
Aldi, Pakpe dan Calista membesuk Sutan yang sedang di rawat dimedical.
Betapa terkejut nya Aldi melihat keadaan Sutan.
Ia bagai mayat hidup , dengan tubuh yang penuh dengan peralatan kedokteran .infus dan detak jantung.
"Ia terperangkap dengan dosa nya "bisik Calista perlahan memiringkan badan nya ke sang papa.
"Maksud kamu ????....
"Tubuh sudah tidak kuat , tetapi arwah tak dapat lepas dari badan nya , karena di tarik oleh mahkluk asral , mereka masih mau berada dalam tubuh om itu , ia di tolak bumi .
jadi ia seperti itu " ucap Calista bergidik.
"Haaa....." Aldi terjengkit kaget mendengar perkataan Calista.sambil memandang Pakpe.
Pakpe menganggukkan kepala membenarkan.
"Ya Tuhan...
Kasihan sekali ...
"Itu akibat serakah dan mencari jalan pintas seperti itu " ucap Pakpe ingin mendekat.
"Pak Aldi anda disini " tanya istri Sutan memandang kehadiran tetangga nya itu tak senang.
"Kami ingin melihat keadaan Sutan dan ikut prihatin mba , atas musibah yang menimpa Mas Sutan " ucap Aldi memandang istri Sutan yang berdandan gelamour..
Seperti toko emas berjalan
__ADS_1
"Mungkin kami bisa mendoakan pak Sutan , agar cepat pulih " ucap Pakpe , walau ia tahu .itu tak mungkin.
"tidak perlu , saya tidak butuh bantuan anda " ucap nya mendorong Aldi. , Pakpe dan Calista kasar.
Bruak..
Dengan membanting pintu , ia menutup nya, tanpa melihat kebelakang.
"Sombong amat sih " teriak Calista tak suka, ia diperlakukan seperti itu.
"Sudah nak...biarkan saja " Aldi menarik Calista lembut untuk pergi dari situ.
"Biarkan , nanti juga istri Sutan mencari mu ' ucap Pakpe berjalan mengikuti Aldi.
Aldi hanya menganggukkan kepala meski ia tak mengerti maksud perkataan Pakpe.
Belum kaki melangkah lebih jauh..
tolong suami saya kejang - kejang " teriak istri Sutan berlari memanggil dokter.
"Hmm....
Pakpe mengangkat alis nya memandang ke dalam kamar inap Sutan....
"Kasihan om , badan nya jadi permainan mahkluk asral "ucap Calista dengan mata tajam Memandang kamar inap ..
Terlihat oleh Calista mahkluk asral itu mencabik - cabik tubuh Sutan...hingga roh Sutan kesakitan.
"Heran saya , di cek berulang - ulang tidak ada kelainan , tidak ada kerusakan dalam tubuh nya" ucap dokter memandang teman sejawat nya..
__ADS_1
"Iya , Tapi kenapa ia koma , akibat kebakaran di tubuh nya tidak menghawatirkan " jawab dokter lain nya...
"Mungkin ini bukan di Rana kita , lebih baik kita pangil guru - guru agama " ucap nya memandang satu dengan yang lain..
****
"Dari hasil cek kami , kami tidak mendapatkan hal yang mengkhawatirkan di tubuh bapak. , menurut kami ini bukan Rama kami...saran saya mungkin ibu bisa pangil ahli agama " menatap istri Sutan yang kebingungan....
"Ya ampun , saya harus bagaimana......" kebingungan.
Tak sengaja , kepala istri Sutan melihat kebelakang.
Ia melihat Pakpe , Calista dan Aldi yang belum pergi dari sini.
"Pak , maafkan saya....saya 5adi berkata kasar , tolong saya pak ..
tolong saya ...hiks...hiks...hiks " ucap nya tanpa mengingat perkataan kasar nya tadi. sambil menundukkan kepala....
Calista melirik Aldi dan Pakpe..
Ingin membalas perbuatan nya tadi , tangan Pakpe sudah memegang pundak Calista lembut.
Ia tahu maksud Calista , perlahan Pakpe menghampiri istri Sutan.
Calista terdiam mendapat teguran halus.
"Akan kami coba , mudah - mudahan pak Sutan bisa selamat " kalimat penghiburan Pakpe..
"Ayo dik , ikut om " ajak Pakpe..
__ADS_1
"Kenapa bawa anak kecil pak ??? " memandang Calista tak percaya...