
Dibawah sinar senter dan cahaya bulan.
Aldi dan beberapa orang mencari Calista menurut petunjuk dari Pakpe.
"Pak Aldi , semakin masuk kedalam kenapa saya semakin merinding pak " ucap pria bertubuh tambun itu...
"Iya pak " serentak beberapa teman Aldi mengiyakan.
"Aku juga merinding dari tadi , ada apa ya " batin Aldi dalam hati sambil menyoroti senter nya keseluruh penjuru hutan.
"Tenang pak , jika kita panik mereka itu semakin senang , berdoa aja...jika bisa bersuara...silahkan pak " Aldi seperti yakin berbicara seperti itu , tapi ia sendiri merasa tak yakin.
"Iya pak....
"Saya harap pak Aldi juga berdoa , seperti nya pak Aldi terlalu banyak pikiran...
Jangan sampai...itu menjadi penghalang pak, maaf bukan maksud saya mengurui anda , saya tak dapat melihat , tapi saya merasakan ada mahkluk asral disini....
,anda jangan terlalu banyak melamun " pria bertubuh tambun itu mengingatkan...
"Iya pak , terima kasih sudah di ingatkan " ucap Aldi mengelus dada nya...
Ia merasa beban nya terlalu berat.
Aldi merasa belakang pundak nya seperti ada yang memegang...
Dingiin...
"Ayo semua sekali lagi kita berdoa " ucap pria bertubuh tambun itu.mengagetkan Aldi.
walau gemuk tapi ia sangat lincah bergerak kesana kemari diantara semak belukar.
Serentak para pria itu menundukkan kepala dan berdoa ....
Selesai mereka , kembali menyinari hutan belantara ...
"Pak..., ih...itu apa ya pak " ucap seorang mandor sambil menunjuk kearah samping Aldi ...
Penasaran Aldi menyoroti yang di maksud mandor..
__ADS_1
"Seperti.....
Tak melanjutkan ucapan nya, penasaran Aldi menghampiri...
"Hati - hati pak ..."ucap nya sambil bersiap - siap kemungkinan yang terjadi.
Antara takut dan pemasaran Aldi menghampiri seperti seseorang yang tidur di tanah..
Perlahan Aldi berjalan...
Mendekat....
Mendekat...
Ternyata.....
"C A L I S T A " jerit Aldi , sedih melihat anak semata wayang pingsan dengan tubuh yang kotor..
"Semua senter ke arah sini , biar lebih jelas " ucap pria bertubuh tambun itu.
"Calista...pak ini anak saya....
Walau saat di ketemukan ia tak sadar kan diri.
Tak ingin berfikir jelek ia mengendong Calista
"Ayo segera bawa ke medical " ucap pria tambun itu.
Pria bertubuh tambun itu , dengan cepat mengambil mobil..
Yang lain berjalan bergantian menggotong tubuh Calista yang lemah.
****
Matahari memancarkan sinarnya...
Melalui jendela medical yang sudah dibuka oleh para perawat .
Aldi yang menunggu sendiri tanpa Agnes..
__ADS_1
ia tidak tidur semalaman , gelisah dengan keadaan anak semata wayang nya yang hingga kini belum siuman...
Menatap sayu..
Terlihat mata Aldi sudah seperti panda , hitam...
makasih sudah mampir disini...
ada apa dengan Calista ya
Kriiiinnnggg....
Kriiiinnnnnggg.....
"Oh...Pakpe " batin Aldi sambil membuka aplikasi telefon nya..
"Selamat pagi pak " terdengar suara Aldi seperti menahan beban berat.
****
"Berdoa dikuping Calista , segera
, sebab dokter tak akan bisa , menyembuhkan , hanya lewat doa " ucap Pakpe tanpa basa basi....
"Baik pak ..."dengan cepat
Menutup telefon , segera menghampiri Calista dan berdoa...
Sepuluh menit...
Dua puluh menit....
Calista tak ada perubahan ...
Hingga ...
"Pap....kenapa papa tak memberitahu mama , kalau papa sudah menemukan Calista , mama sampai tak tidur.."ucap Agnes sambil menghapus air mata nya.
"Maaf....maaf kan papa , ma " Aldi memeluk dan mencium kening sang istri.
__ADS_1
memejamkan mata ,menahan air bening itu keluar dari pelupuk mata nya.