd dung


__ADS_2