Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
Ketemu


__ADS_3

Dibawah sinar senter dan cahaya bulan.


Aldi dan beberapa orang mencari Calista menurut petunjuk dari Pakpe.


"Pak Aldi , semakin masuk kedalam kenapa saya semakin merinding pak " ucap pria bertubuh tambun itu...


"Iya pak " serentak beberapa teman Aldi mengiyakan.


"Aku juga merinding dari tadi , ada apa ya " batin Aldi dalam hati sambil menyoroti senter nya keseluruh penjuru hutan.


"Tenang pak , jika kita panik mereka itu semakin senang , berdoa aja...jika bisa bersuara...silahkan pak " Aldi seperti yakin berbicara seperti itu , tapi ia sendiri merasa tak yakin.


"Iya pak....


"Saya harap pak Aldi juga berdoa , seperti nya pak Aldi terlalu banyak pikiran...


Jangan sampai...itu menjadi penghalang pak, maaf bukan maksud saya mengurui anda , saya tak dapat melihat , tapi saya merasakan ada mahkluk asral disini....


,anda jangan terlalu banyak melamun " pria bertubuh tambun itu mengingatkan...


"Iya pak , terima kasih sudah di ingatkan " ucap Aldi mengelus dada nya...


Ia merasa beban nya terlalu berat.


Aldi merasa belakang pundak nya seperti ada yang memegang...


Dingiin...


"Ayo semua sekali lagi kita berdoa " ucap pria bertubuh tambun itu.mengagetkan Aldi.


walau gemuk tapi ia sangat lincah bergerak kesana kemari diantara semak belukar.


Serentak para pria itu menundukkan kepala dan berdoa ....


Selesai mereka , kembali menyinari hutan belantara ...


"Pak..., ih...itu apa ya pak " ucap seorang mandor sambil menunjuk kearah samping Aldi ...


Penasaran Aldi menyoroti yang di maksud mandor..

__ADS_1


"Seperti.....


Tak melanjutkan ucapan nya, penasaran Aldi menghampiri...


"Hati - hati pak ..."ucap nya sambil bersiap - siap kemungkinan yang terjadi.


Antara takut dan pemasaran Aldi menghampiri seperti seseorang yang tidur di tanah..


Perlahan Aldi berjalan...


Mendekat....


Mendekat...


Ternyata.....


"C A L I S T A " jerit Aldi , sedih melihat anak semata wayang pingsan dengan tubuh yang kotor..


"Semua senter ke arah sini , biar lebih jelas " ucap pria bertubuh tambun itu.


"Calista...pak ini anak saya....


Walau saat di ketemukan ia tak sadar kan diri.


Tak ingin berfikir jelek ia mengendong Calista


"Ayo segera bawa ke medical " ucap pria tambun itu.


Pria bertubuh tambun itu , dengan cepat mengambil mobil..


Yang lain berjalan bergantian menggotong tubuh Calista yang lemah.


****


Matahari memancarkan sinarnya...


Melalui jendela medical yang sudah dibuka oleh para perawat .


Aldi yang menunggu sendiri tanpa Agnes..

__ADS_1


ia tidak tidur semalaman , gelisah dengan keadaan anak semata wayang nya yang hingga kini belum siuman...


Menatap sayu..


Terlihat mata Aldi sudah seperti panda , hitam...


makasih sudah mampir disini...


ada apa dengan Calista ya


Kriiiinnnggg....


Kriiiinnnnnggg.....


"Oh...Pakpe " batin Aldi sambil membuka aplikasi telefon nya..


"Selamat pagi pak " terdengar suara Aldi seperti menahan beban berat.


****


"Berdoa dikuping Calista , segera


, sebab dokter tak akan bisa , menyembuhkan , hanya lewat doa " ucap Pakpe tanpa basa basi....


"Baik pak ..."dengan cepat


Menutup telefon , segera menghampiri Calista dan berdoa...


Sepuluh menit...


Dua puluh menit....


Calista tak ada perubahan ...


Hingga ...


"Pap....kenapa papa tak memberitahu mama , kalau papa sudah menemukan Calista , mama sampai tak tidur.."ucap Agnes sambil menghapus air mata nya.


"Maaf....maaf kan papa , ma " Aldi memeluk dan mencium kening sang istri.

__ADS_1


memejamkan mata ,menahan air bening itu keluar dari pelupuk mata nya.


__ADS_2