Indigo Diperkebunan Tebu

Indigo Diperkebunan Tebu
melihat kembali


__ADS_3

"Nak tenang disana ya." ucap sang mama sambil menghapus air mata nya.


"Tangan mu , akan mama satukan dengan badan mu ...


"Perhiasan ini ???...


"Jual aja mam , untuk modal mama , papa sudah tak pernah membiayai hidup mama bukan " ucap Abel tersenyum bijak.


Deg...


"Ya Tuhan kasihan sekali Tante ini "batin Calista memandang kedua orang tua nya.


"Iya nak....baik lah...pergilah dengan tenang doa mama selalu menyertai mu " sambil melambaikan tangan nya...


Iya terharu bisa bertemu dan melihat sang anak yang telah meninggalkan nya lebih dulu.


Menahan tangis ia membungkus tangan sang anak yang sudah berbau busuk.


"Hoak...bau Pap, apa papa tidak bau..."ucap Mama tak tahan..


"Cium ini , papa cium bau , tapi papa tahan " papa memberikan minyak kayu putih ...


Setelah Calista rasakan ia haru si tutup mata batin nya lalu.


Calista menutup mata batin ibu itu...


"Anak saya sudah pergi ?...


"Iya Tante , sekarang tangan nya Tante mandikan dan bungkus kain putih " ucap Calista..


"Iya nak...terima kasih sudah mau menolong Tante..."ucap nya sambil berjalan...


****


"Pap...tolongin sih Tante itu....dia mau ke kubur anak nya , kalau ga di antar kapan sampai....sebentar lagi magrib " ucap Calista...


"I..iya...kita antar ibu nya Abel....

__ADS_1


"Ayo mam..."menatap wajah sang istri yang terlihat bingung...


"Mam...ayo...Calista menarik tangan sang mama...


"Tante tunggu....


"Ya...ada apa nak ???..


"Tante kami antar ,ayo....tak menunggu jawaban Calista menarik tangan mama Abel...


kebingungan melihat Calista menarik tangan nya, tapi ia hanya diam menurut.


"Biar cepat Tan....


"I...iya...ragu - ragu masuk kedalam mobil.


Setelah memandikan tangan Abel dan membungkus dengan kain putih .


Dengan petunjuk mama nya Abel , papa membawa kami ke sebuah pemakaman.


Dengan cepat mama Abel mengubur tangan Abel.


Abel berdiri dengan tersenyum , melambaikan tangan .


"Abel ada disini Tan , ia tersenyum dan melambaikan tangan ke Tante " ucap Calista menatap ke atas.


"Selamat jalan nak , tenang disana " ucap nya mengikuti Calista menatap ke atas .


Dengan wajah ceria disertai senyum manis nya Abel menghilang.


****


Setelah mengantar kan mama Abel kerumah nya.


Calista , mama dan papa menuju ke sebuah toko...


"Nak mau beli apa , ambil yang kamu suka " ucap Mama tersenyum .

__ADS_1


"Iya mam, Calista mau cari buku " ucap nya menengok ke kanan dan kiri.


Gleeg...


Memegang tangan mama , ketakutan.


"Nak....kamu kenapa ?...


"Pap...cepat sini " teriak Mama setengah berbisik.


"Kenapa mam ??.


"Lihat Calista melihat ke arah kiri , tapi memegang tangan mama. seperti nya ia ketakutan Pap " ucap Mama memegang tangan Calista yang berasa dingin.


"Astaga...nak, ayo kalau melihat sesuatu yang kamu takuti...berdoa...nak." tepuk papa ke pundak Calista .


Terkejut Calista dengan cepat menutup.mata dan berdoa.


Setelah merasa cukup Calista membuka mata nya...


Ternyata mahkluk itu sudah tak ada..


"Kamu melihat apa nak " tanya mama dan papa berbarengan.


"Calista melihat mahkluk asral , wajah nya seperti pangeran mam " jawab Calista perlahan...ia merasa tenggorokan nya kering setelah memberitahukan ke dua orang tua nya...


Deeg...


Wajah papa dan mama pucat mendengar cerita Calista...


"Pap " mama memegang tangan papa ketakutan...


"Berarti Calista mengingat pangeran mahkluk asral itu " batin papa.


terima kasih sudah mau mampir


.

__ADS_1


__ADS_2