
"Jangaaannn...."teriak Aldi dan Agnes berbareng , tak ingin anak semata wayang nya korban serigala.
"Aku tak ingin ada korban lebih banyak lagi Pap ." ucap Calista menatap kedepan.
"Ya Uda kamu kerjakan sekarang ." ujar Simon dengan sombong nya tak tahu diri.
"Bapak saja yang keluar , anak saya masih kecil ." teriak Agnes tak terima .
"Orang tua tak punya otak ." omel Agnes dari tadi ia gemas melihat kelakuan Simon yang sok berkuasa. dan seenak nya sendiri demi kepentingan nya.
"Sayakan cuma kasih saran , kata nya indigo ! ." ucap nya ngeyel. setengah menghina.
"Papa, mama.Calista harus keluar menyelesaikan semua ini. kalau tidak akan banyak korban ." ujar Calista memandang kedua orang tua yang sangat disayangi nya.
"Nak." mama tak dapat berkata - kata , ia hanya mengelengkan kepala.menahan air bening itu jatuh.
"Huf.." Calista menarik nafas panjang. pilihan yang berat.
"Aku harus berbuat sesuatu." memandang kedua orang tua nya.
"tidak nak , jangan . kami tak ingin terjadi sesuatu dengan mu ." ucap Aldi dan Agnes berbareng memegang tangan Calista takut ia pergi .
"Tapiik....
"tidak nak , kita cari jalan keluar.pasti ada jalan keluar nya ." Aldi berusaha menahan Calista.
Calistaaa...
Calistaaa...
Kembali terdengar panggilan sang raja serigala.
Calista...datanglah , aku merindukan mu...
Terlihat Calista membuka mata lebar - lebar mendapat panggilan .
"Nak..."Aldi memukul pundak Via, pelan tapi mengagetkan .
"Mereka memangil lagi ?." tanya Aldi .
"Ya Pap..."menarik nafas panjang , berusaha tak mendengarkan panggilan itu.
Seperti mendapat petunjuk , Agnes mengambil aerphone dikamar sang anak dan meletakkan ke kuping Calista setelah ia mendapat sebuah lagu penyemangat untuk Calista.
melihat itu Calista tersenyum. mengapa tidak dari tadi ia memakai aerphone .
"Untuk sementara kalian semua yang ada disana berdoa ." bisik Pakpe . melihat keadaan yang semakin mencekam, melihat semua sudah kebingungan.
"Baik Pakpe." batin Aldi terheran mengapa ia bisa mendengar suara Pakpe dari jauh .
"Bapak - bapak ,untuk sementara tak ada jalan keluar , lebih baik kita berdoa untuk mengusir mahkluk itu. karena doa adalah jalan keluarnya ." ucap Aldi menatap kedepan . berharap seisi rumah segera menyetujui nya.
Bersyukur Calista sudah teralihkan dari panggilan makhluk halus.
dengan cepat semua berdoa .
Diluar mahkluk halus menatap sinis pintu rumah Aldi mereka menyepelehkan.
tiba - tiba...
Mendengar suara orang berdoa , mereka kocar kacir berlari tak menentu.
Sang raja serigala pun pergi.sambil menoleh menatap tajam rumah Aldi , dimana Calista berada.
Hari mulai pagi , terdengar suara ayam berkokok dan azan berkumandang dimesjid . bertanda pagi tiba .
Para tentara dan orang yang berada didalam , menarik nafas lega. mengucap syukur untuk sementara mereka terhindar dari serigala itu.
"Syukurlah sudah pagi ." ucap Aldi memeluk Agnes dan Calista. kedua orang yang disayangi nya.
"Kalau begitu saya ingin cek rumah ." ucap Simon berjalan dengan angkuh , keluar tanpa pamit .
"Sudah pagi , mama, sama Calista lebih baik beristirahat , jika waktu menjelang sekolah dan kerja papa bangunkan ." ucap Aldi setengah mendorong kedua orang yang dicintai nya.segera masuk kamar agar beristirahat.
Tampa protes Agnes dan Calista yang memang sudah lelah , masuk kedalam kamar masing -.masing.
"Maaf pak , kami ..."tentara itu terlihat bingung.
"Anda semua lebih baik beristirahat di sini saja." menawarkan kepada para tentara bayaran.
"baik pak terima kasih , kami merepotkan ." tentara itu menunduk tanda hormat .
"sama-sama tidak masalah
" ucap Aldi tersenyum.
Mamang dan bibi membawa kasur untuk para tentara. agar mereka beristirahat diruang tamu walau sebentar.
****
Turun dari mobil setelah Salim dengan kedua orang tua nya Calista berjalan masuki pintu gerbang sekolah.
"Kenapa sepi , bukan nya ini sudah jam masuk sekolah ?." Calista celinga celinguk merasa heran.
Terlihat kabut menyelimuti sekolah.
"Calista , nak.kosentrasi lihat didepanmu jangan lupa berdoa ." tiba - tiba Pakpe kembali berbisik.
"Ada apa ????.."heran. tanpa protes
ia tetap berusaha untuk konsentrasi seperti perintah Pakpe.
suasana halaman sekolah Calista berkabut. kabut tebal .
melihat kekanan dan kiri .
hanya sekolahnya yang berkabut menandakan...
"Satpam sekolah mu sudah tergigit oleh manusia serigala itu , begitu juga dengan kepala sekolah, dilihat sebelah kanan dekat pohon Cemara ." perintah Pakpe.
"Astaga..."jerit Calista perlahan.
"Hadang setiap teman atau guru mu yang ingin masuk kedalam sekolah, jika tak ingin bertambah korban." ucapan Pakpe membuat nya semakin merinding.
"Baik om ." ketika ia melihat sahabat satu bangku dan Miss Tety berjalan bersama . hendak masuki halaman sekolah.
__ADS_1
"Miss...." pangil Calista menghampiri.
"Ya ada apa Calista ? ." tanya nya merasa heran. sambil tersenyum.
"Aku minta tolong, Miss dan kamu Han. jangan masuk sekolah. pak satpam dan kepala sekolah sudah digigit manusia serigala.
aku mohon Miss memberitahu yang lain.please..jangan masuk .' cegat Calista memohon teman dan sahabat nya.
"Kamu tahu dari mana ???" tanya Miss Tety tak percaya .
"Iya Calist. sekarangkan sudah siang.kenapa harus takut.
bukan nya mereka yang sudah kena gigitan beraktifitas nya malam hari ?" tanya Hana memandang Calista heran.
"Manusia serigala nya yang tak bisa siang , tapi manusia yang kena gigit mereka bisa walau pagi hari ." Calista menerangkan agar guru dan teman nya mau mengerti.
"Kamu tahu darimana ,jika mereka kena gigitan manusia serigala ." ucap Miss Tety sambil berjalan masuk.
"Misss...." teriak Calista mengikuti dari belakang.
"Miss mau tau yang belum kena gigitan dan yang sudah ?." tanya Calista jengkel.
guru nya tak percaya , padahal ia sudah mengerti Calista.
Tak menjawab , ia berjalan mendekati satpam dan kepala sekolah di pintu gerbang.
"Ya...lihat darimana mereka kena atau tidak ?" menatap Calista marah.
ia menganggap itu hanya imajinasi konyol Calista. sedangkan ia beranggapan satpam dan kepala sekolah pasti sudah berhati - hati dan tidak keluar malam, semalam agar tak terkena gigitan serigala itu. " ujar Miss Tety tak percaya.
'Miss...anda tak mengenal saya ??. " tanya Calista menahan marah , ia yang selalu mengandalkan Miss Tety ,jika ia dalam masalah dengan para mahkluk asral . ternyata tak percaya !...
Akhirnya Calista menarik nafas panjang dan berjalan mengikuti Miss Tety.
"Miss lihat mata nya ." tangan Calista siap - siap memegang pistol kecil di kantong nya.
Ia diam - diam mengambil pistol di laci sang papa. entah mengapa ia lakukan itu , ia merasa perlu membawa nya hari ini.
"Seperti apa mata nya ?." tanya Miss Tetty melihat kedepan.
Terlihat sang satpam dan kepala sekolah menghampiri mereka perlahan.
"Kosong. tatapan matanya kosong dan mata nya hanya yang berwarna putih , tidak mempunyai kornea mata." ucap Calista. semakin kencang memegang pistol.
"Pagi pak dan pak sa'dan dari mana , ko kompak bener ." kelakar Miss Tety.
"Miss dengar suara nya." sedikit mundur.
grrr...grrrr
"Ko , kepala sekolah dan pak Sa'dan hanya diam ?." sekali lagi Miss Tety bertanya penasaran.
"Miss...run..
lariiii...."teriak Calista.
Teriakan Calista tak membuat Miss Tety bergeming. dengan santai menunggu kepala sekolah dan satpam itu.
"Misss...
Han...lari.aku bilang lari ya lari..
"Ini bener ??..
"Bener ...kamu liat aku becanda?
cepet lari , aku akan menyelamatkan Miss Tety..lari Haann...lariiii.' teriak Calista gemas melihat sahabat sebangkunya . lelet.
Tersentak Hani berlari sekuat yang ia mampu..melihat kebelakang , tangan kepala sekolah dan satpam sudah diatas siap menerkam Miss Tety dan Calista.
"Kalau bisa cari pertolongan Han.." teriak Calista lagi.
Belum Hani membalikkan badan . Roni teman lain kelas menghadang nya , sama seperti kepala sekolah dan satpam. tangan keatas siap menerkam.
"Ro...Roni , kamu kenapa ??." tanya Hani dengan gemetar.
grrr....arrg
"Calis...apakah . " mundur hingga membentur punggung Calista.
"Ya..."ucap Calista tanpa menoleh kebelakang.
"Astaga. Roni kena ??." seluruh tubuh nya gemetar, kaki seakan susah untuk melangkah.entah harus bagaimana.
"Calis...aku takut...
"Kamu tenang dibelakang ku , jangan kemana - mana ." ucap Calis mengambil sesuatu dari kantong rok nya.
" Calist buat sesuatu , aku tak ingin seperti mereka ." ucap Hana sambil menangis.
"Percaya padaku...
****
Tiba - tiba
Dor...
Kaget dengan suara letusan senjata , Hana menutup telinga dan mata nya.
Tak sabar Calista menebak Roni yang akan menerkam Hani.
Dan berubah hancur lebur.
"Calista." Hana membuka mata melihat pandangan didepan nya. dengan senjata yang masih mengepul.
"Calis ka..kamu.." wajah Hana semakin memucat.
"Ya...daripada kita kena gigit.lebih baik seperti itu .' menarik mundur Miss Tety.
sama dengan Hana , terlihat Miss Tety mematung mendengar suara letusan senjata.
Melihat kejadian nyata , Hana dan Miss Tety mengikuti Calista mundur.
Grrrr.....
__ADS_1
kepala sekolah dan satpam semakin mendekat.
"Miss.. " Calista siap-siap membidik.
Dor...
bidikan Calista melesat ke atas , karena satpam itu menendang tangan Calista.
"Aaa...." teriak Calista tak mengira manusia setengah serigala itu menendang nya .
Dan senjata itu terjatuh jauh dari Calista.
Dengan dada gemuruh dan kaki tangan gemetar. Calista berusaha untuk tidak gugup.
"Tidak ada jalan lain Calista , ayo kita berdoa ." ucap Miss Tety berusaha menenangkan ,dengan tangan mengambil masker dan meletakkan ke wajah Calista dan Hana. ia pun bergegas memakai masker.
dan berdoa..
Pelan tapi pasti , satpam dan kepala sekolah mundur teratur.
Melihat satpam dan kepala sekolah mulai kepanasan ,dengan cepat Calista mengambil senjata nya. dan dengan kecepatan nya tangan Calista yang sudah terlatih.
Dor...dor..
Satpam dan kepala sekolah jatuh dan menjadi abu.
tersengal - sengal Calista melihat abu itu , duduk lemas .
menghilangkan debaran jantung nya ,ia mengambil air minum yang berada di tas sekolah nya .
ia memang sering membawa air minum kemana pun ia pergi.
"Calis..."Miss Tety memegang pundak Calista.
"Bagaimana Miss , kita menerangkan jika ada yang bertanya?." tanya Calista bingung .
Miss Tety mengambil spidol permanen di tas nya.
ia lalu mengukir abu itu dengan bentuk tubuh masing - masih dan diberi nama.
"Selesai...kita harus memangil papa mu Calis ." tetap menunduk mengukir abu menulis nama Roni.
"Oh iya.." mengambil benda pintar itu dan menghubungi sang papa.
Calista menghubungi sang papa dan menceritakan kejadian pagi ini disekolah nya.
Terkejut mendengar itu , dengan cepat Aldi membawa kendaraan nya menuju sekolah , tanpa memberitahu istrinya Agnes.
"Sejak kapan kamu bisa memakai senjata Cla?. " tanya Miss Tety sedikit bergidik melihat senjata itu.
"Sejak SD Miss , opa saya yang selalu mengajari . kata opa , aku harus bisa mengunakan, terutama disaat mendesak seperti ini ." jawab Calista sambil memasukkan senapan itu kedalam sarung dan menyembunyikan didalam tas.
"Kamu seperti menguasai bela diri ?. " tanya Miss Tety lagi.
"Iya...opa yang mengajari aku ." jawab nya santai mengingat kenangan sang opa yang selalu melatih nya dalam segala hal.
"Maaf Miss , saya kepepet. jika tidak kita jadi korban , jangan beritahu orang Miss ." ucap Calista menatap sang guru yang membisu seperti ketakutan melihat nya memegang senjata.
Dengan menarik nafas panjang Miss Tetty mengangguk perlahan. tak mengira anak didiknya jika sudah seperti ini membuatnya bergidik.
"Calista ada apa ??." teriak papa Aldi setengah berlari. mendapati sang anak masih berdiri dihalaman sekolah.
"Itu." tunjuk Calista dengan bibir nya.
"Ha...sudah masuk ke sekolah !!." memandang Miss Tety tak percaya .
Tak ingin menunggu lama Miss Tety menceritakan kejadian beberapa menit yang lalu.
"Jika seperti ini bagaimana Miss ?. " dengan ngos - ngosan yang tersisa.
"Tapi...tunggu dulu ." seperti berfikir menatap abu dikaki nya.
"Jika manusia serigala manjadi abu seperti ini , berarti ada yang menembak nya. lalu siapa yang sudah menembak ?." Aldi bertanya.dengan mata. melihat kekanan dan kiri. siapa gerangan yang telah beranj menembak manusia serigala itu.
ketika ia tak mendapat jawaban.
Menatap Miss Tety dan Calista.
"Siapa Miss ?. " masih bertanya tak yakin.
"Iya Pap , Calist. maaf ." Calista menunduk.
"Ya ampun, senapan itu sudah mama sembunyikan, kenapa kamu ambil !!..." menepuk jidat.
"Nak..." tak dapat berkata - kata dengan
tindakan cepat sang anak.
"Kepepet Pap , daripada Calis digigit ." ujar nya santai.
"Ck...iya.tapi ada di mana senjata nya ?." dengan alis terangkat satu.
"Aman Pap...aman , sudah Calis simpan ." mengangkat kedua jari , seperti huruf V. tak ingin sang papa marah. ia pun tak ingin senapan nya di ambil.
"Ya sudah terserah kamu , yang penting kamu harus pintar menjaga senapan itu, dikeluarkan saat emergency nak ." akhirnya pasrah dengan sang anak, jika dipikir mungkin ada baik nya juga, disaat genting seperti ini.
"Yes Pap." menghormat ala tentara.
"Miss seterus nya bagaimama , ini sudah masuk sekolah ?." tanya Aldi meminta pendapat Miss Tety.
"Akan kami rapatkan pak , terlebih dahulu saya akan mengumpulkan para guru permisi. " ucap Miss Tety berjalan mendekati teman sejawat nya yang mulai berdatangan .
"Tapi Miss , dilihat tiap orang .jangan sembarang masuk . supaya tidak ada yang tertular jika sudah ada yg ke gigit ." Calista mengingatkan
"Baik saya tunggu Miss ...
"Calis masuk dulu Pap ." menarik tangan Aldi dan mencium , berjalan mengikuti teman yang juga mulai berdatangan karena jam sekolah akan dimulai.
"Ya , hati - hati nak." pesan Aldi menarik nafas panjang melihat anak semata wayang nya berjalan ringan, seakan tak ada masalah.
Kembali kekantor , banyak yang dipikirkan bagaimana cara nya mengatasi manusia serigala itu. sebelum banyak korban.
"Hufff...ya Tuhan harus bagaimana
maaf selalu telat ..
__ADS_1
terima kasih masih diberi kepercayaan.
selamat membaca