Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
Meledak


__ADS_3

Susi yang bertanya bingung, dikelas tak ada lalat .


Susi melihat wajah Calista heran...


"Iya tadi ada nyamuk dikaki ku " ucal Calista...


"Idih tadi bilang lalat sekarang nyamuk, mana yang bener ni ? tanya Susi menatap Calista lebih dalam.


"Hehehe...salah ngomong...lalat ,udah ah orang salah ngomong aja.itu Mr petric datang....nanti dimarahin kalau ketahuan kita ngobrol " ucap Calista melihat kedatangan guru.


Jam belajar pun selesai.Calista dan teman-teman berjalan melewati koridor sekolah...


Saat berjalan Calista merasakan kakinya berat melangkah...


"Calis...kamu dijemput supir ata orang tua mu ? tanya Susi berlari mengejar Calista yang berjalan cepat..


"Kenapa kaki kita terasa berat melangkah " batin Calis.


"Ih calisss...ditanyain ko malah melamun " ucap Susi.


"Ah iya...ga tau aku siapa yang jemput ,memang kenapa sus ? tanya Calista...


"Kalau boleh aku mau nebeng..."Ucap Susi nyengir.


"Oh...boleh..boleh..."ucap Calis melihat kebawah.


"Ga ada apa-apa...batin Calis..


"Liat apa sih Calis, Susi mengikuti gerakan Calis..


"Tidak apa-apa...aku pikir pensil ku jatuh dari tas " ycap Calista berbohong...


"O...


Sesampai di parkir mobil ternyata supir yang menjemput Calista

__ADS_1


"Non "tegur Mamang.


"Papa dan mama masih dikantor mang ?tanya Calista...


"Iya non beliau lembur " ucap Mamang, nanti bibi dan Mamang yang menemani non ya dirumah " ucap nya..


"Iya mang, ayo sus " ajak Calista..


"Mang Susi mau ikut kita, rumah nya Mamang pasti tahu " ucap Calista mengajak Susi masuk...


"Oh iya neng...saya tahu rumah nya ,akan saya antar" ucap Mamang sambil mempersilahkan Calista dan Susi masuk.


****


Sesampai Susi turun didepan rumahnya.


Mobil kembali menuju rumah Calista.


Rasa pegal yang Calista rasakan di kaki semakin terasa sangat pegal.


Ia segera berdoa sambil memegang kedua kaki nya...


"Arrrrggggg.....panasss.


"Kamu kenapa menganggu aku ? tanya Calista galak.


"Saya menyukai mu...jangan usir saya...aaagggg...


"Pergiii...dunia kita berbeda..."Bentak Calista sambil berdoa lebih keras.


Mamang yang melihat seperti itu mengikuti jejak Calista.karena ia sudah diberitahu kedua orang tua Calista jika melihat Calista seperti itu, harus bantu berdoa.


Aarrrggggg......dan menghilang.


"Terimakasih mang sudah bantu doa " ucap Calista masih tetap mengelus kakinya yang masih terasa pegal.

__ADS_1


Sesampai didepan rumah..Calista mengangkat wajah nya...


"Kenapa awan hitam hanya diatas rumahku saja, rumah orang disini tidak " batin Calista.


****


Ada apa ????


"Neng masuk " ucap bibi...


Bibi yang berdiri di depan rumah pun ada awan hitam diatas kepala.


"BI, lebih baik kesini, Mamang jangan masuk rumah dulu " ucap Calista.


"Ada apa neng ? tanya Mamang bingung..


"BI, cepat kesini ...."belum semoat Calista berteriak lagi


Tiba - tiba.


Duaaaar......


Terjadi ledakkan dari arah dapur.dan bibi terlempar jauh...


"Bibi...Calista ditarik oleh Mamang agar menjauh dan menunduk.agar terhindar dari serpihan kaca dan lain nya...


Dengan cepat para tetangga berdatangan...dan menolong bibi .


Ambulans entah siapa yang memanggil datang dan membawa bibi yang tergeletak pingsan.


"Kamu tidak apa-apa Calista "ucap kedua orang tua nya yang tiba-tiba datang menghampiri nya....


"Terima kasih Tuhan engkau telah menolong anakku " doa mama.


"Untung kamu belum masuk nak " ucap Mama.

__ADS_1


"Tadi saya sudah mau masuk Bu,Tiba-tiba Calista menahan saya dan memangil bibi kekuar " ucap mamang


__ADS_2