
"Entah ..tapi kita jangan lengah...seperti nya dia menunggu kita lengah "ucap Pakpe memandang ke Clarista.
"Hufff......papa menarik nafas berat.
"Kasihan anak ku masih kecil sudah mengandung....nikah sama mahkluk asral lagi ...duh....apa salah ku , Tuhan apa salah ku "batin papa dalam hati sambil memegang dada nya .
"Pap....pangil mama lirih...setelah sadar dari pingsan.
"Ya ..mam ..sudah istirahat saja .."ucap papa melihat mama hendak bangun sambil berusaha tegar...
"Anak kita Pap ....,iks...iks...anak kita Pap ...bagaimana dengan masa depan nya " ucap Mama menangis kembali.
Papa hanya bisa memeluk mama sambil mengelus - ngelus pundak nya. berusaha memberi ketenangan.
"Pap....rengek mama memandang sang suami...
"Kita pasrahkan saja mam, pasti ada jalan " ucap papa walau ia tak tahu akan seperti apa anak semata wayang nya itu.
"Kita berdoa Bu, pasti bisa "ucap Pakpe menarik nafas panjang.
"Saya mengajak bapa dan ibu untuk berdoa...
"Saya pamit ,jangan lupa tiap malam , kita berdoa...saya akan datang...jam 21.00 malam kita adakan doa bersama." ucap Pakpe....memberitahu."Sambiberjabat tangan.
"Baik pak ,kami tunggu kedatangan bapak "ucap papa Calista berharap.
Sambil berbicara pakpe memegang jempol kaki Calista...
"Jangan khawatir ya....memandang mama yang terlihat masih menangis.
"Iya pak...
"Sekali lagi kalian harus kuat..."ucap nya sambil berjalan keluar...diikuti papa.
__ADS_1
"Saya pamit....nanti saya kembali "ucap Pakpe menjalankan motor nya .
***"
Pakpe datang pukul 20.45...pakpe datang dengan kedua orang teman nya..
"Perkenalkan ini teman saya pak Dion dan pak Roni...mereka yang akan membantu saya "pakpe memperkenalkan kedua teman nya..kedua teman pakpe mengulurkan tangan
Papa membalas uluran tangan kedua orang itu.
Dan tepat pukul 00.00...didalam kamar inap medical, itu diadakan doa bersama....
Terlihat Calista yang sudah tertidur karena suntikan yang diberikan oleh dokter. sebab jika tidak disuntik penenang Calista akan selalu berteriak.
"Apapun yang terjadi kalian jangan lengah...tetap berdoa dan berdoa...
Suasana begitu hening....
Tiba - Tiba ....
Wuissh....wuisshhh....
Pakpe ,Dion dan Roni segera memeluk papa dan mama agar mereka tak terpengaruh oleh angin yang datang itu.
"Tetap berdoa apapun yang terjadi..."pakpe memperingatkan.
****
Tiba - tiba datang mahkluk asral yang menyerupai seorang raja...
"Siapa anda, apa mau nya anda datang kemari ??? " tanya pakpe berani.
"Saya ingin mengambil Calista..."ucap nya memandang pakpe marah...
__ADS_1
"Buat apa ???...
"Ia istri saya....ha ..ha..ha...
Terdengar tawa yang mengelegar...
"Ia bukan nya istri anak anda ???..
"HM...karena kamu sudah membunuh anak saya...rasakan akibat nya...
"Sebentar...sebentar .."ucap Pakpe mencari taktik.
"Ini istri anak anda atau istri anda "ucap Pakpe pura - pura tidak tahu.
"Anak saya sudah kamu bunuh , jadi istri nya akan saya jadikan istri saya "ucap nya...
ucapan nya itu membuat pakpe geleng - geleng kepala ..
"Biadab ..anak mantu di jadikan istri " ucap Pakpe memancing mahkluk asral itu..
"Sudah jangan banyak bicara "ucap nya sambil mengeluarkan angin dalam mulutnya...
"Semua berdoa ..."teriak Pakpe..
wwwwuuuuuiiiiiisssshhhhhh....
Angin itu hanya mengelilingi pakpe,papa,mama dan kedua orang teman pakpe ..
"Kami tidak takut dengan kamu "ucap Doni dan Rio berbarengan.
"Grrrr......
Seisi ruangan kembali berdoa..
__ADS_1